45 PEJABAT ESELON II dan III DILANTIK

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Pengangkatan sumpah dan pelantikan pejabat eselon II dan III lingkup Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir berlangsung di Balai Utama Kantor Bupati, Jum’at ( 2/3/2012). Sebanyak 10 pejabat esselon II dan 35 pejabat esselon III dilantik oleh Bupati DR. H. Indra Muclis Adnan.

Untuk pejabat esselon II yakni, Kepala Dinas PU, diisi oleh Ir. H. Tengku Eddy Efrizal, MP yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH). Sedangkan Ir.H.M.Nasir M.Eg, MT, MH, Kadis PU sebelumnya, dikabarkan akan pindah ke Kabupaten Bengkalis yang nantinya juga akan menduduki posisi Kepala Dinas PU Kabupaten dengan APBD tertinggi di Provinsi Riau itu. kemudian, Kepala Dinas Pendidikan digantikan oleh H. Fauzar, SE, MP yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Bappeda. Sementara kadisdik lama, Drs. H. Anwar Nawang MH menempati posisi baru sebagai kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggantikan Dra. Upik Hariani Abbas yang menjabat diposisi baru sebagai staff ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan.

Selanjutnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), diisi oleh Drs. Rudiansyah M.Si yang sebelumnya menjabat sebagai staff ahli Bupati Bidang Ekonomi  dan Keuangan. Sementara Kepala Disperindag sebelumnya, Drs.H. Fahrolrozy menduduki posisi baru sebagai kepala dinas perhubungan dan informatika (Kadishubkominfo) menggantikan posisi Drs. H.M. Thaher, MM yang bergeser ke posisi baru sebagai kepala dinas kehutanan.

Kemudian, Kepala dinas kehutanan sebelumnya, Drs. Darussalam MH menduduki posisi baru sebagai kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH). posisi kosong kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) diisi oleh wajah baru, DR. Alvi Furwanti Alwie, SE.,MM yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten II Pasca Sarjana Universitas Riau (UR) yang juga merupakan putra kelahiran Inhil. Terakhir untuk pejabat pada esselon II B adalah, Drs. H. Eddiwan Shasby, MM yang semula menjabat sebagai Kasi Perhubungan Udara pada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika menduduki tempat barunya sebagai Staff Ahli Bupati Bidang Pemerintahan.

Untuk Pejabat Esselon III. A yakni: H.Ijmi s.sos, menjabat sebagai Camat Kecamatan kuala Indragiri, Sutarna S.Sos.MH menjabat sebagai Camat Kecamatan Pelangiran, H. Dwi Budianto, S.Sos. menjabat sebagai Camat Kecamatan Kempas. M.azar s.sos, menjabat sebagai Camat Kecamatan Mandah. Kemudian R. Arliansah, S.St,MT menjabat sebagai Camat Kecamatan Kemuning.

Selanjutnya, Ritawati menjabat sebagai Kepala Kantor perpustakaan, H. Muammar Gaddafi SAg MA menjabat Kabag Adm Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan pada Setdakab inhil, H.Suharta S.Sos.MH menjabat sebagai  sekretaris Badan Lingkungan Hidup, Drs Tuah Muhammad Syaifullah MM, Sekretaris Dishubkominfo, Sugianto,S.Sos, Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (BKBP), Drs. Lukman Hakim MH, Sekretaris Dinas Kehutanan (Dishut), Asnawi,SE, Kabag TU RSUD Puri Husada, Jumari RS S.Sos, Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan pada Dinas Perkebunan.

Kemudian, H. Raja Darwis S.Sos menjabat sebagai Kabid Pemanfaatan Hutan pada Dishut, Ramdani.SP.M.Si, Kabid Operasional Penyuluhan dan Pengembangan Kelembagaan pada BP2KP. Ir. Aldi, MM, Kabid Konsumsi dan Kewaspadaan Pangan pada BP2KP. Joni B S.PKP, Kabid Pengembangan Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan. Gordon, SE menjabat sebagai kabid perhubungan udara pada dishubkominfo,  fadillah S.PI,MT Kabid perekonomian dan pembangunan badan perizinan dan penanaman modal dan promosi daerah (BP2MPD), Ir. Yuniar, Kabid Peternakan pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikulturadan Peternakan, Usman. S.Sos Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil pada Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan.

Fahri Jauhari,SE Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial pada Dinas Sosial, Drs. Masril,MP Kabid Penyuluhan dan Promosi pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menegah. Hadi Irianto,SE, Kabid Pemuda pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata. Anuar, S.sos  Kabid Olahraga pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata. Drs. R. Indra Maulana, Kabid Kebudayaan pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata. Drs. Arbain Kabid Pariwisata pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata.

Asnawie, S.Sos Kabid Pembinaan dan Pengembangan Sumberdaya Kesehatan pada Dinas Kesehatan, Ir.Jhon Heri Hasudungan Purba, Kabid

Kebersihan dan Pertamanan Pada Dinas PU, H.Alintar, S.Pd.I Kabid Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Pendidikan pada Dinas Pendidikan, Drs. Junaidi, Sekcam Kecamatan Gaung, Nurdin S.Sos. Sekcam Kec. Gaung Anak Serka (GAS), Al Yusroni Pagta, S.STP,MH Sekcam Kecamatan Mandah, Nawawi, S.Sos Sekcam Kateman dan terakhir adalah Ricky Putra, S.STP menjabat sebagain Sekcam Kecamatan Sungai Batang.

Menurut Bupati, Rotasi dan mutasi pejabat adalah hal biasa, tidak ada yang istimewa, semua ini hanya bertujuan untuk estafet kepemimpinan sekaligus penyegaran. Bupati berharap kepada pejabat yang hari ini dilantik menduduki posisi barunya terus bekerja keras untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.”Jabatan adalah sebuah amanah yang tentunya didalamnya mengandung tanggungjawab tidak hanya kepada sesama manusia tetapi yang terpenting kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jadi teruslah bekerja dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,”Pesan Bupati.

Dalam kata sambutannya itu, Bupati juga kembali mengingatkan bahwa sebagai seorang PNS memang harus bersedia ditempatkan pada posisi apapun dan dimanapun dan itu harus dibuktikan dengan bekerja sungguh-sungguh dan benar.”Saya juga berpesan, kepada pejabat teruslah untuk mengasah kompetensi dan kemampuan.”Ujar Bupati.(fsl)




TES KOMPETENSI HONORER, BKD AKUI BELUM MENDAPAT INFORMASI

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Indragiri Hilir, Afrizal.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pemberitaan dibeberapa media cetak maupun elektronik  mengenai adanya instruksi Mentri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan) Republik Indonesia (RI) tentang akan dilaksanakannya tes kompetensi bagi tenaga honorer menjadi pemberitaan hangat di masyarakat khususnya bagi tenaga honorer. Mereka bertanya-tanya kategori honorer mana yang akan dilakukan tes dan kapan pelaksanaannya. Disamping itu, tentunya tenaga tambahan pegawai di luar dua kategori tersebut seperti  tenaga kontrak apakah juga diharuskan untuk mengikuti tes kompetensi ini.

“Terus terang setelah mengetahui pemberitaan tersebut  saya jadi bertanya-tanya, apakah saya juga termasuk tenaga honorer yang diharuskan untuk mengikuti uji kompetensi ini,” Ujar pria beranak satu yang mengaku masih berstatus tenaga honorer di salah satu satker di setdakab inhil ini ketika berbincang-bincang dengan www.detikriau.org baru-baru ini di Tembilahan.

Masih menurut pengakuan pria yang enggan menyebutkan namanya ini, dari informasi yang didapatnya sekira tahun 2010 yang lalu bahwa tenaga honorer yang diharuskan untuk tes kompetensi hanya untuk tenaga honorer kategori dua sedang ia termasuk dalam tenaga honorer dalam kategori satu. ”tapi itukan hasil pendataan pegawai yang dikirimkan oleh Pemkab Inhil namun informasinya menurut orang BKD, data ini kembali diverifikasi oleh pusat namun hasilnya saya sama sekali belum mendapatkan informasi.” Ujarnya bertanya.

Pengakuan senada datang dari seorang pria lainnya yang juga tidak bersedia untuk menyebutkan namanya. pria berkulit gelap ini mengaku hanya berstatus sebagai guru kontrak. Iapun bertanya-tanya apakah ia juga diharuskan untuk mengikuti tes kompetensi ini.”Tenaga kontrak, gimana bang? Tes juga ya?.” Tanyanya singkat dengan dahi berkerut.

Terkait permasalahan ini, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kab. Inhil, Afrizal,  ketika dikomfirmasi www.detikriau.org diruang kerjanya juga mengaku baru mengetahui kabar ini dari pemberitaan beberapa media. Menurut Afrizal lagi, sebagai satker yang membidangi langsung hal ini tentu mereka juga telah bersiap-siap kalau memang benar hal itu diberlakukan.

“yang jelas sampai hari ini kita memang belum mendapatkan pemberitahuan secara resmi terkait rencana itu.” Kata Afrizal, Kamis (1/3).

Diakui Afrizal, sekira tahun 2010 yang lalu memang BKD sudah melakukan pendataan ulang kepegawaian dan hasilnya sudah dikirimkan ke pusat. Data itu menurutnya benar diverifikasi lagi oleh pemerintah pusat, apa hasilnya pihak BKD juga belum mendapatkan komfirmasi.” Saat itu memang jelas dikatakan bahwa yang akan dilakukan tes kompetensi hanya untuk tenaga honorer kategori 2. Tapi itu saat kepemimpinan Menpan sebelumnya, untuk saat ini apakah memang ada perobahan kita juga belum mendapatkan informasi secara resmi.” Jawab Afrizal mengakhiri. (fsl)




FPI Tegaskan Komit Tegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

seorang muslim yang membiarkan perbuatan maksiat terus berlangsung disekitarnya dan dia mendiamkan saja, maka sama saja ia ikut dengan perbuatan maksiat tersebut

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Front Pembela Islam (FPI) menyatakan bahwa mereka tetap konsisten dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Semua pihak diminta bersama-sama memerangi kemaksiatan di tengah-tengah masyarakat.

Pernyataan ini dikemukakan Ketua DPD FPI Provinsi Riau, Ustad Zulhusni Domo dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang ditaja DPW FPI Inhil dan Majlis Ta’lim Ahlussunnah wal Jamaah, Selasa (28/2/12) malam di halaman kediaman Ketua Dewan Syuro FPI Inhil, Ustad HM Ali Azhar di Jalan H Hasan Tembilahan Kota.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini mengusung tema ‘Kita bangun kebersamaan dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar menjadikan Indragiri Hilir Negeri yang Madani’.

“Selama maksiat masih berada di tengah-tengah kita, maka Front Pembela Islam tetap konsisten dalam berjuang menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar. Jangan sampai negeri ini terus dilanda musibah, karena perbuatan maksiat yang terus merajalela ditengah-tengah umat,” tegas Ketua DPD FPI Provinsi Riau, Ustad Zulhusni Domo.

dalam pemberantasan maksiat ini, maka semua elemen, mulai dari pemerintah (umar), ulama dan umat harus menyatukan sikap dan langkah memberantas kemaksiatan.

Dalam sambutannya, Bupati Inhil yang diwakili pejabat Bagian Kesra Setdakab Inhil, Muammar Qadhafi menyatakan bahwa dalam pemberantasan kezaliman dan perbaikan akhlak pribadi umat, harus dimulai dari membangun mental dan akhlak umat terlebih dahulu.

“Kita harus mencontoh dan meneladani akhlak Rasulullah SAW. Mari kita berikhtiar membangun negeri ini dengan berpedoman kepada akhlak Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

KH Ahmad Ghazali Thalib, penceramah yang berasal dari Kuala Tungkal, Jambi dalam tausiyah menyampaikan bahwa memang dalam proses menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar selalu mendapatkan tantangan dan ancaman, seperti yang dialami baginda Rasulullah SAW sekitar 14 abad yang lalu.

“Maka saudara-saudara kita yang berjuang menegakkan amar ma’ruf nahi munkar marilah kita dukung, minimal kita dukung dengan doa,” pesannya.

Diterangkan, seorang muslim yang membiarkan perbuatan maksiat terus berlangsung disekitarnya dan dia mendiamkan saja, maka sama saja ia ikut dengan perbuatan maksiat tersebut.

Dalam peringatan maulid ini, tampak hadir Ketua DPC PPP Inhil, Agussalim, anggota DPRD Inhil, Irwandi, Ketua Dewan Syuro FPI, Ustad HM Ali Azhar, Wakil Ketua Dewan Syuro Habib Yusrizal Syahab, Ketua DPW FPI Inhil, Asmadi Dubli dan sekitar 700 kaum muslimin yang memadati halaman dan jalan di depan kediaman Ketua Dewan Syuro FPI Inhil tersebut. (Suf)




Pedagang Keluhkan Sepinya Omset Penjualan

gambar ilustrasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Krisis perekonomian yang ditandai dengan lemahnya daya beli masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir belakangan ini pantas dicermati. salah satu penyebab utama yang membuat kondisi seperti diduga diakibatkan kembali anjloknya harga pasaran kelapa masyarakat.

Seperti yang diungkapkan oleh Sapii salah seorang pedagang keliling, Rabu, (29/2). Menurutnya, omset penjulan belakangan ini turun secara drastis.

“Terus terang saya enggan untuk turun belok (pedagang yang biasanya berdagang dengan mendatangi hari-hari pasar di daerah. Red), karena omsetnya sekarang sangat jauh berkurang. Bahkan saat turun belok, bukannya untung yang kita dapat, malah merugi, bahkan modalnya sekalipun bisa habis untuk biaya kita,” kata Sapii dengan nada mengeluh.

Menurut pengakuan sapi’i, satu kali turun biasanya ia bisa menghasilkan uang hingga 200-300 ribu. Tapi belakangan ini untuk mendapat uang 100 ribu saja, rasanya sangat sulit.

Ungkapan senada juga datang dari pedagang lainnya, Izul. Salah seorang pengampas (pedagang makanan eceran keliling. Red) ini juga merasakan penurunan omset yang sangat luar biasa. Biasanya sekali turun dirinya bisa mengantongi keuntungan bersih hingga ratusan ribu rupiah. Tapi belakangan, kondisi itu sangat sulit, bahkan terkadang keuntungan hanya biasa untuk bertahan memenuhi biaya hidup satu hari.

“Kalau biasanya keuntungan yang kita peroleh bisa untuk biaya hidup selama 2-3 hari. Jadi kita bisa istirahat agak sehari untuk mengembalikan kebugaran tubuh. Sebab yang namanya mengampas, terus terang sangat menguras tenaga, dikarenakan memakan waktu bisa satu hari penuh,” katanya.

Keluhan juga datang dari Opik salah seorang pedagang pakaian baru yang ada di Gemilang Plaza Tembilahan. Menurutnya, saat ini bisa bertahan saja agar tidak bangkrut menjelang bulan Ramadhan sudah merupakan berkah yang sangat baik. Sebab dalam satu hari, terkadang ada pedagang yang hanya melakukan transaksi satu hingga dua kali.

“Bahkan kadang-kadang sehari penuh ada yang tidak mendapatkan hasil. Kalau sudah seperti itu mau bagaimana lagi, sedangkan kita dipasar butuh biaya yang tidak sedikit jumlahnya,” paparnya.

Menurut mereka, penyebab utama merosotnya omset penjualan dikarenakan harga kopra yang kembali jatuh. Sebab perekonomian di daerah ini sangat bergantung dengan komoditas perkebunan tersebut. Saat harga kelapa turun, maka secara otomatis perdagangan juga terkena imbas. (Suf)




BUPATI RESMIKAN PT.BBAP

Dihari yang sama, Bupati juga menyempatkan diri untuk membuka kegiatan KMD.

KEMUNING (www.detikriau.org) — Senin, (27/2), bertempat di Desa Batu Ampar Kecamatan Kemuning berlangsung Peresmian PT. Bara Batu Ampar Prima yang dihadiri Bupati Inhil H. Indra Muchlis Adnan, Sekdakab Alimuddin RM, Unsur MUSPIDA serta Para Pejabat di lingkungan Pemkab Inhil.

Dalam sambutannya Bupati mengatakan, Inhil saat ini sedang giat-giatnya melakukan pembangunan disegala bidang. Pembangunan yang dilaksanakan, tentunya tidak bisa diserahkan kepada pemerintah sepenuhnya. Disinilah diharapkan peran investor untuk dapat terlibat didalam pelaksnaan pembangunan.

“Pembangunan yang kita laksanakan saat ini membutuhkan dana yang sangat besar. Oleh karena itu, peran investor sangat dibutuhkan karena kalau hanya mengandalkan kemampuan pemerintah, ditambah dengan anggaran pembangunan yang sangat terbatas, tentunya kita kesulitan untuk berbuat,” kata Indra.

Masih menurut Indra, Selain itu keberadaan investor juga harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebab makin banyaknya investor yang menanamkan modal mereka di Inhil, tentunya akan menyedot tenaga kerja yang banyak.

“Keberadaan investor tentunya akan akan mampu menyedot tenaga kerja di Inhil. Makanya besar harapan kita dengan makin banyaknya investor yang masuk ke Inhil, tentunya akan berimbas pada tingkat kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dihari yang sama, Bupati juga menyempatkan diri untuk membuka kegiatan Kursus Pembina Pramuka  Tingkat Dasar ( KMD) yang dilaksanakan di Gedung Olahraga Kec. Kemuning. Dalam kata sambutannya, Bupati memberikan apresiasi bagi kecamatan kemuning yang telah mampu dan sukses dalam melaksanakan kegiatan KMD, dan diharapkan Kecamatan Kemuning dapat menjadi contoh bagi kecamatan lain agar juga bisa melaksanakan kursus pembina pramuka tingkat dasar dan tingkat mahir lanjutan. (Nejad)




13 PETANI DESA TANJUNG SIMPANG TERIMA PEMBAYARAN

Tindak Lanjut Penyelesaian Proses Mediasi Sengketa Lahan Petani Desa Tanjung Simpang dengan PT.THIP

suasana rapat mediasi diruang pertemuan mapolres inhil, selasa (28/2)

Tembilahan (www.detikriau.org) — 13 petani desa tanjung simpang Kecamatan Pelangiran dibawah koordinasi Munir Kairoti,SH hari ini, selasa (28/2) bertempat di ruang pertemuan Mapolres Inhil menerima pembayaran ganti rugi lahan dari PT. Tabung Haji Indo Plantation (PT.THIP).  Pembayaran secara tunai dalam bentuk chek ini disaksikan oleh kuasa hukum kedua belah pihak beserta seluruh Tim mediasi.

Dari pantauan, proses mediasi berjalan dengan lancar. Walau ada sedikit perdebatan kecil diawalnya, namun pada akhirnya didapatkan kesepakatan dengan ditindaklanjuti pada proses pembayaran.

“Secara umum, kelanjutan mediasi pada hari ini yang memang diagendakan pada proses pembayaran tidak ada masalah. Ke 13 dokumen kepemilikan tanah petani sudah diverifikasi dan pihak perusahaanpun menunjukkan itikad baik. Hanya saja, atas pertimbangan kemanusian, secara pribadi saya merasa berkewajiban untuk menyampaikan sedikit hal yang saya anggap harus tersampaikan,” Ujar Indra Gunawan salah seorang anggota Tim mediasi dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gemilang Serumpun yang sempat ditemui www.detikriau.org usai pertemuan.

Menurut Indra, dari 13 petani yang menerima pembayaran hari ini, Pak Senen adalah petani yang menerima pembayaran dengan nilai ganti rugi terkecil. Apa yang diterima petani, kata Indra lagi, paling tidak tentunya harus mampu jadi modalnya kembali sebagai penopang ekonomi keluarga. Dengan 5 Ha lahan yang dimiliki, pak senen artinya hanya menerima Rp. 30 jt dan masih harus dipotong 30 persen oleh kuasa hukum mereka. “saya nilai harus ada pertimbangan karena pak senen sejak awal memberikan pengorbanan yang cukup besar atas suksesnya proses mediasi ini. Saya berpendapat mungkin ada kebijakan tersendiri untuk dirinya. namun Ini hanya sekedar masukan. Itu saja, tidak lebih.” Ucap Indra mempertegas.

Menurut Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, S.Ik, Msi melalui Kasad Intel, AKP Suprapto selaku pihak fasilitator mediasi meminta, agar proses mediasi tidak berlarut-larut dan bisa terselesaikan dengan segera, selayaknya selesaikan dahulu petani yang memang tidak lagi ada masalah.” Kita memahami apa yang disampaikan, tapi kalau itu yang harus kita bahas kembali, tentu ini akan kembali membutuhkan waktu dan mengorbankan petani lainnya. Karena kita semua juga tau, mereka, para petani secara keseluruhan telah banyak mengorbankan waktu dan biaya untuk penyelesaiaan proses mediasi ini. Jadi saya harap proses penyelesaiaan ini tidak terhalang oleh persoalan 1 atau 2 orang.” Ujar Kasad Intel memberikan masukan.

Usulan Kasad Intel Polres Inhil ini akhirnya mendapat kesepakatan dari seluruh Tim mediasi.

Proses pembayaran dilakukan dalam bentuk check. Usai membubuhkan tandatangan pada dokumen serah terima, pihak perusahaan menyerahkan check pada 13 petani satu persatu. Check ini selanjutnya langsung diuangkan dan disetorkan ke rekening masing-masing petani di sebuah Bank Pemerintah di kota Tembilahan. Seluruh proses pembayaran berada dibawah pengawasan Tim mediasi, kuasa hukum kedua belah pihak serta pihak keamanan dari kepolisian resort inhil.

“Suksesnya mediasi yang kita lanjuti dengan penyelesaian 13 klimer tidak bisa dipungkiri tentu buah kerja serta peran tim mediasi. Jika nanti masih ada masyarakat yang belum menerima ganti rugi, perusahaan selalu bersedia untuk menyelesaikan, namun tentunya sepanjang mereka bisa menunjukkan keabsahan surat-surat kepemilikan dan apabila mereka berhalangan harus ada surat kuasa pada orang yang ditunjuk untuk mewakili serta seluruh proses ganti rugi kita lakukan dihadapan notaris.” Ungkap Perwakilan manajemen PT. THIP, Suryanto ketika dikomfirmasi. (fsl)