Fungsi Pengawasan Dewan Tidak Berjalan


TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) –
Salah satu fungsi DPRD adalah melakukan kontrol dan pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran. Langkah itu, tentunya bertujuan agar pelaksanaan anggaran berjalan sesuai dengan ketentuan serta tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Sayang memang, harapan masyarakat tersebut ternyata sangat jauh dari impian. Harapan agar pengawasan berjalan dan APBD Inhil lebih berpihak kepada masyarakat hanya menjadi retorika. Prakteknya DPRD Inhil malah ikut bermaian dalam menggerogoti uang rakyat untuk kepentingan mereka sendiri.

“Setakat ini dalam pengamatan kita,  sangat kecil persentasi APBD yang nyatanya berpihak kepada masyarakat, kata Ketua LSM Gemilang Serimpun Indra Gunawan, saat berbincang- bincang Dengan Wartawan, Ahad, (27/11) di Tembilahan.

Selain itu menurutnya, sudahlah keberpihakan APBD ke masyarakat kecil, pelaksanaannya dilapangan juga sangat mengecewakan. Dari berbagai informasi yang ia peroleh, diperkirakan proyek fisik pada tahun ini hancur-hancuran. Apalagi terjadi lonjakan harga matrial bangunan, yang membuat rekanan kontraktor pusing tujuh keliling dalam menyelesaikan proyek.

“Terjadi kenaikan harga matrial bangunan yang cukup tinggi. Ini tentunya berimbas pada pelaksanaan proyek fisik. Yang namanya proyek tentunya rekanan ingin untung, tapi kalau sudah seperti ini yang terjadi jangankan untung, mampu menyelesaikan saja sudah cukup,” ujarnya.

Disinilah diharapkan fungsi pengawasan dewan dapat berjalan dalam mengawasi pelaksanaan anggaran. karena memang mereka di pilih oleh rakyat untuk menjadi wakil mereka dilembaga legislatif untuk melakukan pengawasan. Hingga pelaksanaan APBD sesuai dengan harapan masyarakat. (Nejad)




BANGUNAN PASAR TERAPUNG DIKHAWATIRKAN AMBRUK, DIHARAPKAN PEMERINTAH SEGERA LAKUKAN PERBAIKAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Kondisi fisik bangunan pasar terapung jalan Yos Sudarso Tembilahan semakin hari semakin mengkhawatirkan. Apalagi usai peristiwa kebakaran yang meluluhlantakkan ratusan kios beberapa tahun lalu semakin membuat kondisi salah satu bangunan yang menjadi ikon kota Tembilahan ini semakin rapuh. Kini, berbagai kerusakan semakin terlihat dengan jelas dan dikhawatirkan setiap saat akan membuat bangunan ini akan ambruk. Celakanya, sampai hari ini, ratusan pedagang dan ribuan pembeli setiap harinya masih terus melakukan aktifitas diatasnya.

“Setiap kali saya masuk kebangunan pasar ini untuk mencari berbagai keperluan, terus-terang hati saya selalu was-was. Bangunan pasar ini kondisi fisiknya walau hanya dilihat dengan mata telanjang orang biasa seperti saya yang tidak mengerti bangunan sudah sangat khawatir. Berbagai kerusakan yang menunjukkan kerapuhan semakin mudah kita temui,  tapi kenapa pihak pemerintah sampai hari ini belum terlihat adanya upaya untuk memperbaiki?,” Tanya Nurlela, seorang ibu-ibu paruh baya yang kebetulan sempat ditemui di pasar terapung jalan yos sudarso, Tembilahan, Ahad (27/11/2011)

Dirinya menuturkan rasa kekhawatiran yang sangat. Bahkan dirinya juga berharap agar pihak pemerintah segera melakukan tinjauan untuk memastikan kondisi fisik bangunan pasar ini sebelum menimbulkan korban.”tolonglah kalau bisa pihak pemerintah untuk segera diberitahukan pak. Paling tidak, lakukan pemeriksaan yang sungguh-sungguh akan laya tidaknya bangunan ini untuk terus dipergunakan. Saya khawatir kalau ini terlambat nantinya malah akan menimulkan korban nyawa yang tentunya sama-sama tidak kita inginkan,” Ujarnya dengan penuh harap.

Apa yang menjadi kekhawatiran Nurlela rupanya juga dirasakan seorang ibu-ibu yang setiap harinya mengais rezky dibangunan pasar ini. namun demi memenuhi kebutuhan perut keluarga, dirinya dengan terpaksa tidak terlalu perduli.” Kalau pembeli lagi sepi, sambil duduk-duduk saya juga selalu memperhatikan kondisi bangunan ini. Mulai dari lantai, dinding dan atap kondisinya memang terlihat sangat mengkhawatirkan. Tapi apa yang saya mau bikin pak. Apapun resikonya saya tetap harus berjualan disini karena usaha ini merupakan satu-satunya sumber penghasilan keluarga apalagi saya tidak punya tempat usaha lainnya,”Ujar Ibu-ibu pedagang sembako yang enggan menyebutkan namanya.

Dari pantauan, kondisi bangunan pasar ini memang terlihat sudah sangat mengkhawatirkan. Berbagai kerusakan sangat mudah untuk ditemui. Disalah satu sudut bangunan, terlihat lantainya sudah merekah dan pancang bangunan mengalami penurunan yang cukup parah belum lagi kondisi material beton yang jelas terlihat rapuh. Disalah satu sudut bangunan bekas terbakar, terlihat besi  yang menjadi penopang utama bangunan ini berkarat dan sebahagian sudah terlepas.(fsl)




STAI Diminta Lebih Berperan Majukan Pendidikan di Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – STAI salah satu lembaga Tinggi Pendidikan Islam, sangat terkenal untuk kawasan Indragiri Hilir. Bahkan STAI Inhil, diakui sebagai Sekolah Tinggi Islam yang terbaik untuk Riau-Kepri. Untuk itu, ini menjadi tantangan kedepan bagimana Prestasi tersebut bisa dipertahankan.

Lebih dari itu, Eksistensi STAI yang sudah diakui tentunya menjadi tantangan bagimana STAI mampu melahirkan inovasi pendidikan dalam rangka memajukan daerah. Sebab setakat ini, berbagai permasalahan dunia pendidikan masih terjadi di Inhil. Terutama menyangkut kualitas apakah itu tenaga guru, maupun permasalahan  lainnya.

“Kita berharap STAI Auliaurrasyidin mampu menghasilkan berbagai inovasi pendidikan dalam memajukan Inhil kedepan. Bagimanapun juga kemajuan suatu daerah sangat tergantung dengan pendidikan, disinilah STAI diharapkan dapat berperan lebih jauh,” kata Asisten II Ir H Syafrinal Hedy dalam penutupan acara PIOS ke III di aula utama STAI di jalan Provinsi Parit 6.

Dikatkannya lebih jauh, kemajuan pendidikan tidak hanya bisa diserahkan kepada suatu pihak dalam hal ini pemerintah. Tapi peranan semua pihak, terutama kalangan Sekolah Tinggi sangat penting. “Untuk itu marilah bersama-sama kita majukan pendidikan di Inhil,”harapnya. (Suf)




Asisten II Tutup PIOS ke III di Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Asisten II Sekdakab Inhil Ir H Syafrinal Hedy, secara resmi menutup Pekan Ilmiah Olahraga dan Seni (PIOS) ke III yang siikuti perguruan tinggi Islam di Provinsi Riau dan Kepri  di aula utama STAI Auliaurrasyidin Tembilahan, Jumat malam (24/11), setelah selama hampir sepekan kegiatan tersebut berlangsung. 

Dalam sambutannya mantan Kadishutbun tersebut mangatakan kegitan seperti ini diharapkan tidak menjadi ritual seremonial belaka. Tapi inti dari kegiatan ini dalam rangka menggali berbagai potensi yang dimiliki, yang nantinya bisa disumbangkan dalam rangka memajukan daerah.

“Inhil saat ini sedang giat-giatnya melakukan pembangunan di berbagai aspek, tidak terkecuali sektor pendidikan. Besar harapan kita, STAI mampu menyumbangkan berbagai inovasi pendidikan bagi Inhil. Sehingga kedepan sektor pendidikan di Inhil semakin maju sesuai dengan kebetuhan zaman,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut ia berharap, kegiatan PIOS hendaknya mampu mempererat jalinan silaturrahim masing perguruan tinggi Islam yang ada di Riau dan Kepri. Meski masing masing utusan sama sama ingin meraih prestasi terbaik, tapi bukan berarti harus menghalalkan segala cara dalam menggapai ambisi tersebut.

“Utamakan ukhuwah islamiah atas prestasi yang didapat. Terimakasih kepada panitia PIOS, kami ucapkan  selamat Ultah ke  II STAI, terus melakukan inovasi pendidikan dalam rangka kemajuan daerah,” harapnya.

Dalam penyelenggaran PIOS ke III di Tembilahan, kontingen tuan rumah berhasil menjadi juara umum. Setelah utusan mereka dalam berbagai iven yang dipertandingkan rata-rata mampu menjadi yang terbaik, mengalahkan berbagai peserta dari daerah lain. Terutama untuk cabang-cabang Ilmiah dan Seni. (Suf)




MASYARAKAT SAYANGKAN PENGGUNAAN KENDARAAN “PLAT MERAH” DILUAR PERUNTUKAN.

TEMBILAHAN (www.detikriau.wordpress.com) – Dipenghujung pekan, sudah menjadi kebiasaan sebagian warga Tembilahan untuk berlibur bersama keluarga. Ini tentunya hal yang positif untuk kembali menyegarkan pikiran setelah lima hari penuh disibukkan dengan berbagai aktifitas kerja. Dengan kondisi kota Tembilahan yang sangat minim dengan tempat-tempat rekreasi, kebanyakan masyarakat Tembilahan memilih berlibur ke luar kota seperti ibu kota Provinsi, Pekanbaru. Dari ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat yang mulai terlihat ramai menuju arah keluar kota sejak jum’at sore, tidak sedikit dari kendaraan yang melaju kencang itu terpasang tanda nomor kendaraan “berplat merah”. Yang menjadi pertanyaan, layakkah kendaraan yang khusus dipergunakan untuk penunjang kelancaran kerja ini dipergunakan diluar peruntukan?

Kenyataan seperti ini tentunya menjadi tandatanya dibenak masyarakat karena sepengetahuan mereka, kendaraan titipan rakyat ini seluruh pembiyaan untuk perawatan dan operasionalnya juga dibebankan melalui APBD, gunanya? Tidak lain agar sipenerima titipan fasilitas rakyat ini dapat lebih lancar melakukan berbagai aktifitas kerja yang pada akhirnya tentu untuk memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat juga.

“Saya sendiri heran bang, apa memang dibenarkan kendaraan yang dibeli dari uang rakyat ini bisa seenaknya dipergunakan diluar jam kerja? Apalagi liburan jelas tidak ada kaitannya dengan tugas kedinasan,” Tanya Anwar (43), Jum’at (25/11/2011).

Menurut Anwar, sampai hari ini, karena memang tempat tinggalnya berada pada sisi jalan lintas provinsi, pemandangan mempesona ini sering mengganggu matanya.”Saya bukannya iri bang, sama sekali jauh dari rasa itu, hanya saja, mbok ya sadar dikitlah karena peruntukkan titipan kendaraan dinas itu sudah begitu jelas. Kalau nggak takut sanksi urusan di dunia, paling tidak malulah ketika nanti harus mempertanggungjawabkan barang amanah ini dihadapan Tuhan,” Sindirnya sambil mengingatkan.

Bukan hanya Anwar, rupanya kondisi nyeleneh ini juga banyak mengganggu benak masyarakat kota Tembilahan lainnya seperti Rian (17). Laki-laki berperawakan kurus dengan kulit putih bersih ini malah sambil tertawa kecil bertutur kalau ada masyarakat Inhil yang tidak mengetahui hal ini, itu baru namanya aneh.” Biasa bang, mungkin ya daripada ngerogoh kantong sendiri, ya aji mumpung, selagi ada kesempatan, kenapa nggak mau.” Ujarnya sambil tertawa renyai ketika ditanya terkait hal ini.

Dari pantauan, tidak hanya dihari libur, penggunaan kendaraan dinas yang diluar peruntukan juga menjadi pemandangan biasa setiap hari lainnya. Mulai dari mengantar pulang pergi anak sekolah, belanja keperluan pasar, jalan-jalan sore dan berbagai tetek bengek keperluan pribadi lainnya. Mirisnya, siapa yang bisa menertibkan penyalahgunaan seperti ini karena siapapun tau yang diberikan fasilitas kendaraan roda empat tentunya bukan PNS biasa. (fsl)




SIKAT LAPTOP PNS, OKNUM KULI TINTA DI BUI

TEMBILAHAN (VOKAL) – Gara-gara kedapatan mencuri 1 unit Notebook merek Asus  type E.ee PC warna hitam, milik Maryanto (41) salah satu pegawai Kantor BKD Kabupaten Inhil, Jalan SKB Tembilahan. Akhirnya, AN (29) diringkus oleh petugas Polsek Kota Tembilahan Rabu (23/11)

 

Dalam keterangannya Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK. M.si melalui Kapolsek Kota Iptu R.Tarigan, Jum’at (25/11) mengatakan kronologi penangkapan terhadap tersangka, berawal adanya laporan dari korban yang kehilangan Notebooknya didalam ruang kerjanya.

 

“menurut keterangan korban, setiap diadakan apel pagi dikantornya, seluruh fasilitas kerja yang dibawanya termasuk laptop diletakkan diatas meja ruangan kerjanya.

Namun alangkah terkejutnya korban setelah Ia selesai apel dan masuk kedalam ruangannya, tiba-tiba Notebook itu sudah raib,  cerita korban saat melapor ke Polsek Kota” kata Iptu R.Tarigan.

 

Bahkan sebelum korban melapor ke Polsek Kota, korban juga mengaku bersama teman-temannya sudah berusaha untuk mencari keberadaan Notebook itu, tapi tidak juga menemukan hasil, barulah kemudian Ia mengadukan permasalahan tersebut ke Kantor Polisi Polsek Kota Tembilahan.

 

“Sekitar Pukul 8.30 WIB, Korban datang melapor ke Polsek Kota untuk mengadukan kejadian yang dia alami.  Atas laporan dari masyarakat tersebut kemudian kita langsung meluncur ke TKP untuk mencari keterangan-keterangan dari saksi lainnya” tegas Iptu R.Tarigan Kapolsek Kota.

Berawal dari keterangan korban dan para saksi lainnya, bahwa sebelum kegiatan apel pagi, diketahui, tersangka yang mengaku wartawan salah satu situs online pekanbaru mendatangi kantor BKD untuk maksud melakukan komfirmasi. Namun karena memang saat itu akan dilaksanakan apel pagi, oleh pegawai BKD, tersangka dipersilahkan untuk menunggu.

 

“Begitu tersangka behasil kita amankan sekira pukul 13.00 WIB, saat Ia berada di salah satu Warnet. Awalnya tersangka sempat berbelit kalau Dia bukan pelakunya, Namun berkat kejelian Anggota pada akhirnya tersangka baru mengaku kalau Dia pelakunya” tambah Iptu R. Tarigan lagi.

 

Kemudian setelah dilakukan penyidikan dan pengembangan oleh petugas, ternyata tersangka mengakui bahwa dirinya yang melakukan penncurian laptop tersebut.

Diduga tersangka juga ada kaitannya dengan hilangnya beberapa peralatan elektronik diperkantoran belakangan hari ini. “Saat ini tersangka beserta barang bukti berupa Notebook, sudah diamankan di Polres Indragiri Hilir untuk penyidikan dan pengembangan lebih lanjut” pungkasnya. (fsl)