Pembangunan Waduk Air Baku di Dua Kecamatan Segera Dilaksanaka

TEMBILAHAN  (www.detikriau.org) – Pembangunan waduk air baku di Kelurahan Sungai Salak, Kecamatan Tempuling dan Desa Sungai Iliran, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) akan segera dilaksanakan pada tahun anggaran 2012 ini.

Demikian dikatakan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri Kemas Yusferi. Menurutnya, pembangunan waduk tersebut dibiayaai melalui Angaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau yang totalnya mencapai 15 milyar rupiah.

Luas lokasi pembanguna waduk Tempuling, mencapai 22 hektare, namun danaunya diperkirakan dibangun 15 hektare. Sedangkan luas sisa lokasi tersebut akan dijadikan kawasan komersial. Demikian juag dengan rencana pembanguna  waduk di GAS. Disana akan direalisaikan pembanguan 5 hektare waduk diatas tanah seluas 7 hektare.

Insyah Allah dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan pembangunan dua waduk di dua kecamatan berbeda,” sebut Kemas Yusferi, Senin (26/3).

Dikatakanya, sesuai dengan perencenaan  yang sudah disusun, waduk air baku itu  akan dibangun di wilayah Sungai Salak, Kecamatan Tempuling dan Sungai Iliran Kecamatan GAS berdasarkan pertimbangan air di sana belum tercemar, dan jauh dari intrusi air laut yang berpengaruh terhadap kadar air PDAM.

‘’Sumber airnya diambil dari dari daerah setempat, sewaktu pasang dan air hujan. Direncanakan selain menjadi sumber air baku PDAM yang representatif, waduk ini juga akan dimanfaatkan untuk pusat wisata air, seperti kolam renang, waterboom dan sejenisnya,’’kata dia.

Ditanya alasan pembangunan waduk air baku ini, Kemas Yusferi menyebutkan, pertama PDAM ingin menjamin ketersediaan air baku yang tidak tercemar dan tidak terintrusi air laut. Kemudian tidak terganggu oleh aktivitas bongkar muat pelabuhan yang sangat berpengaruh pada tingkat kebersiahan air, sehingga air baku lebih mudah diolah.(Fen)




BERI PEMBELAJARAN, KELUARGA H. BAKRI BERENCANA PERKARAKAN RSUD PH.

TEMBILAHAN  (www.detikriau.org) — salah diagnosa yang dilakukan oleh dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan kepada pasien bernama H. Anwar membuat pihak keluarga berencana membawa kasus ini ke jalur hukum. Sebab kesalahan diaognosa bisa membahayakan nyawa orang tua mereka.

“Kita berencana membawa kasus ini ke jalur hukum, karena kesalahan diagnosa yang dilakukan oleh rumah sakit tentu sangat membahayakan keselamatan,” kata Bakri H Anwar, anak pasien yang kebetulan menjadi legislator dari Partai Bintang Repormasi (PBR), Senin, (26/3).

Ditambahkan yang bersangkutan, akibat salah diagnosa, orang tuanya menjadi korban dan menderita karena harus melakukan puasa karena akan dilakukan operasi oleh pihak dokter. Jadi kalau ditotal ada selama empat hari orang tua saya tidak bisa makan dan minum.

“Bayangkan saja bagaimana rasanya kalau kita tidak makan dan minum selama empat hari. Lain persoalan kalau kita melaksanakan puasa, tentu ada berbukanya. kalau puasa mau operasi mana ada berbuka sebelum dibolehkan oleh dokter,” katanya.

Masih menurutnya, rencana tindakan hukum terhadap RSUD Puri Husada Tembilahan tidak lain dalam rangka pembelajaran terhadap rumah sakit agar bekerja lebih profesional. Kalau memang tidak mampu menangani pasien lebih baik terus terang dan buat rujukan. “Jangan membuat kesimpulan sembarangan, karena bisa membuat orang kehilangan nyawa,” tambahnya. (Suf)




PASIEN KECEWA, DIDUGA DOKTER RSUD PH SALAH LAKUKAN DIAGNOSA.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Pelayanan RSUD Puri Husada Tembilahan kembali menuai kecaman masyarakat. Kali ini menyangkut dengan hasil kesimpulan diagnosa yang terkesan prematur dan belum ada kepastian. Tapi dengan cepat pihak rumah sakit bahwa pasien yang sakit harus segera dilakukan operasi.

Seperti yang menimpa H Anwar, warga Pintasan Kecamamatan Gaung pekan kemaren. Yang bersangkutan diketahui beberapa hari mengalami demam tinggi dan mengalami sakit perut. Saat dibawa kerumah sakit RSUD Puri Husada Tembilahan, dan dilakukan rontgen sampai empat kali tidak terbaca secara pasti apa yang diderita oleh pasien.

Meskipun begitu, dokter rumah sakit yang saat itu menangani pasien secara cepat mengambil kesimpulan bahwa yang bersangkutan mengalami sakit pembengkakan lambung dan harus segera dilakukan operasi.

“Kesimpulan yang dilakukan oleh dokter, orang tua saya sakit pembengkakan lambung dan harus segera dilakukan operasi. Makanya kami sampai tinggal dirumah sakit selama dua hari,” kata Bakri H Anwar anak pasien yang kebetulan juga anggota DPRD Inhil kepada detikriau.org, Senin, (26/3).

Karena akan dilakukan operasi, makanya orang tua terpaksa harus dipuasakan karena memang begitu standar yang berlaku untuk pasien yang akan dilakukan operasi. Tapi karena ada perasaan tidak puas, atas penyakit yang diderita orang tua, kemudian keluarga meminta kepada pihak rumah sakit untuk memberi surat rujukan karena akan dibawa berobat ke Pekanbaru.

“Bahkan kami juga disarankan untuk mencari rumah sakit yang ruangan ICU lagi kosong. Sebab pasien ini sudah gawat karena meski segera masuk meja operasi ketika sampai di Pekanbaru,” tambah Bakri menerangkan pernyataan pihak rumah sakit.

Atas rujukan ini, pihak keluarga berusaha memenuhi kriteria yang ditentukan. Setelah menelpon disana sini, didapat Rumah Sakit Ibnu Sina yang kebetulan memiliki ruangan ICU lagi kosong. Saat dilakukan pemeriksaan disana oleh dokter tanpa menggunakan alat rontgen ia mengatakan bahwa pasien menderita usus buntu.

“Diagnosa awal, diperkirakan penyakit orang tua saya hanya usus buntu dan diagnos itu akhirnya dinyatakan benar setelah dilakukan pemeriksaan melalui rontgen.,” terang Bakri.

Lalu dengan perawatan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit Ibnu Sina, tampa harus melakukan operasi, yang bersangkutan berangsur-angsur mulai pulih. Bahkan yang bersangkutan saat ini sudah diperbolehkan pulang ke kampung halaman.

Ungkapan senada juga disampaikan oleh Misran salah seorang warga akan pelayanan rumah rumah sakit RSUD Puri Husada Tembilahan yang dinilai sangat buruk. Bahkan diri pernah ragu membawa anak yang lagi sakit berobat kesana.

“Terus terang saya ragu dengan pelayanan yang diberikan oleh RSUD Puri Husada Tembilahan. Karena kasus salah diagnosa bukan hanya sekali ini terjadi tapi sudah sering, tentunya saya tidak ingin anak saya menjadi korban,” katanya.

Sementara itu Dirut RSUD Puri Husada Tembilahan dr Iriyanto SPD saat dikonfirmasi detikriau.org melalui HP, Senin, (26/3) mengungkapkan tidak ada kesalahan diagnosa dalam pasien yang bernama H.Anwar. Standar pengobatan memang seperti itu, kalau nantinya ditemukan penyakit usus buntu tentu akan kita lakukan operasi.

Saat disinggung bahwa pasien yang dibawa ke pekanbaru tidak harus melakukan operasi, Irianto menjawab bahwa untuk penyakit seperti itu penyembuhannya bisa juga dengan pemberian obat tapi lebih baik melalui operasi. “yang dikawatirkan kalau tidak dilakukan operasi, penyakit akan kambuh lagi,” terangnya.(suf)




Pengawasan UN Dilakukan Dengan Sistem Silang

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)- Pengawasan UN pada tahun 2012 ini menurut Ketua UN Kabupaten Inhil, Sarlan Cahyadi nantinya tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan UN tahun sebelumnya, yakni dilaksanakan melalui sistem silang dengan jumlah pengawas UN disesuaikan dengan banyaknya jumlah ruangan yang akan digunakan dan setiap ruangannya diawasi orang pengawas oleh dua.

“Untuk pengawas UN, kita tetapkan dalam satu ruangan sebanyak 2 orang dengan menggunakan sistem change Artinya, siswa yang mengikuti UN akan diawasi oleh guru-guru pengawas yang tidak berasal dari sekolah itu, tapi melainkan dari sekolah lain. Hal ini dimaksudkan agar pelaksanaan UN lebih maksimal dan diharapkan dapat berjalan lancar,” terang Sarlan Cahyadi yang juga Kabid Dikdas Inhil, akhir pekan kemarin

Berdasarkan data yang diperoleh dari Disdik Inhil, jumlah peserta UN tahun 2011/2012 tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK se Kabupaten Inhil adalah sebanyak 29.384 siswa. Dari total keseluruhan tersebut, sebanyak 13.727 siswa merupakan peserta UN tingkat SD/MI, sedangkan 9.618 siswa dari tingkat SMP/MTs dan sisanya sebanyak 6.039 siswa dari tingkat SMA/MA dan SMK.

Adapun pelaksanaan UN untuk tingkat SD/MI akan digelar pada tanggal 8 Mei 2012, tingkat SMP/MTs dilaksanakan pada tanggal 16 April 2012 dan tingkat SMA/MA serta SMK akan dilaksanakan seminggu setelah pelaksanaan UN ditingkat SMP/MTs atau tepatnya pada tanggal 23 April 2012.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir menargetkan tingkat kelulusan peserta Ujian Nasional untuk tahun 2012 paling tidak bisa mencapai 97 persen. Pencapaian target tersebut tentunya harus melalui kerja keras para peserta didik, orang tua serta para guru yang ada di sekolah-sekolah.

“Target kita untuk UN tahun ini diupayakan masuk rangking 5 besar se Provinsi Riau atau paling tidak naik peringkat dari pelaksanaan UN tahun lalu, dengan persentasi kelulusan mencapai 97 persen, tetapi apabila kelulusan bisa mencapai 100 persen tentu akan lebih baik lagi,” tutur Fauzar, Kadisdik Inhil yang baru.

Dijelaskannya, penetapan target tersebut didasarkan pada persiapan yang terus dilakukan selama ini, baik dari pihak sekolah maupun yang dipimpin Disdik Inhil, seperti pelaksanaan try out, ujian sekolah hingga penambahan jadwal mengajar para siswa di sekolah.

“Kita berharap dalam pelaksanaan UN nanti dapat diikuti sesuai aturan, kemudian kepada Kepala Sekolah dan guru-guru diharapkan agar mempersiapkan peserta didiknya, baik dari segi mental maupun penguasaan materi pelajaran yang akan di UN kan, sehingga mereka (siswa, red) lebih siap menghadapi UN dan bisa mencapai hasil yang maksimal,” imbaunya. (fen)




PREMAN TURUN TANGAN, RENCANA DEMO HMKI DITUNDA

Siapa yang bermain?

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –   Rencana aksi demo lanjutan yang direncanakan kembali akan digelar HMKI dengan menggandeng AMLS, senin (26/3) akhirnya terpaksa ditunda. Penundaan ini menurut Aktivis HMKI, Supriyadi terkait peristiwa penyerangan yang dilakukan oleh puluhan preman bersenjata parang panjang kerumah kediaman orang tuanya pada jum’at (23/3) kemaren.  

“Saya sudah rembukan dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat termasuk kawan-kawan mahasiswa, untuk sementara, kita terpaksa melakukan penundaan rencana aksi demo itu untuk menghindari kemungkinan terjadinya bentrokan yang tentunya sama-sama tidak diinginkan,” Jelas Supriyadi kepada detikriau.org yang mengaku saat itu baru saja menyampaikan surat penundaan aksi demonstrasi ke pihak Polres Inhil di Tembilahan, sabtu (24/3).

Aksi penyerangan itu menurut penuturan Supriyadi terjadi Jum’at sekira pukul 09.00 Wib di kediaman orangtuanya. 20 orang preman dalam kondisi mabuk dan bersenjatakan parang panjang menyatakan ancaman agar Supriyadi mengurungkan niat untuk melaksanakan aksi demo pada senin itu.”Kebetulan saat itu saya sedang berada di Belilas Kab. Inhu karena ada sedikit rembukan dengan kawan-kawan mahasiswa.” Ungkap Supriyadi.

Ketika dipertanyakan oleh detikriau.org kenapa kejadian ini tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian?. Supriyadi mengatakan seharusnya tidak perlu adanya pengaduan karena kejadian itu pihak kepolisian setempat mengetahui.” Preman itukan sempat bertahan sampai dinihari dirumah kediaman orang tua saya dan akhirnya baru meninggalkan lokasi setelah ditenangkan oleh aparat kepolisian setempat. Saya hanya heran saja, kok hanya ditenangkan, kenapa tidak ditahan karena ini jelas tindak kriminal. Saya justru menduga sudah ada skenario terkait peristiwa ini” Ujar Supriyadi.(fsl)




JELANG KENAIKAN HARGA, STOK BBM DIPASTIKAN AMAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) —  Operation Head (OH) Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Tembilahan, Abdul Halim nyatakan,  menjelang kenaikan Harga, Stok BBM untuk masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir dipastikan aman.

”Dari persediaan kita yang ada saat ini, untuk BBM jenis premium kita masih memiliki persediaan sampai 6 hari kedepan, Solar sampai 7 hari kedepan dan minyak tanah bahkan masih mampu untuk mencukupi kebutuhan masyarakat sampai 13 hari kedepan,” Jelas Abdul Halim ketika ditemui detikriau.org diruang kerjanya, sabtu (24/3).

Esok harinya (hari ini, minggu 25/3/2012. Red) ditambahkan Abdul Halim, Terminal BBM  Tembilahan kembali mendapatkan tambahan pasokan.”esok tangker minyak kita akan datang membawa tambahan persediaan BBM jenis minyak tanah sebanyak 800 kl dan solar sebanyak 1600 kl. Setelah bongkar, pasokan akan datang lagi membawa 1000 kl premium dan tambahan lagi sebanyak 1600 kl solar. Dengan persediaan ini, sesuai perhitungan, kita pastikan menjelang kenaikan harga, stok kita tidak ada masalah,” Papar Abdul Halim sambil menjelaskan bahwa terminal BBM seberang Tembilahan memiliki kapasitas daya tampung sebanyak, 1240 kl premium, 2455 kl minyak tanah dan 6580 kl solar.

Dalam pertemuan itu juga, detikriau.org juga sempat mempertanyakan mengenai pernyataan Abdul Halim beberapa waktu lalu saat diadakan pertemuan membahas antisipasi kenaikan harga BBM di ruang rapat Dinas Perindustrian dan Perdagangan Inhil bahwa menurutnya ada keterlibatan Oknum berbaju hijau dan coklat dalam aktivitas pedagang pelansir BBM.

Mendapat pertanyaan ini, Abdul Halim sempat tersenyum. Menurutnya, ada terjadinya sedikit kesalahan persepsi yang bisa berakibat besar mengenai pernyataan itu. ” Sebelumnya kita minta maaf, yang jelas ada sedikit kesalahan penafsiran mengenai kalimat itu. Apa yang saya lontarkan saat itu bukan kejadian di kabupaten Inhil. Tapi suatu kejadian saat saya bertugas di suatu tempat beberapa waktu yang lalu. Mungkin ini yang terlewatkan dari penangkapan kawan-kawan wartawan sehingga terjadinya kesalahan persepsi dalam penulisan pemberitaan.” Jawab Abdul Halim sambil meminta agar pernyataan itu dapat untuk dikoreksi agar tidak menimbulkan konotasi yang tidak baik ditengah masyarakat.

Diakhir pembicaraan, Abdul Halim mengemukakan bahwa dibeberapa tempat dimana ia pernah bertugas, ia memiliki hubungan dekat dengan kalangan pers terutama untuk menjalin kerjasama penyebaran informasi mengenai berbagai program kemasyarakatan yang dijalankan oleh Pertamina.”Pintu saya selalu terbuka untuk kawan-kawan pers, silahkan datang atau telpon saya kalau memang ada yang harus dipertanyakan. Saya pasti akan memberikan jawaban tetapi tentunya sesuai pengetahuan dan batas kewenangan saya.”Pungkasnya mengakhiri. (fsl)