Ulah Oknum Dokter RSUD Puri Husada Tembilahan Mengecewakan

Berikan Pelayanan Setengah Hati Bagi Masyarakat Kecil.

Masyarakat rela antri berjam-jam untuk mendapatkan perobatan di RSUD Puri Husada. Sayangnya, pelayanan yang diterima sangat mengecewakan.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Kinerja beberapa oknum dokter spesialis di RSUD Puri Husada Tembilahan sungguh sangat mengecewakan warga. Pelayanan yang mereka berikan terkadang membuat masyarakat berang. Bagaimana tidak, kebanyakan pasien yang datang berobat ke RSUD dari golongan ekonomi menengah kebawah tetapi sang dokter seenaknya merujuk pasien berobat ke Rumah Sakit swasta yang jelas biayanya selangit.

Seperti yang dialami Faisal salah seorang warga jalan Batang Tuaka, Kelurahan Tembilahan Kota saat membawa istrinya yang kebetulan sedang sakit ke Bagian Penyakit Dalam. Ia harus menelan kekecewan yang sangat besar. Mulai dari menunggu yang hampir memakan waktu selama 2 jam lebih, ternyata ketika diperiksa oleh dokternya hanya dalam hitungan menit, itupun hanya dipegang bagian perut. Padahal yang bersangkutan ingin diminta untuk dilakukan USG, tapi jawaban dari dokternya sangat mengecewakan. “Alat USG kita hasilnya tidak baik, kalau memang ingin juga, saya tunggu nanti sore di RS Indragiri. Disana peralatannya bagus” kata Faisal menirukan ucapan dokter berinisial H kepada istrinya ketika bertemu www.detikriau.org, Senin, (13/2).

Kata Faisal lagi, saat selesai diperiksa, istrinya sama sekali tidak diberikan obat ataupun resep oleh dokter yang bersangkutan, padahal dengan pelayanan yang sangat mengecewakan seperti itu ia masih harus membayar biaya jasa konsultasi ke RS Puri Husada Tembilahan sebesar Rp 31.500. Ia menilai kondisi itu tentunya semakin memberatkan warga yang kebetulan masuk dalam kategori masyarakat kurang mampu.

“Uang sebesar itu tentu sagat besar artinya bagi masyarakat kecil. Karena tidak mampu masyarakat kecil datang ke RSUD dengan harapan tentunya bisa menghemat biaya. Seharusnya, berikan mereka pelayanan yang sebaik-baiknya secara professional. Yang lebih mengecewakan lagi, rumah sakit yang setiap tahunnya menghabiskan dana milyaran ini kok peralatannya dikatakan si dokter tidak bagus? Ataukah memang seperti ini pelayanan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat tidak mampu? Pelayanan dan peralatan seadanya. Belum lagi muka masam yang dipertontonkan kebanyakan tenaga medis yang membuat kita harus banyak mengurut dada. ”Kecam Faisal.

Tugas tenaga medis menurut faisal lagi memang untuk melayani orang sakit. Mereka sudah makan dari uang rakyat. Jangan malah besar kepala dan merasa diatas angin karena dibutuhkan. Kalau memang tidak sanggup memegang sumpah dan janji lebih baik berhenti.

Hal senada juga pernah dialami warga lainnya yang tidak mau namanya disebutkan saat akan melakukan operasi anaknya. salah seorang dokter bedah yang ada di RSUD Puri Husada Tembilahan tanpa alasan jelas langsung mengarahkan untuk dilakukan operasi di RS Indragiri.

“Terus terang kita sangat kecewa dengan ulah segelintir oknum tenaga medis yang ada disana. Kita ke RSUD Puri Husada ingin berobat dengan biaya yang masih terjangkau, tapi seharusnya juga tetap mengedepankan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata warga tersebut.

Sementara itu Indra Gunawan Ketua LSM Gemilang Serumpun menuding para dokter yang bertugas di RSUD Puri Husada Tembilahan sudah menyalahi kode etik yang ada. Bagaimana tidak, sudah jelas mereka saat itu sedang bertugas di RSUD, tapi mereka mempromosikan RS Indragiri. Padahal untuk pasien yang melakukan konsultasi mampu ditangani di RSUD.

“Sangat tidak pantas apa yang dilakukan oleh tenaga medis seperti itu. Mereka saat itu sedang tugas untuk RSUD Puri Husada Tembilahan. Jadi kalau memang pasien yang berobat bisa ditangani, lakukan segera langkah medis kepada pasien, kenapa harus disuruh ke RS Indragiri segala,” ujar aktivis yang terkenal lantang tersebut.

Lain cerita kalau mereka sedang praktek dan  tidak di dalam jam dinas seperti itu. Tapi itupun meski di sampaikan terlebih dahulu kepada pasien apakah ingin di rawat di RSUD atau RS Indragiri. Karena pada kenyataannya dokter yang menangani di RSUD dan RS Indragiri, dokternya ya itu-itu juga.

“Sebagai tenaga dokter, mereka sudah terikat dengan sumpah. Jangan hanya mengedepankan sisi komersial tanpa memikirkan nasib masyarakat yang sedang dalam kesusahan seperti itu,” tukas Indra.

Sementara itu Dirut RSUD Puri Husada Tembilahan dr Iriyanto SPD ketika dikonfirmasi terkait dengan pernyataan dokter H, Senin, (13/2),  mengatakan, bahwa saat ini alat untuk USG di RSUD PH kondisi baik  dan bisa dipergunakan.

“Kalau dibandingkan dengan alat USG yang ada di RS Indragiri punya kita memang masih kalah, tapi kondisinya masih sangat bagus. Tentunya masih bisa digunakan untuk mendiaknosa penyakit,” jawabnya. (Suf)

 




Komisi IV Minta Pemkab Perbanyak Sekolah Lanjutan di Kecamatan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Pemkab Inhil diminta untuk memperbanyak bangunan sekolah lanjutan terutama yang ada di Kecamatan. Hal itu dipandang penting dalam rangka antisipasi angka putus sekolah akibat daya tampung yang kurang bila dibandingkan dengan lulusan yang terus bertambah dalam setiap tahunnya.

Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang anggota Komisi IV, M. Ilyas kepada www.detikriau.org, Senin, (13/2) di kantor DPRD Inhil. Salah satu permasalahan yang sedang dihadapi dunia pendidikan di Inhil adalah kurangnya daya tampung untuk siswa setelah mereka menamatkan jenjang pendidikan yang lebih rendah. Akibat tidak diterima, siswa yang tidak tertampung terpaksa putus sekolah.

Ditambahkannya, kalaupun ingin melanjutkan mereka terpaksa harus masuk ke sekolah swasta. Ataupun kalau ingin tetap ke sekolah negeri, mereka harus menunggu untuk tahun berikutnya dengan resiko belum tentu juga bisa diterima karena keterbatasan daya tampung.

“Kita melihat, salah satu permasalahan dunia pendidikan yang sedang kita hadapi adalah kurangnya daya tampung sekolah lanjutan. Akibatnya angka putus sekolah jadi tinggi, karena mereka yang tidak diterima disalah satu sekolah tidak bisa melanjutkan ke bangku sekolah yang lebih tinggi,” ujarnya.

Kata Ilyas lagi, makanya dalam pembahasan KUA-PPAS yang dibahas oleh Komisi IV beberapa waktu yang lalu, salah satu hasil yang kita rekomendasikan kepada Banggar adalah permasalahan tersebut. Intinya, Komisi IV berharap ada kebijakan konkrit untuk menambah jumlah bangunan sekolah untuk mengakomodir permasalahan seperti itu.

“Komisi IV meminta agar seluruh pihak memikirkan persoalan tersebut. Jangan sampai anak-anak kita putus sekolah hanya karena terbatasnya daya tampung. Karena kondisi itu tentu akan menimbulkan permasalahan sosial di belakang hari.” imbuhnya. (Suf)




BANDAR LAKSMANA INDAGIRI PAKUM. DEWAN ANCAM TAKBERIKAN DANA.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Belum berfungsinya terminal angkutan kota yang berlokasi di Parit 8 Kelurahan Tembilahan Hulu tentunya sangat disayangkan. Ditambah lagi dengan kesembrautan angkutan jalan raya tentu makin memperburuk sarana transportasi kota. Meskipun setiap tahun anggaran dialokasikan namun kenyataan tidak memberikan dampak positif kearah perbaikan.

Sebagaimana diketahui, setelah diresmikan sekitar 2 tahun yang lalu, ternyata terminal yang dibangunan dengan dana yang cukup besar belum juga berfungsi. PO angkutan sampai detik masih enggan untuk mangkal dan lebih senang menyewa tempat diluar.

Begitu juga dengan angkutan pedesaan, terutama yang ada di jalan Abdul Manaf Kelurahan Tembilahan Kota. Sejauh ini, sistem tranportasi tidak tertata dengan rapi, sehingga  membuat arus lalu lintas di ruas jalan menjadi macet.

“Kita meminta kepada Dinas Perhubungan untuk segera mengoptimalkan fungsi terminal sesuai dengan rencana awal. Begitu juga dengan penataan angkuatan jalan raya, sebab dana  untuk itu terus dianggarakan, jadi sangat disayangkan kalau memang tidak memberikan manfaat,” kata Wakil ketua Komisi III Ir Junaidi kepada www.detikriau.org , belum lama ini.

Lebih jauh kata politisi Golkar tersebut, masih banyak sektor lain yang meski harus diperhatikan yang tentunya juga membutuhkan anggaran. Makanya kalau memang hal itu tidak juga mampu dimanfaatkan oleh Dishub, rasanya tidak perlu lagi dianggarkan untuk kegiatan itu. “Dari pada mubazir, lebih baik dalihkan untuk kegiatan lain,” tukasnya. (Njd)




Belum Kantongi Izin, Anggaran Gemilang TV Dan Radio Akan Dipangkas

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Meski sudah berulang kali menjanjikan untuk menyelesaikan izin operasional,  hingga hari ini, Gemilang TV dan Radio belum  juga mampu mewujudkannya. Oleh karenanya, Dewan merekomendasikan kepada Banggar DPRD untuk memangkas anggaran kedua lembaga penyiaran yang bernaung dibawah bagian Humas Setdakab Inhil ini.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Komisi I DPRD Inhil, Ir. M.Arfah belum lama ini kepada detikriau.org.” Salah satu rekomendasi yang diberikan kepada Badan Anggaran (Banggar) adalah pemangkasan dana untuk Gemilang Televisi dan Gemilang Radio. Hal itu dilakukan, karena sampai hari ini izin operasionalnya belum juga diselesaikan, padahal mereka sudah beberapa kali menjanjikan kepada kita,”Ujar Arfah.

Masih menurut pengakuan Arfah, yang jelas kebijakan ini diambil  karena Dewan tidak ingin belakangan hari tersangkut masalah dengan menganggarkan dana untuk Gemilang TV dan Radio karena persoalan perizinan tersebut. Ia berpendapat lebih baik anggaran itu dialihkan kepada media lainnya yang selama ini juga cukup memberikan kontribusi besar bagi kemajuan daerah.

“Masih banyak media lainnya terutama media cetak yang ternyata tidak terakomodir dalam usulan anggaran yang diberikan oleh Bagian Humas beberapa waktu lalu. Bukankah lebih baik media yang seperti itu yang dibantu ketimbang dana untuk Gemilang TV dan Radio yang perizinannya saja tidak ada,” ujarnya lagi.

Pada intinya, jelas Arfah selanjutnya, Komisi I dalam memberikan rekomendasi kepada Banggar soal pembahasan anggaran di Bagian Humas tentunya melihat pada relevansi dan kewajaran anggaran yang diusukan.  “Komisi berusaha untuk mengakomodir bantuan untuk media secara proporsional.” terangnya. (suf)




Tak Merasa Bisa Mengusai DPRD, Indra Sebut Golkar Optimis Apapun Sistem Pilgubri

Ketua DPD Partai Golkar Riau Indra Muchlis Adnan membantah melontarkan pernyataan terkesan bisa mengusai DPRD. Ia hanya menegaskan partainya optimis menatap Pilgubri 2013.

www.detikriau.org-PEKANBARU- Bupati Indragiri Hilir yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Riau Indra Muclis Andan tengah ramai memicu polemik, menyusul pernyataannya yang menyebut pesaingnya di pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) bisa stres kalau dilakukan di DPRD. Namun pernyataan yang dirilis riauterkini.com 8 Februari lalu tersebut dibantah.

“Saya tidak merasa melontarkan pernyataan seperti itu. Saya sangat yakin anggota DPRD Riau punya kredibilitas. Ketika itu, saya hanya memaparkan pandangan jika kemungkinan Pilgubri kembali dipercayakan kepada DPRD, tidak dipilih langsung,” ujarnya saat berbincang dengan riauterkini melalui sambungan telephon, Ahad (11/2/12).

Menurut Indra, sampai saat ini partainya masih berkeyakinan Pilgubri 2013 mendatang dipilih langsung oleh rakyat, karena sampai saat ini belum ada kepastian mengenai revisi Undang-undang No.32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.

“Kami masih beranggapan Pilgubri 2013 mendatang masih dipilih rakyat, karena itu kami sudah melakukan survei sebagai tahapan menentukan jago untuk dimajukan,” tuturnya.

Dijelaskan Indra, di internal Partai Golkar sudah ada ketentuan baku untuk menentukan jago pada Pilkada, yakni melalui survei hingga tiga kali. “Sekarang baru survei pertama. Masih ada survei lanjutannya,” ujar mantan anggota DPRD Riau tersebut.

Untuk menghadapi Pilgubri langsung, Golkar punya modal besar. Sebagai pemenang Pemilu 2009, Golkar sudah memiliki perahu utuh untuk mengusung jago. Tetapi Indra menyebut partainya tetap memerlukan dukungan partai lain untuk merebut pilihan rakyat.

Meskipun telah memulai tahapan untuk menghadapi kemungkinan Pilgubri tetap dipilih rakyat, namun dikatakan Indra, Golkar Riau tetap siap jika nantinya Pilgubri 2013 dipercayakan kepada DPRD. Terlebih Golkar memiliki kursi terbanyak. “Jumlah kursi kami di DPRD Riau merupakan yang terbanyak. Itu modal penting, tetapi bukan berarti itu cukup. Jika nanti Pilgubri lewat DPRD, kami tetap harus membangun koalisi, agar jago kami bisa menang,” tuturnya.

Lebih lanjut politisi yang sudah dua priode memimpin Inhil tersebut menegaskan, bahwa sebagai partai pemenang Pemilu 2009 di Riau, adalah kewajiban Golkar untuk mempersiapkan diri menghadapi Pilgubri 2013 mendatang. Apapun sistemnya, baik dipilih langsung maupun lewat DPRD, Golkar optimis menatapnya.

“Politik adalah dinamis karena itu harus selalu optimis. Kalau tidak berani optimis, berhenti saja jadi politisi,” tegasnya.(rtc)




BUDAYA GEMAR BACA AL QUR’AN JADI IMPIAN KADISDIK INHIL

Kadisdik Inhil, H. Anwar Nawang

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala dinas Pendidikan (Kasdisdik) Kabupaten Indragiri Hilir, H.Anwar Nawang bertekad ingin kembali menumbuhkan kecintaan membaca Al-Qur’an dikalangan pelajar. Menurutnya, langkah yang paling tepat adalah dengan memulai sejak usia dini.

“Dulu, saat saya masih kecil, lantunan suara bacaan ayat suci al-qur’an begitu familiar ditelinga. Hampir disemua rumah penduduk menjadikan membaca al-qur’an sebagai sebuah kebutuhan. Lantunan ayat-ayat suci yang terdengar hampir setiap waktu itu menjadi penyejuk hati dikala gundah.”Ungkap Anwar memulai kisah dengan wajah tertunduk seakan ingin menimba kembali kenangan lama saat ditemui Www.detikriau.org baru-baru ini diruang kerjanya.

Dengan wajah masih tertunduk dan mata sedikit terpejam Anwar menceritakan sewaktu ia kecil bagaimana ketatnya kedua orangnya menanamkan rasa kecintaan membaca al-qur’an kepada ia dan saudara-saudaranya. Sikap disiplin pendidikan seperti ini, menurut Anwar hampir dimiliki oleh setiap orang tua. “Makanya tidak heran hampir semua anak-anak fasih bahkan sebagian mampu menghapal al-qur’an.  Namun, kita akui ataupun tidak, kini kebiasaan itu terkesan semakin pudar. Saya yakin tentunya ada yang salah dalam sistem pendidikan kita selaku orangtua dimasa ini. Saya begitu merindukan suara lantunan bacaan al’quran itu kembali hadir disetiap rumah tangga. Tidak ada jalan lain, kita harus segera memulai menatanya kembali terutama melalui pendidikan disekolah.”Ujarnya.

Untuk mewujudkan semua keinginan itu, sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Anwar kini melibatkan secara langsung peran para guru sebagai tenaga pendidik dengan alasan menurutnya peran seorang guru bukan hanya sebatas sebagai tenaga pengajar tapi tentu yang lebih penting adalah sebagai pendidik. Baru-baru ini Anwar mengakui  telah mengundang para kepala sekolah untuk membicarakan masalah ini serta kekhawatiran akan rentannya para pelajar terjerumus dalam masalah hukum terutama narkoba.” Terjerumusnya seseorang kedalam tindak hukum terutama narkoba tentu disebabkan semakin menipisnya nilai keagamaan. Tanpa keyakinan nilai keagamaan, hati akan mudah goyah dan mudah dimasuki oleh syaitan.  Oleh karenanya, dalam pertemuan itu saya memintakan kepada kepala sekolah untuk kembali mulai menanamkan rasa kecintaan membaca al-qur’an bagi para pelajar. Selanjutnya, saya juga memintakan agar dalam waktu tertentu secara berkala dimasing-masing sekolah diadakan kegiatan siraman rohani. Untuk masalah narkobanya sendiri, kita juga akan melibatkan pihak kepolisian untuk mensosialisasikan masalah narkoba kepada para pelajar.”Terang Anwar.

Tekad untuk memperbaiki akhlak generasi penerus itu dikatakan Anwar sudah tertanam dilubuk hatinya jauh sebelum ia menjabat sebagai Kadisdik Inhil. Kini ia hanya bekerja. Bahkan menurut pengakuannya, anak-anak kandungnya sendiri saat ini merasakan kurangnya waktu kebersamaan dalam keluarga diakibatkan berbagai kesibukan dirinya.”Biarlah orang lain menilai saya apa saja. Niat itu hanya saya dan Tuhan yang mengetahui. Jabatan ini hanya sebuah amanah yang suatu saat nanti pasti akan saya pertanggunjawabkan dihadapan yang maha kuasa.”Tutup Anwar mengakhiri.(fsl)