H. Bakri : SKPD Diminta Pro Aktif Raih Dana Pusat

TEMBILAHAN- (www.detikriau.org) – Bakri H Anwar anggota dewan dari Partai Bintang Repormasi (PBR) meminta kepada seluruh SKPD untuk pro aktif dalam meraih dana pusat. Sebab banyak anggaran di Kementrian yang bisa diraih, asalkan ada upaya dari daerah untuk meraih dengan melakukan komunikasi kepada mereka.

“Banyak anggaran pusat yang  bisa diraih oleh SKPD di Inhil, asalkan mereka proaktif menjalin komunikasi. Sebab kita sering dimintai proposal kegiatan oleh pihak Kementrian, itu berarti ada anggaran yang tersedia tergantung upaya kita saja untuk meraihnya,” papar anggota Komisi II tersebut.

Makanya ia merasa heran, ada begitu banyak biaya perjalanan oleh SKPD ke Jakarta, tapi nyata tidak menghasilkan kontribusi positif bagi meraih anggaran pusat. Tentunya kondisi itu menimbulkan tanda tanya besar, apa saja yang mereka lakukan ke Jakarta. Apakah hanya sekedar jalan-jalan menghabiskan anggaran.

“Kita tentunya menyayangkan kalau memang seperti itu persoalan yang terjadi. Untuk itu saya kembali tegaskan kepada SKPD untuk bekerja exstra meraih dana pusat. Sebab kalau hanya mengndalkan dana APBD Inhil yang tidak seberapa, bagaimana kondisi pembangunan di Inhil untuk digesa,” paparnya. (Suf)




DESAK SEKDES DIBERHENTIKAN, MASSA SAMBANGI CAMAT

TANAH MERAH (www.detikriau.org) — Puluhan masyarakat Desa Sungai Laut Kecamatan Tanah Merah, rabu (21/3) mendatangi Kantor Camat Kecamatan Tanah Merah. Kedatangan mereka untuk mendesak agar Sekretaris Desa (Sekdes) Sungai Laut. M.Alwi segera diberhentikan karena tindakannya dinilai telah banyak merugikan masyarakat.

Massa dibawah koordinator lapangan (Korlap) Abdul Haris, sekira pukul 11.30 Wib memasuki halaman Kantor Camat. Dengan teriakan lantang mereka mendesak agar Camat Kecamatan Tanah Merah, Nurmansyah segera memberhentikan Sekdes.”Turunkan Sekdes, Berhentikan Sekdes.” Teriak Korlap disambut dengan kalimat yang sama dari puluhan Massa.

Sayangnya kedatangan Massa ini tidak berhasil menemui Camat. Menurut keterangan salah seorang staff, Camat sedang mengikuti kegiatan di Pekanbaru.

Tidak berhasil menemui Camat, Abdul Haris segera melakukan sambungan melalui telepon selular ke nomor Camat. Dari pembicaraan, terdengar dengan tegas Abdul Haris meminta agar Camat memenuhi tuntutan mereka.”Kita desak Bapak untuk segera berhentikan Sekdes. Kita nilai apa yang telah dilakukannya jelas pembodohan pada masyarakat. Jika tuntutan kami pada hari ini tidak juga ditanggapi, kami akan turun lagi dengan massa yang jauh lebih besar. ”Ancam Eka, panggilan akrab Abdul Haris dengan nada tegas.

Terkait dengan desakan ini, ketika dikomfirmasi ke Telepon selularnya, Camat nyatakan akan segera sikapi hal ini. Namun untuk memberhentikan, menurut Camat itu bukan wewenang dirinya.”Apa yang menjadi tuntutan masyarakat hari ini pasti akan saya tindak lanjuti. Yang jelas, karena memang antara Kepala Desa dan Sekdes sudah tidak ada kecocokan, kita nilai sudah tidak mungkin lagi akan selaras dalam menjalankan pembangunan di Desa. Untuk itu, kita akan keluarkan nota dinas untuk menarik Sekdes. Untuk memberhentikan, itu bukan wewenang saya. Saya juga sudah sampaikan perihal ini kepada Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) di Tembilahan” Ujar Camat menjawab Komfirmasi.

Koordinator lapangan, Abdul Haris ketika dikomfirmasi seusai aksi menyatakan bahwa apa yang dilakukan Sekdes jelas telah menyalahi aturan dan menggelapkan uang Negara.”Kita tidak pernah menerima dana bantuan untuk Gapoktan itu. Kita nilai Sekdes bekerjasama dengan pihak tertentu dengan sengaja menilap uang untuk masyarakat . Kedatangan kami hari ini meminta agar Camat segera berhentikan Sekdes.” Cecarnya dengan nada suara keras.

Aksi demontrasi masyarakat desa sungai laut ini mendapat pengawalan dari personil kepolisian Polsek Tanah Merah yang dipimpin langsung oleh Kapolsek, AKP Ilhamdi . Aksi massa ini berjalan dengan tertib tanpa adanya tindakan anarkis. (fsl)




GANDENG AMLS, HMKI KEMBALI AGENDAKAN DEMO PT.RBH.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Upaya yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Keritang Indragiri Hilir (HMKI) dengan menyurati pihak DPRD Provinsi terkait persoalan PT.RBH kembali berbuah kekecewaan. Sampai batas yang ditentukan, Rabu (21/3/2012) surat itu tidak juga ditanggapi. Senin (26/3/2012) mendatang, HMKI kembali agendakan aksi demo.

“Senin mendatang kita kembali agendakan aksi demo. Kali ini kita akan bergandengan dengan Aliansi Mayarakat Lintas Samudra (AMLS). Tidak ada pilihan, kita akan kerahkan massa besar untuk tuntut perusahaan ini segera perbaiki kerusakan jalan akibat ulah mereka,” Tegas Ketua HMKI, Supriyadi ketika menghubungi detikriau.org melalui sambungan telepon selular.

Diperjelas Supriyadi, Keputusan ini diambil karena HMKI menilai pihak DPRD Provinsi Riau tidak mempunyai itikad baik menindaklanjuti aspirasi rakyat.(fsl)




Belajar Masalah Kelapa, DPRD Hulu Sungai Selatan Kunjungi Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Belajar masalah perkebunan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kunjungi Kota Tembilahan.

Rombongan DPRD Hulu Sungai Selatan ini diterima Pemkab Inhil, yang diketuai Asisten II Setdakab Inhil, H Syafrinal Hedy dan Komis III Inhil serta beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), diantaranya Kepala Badan Perencanaan dan Pembanguna Daerah (Bappeda) Inhil, Hj. Alvi Furwanti Alwie, Dinas Perkebunan Inhil, H Kuswari, dan instansi terkait lainya, Selasa (20/3)

Tunjuan kunjungan yang dijelaskan rombongan DPRD Hulu Sungai Selatan, selain ingin belajar tentang perkebunan dan bertukar pikiran di Negeri Seribu Jembatan ini juga untuk menjalin silaturrahmi. Mengingat banyak masyarakat Inhil berasal dari keturunan pulau Kalimantan atau suku banjar.

Juru Bicara rombongan DPRD Hulu Sungai Selatan Muhammad, menyatakan banyak latar belakang yang mendasari pihaknya untuk mengunjungi Riau khususnya Kabupaten Inhil. “Diantaranya kedatangan  kami kesini bertujuan untuk belajar mengenai perkenbunan dibidang komoditi Kelapa Dalam,” ujaranya.

Dimana kata Muhammad, Inhil dikenal sebagai salah satu kabupaten di Indonesia yang memiliki perkebunan kelapa terluas di Dunia ( Asia , red). Sehingga tidak salah jika tujuan utama belajar masalah  perkebuna kelapa ke kabupaten yang banyak memiliki persamaan baik dibidang sosial maupun geografis.

Asisten II Setdakab Inhil, H Syafrinal Hedy, yang memimpin pertemuan di Balai Utama Kantor Bupati Inhil Jalan Akasia Tembilahan tersebut memaparkan  beberapahal seperti bidang perkebunan, pertanian, pendididkan dan juga kondisi geografis, ekonomi maupun pembangunan serta infrastruktur kota dan pedesaan.

Dikatakanya, selain memiliki areal perkebuanan kelapa terluas di Dunia, Inhil juga memiliki daerah kawasan ekonomi khusus (KEK) yang saat ini prosesnya masih dalam tahapan peningkatan sarana  pendukung. Oleh karena itu, pemerintah kabupaten dalam hal ini terus berupaya memperbaiki beberapa masalah yang dianggap masih perlu dibenahi.

“Untuk areal perkebunan kelapa dalam, hampir seluruh wilayah inhil memiliki daerah itu (Kebun Kelapa Rakyat, red). Namun kalau untuk lokasi perkebunan kelapa hibrida, terdapat di Kabupaten Inhil bagian Utara, seperti Kecamatan Pelanggiran, Teluk Belengkong dan Kecamatan Pulau Burung,” jelasnya, sambil mengatakan beberapa kecamatan tersebut berbatasan langsung dengan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Sedangkan untuk kelapa sawit, lanjutnya, Inhil baru memulai komoditi itu beberapa tahun belakangan ini. Terutama di daerah kawasan dataran tinggi, seperti Kecamatan, Tempuling, Kempas, Keritang dan Kemuning. “Memang khusus untuk tanaman ini, kami baru memulai beberapa tahun ini. Yang pada umumnya dikelalo oleh pihak swasta,” tambahnya.(fen)




Fakultas Hukum Unisi Taja Pelatihan Public Speaking Bagi Kaum Perempuan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dalam rangka menunjang sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan proses akreditasi, Fakultas Hukum Universitas Islam Indragiri (Unisi) kembali menggelar kegiatan fositif. Kali ini Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum mentaja pelatihan publik Speaking Bagi Kaum Perempuan.

Adapun para pesertanya, selain utusan masing-masing lokal di Fakultas Hukum, juga untusan BEM disetiap Fakultas yang ada di Unisi Tembilahan, serta mahasiswa Akademi Kebidanan (Akbid) Husada Gemilang dan pelajar SMU sederajat se Kota Tembilahan dan sekitarnya.

Kepala Biro (Kabiro) Kamahasiswaan Fakultas Hukum Unisi Tembilahan H. Edwar, SH, MH dalam sambutanya mengatakan kebanggaannya kepada kalangan mahasiswa yang memiliki kreatifitas yang tinggi. Sebab dalam satu bulan belakangan ini, setidaknya Fakultas Hukum Unisi Tembilahan mampu menyelenggarakan tiga kegiatan besar yang melibatkan pihak luar seperti BPKP Riau dan lainya dengan sukses.

Meski demikian kata Edwar, yang juga salah seorang pengacara di Negeri Seribu Jembatan ini, kalangan mahasiswa jangan sampai melupakan apa yang menjadi tanggung jawab dan tugas pokok, seperti belajar. “ Intinya jangan sampai kita mengabaikan apa yang seharusnya menjadi kewajiban selama menjadi mahasiswa,” ujarnya, saat memberikan sambutan di Ruang Peradilan Semu Fakultas Hukum Unisi Tembilahan, Selasa (20/3).

Jika bercerita tentang kaum perempuan, lanjut Edo , sapaan akrab Edwar, tentu tidak terlepas dari seorang ibu yang memiliki peran penting dalam sebuah rumah tangga. Karenanya, bagaimanapun seorang kaum perempuan meniti karir dia tidak akan bisa lepas dari kodratnya yang juga menjadi ibu dari anak-anaknya.

“Saat ini keberadaan perempuan tidak boleh dipandang sebelah mata oleh kaum laki-laki. Sebab, sudah banyak kaum perempuan yang mempu menorehkan sejarah bagi bangsa ini. Baik itu dibidang politik maupun dibidang-bidang bergengsi lainya,” cetus Edwar.

Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan ini berasal dari beberapa perempuan yang memiliki karir dan peranan luar biasa di Inhil. Seperti Asisten III Sedakab Inhil, Hj Djamilah, Kepala Inspektorat Inhil, Hj Iriyanti, serta Dosen Fakultas Hukum Unisi Tembilahan sendiri Titin Triana, SH, MH.(fen)




Dihadiri Kepala BPMPD, Ratusan Warga Pemekaran Dua Desa Gelar Syukuran

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Ratusan warga desa pemekaran Kulim Jaya dan Danau Pulai, Kecamatan Kempas menggelar syukuran. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) H Edy Syafwannur.

Dihadapan rattusan warga setempat, Plt Kepala Desa (Kades) Kulim Jaya, Juwari menyatakan ucapan terimakasih atas perhatian yang sudah diberikan kepada desa itu. Menurut dia, sebagai besar warga sangat berharap diberikan kesempatan bertemu Kepala BPMPD. Sehingga warga dapat menyampaikan aspirasi, diantaranya agar program desa mandiri terus dilanjutkan.

Edy Syafwannur dihadapan warga menyatakan terimaksihnya atas dukungan terhadap program desa mandiri. Dia meminta warga desa pemekaran tersebut menyatukan langkah dan persepsi untuk membangun desa mereka.” Adanya pemikiran ini diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga pembangunan lebih dapat dinikmati,” ujar Edy Syafwannur,” Selasa (20/3).

Untuk itu, dia meminta kepad Plt Kades agar mampu menjadikan peranya membawa desa pemekaran menyelanggarakan pemilihan kepala desa (Pilkades). Sedangkan mengenai infrastruktur desa, secara bertahap dan sesuai aturan yang berlaku bakal dilakukan peningkatanya.

“Artinya pemerintah tetap komit untuk meningkatakan sarana dan prasaran desa baik itu berbentuk fisik maupun yang bukan fisik. Namun tetap mengacu kepada aturan dan ketentuan yang telah ada, agar tidak menyalahi dan bertentangan dengan undang-undang,” cetusnya.(fen)