TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kamis, (2/2), bertempat di Balai Utama Kantor Bupati Inhil, Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo SH.MH, secara resmi mengukuhkan kepengurusan Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA) untuk 2011-2014. Dengan terpilihnya kepengurusan yang baru ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja, dalam menghimpun dana zakat demi kepentingan umat Islam.
Duduk sebagai Ketua yang BAZDA Inhil 2011-2014 adalah H. Syamsurizal Awi, mantan Asisten III Sekdakab Inhil. Dalam sambutannya di acara yang turut dihadiri oleh Asisten 3 Sekda Kabupatan Inhil Hj Jamilah, Kemenag Azhari Syukur dan beberapa pejabat di Lingkungan Pemerintah Kab. Inhil ini, Wabup mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir akan mendukung penuh kepengurusan BAZDA Inhil periode 2011-2014 ini.
“Saya harap agar kepengurusan BAZDA Inhil yang baru dikukuhkan untuk dapat lebih meningkatkan kinerjanya, demi kemaslahatan umat. Karena potensi zakat di Inhil secara riil sangatlah besar,” imbuhnya.
Dikatakan Wabup, BAZDA Dikabupaten Inhil memang semakin berkembang. Dalam upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, BAZDA Inhil secara rutin mengirimkan laporan donasi dan ucapan terima kasih kepada donator. Itu semua adalah bentuk dari komitmen dan profesionalisme yang telah ditunjukkan selama ini.
Dengan kerja keras dan komitmen pengurusnya, saya sangat optimis kinerjanya akan semakin baik. “Insya Allah BAZDA Inhil akan semakin berkembang, hingga menjadi salah satu wadah menghimpun dana dalam rangka meningkatkan dan memperbaiki tarap hidup masyarakat Inhil,”tegas Wabup.(suf)
PROYEK TIDAK SELESAI, WARGA DISUGUHI DEBU
Gambar ilustrasi
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pengerjaan proyek jalan Soebrantas, Kelurahan Tembilahan Hilir yang tidak selesai hingga tahun anggaran 2011 berakhir, membuat warga yang tinggal disepanjang ruas jalan tersebut menderita. Bagaimana tidak, mereka harus menghirup udara yang penuh polusi akibat debu yang berterbangan , lebih-lebih lagi ketika ada kenderaan roda empat yang melintas.
Selain itu, warga yang kebetulan berdagang di ruas jalan tersebut harus sering membersihkan barang dagangannya akibat debu yang menempel. Yang paling mendapat imbasnya adalah pemilik warung kopi, pendapatan mereka jadi menurun karena pembeli enggan untuk duduk diwarung.
Seperti yang diungkapkan oleh Suti salah seorang pemilik warung kopi kepada Www.detikriau.org, Rabu, (1/2). Akibat pekerjaan jalan yang tidak selesai membuat hampir seluruh warga di jalan Soebrantas merasa sangat kecewa. Bayangkan saja, selama hampir 24 jam warga harus menghirup udara yang berdebu.
“Meski terkadang ada mobil yang menyiram ruas jalan, tapi itu hanya mampu menghambat debu paling lama satu jam apalagi saat cuaca terik seperti sekarang ini,” ujarnya.
Yang sangat ia kesalkan adalah kondisi yang ada sekarang membuat meja dan makanan yang dijualnya berdebu. Sehingga tidak sedikit pembeli yang memprotes atau minta dilapkan meja karena debu yang ada. “Bahkan pembeli jadi enggan untuk minum karena kondisi jalan yang berdebu,’ tambahnya.
Akibat tidak selesainya pengerjaan ruas jalan tersebut ada sebagian warga melakukan protes dengan berbagai cara. Diantaranya ada warga yang meletakkan tong sampah dan memasang berbagai tulisan yang mengecam pihak terkait (Suf)
Pondok Pesantren Daarul Ishlah Assalafi Undang Habid Alaydrus
Sambut Peringatan Maulid Nabi 1433 H
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pondok Pesantren Daarul Ishlah Assalafi yang berlokasi di jalan Harapan Gang Mawar Kelurahan Tembilahan Hulu, akan mengundang dai kondang, Habib Mustapa Bin Abdullah Alaydrus, Pimpinan Majelis Syamsi Syumus Asmaul Husna (Ratib Alaydrus) Tebet Jaksel pada peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, 1433 H Rabu malam (8/2) bertepatan dengan 16 Rabiul Awwal 1433 H usai shalat Isya. Ungkapan itu disampaikan oleh Ketua Panitia pelaksana peringatan Maulid Nabi Besar Muhamamad SAW, Abd Rohim kepada Www.detikriau.org, Rabu, (1/2).
“Ulama besar yang bersangkutan dipastikan akan datang ke Tembilahan guna memberikan tausiah bagi masyarakat. Sebab sejauh ini belum ada konfirmasi dari Habib untuk membatalkan kedatangannya,” kata Abd Rohim yang juga salah seorang tenaga pengajar di pesantren tersebut.
Ketika disinggung dengan persiapan yang dilakukan oleh panitia menurutnya persiapan telah berjalan dengan baik. Panitia berharap, warga Tembilahan dapat beramai-ramai datang memeriahkan peringatan Maulid Nabi tersebut.
“Tidak setiap waktu dalam peringatan Maulid atau Isra’ mikraj kita mampu menghadirkan dai kondang seperti Habid, makanya ketika ada kesempatan seperti ini sudah sepantasnya warga Tembilahan untuk datang mendengarkan tausiah yang ia berikan guna menambah ilmu Agama dalam rangka mengarungi kehidupan dunia saat sekarang ini,” paparnya.
Pengamatan Www.detikriau.org, sama seperti tahun-tahun sebelumnya setiap datang bulan Rabiul Awwal bulan ketiga dalam kelender Hijriah tersebut, kota Tembilahan selalu meriah menyambut bulan kelahiran Nabi besar ini. Hampir disetiap mesjid maupun surau ataupun perkeumpulan majelis zikir turut memperingati.
Selain itu, para penceramah yang diundang untuk memberikan siraman rohani datang dari berbagai kota yang ada di Indonesia. Ada yang dari Jakarta, Kalimantan Selatan, Kuala Tungkal Provinsi Jambi dan sebagainya. Biasanya mesjid maupun surau yang mengundang penceramah dari luar kota akan dipadati oleh pengunjung.
Dalam peringatan Maulid nabi yang dilaksanakan, selain para hadirin yang hadir dapat mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh Ustad, selesai acara juga ada makanan yang disediakan oleh pantia dan biasanya langsung dimakan di lokasi acara. Hingga makin mempererat rasa persaudaraan sesama muslim.
“Rasanya rugi kalau kita tidak datang apalagi kalau memang penceramah yang didatangkan adalah da’i kondang seperti Habib Alaydrus,” kata Misran salah seorang PNS yang bertugas di kantor DPRD Inhil. (Suf)
KETUA PSMTI KECAMATAN CONCONG TERBUJUR KAKU DIKAMAR PENGINAPAN.
Usai diselenggaran ritual keagamaan di kamar mayat RSUD Puri Husada Tembilahan., Jenajah Almarhum langsung dibawa pihak keluarga untuk disemayamkan dirumah duka.
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Ketua Paguyuban Sosial Marga Tiogha Indonesia (PSMTI) Kecamatan Concong Kabupaten Indragiri Hilir, Kho Liang Mong (54), Rabu (1/2) sekira pukul 09.30 Wib ditemukan telah menjadi mayat disebuah kamar penginapan. Teman-teman korban mengaku merasa curiga setelah dihubungi beberapa kali melalui handphone, korban tidak juga menjawab.
Menurut penuturan teman-teman korban, kemaren malam (selasa (31/1) mereka, termasuk A’O panggilan akrab almarhum sama-sama mengikuti perayaan imlek. Almarhum terkahir diketahui pulang ke penginapan sekira pukul 00.00 Wib.”Malam itu kita sudah buat janji untuk kembali bertemu besok paginya. Makanya pagi harinya kita coba menghubungi melalui telepon selularnya. Walaupun panggilan masuk, handphone tidak juga diangkat,”Cerita seorang teman almarhum yang enggan menyebutkan namanya ketika ditemui Www.detikriau.org di Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan, Rabu (1/2)
Masih menurut pengakuannya, karena ingin mencari tau, salah seorang teman mendatangi penginapan.”Saat kita ketuk beberapa kali kamar 404 di penginapan tersebut tidak juga ada jawaban dan akhirnya diputuskan untuk meminta bantuan pihak pengelola penginapan membuka pintu kamar almarhum dan disitulah baru kita ketahui alamrhum dengan posisi terduduk dilantai dan kepala terbaring di tempat pembaringan dalam kondisi sudah tidak bernyawa,”Paparnya.
Ketua PSMTI Cabang Kabupaten Indragiri Hilir, Alex Chandra, S.Sos ketika sempat dimintai komfirmasi oleh Www.detikriau.org ditempat yang sama menuturkan bahwa korban memang sudah cukup lama memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes.”Saya merasa sangat kehilangan teman dekat. Selama ini saya selalu berkomunikasi dengan almarhum apalagi ia juga selaku Ketua PSMTI Kecamatan Concong. Mungkin saja korban meninggal diakibatkan penyakit jantung dan juga diabetes yang sudah cukup lama dideritanya,”Jawab Alex memberikan komfirmasi.
Dari pantauan Www.detikriau.org, setelah tiba di RSUD Puri Husada sekira pukul 11.00 Wib, almarhum langsung dibawa ke kamar mayat. Atas permintaan pihak keluarga, korban tidak dilakukan visum. Usai lakukan beberapa ritual keagamaan, jenajah almarhum langsung dibawa pihak keluarga untuk disemayamkan dirumah almarhum di Kecamatan Concong menggunakan kendaraan air speedboat.
“karena permintaan pihak keluarga, kita memang tidak lakukan Visum keluarga hanya memintakan surat keterangan kematian pada pihak rumah sakit,”Jawab Singkat Dr. Meri
Menurut Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan melalui Kasad Reskrim, AKP Efendi membenarkan adanya penemuan mayat ini, “Pihak keluarga menolak untuk kita lakukan visum, untuk sementara berdasarkan keterangan pihak keluarga, almarhum meninggal akibat serangan jantung tapi penyebab pastinya masih dalam penyelidikan,” Jawab Kasad Reskrim.(fsl)
PERASAAN RINDU PADA SIBUAH HATI JADIKAN PENCIPTA BATIK INDRAGIRI.
Badri bangga berfose dilatarbelakangi beberapa motif batik buah karyanya.
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Rasa rindu yang begitu mendalam terhadap sibuah hati membuat pria paruh baya kelahiran Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur ini melangkahkan kaki ke sebuah Kabupaten yang begitu jauh dari kampung halamannya. Dirinya sama sekali tidak pernah menduga, rasa rindu itu akhirnya merubah jalan hidupnya. Dari seorang tenaga pengajar disebuah pesantren, kini Badri (54) bergelut di dunia konveksi yang belakangan lebih fokus pada batik yang dikenal sebagai Batik Indragiri.
Tahun 2006, Badri meninggalkan tanah kelahiran, Tuban menuju kota Guntung Kecamatan Kateman untuk menemui dua orang anaknya yang bekerja disebuah perusahaan perkebunan. Setelah bertemu, Badri merasa tidak ingin lagi terpisah jauh, ia bertekad tinggal di Kabupaten Inhil dan membuka usaha. Dengan modal keahlian dibidang konveksi, ia menilai kota guntung bukan tempat yang tepat “Saat itu ada 2 pilihan, di jambi atau di Tembilahan. “Nama kota Tembilahan terasa asing ditelinga saya dan justru saat itu hati saya jadi tertarik dan memutuskan untuk meninjau sendiri,”Ujar Badri.
Tampak beberapa pekerja sedang sibuk menyelesaikan pesanan pakaian batik.
tanggal 14 maret 2006 sekira jam 11.00 Wib ia tiba di ibukota kabupaten, Tembilahan. Karena memang tidak ada sanak family, ia mengaku sempat terkatung-katung selama 3 hari dan akhirnya ditolong seorang TNI yang memberinya tempat berteduh.
Melanjutkan niat, setelah beberapa usaha, langkah kaki Badri dituntun untuk mendatangi Dinas perindustrian dan perdagangan Inhil. dikantor ini ia bertemu dengan pak Masdjuri Hasan.”waktu itu Pak Masdjuri menjabat kepala dinas. pengalaman dan keahlian saya dibidang konveksi ternyata mendapat penilaian positif dan diberi kesempatan untuk menjadi tenaga pengajar di Balai latihan Kerja serta diberikan tempat tinggal.”Ucapnya.
Beberapa bulan bertempat tinggal di BLK dan setelah istri ikut menyusulnya ke Tembilahan, ia pindah ke jalan Padupai dan memulai membuka usaha konveksi.”Tapi dipadupai saya hanya sanggup bertahan selama 1,5 tahun karena biaya sewa diluar kemampuan keuangan. dari sisa uang yang ada, saya membeli sebidang tanah di jalan tanjung harapan dan mendirikan pondok tempat tinggal sekaligus sebagai tempat usaha.
CIPTAKAN 12 MOTIF BATIK KHAS INDRAGIRI
Ditempat usaha baru yang diberinama Citra Batik Tulis dan Printing “ANUGRAH MANDIRI” ia mulai menekuni pakaian Batik. Dibidang konveksi, Badri pernah dua kali menerima penghargaan. Pertama ia berhasil meraih peringkat ke-2 piagam Adikarya Sandang di tingkat Kabupaten dan kedua mendapat nominasi harapan I di tingkat Provinsi Riau.”Masuk nominasi, saya diundang oleh Ibu Gubernur ke Pekanbaru. Saat itu kepada Ibu Gubernur saya pernah berjanji untuk membuatkan motif batik khas Inhil dan akhirnya janji itu saya penuhi.”Ceritanya dengan logat jawa yang masih kental.
Badri mengaku sudah menciptakan 12 motif Batik khas Inhil. Motif-motif batik itu dinamainya, Mayang terurai, Pakis Bertalut, Buah Pidada, Ratapan Daun Bakau, Umbut Kelapa dan Kiambang yang terbagi lagi dalam beberapa nama. Salah satunya, Kiambang Bergelombang menurut Badri dinamai sendiri oleh Istri Bupati Inhil.”Sekarang saya banyak mengerjakan pakaian seragam batik untuk sekolahan. Kualitas saya jamin bagus dengan harga bersaing. Untuk bahan batiknya saya patok harga dikisaran 23 – 27 ribuan. Tapi kalau dalam partai besar cukup dengan harga Rp. 18 ribu perpotongnya. Untuk yang sudah jadi, pakaian batik anak setingkat SD saya jual seharga Rp. 40 ribu dan setingkat SMP dengan harga jual Rp. 55 ribu. baju batik lengan pendek maupun panjang harganya sama saja.”Jelas Badri sambil berpromosi.
Badri mengaku ia juga pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah Kabupaten Inhil, dari Dinas Perindag ia mendapatkan bantuan peralatan konveksi dan kemudian dari Dinas Sosial ia mendapatkan satu set peralatan apdruk plus 1 set komputer. Kini anak-anaknya semua diboyongnya ke Tembilahan. Putri tertua, Novi Sulistiani ikut membantu usahanya bersama 17 orang tenaga kerja lainnya, putranya kini menjadi tenaga honorer di Dekranasda dan sibungsu masih bersekolah di Madrasyah Tsanawiyah. (fsl)
ULAH PT.RBH RESAHKAN MASYARAKAT, HMKI ADUKAN KE DEWAN
ULAH PT.RBH RESAHKAN MASYARAKAT, HMKI ADUKAN KE DEWAN
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – puluhan mahasiswa yang menamakan diri Himpunan Mahasiswa Keritang Indragiri Hilir (HMKI), senin (30/1) mendatangi gedung DPRD Inhil di Jalan Subrantas, Tembilahan. Mereka menuding aktifitas truk angkutan batu bara milik PT. Riau Bara Harum (PT.RBH) sudah sangat meresahkan masyarakat. mereka menuntut pihak DPRD Inhil segera menyampaikan kepada pihak Provinsi untuk mengambil tindakan tegas dengan mencabut izin operasional PT.RBH. Mereka bahkan mengancam, pemerintah yang bertindak atau masyarakat yang mengambil keputusan sendiri.
Menurut penuturan Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi HMKI, Supriadi, keresahan yang ditimbulkan dari aktifitas transportasi PT.RBH bukanlah persoalan baru. Masyarakat sudah cukup lama berdiam diri dan terpaksa harus merelakan fasilitas jalan yang dulunya beraspal hotmix yang kini disaat musim penghujan menjadi kubangan lumpur dan dimusim kemarau, masyarakat diberikan “kompensasi” DEBU.
“PT.RBH bak penjajah dan kapitalis. Mereka hanya semata-mata mengejar keuntungan tanpa pernah ikut peduli akan kesejahteraan masyarakat setempat. Dijalan ini, kini kami bisa beternak lele dan bertanam padi. Ini semua gambaran betapa hancurnya infrastruktur jalan akibat ulah truk angkutan batu bara milik mereka. Bahkan kerusakan infratruktur jalan ini telah menjadi penyebab beberapa kali kejadian lakalantas yang menimbulkan korban jiwa.” Kecam Supriyadi dengan suara menggema dari sebuah megaphone dalam genggamannya.
Menurut penuturannya, dari informasi, mereka mengetahui bahwa memang sudah ada kesepakatan antara PT.RBH dengan Dinas Perhubungan Provinsi Riau agar PT.RBH segera melakukan perbaikan jalan tersebut. Namun mahasiswa menuding pekerjaan perbaikan jalan tersebut dikerjakan asal jadi.”Jangan sampai masyarakat yang turun kejalan menghentikan aktifitas mereka. Kalau sampai ini terjadi, mungkin kejadiannya akan lebih besar dari kerusuhan di Bima sana.”Ungkap Korlap memberikan warning.
Dari pantauan dilapangan, Kedatangan puluhan mahasiswa dengan berjalan kaki ini disambut langsung oleh beberapa orang anggota DPRD Inhil di pintu masuk gedung. Saat itu, mahasiswa meminta pihak DPRD untuk menghadirkan Dinas Perhubungan Inhil.” Kami ingin mendengar secara langsung dari Dishub Inhil apa yang menjadi penyebab timbulnya kesan terkatung-katung untuk mengatasi permasalahan ini.”Ujarnya disambut teriakan dari puluhan mahasiswa lainnya dengan penuh semangat.
Setelah Dewan menyepakati untuk menghadirkan Dishub Inhil, rombongan bergerak ke pintu masuk gedung dan langsung menuju keruang Banggar. (fsl)