M. TAKBIR : PERSOALAN GAPOKTAN SUBUR MAKMUR SUDAH SELESAI

TANAH MERAH (www.detikriau.org) – Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Subur Makmur Desa Sungai Laut Kecamatan Tanah Merah, M.Takbir nyatakan bahwasanya massa demontrasi yang mendatangi Kantor Camat Kecamatan Tanah Merah menuntut lengsernya Sekretaris Desa, M. Alwi bukan anggota kelompok tani melainkan hanya masyarakat setempat. Disebutkannya, persoalan Sekdes, terkait pencairan dana bantuan Gapoktan sudah diselesaikan dalam musyawarah dengan Dinas Pertanian Inhil, Kepala Desa Sungai laut serta seluruh anggota Gapoktan dalam sebuah pertemuan terkait hal itu pada tanggal 16 Maret 2012 yang lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan M.Takbir ketika menghubungi www.detikriau.org melalui sambungan telepon selular, Kamis (22/3/2012).”Persoalan itu sudah tidak ada masalah. Massa yang mendatangi kantor Camat Tanah Merah, Rabu (21/3) kemaren dari suku nelayan bukan kelompok tani yang menurut saya mereka memang getol untuk melengserkan Sekdes. Mereka tidak mengetahui kalau persoalan itu sudah selesai dalam rapat tanggal 16 Kemaren,” Ujar M. Takbir meminta detikriau.org untuk memberinya kesempatan memperjelas persoalan ini.

Dijelaskan M. Takbir, dalam pertemuan tanggal 16 Maret 2012 itu, Dinas pertanian diwakili oleh Irwan Jamil dan Juwanto. Bahkan saat pertemuan itu, menurut M. Takbir, Kepala Desa, Amiruddin juga menyatakan bahwa kegiatan Gapoktan harus tetap berlanjut meskipun masih perlu dilakukan berbagai pembenahan. “Intinya persoalan itu tidak ada permasalahan lagi”. Jelasnya mempertegas.

Terkait pernyataan M. Takbir ini, Kepala Desa Sungai laut Kecamatan Tanah Merah, Amirudin membenarkan adanya pertemuan pada tanggal 16 Maret 2012 yang lalu. Hanya saja menurutnya, persoalan itu belum bisa dikatakan selesai secara tuntas karena memang masih ada anggota Gapoktan yang tidak hadir dan masih merasa keberatan dengan persoalan ini.” Secara pribadi terkait laporan kepada pihak kepolisian saya tidak terlalu mempersoalkan. Hanya saja untuk adanya keberatan dari anggota kelompok tani dan masyarakat, tentunya itu diluar wewenang saya. Intinya, selesai atau tidak selesainya persoalan ini tidak bisa ditentukan dari hasil keputusan rapat tapi tentunya dari pihak aparat hukum,” Ujar Kades memberikan komfirmasi.

Menurut Kades, salah satu anggota kelompok tani yang masih berkeberatan dan tidak menghadiri pertemuan pada tanggal 16 Maret 2012 yang lalu adalah yang bernama Kateno. Dijelaskan juga oleh Kades, siapapun masyarakat yang mendatangi Kantor Camat dinilainya wajar-wajar saja” saya rasa boleh-boleh saja karena mereka memang masyarakat kita dan persoalan ini juga terkait tanggungjawab dan amanah kepada masyarakat. Bahkan Kemaren saya juga sempat dinilai negatif oleh warga serta mereka menduga saya ikut main mata dalam persoalan ini. Daripada saya dicurigai ya lebih baik masyarakat juga mengetahu persoalan ini secara terang. Untuk Kateno, Nanti saya kirmkan no Handphonenya, coba komfirmasikan saja secara langsung.”Jawab Kades.

Sayangnya, setelah beberapa kali dicoba untuk dilakukan komfirmasi oleh detikriau.org, Handphone milik kateno tidak aktif. (fsl)




PASOKAN SOLAR TEPUTUS, LISTRIK DESA HENTIKAN OPERASIONAL

KATEMAN (www.detikriau.org)   — Putusnya pasokan solar ke Desa Air Tawar Kecamatan Kateman secara total mulai berdampak pada aktifitas masyarakat. Terutama tranportasi air.lebih parahnya, ketiadaan solar membuat Listri Desa yang menjadi satu-satunya sumber penerangan masyarakat terpaksa harus berhenti beroperasional.

Pernyataan ini disampaikan oleh salah seorang warga desa air tawar kecamatan Kateman kepada www.detikriau.org. “Selama ini biasanya kita mendapatkan pasokan solar dari pangkalan resmi di desa kami. Tapi belakangan ini sudah kosong. Menurut penjelasan pengelola pangkalan, mereka memang sudah tidak mendapatkan lagi pasokan solar dari APMS di Guntung Kecamatan Kateman sejak pertengahan bulan kemaren. Kondisi seperti ini tentu saja membuat masyarakat menjadi resah. Apalagi sudah sejak beberapa hari ini, Listrik Desa yang menjadi satu-satunya sumber listrik di Desa Air Tawar kini sudah tidak beroperasional karena ketiadaan bahan bakar solar,”Ujar Seno yang mengaku memiliki alat tranportasi air rakyat berbahan bakar solar (pompong. Red) menyampaikan keluhan melalui sambungan telepon selular, Kamis (22/3).

Dengan ketiadaan listrik, ditambahkannya, imbasnya juga telah menggangu pelajar untuk belajar dimalam hari, ditambah lagi dengan kondisi desa yang gelap gulita dikhawatirkan akan menyebabkan peningkatan tindak kejahatan.

Rugayah, pengelola pangkalan resmi desa air tawar membenarkan bahwa sejak pertengahan bulan kemaren stok solarnya sudah kosong dikarenakan tidak lagi mendapatkan pasokan solar dari APMS Tanjung Raja Perkasa. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kenapa pasokan solar dihentikan.” Benar pak, biasanya setiap bulannya kita mendapatkan pasokan solar sebanyak 2 ton tapi sekarang sudah terhenti. Pemilik tranportasi air masyarakat yang selama ini mendapatkan pasokan solar dari kita, terpaksa tidak lagi bisa kita layani bahkan untuk kebutuhan listrik desapun tidak bisa kita penuhi.”Ujarnya menjawab komfirmasi ketika dihubungi melalui sambungan telepon selularnya, Kamis (22/3/2012).

Diakui rugayah, ketiadaan pasokan listrik desa, kini juga mulai berimbas pada komunikasi masyarakat dikarenakan masyarakat kesulitan untuk mengisi ulang batrai handphone yang sudah habis.”Ini hari saja saya bingung pak, batrai hanphone saya mulai kosong dan saya tidak bisa mengisi ulang karena tidak ada pasokan listrik,” Katanya menyampaikan keluhan. (fsl)




Berkas Dan Tersangka Korupsi PT. Post Dilimpahkan ke JPU

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kembali, Satuan Unit Reskrim penyidik Tipikor Polres Indragiri Hilir, pada Kamis (22/03) melimpahkan berkas dan tersangka Iwan Kurniawan (31), pada kasus korupsi di Kantor PT. Pos Kecamatan Reteh dengan kerugian Negara mencapai Rp. 867 juta,- lebih.

“Karena sudah dianggap lengkap dan dinyatakan P21, maka tersangka dan seluruh berkas sebagai alat bukti uang tunai senilai Rp. 137.005.000 kita limpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tembilahan” kata Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.Msi melalui Kasat Reskrim AKP Edy Munawar , Kamis (22/03)

Maih menurut Kasat Reskrim, dari hasil penyidikan yang sudah dilakukan, tindak kejahatan dugaan korupsi yang dilakukan oleh tersangka dilakukan sejak tahun 2009 yang lalu, namun pada akhirnya baru terungkap setelah tersangka membawa kabur uang gaji guru dan pensiunaan se Kecamatan Reteh pada pertengahan bulan Desember tahun 2011

“Ternyata dari hasil penyidikan tindak kejahatan korupsi yang dilakukan oleh tersangka dimulai sejak tahun 2009 yang lalu.  Dengan modus tersangka memberikan laporan fiktif seakan-akan uang tersebut berada di brangkas penyimpanan” kata Kasat Reskrim AKP Edy Munawar

Atas perbuatan yang sudah dilakukan, kini tersangka diancam dengan pasal berlapis dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara, yakni pasal 2 dan 3 undang-undang RI No.31 Tahun 2009, memperkaya diri sendiri dengan jabatan yang dimiliki serta pasal 8 melakukan penggelapan dalam jabatannya.   

Pada kesempatan terpisah Kasi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Tembilahan, Hendri Untoro SH, saat ditemui juga membenarkan bahwa berkas perkara kasus korupsi di PT.Pos Kecamatan Reteh sekaligus dengan tersangkanya sudah dilimpakah ke JPU oleh penyidik Tipikor Polres Indragiri Hilir pada kamis (22/03) sekitar pukul 10.30 WIB.    

“Penyidik JPU hari ini (Red), akan melimpahkan berkas perkara dan tersangka Iwan Kurniawan dan barang buktinya ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Selama proses menunggu persidangan nantinya, tersangka akan ditahan di Rutan Pekanbaru”cetus Kasipidsus Hendri Untoro SH. (ttk)




ANGKUT MATERIAL PROYEK PT. WIKA, TRUK AMBLAS.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dua buah truk tronton bermuatan material proyek milik PT. Wijaya Karya (persero) tbk. (PT. WIKA) terpuruk di jalan Baharudin Jusuf, Tembilahan, Kamis (22/3). Aktifitas mobilisasi material proyek milik perusahaan berskala nasional ini dituding masyarakat sebagai salah satu penyebab rusaknya beberapa ruas jalan di dalam kota Tembilahan.

Dari pantauan, hampir seluruh bagian roda sebelah kiri dua truk berplat nomor E 9460 HA dan E 9740 HA itu terbenam. Diduga, berat kendaraan yang terbilang berukuran raksasa ditambah puluhan ton material besi proyek ini tidak mampu ditopang oleh daya tahan jalan.”Manalah badan jalan mampu menanggung beban seberat itu, coba lihat saja, truknya aja berukuran jumbo ditambah muatan puluhan ton besi.” Ujar Andi seorang pengguna jalan yang sempat dimintai tanggapan oleh detikriau.org.

Menurut penjelasan kernet truk, material besi tersebut diperuntukan bagi PT.WIKA,”Kita berangkat dari Tanggeran hari sabtu yang lalu. Hari ini baru masuk kota Tembilahan. Material ini akan kita antar untuk PT. WIKA”Ujar sang kernet ketika dikomfirmasi.

Saat berita ini dirilis, detikriau.org masih belum berhasil melakukan komfirmasi kepada pihak-pihak terkait.(fsl)




PEMILUKADA INHIL, WARDAN MULAI TERDENGAR

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kadis Pendidikan Provinsi Riau, H.M.Wardan mulai terdengar bakal maju sebagai salah satu Balon Bupati Inhil mendatang. Dikabarkan, ia akan bergandengan dengan
Heri Indra Praja yang notabene adalah keponakan DR (HC) Rusli Zainal SE Gubernur Riau saat ini.

Menurut Ketua LSM  Perjuangan Anak Negeri (Peran) Firmansyah A.Ma, nama Wardan bukan asing ditelinga masyarakat Inhil, mantan Kadis Pendidikan dan Kadisbudpar Kabupaten Inhil ini dinilainya pantas untuk memimpin Inhil sepeninggalan Indra.

“Beliau memiliki pribadi tenang, supel dan murah senyum. Dengan pengalaman luas di birokrasi, Saya nilai ia pantas untuk menjadi pemimpin di negeri seribu jembatan ini.”Ungkapnya.

Lebih jauh  menurut Firman,  Disamping kelebihan pribadi itu, Wardan tidak mempunyai catatan buruk selama menjabat di Inhil. “Ini nilai plus untuk beliau. Saya yakin masyarakat Inhil sudah mulai cerdas dalam memberikan penilaian.” Tutup Firman. (Suf/dro)




CSB Tahun 2011, Dikerjakan Kelompok Tani.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebagai bentuk komitmen pemerintah ditahun anggaran 2011 kemarin melalui sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kabupaten Indragiri Hilir (inhil) mendapatkan proyek cetak sawah baru (CSB) seluas 500 hektare yang tersebar di 13 desa se Inhil. Dimana system pengerjaannya dikelola oleh para kelompok tani.

Demikain dikatakan Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Inhil, H Wiryadi, Rabu (21/3). Dikatakanya, dari 13 desa tersebut semua memiliki  potensi lahan untuk dikembangkan tanaman padi bersarkan tipe aliran sungai menurut tipe luapan aliran sungai a, b, c dan d, dengan areal 500 hektare.

“Semua pekerjaanya selesai dikerjakan oleh kelompok tani. Dan pada pembukaan CSB tidak ditanam padi-padi  lokal, mengingat terdapat unsur-unsur yang dapat menyebabkan padi tidak subur. Maka ditanami dengan paritas padi unggul,” ujar Wiryadi.

Akan tetapi lanjutnya, jika para petani tetap akan menanam padi atau benih padi dengan paritas unggul, maka dampaknya akan tetap berpengaruh terhadap produksi padi unggul. Hal ini bila dibandingkan dengan lahan sawah pasang surut yang telah netral.

“Khusus untuk Desa Lahang Hulu, Kecamatan Gaung lokasi CSB seluas lebih kurang 100 hektare sedangkan cadangan lahan potensi masih tersedia antara 100 hingga 400 hektare. Pegitasi belukar dan ketebalan tanah gambutnya mencapai 20 sampai 70 centi meter (CM),” tandasnya.

Untuk menetralisir zat asamnya, masih kata Wiryadi, tentu diperlukan sedikit waktu agar system tata air yang telah dibuat digenangi oleh air pasang dan curah hujan. Dan jika kondisi air surut pintu klep saluran sawah bisa dibuka  untuk melakukan pembuangan zat asam tersebut. Tentu system ini perlu dilakukan berkali-kali

“Memang system ini sedikit memperlambat jadwal tanamnya bila disbanding dengan lahan-lahan yang telah netral,” ujarnya menjelaskan.

Selain di Lahan Hulu, Kecamatan Gaung, CSB juga terlaksana di Desa Seberang Pulau Kijang, Kecamatan Reteh dengan luas lahan lebih kurang 60 hektare. Dipaparkan Wiryadi, lahan yang digunakan tersebut, selama 15 tahun terkahir telah dialih pungsikan oleh warga menjadi lahan perkebunan kelapa dalam. Akibat tata airnya tidak memadai tanaman kelapa tersebut ditinggalkan dan menjadi hutan belukar.

Sehingga pemerintah atas permintaan warga menjadikan lokasi itu sebagai lahan CSB. Apalagi tanah yang sudah lama ditinggalkan seperti ini sudah menjadi netral dan tidak mengandung zat asam lagi. Sehingga petani dapat menanam paritas padi unggul dan paritas unggul lokal lainnya sesuai dengan jadwal tanam yang telah disepakati oleh masing-masing kelompok tani.

“Intinya dari seluruh luas CSB terus dilakukan pembinaan kepada para petani dan kelompok tani oleh petugas penyuluh lapangan (PPL). Dengan kunjungan lapangan yang teratur dan bijak. Sebagai mana peran kepala desa yang juga sebagai penanggung jawab pos ke empat  Operasi Pangan Riau Makmur (OPRM) agar produksi beras di desa setempat dapat dikontribusikan melalui produksi padi dari kelmpok CSB tersebut,” tambahnya menjelaskan.

Sedangkan untuk rehap sawah terlantar (RST) tata air mikro telah melakukan penanaman secara keseluruhan akan tetapi penerapan tanam serantak masih membutuhkan waktu pembinaan oleh petugas lapangan dan petugas-petugas pertanian lainnya, diperkirakan dari seluruh kegiatan tersebut masa panennya berkisar antara bulan Mei-Juni 2012 mendatang.(fen)