Komisi III Rekomendasikan Kebijakan Pro Rakyat

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)-  Beberapa item yang direkomendasikan Komisi III DPRD Inhil ke Badan Anggaran (Banggar) terkait dengan pembahasan KUA PPAS yang sudah rampung adalah agar program untuk tahun anggaran 2012 yang pro rakyat. Menurutnya, program yang dirumuskan nantinya meski bersentuhan langsung dengan masyarakat luas.

Ungkapan itu disampaikan oleh Wakil ketua komisi III DPRD Inhil Ir. Junaidi kepada www.detikriau.org saat berbincang-bincang di kantor dewan, Senin, (6/2). Ia mengungkapkan salah satunya khusus untuk Dinas pendidikan, ia meminta pembangunan gedung SMA 1 Tembilahan segera dirampungkan. Bagimanapun juga, pembangunan yang sekarang dilakukan cukup berdampak pada proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

“Kita meminta pembangunan gedung sekolah SMA I Tembilahan segera digesa secepat mungkin agar aktivitas belajar mengajar disekolah tersebut berjalan sebagaimana sebelumnya. Apalagi tidak lama lagi siswa kelas XII akan melaksanakan UN. Jangan aktivitas mereka jadi terganggu terkait persoalan ini,” kata politisi Golkar tersebut.

Masih menurutnya, untuk Badan Lingkungan Hidup BLH, ia meminta program hutan kota seluas 30 persen dapat diwujudkan. Hal itu berkaiatan dengan pembahasan RTRW yang selama ini menjadi program prioritas mereka.

Berkaitan dengan proyek multiyears, dimana program tersebut paling banyak meyedot anggaran ia berharap ada semacam reward bagi perusahaan yang mengejakannya. Upaya tersebut dimaksudkan agar distribusi anggaran yang sudah dilakukan memang sesuai dengan fakta pekerjaan secara riil di lapangan.

“Jangan sampai terjadi uang sudah diambil, tapi ternyata pekerjaan rekanan di lapangan masih jauh dari anggaran yang mereka gunakan. Kondisi itu tentunya sangat merugikan kita,” katanya.

Untuk itu tambahnya, dengan pemberian reward, Pemkab Inhil bisa melakukan evaluasi sejau mana pekerjaan yang sudah dilakukan. Langkah itu juga, diharapkan mampu memberikan motivasi rekanan untuk bekerja maksimal tanpa harus menunggu anggaran dari dana APBD.

“Selama ini yang terjadi seperti itu, rekanan hanya mau bekerja sesuai dengan uang yang mereka ambil. Padahal kita berharap mereka mau berbuat lebih, apalagi perusahaan itu perusahaan besar. Tapi kalau seperti itu yang terjadi, rekanan dari Inhil-pun mampu, kalau hanya menunggu uang APBD juga,” imbuhnya. (Suf)




Tiga 3 Unit Rumah Ludes Dilalap Sijago Merah

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sedikitnya ada 3 unit rumah petak yang berlokasi di Jalan Tanjung Harapan No.30 RT.05/02 Kota Tembilahan, pada Senin dini hari tadi (6/02) sekitar pukul 01.00 WIB, ludes dilalap sijago merah walaupun tidak ada korban jiwa namun akibat peristiwa ini, diperkirakan korban mengalami kerugian mencapai Rp180juta,-

Kapolres Indragirim Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.Msi malalui Pahumas Iptu Zahari kepada Senin (6/02) mengatakan sumber titik api berasal dari kamar belakang rumah yang dihuni oleh M.Zaldi (50)

“Kejadiannya cukup singkat, sebab pada saat dirinya sedang beristirahat tiba-tiba melihat adannya tikus jatuh dari atas, tidak lama kemudian terlihat percikan api. Kemudian apinya semakin lama semakin membesar, akhirnya korban langsung membawa keluarganya untuk keluar rumah sembari teriak minta tolong” kata Iptu Zahari sesuai dengan laporan korban.

Selanjutnya mendengar adanya suara teriakan terjadi kebakaran dari korban, tetangga yang sedang beristirahat langsung berdatangan menuju TKP, untuk menolong memadamkan sijago merah yang sedang mengamuk, dengan menggunakan alat ala kadarnya, serta menghubungi pemadam kebakaran (damkar)

Beruntung, sekitar 20 menit kemudian ada 2 unit mobil milik pemadam kebaraan datang ke lokasi, sehingga dengan kerjasama yang baik antara petugas pemadam kebakaran dengan masyarakat, dalam waktu sekitar 30 menit api sudah bisa dikuasai sehingga tidak sempat menjalar kerumah penduduk lainnya, mengingat lokasi kebakaran merupakan kawasan padat penduduk

“Ada unit mobil pemadam kebaran dibantu dengan masyarakat berjibaku untuk memadamkan amukan sijago merah, agar tidak menjalar kerumah warga lainnya, sekitar 30 menit kemudian api sudah bisa dikuasai” kata Iptu Zahari

Adapun untuk korban kebakaran penghuni 3 unit rumah kontrakan milik H.Abdul Djalil tersebut,  antara lain Hadim (45) yang berprofesi sebagai tukang pijat refleksi, kemudian M.Zaldi (50) seorang pedagang, dan terakhir Ferdinal (30) wiraswasta

Ditegaskan oleh Pahumas Iptu Zahari, bahwa dugaan sementara untuk penyebab kebakaran terjadi akibat adanya arus balik listrik (konsleting) PLN, dari rumah yang dihuni oleh M.Zaldi namun demikian hingga kini pertugas masih terus melakukan identifikasi

Hingga berita ini ditulis, berdasarkan dari pengakuan korban, masih belum ada bantuan apapun yang sudah diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil. “Yang jelas kita belum menerima bantuan dari Pemkab Inhil atau Dinas terkait yang ada” kata salah satu korban , senin (6/2) . (Suf)




LOMBA RANGKAI BUNGA IBU-IBU SEBERANG TEMBILAHAN

Warnai Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Mewarnai peringatan Maulid Nabi besar Muhammad SAW, kaum Ibu-ibu Kelurahan Seberang Tembilahan, Minggu (5/2) mengadakan lomba merangkai bunga. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Muslimin NU Indragiri Hilir (Inhil), Hj Sri Mulyani beserta pengurus organisasi wanita lainya yang melakukan penilaian lomba merangkai bunga.

Pada kesempatan tersebut Ketua Muslimin NU Kab. Inhil, Sri Mulyani, mengatakan bahwa kaum wanita harus mampu memainkan peran dalam berbagai bidang pembangunan, sebagaimana yang sudah diperjuangkan oleh Rasulullah SAW, yakni memperjuangkan tingkat derajad wanita.
“Pada masa silam Rasul kita Nabi Muhammad SAW dengan penuh ke imanan dan ketaqwaanya memperjuangkan derajat kaum ibu atau perempuan,” kata Sri Mulyani, sambilmengatakan Fakta sejarah menunjukkan kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW telah menebarkan sinar pada dunia yang telah diselimuti kabut kegelapan, Islam telah mampu bergerak membawa peradaban yang cemerlang.
Oleh sebab itu, lanjutnya, peranan wanita sangat besar dan wanita harus membekali diri dengan aneka ragam keterampilan serta turut meningkatkan kulitas diri dengan bersekolah formal maupun non formal. “ Dengan semakin ketatnya persaingan hidup dimasa sekarang dan masa mendatang, maka kita harus lebih aktif meningkatkan kemampuan diri agar tidak tergilas dengan perkembangan zaman,” tuturnya.
Sementara itu Ustad Fahrudin dari Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi pada kesempatan yang sama meminta warga untuk menauladani prilaku Nabi besar Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-sehari. Karena menurutnya, tauladan Nabi Muhammad akan mengantarkan umat ke jalan yang di ridoi Allah SWT.
“Mari kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kita. Kita jadikan Muhammad suri tauladan dalam kehidupan,” ajaknya. Dalam perjalanan kehidupan, umat Islam harus memiliki tujuan kebaikan
bagi semua makhluk dengan tidak melupakan harmonisasi kehidupan antarumat beragama. Dengan peringatan Maulid Nabi bisa mengingatkan kita untuk selalu membaca shalawat ( doa keselamatan untuk Nabi ) karena membaca shalawat mengandung manfaat dan keutamaan.  Maulid ini juga merupakan langkah kita untuk membangkitkan kecintaan kepada beliau sekaligus mengenang jasa-jasa beliau sebagai suri teladan,” katanya. (dra)




PENGUSAHA WARNET MINTA FPI INHIL BERIKAN PENILAIAN ARIEF.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dugaan Front  Pembela Islam (FPI) Kabupaten Indragiri Hilir bahwa warnet menjadi ajang tempat praktek mesum disebut  pengusaha sama sekali tidak berdasar dan terlalu dibesar-besarkan.  Mereka meminta FPI lebih adil dalam memberikan penilaian. Mereka khawatir tuduhan  sepihak ini akan memberikan opini tidak baik bagi bisnis warnet.

Menurut Comel, salah seorang pemilik usaha Warnet ini, memang harus diakui kemajuan teknologi jika tidak dipergunakan dengan benar akan menimbulkan efek negatif tapi menurutnya semua itu tergantung kepada pengguna manfaat.”kalau pengguna memanfaatkan dengan benar tentunya akan memberikan efek yang sangat baik. Secara positif, pertumbuhan warnet yang cukup banyak belakangan ini tentunya akan semakin membuka ketersediaan lapangan kerja, penyediaan akses informasi yang cepat dan murah serta terjadinya percepatan transfer teknologi informasi. Jadi sekali lagi tentunya tergantung bagaimana cara kita menyikapi,”Sebut Comel ketika menemui Vokal belum lama ini di Tembilahan.

Bahkan menurut Comel lagi, pengusaha warnet selama ini cukup kooperatif melakukan pengawasan dan mematuhi aturan serta ketetapan yang dikeluarkan oleh Pihak pemerintah.” Kalau mau bicara masalah tempat maksiat, Pujasera, Pasar Rakyat serta Warung remang-remang yang cukup marak perkembangannya di Bumi Sri Gemilang ini malah dengan terang-terangan mempertontonkan praktik maksiat. Jadi sekali lagi saya mewakili teman-teman pengusaha warnet lainnya mohon FPI berikan penilaian dengan lebih arief,”Harap Comel.

Lebih Jauh Comel meminta agar pihak pemerintah lebih mensosialisasikan penggunaan Internet Sehat agar kemajuan teknologi yang memberikan dampak sangat baik ini tidak disalahartikan serta tidak disalahmanfaatkan. “Tuduhan FPI Inhil ini akan berdampak jelek bagi warnet, karena pelajar/mahasiswa atau pihak lain yang ingin pergi ke warnet dengan tujuan yang baik jadi tidak berani karena timbul kekuatiran di cap JELEK masuk ke tempat mesum seperti apa yang di tuduhkan pihak FPI. Saya mohon hal ini di klarifikasi kembali agar jangan sampai ‘Gajah dipelupuk mata tidak terlihat, tungau di seberang lautan terlihat jelas.” Pungkas Comel.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Indragiri Hilir melalui Ketua Dewan  Tanfiz, Asmadi Dubli didampingi Ketua Dewan Syuro, HM Ali Azhar meminta Pemerintah Kabupaten Inhil melakukan pengawasan terhadap sejumlah warung internet di kota Tembilahan yang menurut mereka diduga telah menjadi ajang tempat mesum.

Bahkan saat itu DPW FPI Inhil akan menyurati Pemkab dalam hal ini Bupati Inhil untuk segera menyikapi permasalahan ini dan melakukan pengawasan terhadap fenomena yang menurut mereka dapat merusak moral generasi muda ini. (fsl)




CUKUPI PERSEDIAN OBAT, RSUD PURI HUSADA BUTUH DANA 1,5M

Dr. Irianto Janji Akan Lakukan Pembenahan Pelayanan.

TEMBILAHAN  (www.detikriau.org) — RSUD Puri Husada Tembilahan, minimalnya membutuhkan anggaran sebesar 1.5 milyar untuk keperluan obat-obatan dalam setiap tahunnya. Jumlah anggaran yang dimaksud diharapkan mampu untuk suplai obat selama satu tahun, sehingga tidak terjadi lagi kendala terputusnya persedian obat-obatan yang dimiliki.

 

“Minimal 1.5 milyar total dana yang kitu butuhkan untuk pemenuhan obat-obatan dalam setiap tahunnya. Angka tersebut diambil berkaca dari tahun-tahun sebelumnya yang kisaran hampIr sama,” kata Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Irianto SPD, kepada www.detikriau.org, Jumat, (3/2), di ruangan kerjanya.

 

Masih menurutnya, apalagi dengan aturan yang ada sekarang, segala keperluan rumah sakit daerah pembiayaannya dibebankan kepada daerah yang bersangkutan. Tidak ada lagi bantuan obat-obatan dari Pemerintah Pusat.

 

Ketika disinggung dengan kinerja pelayanan selama ini yang sering dikeluhkan oleh warga Tembilahan, seperti persedian alat kesehatan yang kurang hingga pasien meski dirujuk kerumah sakit lainnya, ia tidak menampik. Kedepan persoalan seperti itu yang menjadi prioritas dirinya untuk dibenahi, dan ia berjanji kondisi semacam itu tidak akan terulang kembali.

 

“ Kedepan kita berharap RSUD Puri Husada Tembilahan, dapat menjadi rumah sakit bagi orang Inhil, dimana kualitas pelayanan berjalan baik dengan biaya yang masih mampu terjangkau oleh perekonomian masyarakat,” imbuhnya.  (Suf)




DPC DEMOKRAT INHIL KIBARKAN BENDERA SETENGAH TIANG.

Sebagai Bentuk Protes Pelaksanaan Muscab DPC Demokrat Inhil di Pekanbaru.

TEMBIAHAN (www.detikriau.org) – Irwandi mengaku dirinya sangat kecewa dengan dilaksanakannya Muscab DPC Demokrat Inhil di pekanbaru 28 januari 2012 yang lalu. Kebijakan ini dinilainya telah menyalahi aturan yang ada dalam AD/ART partai. Sebagai bentuk protes, DPC Demokrat Kabupaten Inhil mengibarkkan bendera setengah tiang serta menuding Mambang Mit tidak layak untuk maju sebagai calon Gubernur Riau.

“Saya dilantik sebagai Ketua Demokrat Inhil untuk periode 2007 s/d 2012. Artinya apa?, artinya saat pemilihan itu saya belum dimisioner, anehnya, rencana pelaksanaan Muscab itu sendiri tidak pernah diberitahukan kepada saya. Bahkan dilokasi pelaksanaan Muscab sama sekali tidak ada tanda-tanda dilaksanakannya Muscab. Jadi ini apa? Sudahlah Muscab ini dilaksanakan secara gelap malah lebih digelap-gelapkan lagi,”Ungkap Irwandi ketika ditemui www.detikriau.org di Kantor DPC Partai Demokrat Inhil jalan Baharuddin Jusuf, Tembilahan. Jum’at (3/1)

Menurut penuturan Irwandi yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) Kab Inhil ini, bocoran akan dilaksanakannya Muscab itu diketahuinya dari salah seorang di DPD

Pengibaran bendera partai Demokrat setengah tiang di kantor DPC Inhil. yang menurut Irwandi sebagai simbol matinya demokrasi di Inhil yang dilakukan oleh DPD Demokrat Riau.

Demokrat Riau. Begitu mendengar berita ini, ia langsung mempublikasikan pada sebuah media cetak terbitan Pekanbaru.”Begitu berita ini naik, esoknya, satu hari menjelang dilaksanakannya Muscab gelap itu saya baru diberikan undangan. Perangko undangan itu sendiri stempel posnya tertera kantor pos Tembilahan.”Kata Irwandi sambil menggeleng-gelengkan kepala sebagai ungkapan rasa kekecewaan.

Dijelaskan Irwandi lebih jauh, dari 20 DPAC Partai Demokrat Inhil, 13 DPAC menurut keterangan sumber yang diterimanya sudah mengetahui 4 hari sebelum Muscab gelap itu dilaksanakan. oleh karena itu dirinya menilai ke-13 DPAC itu jauh-jauh hari memang sudah dikondisikan.”Umat Islam memiliki aturan yang tertera dalam Al-Qur’an dan Hadist, Partai memegang aturan yang tertera dalam AD/ART. Kalaulah partai tidak lagi mentaati aturan yang ada pada AD/ART, anda nilailah ini partai seperti apa?. Seharusnya, sesuai AD/ART, Muscab itu harus dilaksanakan oleh DPC bukan DPD. Jadi menurut saya, itu Mambang Mit janganlah maju sebagai calon Gubernur Riau, ngurus yang kecil begini aja dirinya tidak mampu,”Kritik Irwandi dengan nada pedas.

Ketika ditanyakan www.detikriau.org sikap apa yang akan dilakukannya menanggapi hal ini dan apakah ia akan terus berada di Demokrat? Irwandi mengatakan akan mempertanyakan secara resmi ke DPP terkait kejadian ini.”Saya akan pertanyakan hal ini, kalau memang menurut DPP ini benar, ya saya legowo aja. Partai inikan bukan punya saya. Tapi kalau ditanyakan apakah saya masih di Partai ini atau tidak, ya kita lihatlah nanti.”Pungkas Irwandi sambil meminta www.detikriau.org untuk mengambil Foto pengibaran bendera Demokrat setengah tiang di depan kantor DPC Demokrat Inhil yang katanya sebagai simbol matinya Demokrasi yang dilakukan oleh DPD Demokrat Riau. (fsl)