Penyalahgunaan Minyak Bersubsidi, Diduga Karyawan Jadi Korban Dari SPBU ‘Nakal’ di Inhil

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Seorang karyawan disalah satu SPBU di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) di amankan pihak Kepolisian Polda Riau atas dugaan kasus penyalahgunaan minyak bersubsidi jenis solar.

Peristiwa penangkapan terhadap karyawan yang berinisial R (42) tersebut terjadi pada Rabu (8/3/2023) lalu, sekira pukul 18.30 Wib di salah satu SPBU di Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau.

Atas penangkapan terhadap R yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian Polda Riau tersebut menuai sikap keberatan atau penolakan dari pihak keluarga.

Hal itu dikarenakan, menurut pihak keluarga saat menjumpai arbindonesia.com, bahwa R yang hanya sebagai karyawan pengawas di SBPU tersebut tidak memiliki kewenangan ataupun kapasitas dalam transaksi jual beli minyak.

“R hanya sebagai pengawas, dan dia tidak memiliki kewenangan atas transaksi jual beli minyak di SPBU. Lalu kenapa R yang ditangkap sementara Manager dan pemiliknya tidak di proses,” ungkap Baihaqi kepada ARB INdonesia, Jum’at (31/3/2023) malam.

Sementara itu, Ahmad Muhajir, SH Kuasa Hukum tersangka R, saat di konfirmasi ARB INdonesia mengakui menemukan adanya kejanggalan yang terjadi dalam perkara tersebut. Sehingga membuat kliennya seakan menjadi korban dari permainan ilegal minyak bersubsidi.

Kejanggalan itu kata Kuasa Hukum R, diantaranya mengenai surat perintah penangkapan dari Direskrimsus Polda Riau. Menurutnya munculnya surat penangkapan itu tentu secara otomatis terlebih dahulu adanya laporan awal atau dugaan awal. Dalam perkara ini, R ditangkap secara tiba-tiba, sementara tersangka tidak tahu sama sekali mengenai penjualan atau penyalah gunaan minyak bersubsidi ini.

“Dari mana laporan awal itu yang seolah-olah R ini adalah pelakunya, atau turut serta, atau selaku pembeli pada perkara migas ini sehingga ia ditetapkan sebagai tersangka dan harus ditahan tanpa ada konfirmasi. Hal itu yang menjadi pertanyakan kita ,” ungkap Kuasa Hukum, Sabtu (1/4/2023).

Lebih lanjut Ahmad Muhajir mengatakan saat terjadinya penangkapan, R memang berada di SPBU tersebut karena Shift kerja, dan R juga memang harus berada di SPBU karena harus mengawasi minyak yang kebetulan masuk pada saat itu.

Akan tetapi saat penangkapan itu, R tidak sedang di TKP atau tidak sedang melakukan pengisian minyak kepada terduga pelaku pembelian, yakni H dan B yang juga menjadi tersangka dan ditahan di Polda Riau.

“Yang melakukan pengisian terhadap terduga pembeli tersebut adalah operator pengisian (Inisial LM 16-Perempuan, di duga dibawah umur), bukan tersangka R yang melakukan pengisian,” tuturnya.

“Kita sudah meminta keterangan dari R, dan ia telah membuka semua bahwa dirinya tidak ada keterlibatan sama sekali saat penangkapan itu. Anehnya saat itu R yang dibawa pihak Kepolisian untuk mewakili perusahaan,” tambah A Muhajir.

Saat ini kata Kuasa Hukum tersangka R, dirinya tengah mengupayakan ke Ditreskrimsus Polda Riau untuk melakukan perubahan BAP terhadap kliennya. Menurut A Muhajir, bahwa BAP sebelumnya tersebut adalah keterangan tidak benar, hal itu dikarenakan kliennya dalam pengaruh dan tekanan oleh pihak perusahaan.

“Didalam BAP yang kita terima, dibuat seakan-akan R adalah pelaku utama dari kasus tersebut, sementara R hanya pengawas yang tidak memiliki wewenang soal penjualan minyak. Inilah yang perlu kita luruskan, karena keterangan sebelumnya yang diberikan R hingga ia di jadikan tersangka, itu adalah keterangan yang diberikannya dalam pengaruh dan tekanan oleh pihak perusahaan,” paparnya.

Tak hanya itu, Ahmad Muhajir juga mengatakan telah mengajukan justice collaborator antara tersangka R, H dan B.

“Tujuannya untuk membuka kasus ini secara terang-benderang dan agar kasus ini berjalan dengan lanjar dan profesional,” tutupnya.

Hinga berita ini diterbitkan, awak tengah berupaya menghubungi pihak kepolisian Polda Riau serta pemilik dan manager SPBU (PT Jamici Asih) yang di ketahui berinisial IY dan H.

Penulis : Arbain




Rusaknya Jalan Lintas Desa Sungai Luar- Simpang Jaya, Pengaruhi Perekonomian Warga

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Infrastruktur dapat didefinisikan sebagai struktur dan fasilitas dasar, baik secara fisik maupun sosial. Misalnya kontruksi bangunan, jalan, pasokan listrik, dan berbagai macam hal yang diperlukan untuk operasional kegiatan masyarakat ataupun pelayanan publik.

Infrastruktur pada dasarnya sangat diperlukan oleh masyarakat umum dalam mendukung berbagai kegiatan masyarakat dan kehidupan sehari-hari. Infrastruktur juga sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi karena akan menjadi investasi jangka panjang bagi suatu daerah.

Jalan merupakan kebutuhan masyarakat yang sangat penting dalam melakukan aktivitas. Kondisi jalan yang baik tentunya akan mendorong kegiatan masyarakat lebih produktif, tetapi bagaimana dampaknya jika pada aktualnya dengan kondisi jalan rusak?

IMG-20230330-WA0083

Seperti halnya yang terjadi di Desa Sungai luar, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau. Di sepanjang ruas jalan lintas antara Desa Sungai Luar dan Desa Simpang Jaya yang saat ini kondisinya cukup memprihatinkan.

“Jalan penghubung antar desa itu memiliki panjang sekitar 1 Kilometer, secara keseluruhan telah mengalami kerusakan dan diantaranya 500 Meter yang mengalami rusak berat,” tutur seorang pemuda tempatan, Mustafa, Jum’at (31/3/2023).

Lanjutnya,kKondisi kerusakan itu semakin diperparah saat terjadinya hujan serta naiknya air sungai hingga menggenangi badan jalan saat air pasang.

“Alhasil akses utama yang dilintasi masyarakat menjadi sangat sulit untuk dilalui, karena kondisi jalan yang penuh lubang yang digenangi air hingga lumpur,” ungkapnya.

Akibatnya kata Mustafa, banyak warga khawatir terjatuh saat melintasi jalan tersebut, terlebih lagi saat malam hari hari karena di sepanjang jalan sangat minim dengan lampu penerang.

“Hal ini membuat banyak pengendara motor yang kesulitan saat berkendara dan menimbulkan ketidaknyamanan serta mengganggu aktivitas warga seperti kendaraan yang mudah rusak, memperlambat waktu perjalanan,” paparnya.

IMG-20230330-WA0082

Tidak hanya itu, terdapat juga beberapa dampak yang membuat terhambatnya arus perdagangan. Seperti pengiriman hasil perkebunan menjadi terlambat ataupun tertunda dan harus mencari rute lain dengan melalui tranportasi air.

“Akibatnya, pendapatan masyarakat desa menjadi semakin berkurang karena terhambatnya akses lalu lintas akibat jalan yang rusak. Belum lagi diakibatkan murahnya harga buah kelapa di Kabupaten Inhil yang sampai saat ini tidak kunjung naik, tentunya sangat memberikan efek penurunan pendapatan masyarakat,”imbuh Mustafa.

Terakhir ia sangat berharap kepada pemangku kebijakan untuk dapat memberikan perhatian terhadap jalan lintas antar desa Sungai Luar dan Desa Simpang Jaya.

“Harapan kami bersama terutama masyarakat Desa Sungai Luar semoga jalan penghubung ini bisa mendapat perbaikan di tahun berikutnya,” tutup Mustafa. (Arbain)




Kasat Samapta dan Personil Polres Inhil Jaga Keamanan Jalanya Sholat Isya dan Tarawih

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kasat Samapta, AKP. Kornel Sirait, S.H bersama personil Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hilir (Inhil) menjaga keamanan jalannya shalat Isya dan tarawih yang digelar di lokasi-lokasi Masjid di Kota Tembilahan, Rabu (29/3/2023).

Kapolres Inhil AKBP Norhayat SIK, melalui Kasat Samapta, AKP. Kornel Sirait, S.H menyampaikan giat Pam pada pelaksanaan sholat Tarawih di Masjid-masjid yang ada di Kota Tembilahan merupakan rutinitas yang akan dilaksanakan selama Bulan Suci Ramadan.

“Giat Pam Sholat Tarawih menjadi rutinitas dari jajaran Polres Inhil Polda Riau, hal itu bertujuan agar terjaganya rasa aman dan nyaman selama pelaksanaan masyarakat melakukan ibadah,” tuturnya.

Tak hanya itu kata Kasat Samapta, giat Pam ini juga sekaligus sebagai bentuk pengaturan arus lalu lintas jalan di seputaran lokasi Masjid.

“Berkaitan dengan giat ini selama bulan Ramadhan, kita juga mengimbau warga untuk tetap menjaga kerukunan antar umat beragama dan secara bersama-sama mendukung situasi yang kamtibmas yang telah terjaga dengan baik,” tutupnya. (Arbain)




Parah! Oknum PNS di Kantor Camat Pelangiran Hajar Anak Warga yang Masih Dibawah Umur

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Peristiwa kekerasan terhadap anak dibawah umur kembali lagi terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau.

Kali ini peristiwa yang menciderai fisik serta mental seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah Madrasah Aliah Negeri (MAN) itu terjadi di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil pada Sabtu (25/2/2023) lalu.

Mirisnya lagi, pelaku merupakan seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintahan Kecamatan Pelangiran. Sedangkan korbannya merupakan anak dari MH (45) warga Kelurahan Pelangiran, Kecamatan Pelangiran.

Akibat kekerasan yang dilakukan oleh pelaku yang berinisial ZI (43) kepada korbannya, membuat MYS (16) mengalami cidra pada bagian tulang rusuk, dan sempat di rujuk dan mendapat perawatan beberapa hari di rumah sakit 3M Plus Tembilahan.

Camat Pelangiran, Hardinata saat di Konfirmasi ARB INdonesia membenarkan bahwa pelaku yang berinisial Z tersebut merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintahan Kecamatan Pelangiran.

“Benar, pelaku sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kesos) di Kantor Camat Pelangiran. Antara pelaku dan korban merupakan warga Kelurahan Pelanggaran dan saling bertetangga,” ungkap Camat Pelangiran, Rabu (29/3/2023).

“Pemerintah Kecamatan telah memberikan laporan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Inhil terkait hal tersebut,” tambahnya.

Sementara itu dari beberapa sumber terpercaya yang di himpun awak media ARB INdonesia, bahwa kejadian itu bermula saat korban dan anak pelaku beserta teman lainnya secara bersamaan hendak berangkat ke masjid untuk melaksanakan sholat magrib berjamaah.

Didalam perjalan itu, ada seekor kumbang yang melekat di baju anak pelaku. Mengetahui hal itu, lantas korban mencoba untuk melepaskan hewan tersebut, hingga jilbab yang digunakan anak pelaku terlepas saat korban berupaya mengambil kumbang yang melekat.

Atas kejadian itu, anak pelaku yang masih dalam usia kanak-kanak (TK) tersebut lantas menangis dan pulang kerumah.

“Yang meletak kumbang ke anak pelaku masih simpang siur. Dari pihak korban mengatakan bahwa MYS menolong, sementara dari pihak pelaku mengatakan bahwa korban yang mengganggu anaknya,” ungkap beberapa sumber yang senada saat awak media mencari informasi secara terpisah.

Lebih lanjut, usai melaksanakan sholat magrib, korban telah dihadang oleh pelaku di depan masjid. Saat itulah terjadinya tindakkan kekerasan yang dilakukan oleh oknum pegawai tersebut kepada korbannya.

Kala itu, Korban belum menyampaikan kepada kedua orang tua atas peristiwa yang menimpanya. Namun keesokan harinya, saat MYS berada disekolah ia terlihat lemas dan pada akhirnya korban di izinkan pihak sekolah untuk pulang lebih awal karena mengeluh sakit.

Sesampainya di rumah, korban baru bercerita kepada keluarga atas kekerasan yang menimpa dirinya. Mengetahui hal itu, pihak keluarga langsung membawa MYS ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pengobatan dan hingga pada akhirnya korban harus dilarikan ke salah satu rumah sakit di Kota Tembilahan untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.

Karena berlatar belakang keluarga yang tidak mampu, biaya pengobatan korban selama
mendapat perawatan di rumah sakit merupakan hasil iuran warga setempat yang merasa simpati atas peristiwa yang menimpa MHY.

“Sebenarnya sudah ada upaya jalur kekeluargaan yang ditempuh, namun dari pihak pelaku kala itu sepertinya tidak memiliki etikat baik untuk bertanggung jawab dalam pembiayaan pengobatan terhadap korban hingga ia sembuh,” ungkap sumber ARB INdonesia.

Dalam rentan waktu beberapa hari setelah pulang dari rumah sakit, akhirnya pihak keluarga mendapatkan hasil ronsen MYS.

Berbekal hasil pemeriksaan itu, pihak keluarga segera membuat laporan pertama ke pihak kepolisian Polsek Pelangiran pada Rabu (8/3/2023), dan kembali membuat laporan kedua pada Minggu (12/3/2023) lalu.

Akibat dari perbuatan oknum pegawai tersebut, akhirnya pelaku di amankan oleh pihak kepolisian dan telah mendekam di tahanan Polres Inhil sejak beberapa hari yang lalu.

Untuk diketahui, kondisi korban MYS (16) secara fisik saat ini dikabarkan telah membaik dan telah aktif bersekolah.

Hingga berita ini disiarkan, awak media menunggu keterangan resmi yang di keluarkan oleh pihak kepolisian Polres Inhil terkait kasus kekerasan yang menyeret oknum pegawai tersebut.
Penulis : Arbain




News! Kapolres Inhil Tertangkap Kamera Saat Berada Disini, ini yang Dilakukannya

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kapolres Inhil AKBP Norhayat SIK beserta anggotanya tertangkap kamera saat berada di sebuah tempat di Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan Kota.

Entah apa yang melatarbelakanginya hingga orang nomor 1 di jajaran kepolisian Polres Inhil itu berniat untuk melakukan satu kegiatan sosial yang begitu bermanfaat di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Sontak saja, dari kegiatan berbagi paket sembako kepada para pekerja dan pemulung yang ada disana membuatnya tak luput dari tangkapan kamera pewarta.

IMG-20230328-WA0038

Kapolres Inhil AKBP Norhayat SIK usai menyerahkan bantuan menyampaikan bahwa penyaluran bantuan sosial tersebut merupakan salah satu upaya Poles Inhil dalam memaknai bulan Suci Ramadhan, Selasa (28/3/2023).

“Pagi hari ini Polres Inhil melakukan kegiatan bakti sosial kepada saudara-saudara kita yang bekerja sebagai buruh dan pemulung di TPA, sebagai upaya meningkatkan rasa kepedulian dan memaknai arti dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan” ujar AKBP Norhayat.

Ia berharap bantuan sembako disalurkan dapat bermanfaat bagi penerima dalam menjalani ibadah puasa Ramadhan.

“Besar harapan kami agar kegiatan baksos ini bermanfaat bagi yang bersangkutan, bisa memberikan semangat dan motivasi dalam mencari rezekinya dan juga memperhatikan kondisi kesehatan mereka karena bekerja di lingkungan kerja diantara tumpukan sampah-sampah,” pungkasnya.

IMG-20230328-WA0039

Sementara itu, pemulung yang bekerja di TPA mengaku gembira atas perhatian Kapolres Inhil AKBP Norhayat beserta jajaran berbagi sembako kepada para pemulung di TPA Sungai Beringin.

“Kami sempat heran ada apa banyak polisi datang ke TPA kesini, kami kira ada yang mau ditangkap atau ada kejadian, namun ternyata pak Kapolres Inhil berbagi sembako,” ujar Sia, salah satu Pemulung.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Polres Inhil dan mendoakan pak kapolres dan jajaran sehat dan sukses selalu.

“Kami ucapkan terimakasih kepada polisi Inhil semoga dibalas oleh Allah SWT. Semoga bapak-bapak polisi sehat dan sukses selalu,” katanya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kabag Ops Polres Inhil, Kompol Rizki Hidayat, Kasat Intelkam AKP Iswandi, Kasat Samapta AKP Kornel Sirait, Kasihumas AKP Liber Nainggolan, Kasat Reskrim AKP. Amru Abdullah, Kasat Binmas AKP Nasri Suardi, Kasat Tahti Iptu Syahril, Kasat Polairud Iptu Ridwan dan Kapolsek Tembilahan Ipda Danu Hidayat. *

Editor: Arbain




Antisipasi Gangguan Kamtibmas Saat Sahur, Polres Inhil Siaga di 9 Titik Lokasi

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Dalam mengantisipasi terjadinya gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang rawan terjadi saat Sahur, aparat kepolisian Polres Inhil-Polda Riau melaksanakan giat Grebek Sahur Blue Light Patroli, Selasa (28/3/2023) dini hari.

Pada giat Grebek Sahur Gabungan Blue Light Patroli yang dilaksanakan oleh kuat personil Satsamapta dan Satlantas Polres Inhil tersebut, sedikitnya 9 lokasi yang menjadi titik siaga
terjadinya gangguan Kamtimbas.

Diantaranya, Jalan Gajah Mada, Hang Tuah, Jenderal Sudirman, Veteran, K.H. Dewantara, Prof. Moh. Yamin, Soebrantas,Telaga Biru dan Kalan M. Boya Tembilahan.

Kapolres Inhil AKBP Norhayat SIK, melalui Kasat Samapta Polres Inhil AKP Kornel Sirait, S.H menyampaikan pelaksanaan giat Gerebek Sahur Gabungan Blue Light Personil Samapta dan Sat Lantas dimulai dari pukul 03:30 WIB.

“Dengan tujuan dalam rangka Tertib Ramadhan Lancang Kuning 2023 dan Pemeliharaan Harkamtibmas di seputaran Kota Tembilahan,” tuturnya.

Dilaksanakan giat ini kata AKP Sirait, bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya tawuran, balap liar, dan gangguan kamtibmas lain yang rawan terjadi saat waktu sahur.

“Dengan adanya giat Grebek Sahur ini yang manjadi harapan kita bersama tentunya dapat tercipta situasi Kamtibmas yang kondusif bagi segenap lapisan masyarakat di Wilkum Polres Inhil, khususnya diseputaran Kota Tembilahan,” imbuhnya.

“Tidak hanya itu, ini juga merupakan wujud hadirnya sosok Polri berseragam ditengah-tengah masyarakat tanpa mengenal waktu,” tutup Kasat Samapta Polres Inhil AKP Kornel Sirait, S.H. (Arbain)