Pekan ke Dua Mei 2012 DM Bergulir

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pertengahan bulam Mei 2012 ini direncakan program desa mandiri (DM) mulai bergulir. Sejuah ini, mengenai kesipan desa-desa tersebut diketahui tidak ada masalah, hanya saja untuk pendampingan masih menunggu proses lelang dari unit layanan pelelangan (ULP).

Demikain dikatakan, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan
Pemerintah Desa (BPMPD) Indragiri Hilir (Inhil) H Edy Syafwannur.
Menurutnya, siapapun konsultan pendamping, tentunya akan dibuat
kesepakatan untuk melaksanakan tugas-tugas pokok baik itu hak maupun kewajiban.

“Artinya, kita masih menunggu. Pada intinya, tim semua sudah siap
untuk menjalankan program desa mandiri pada tahun anggaran 2012 ini,”ungkap Edy Syafwannur, Selasa (24/4).

Tujuan pendamping desa, sebagaimana petunjuk teknis (Juknis) agar
masyarakat melakukan pembangunan sesuia ketentuan dan tidak menyalahi aturan. Dengan adanya konsultan pendamping, bisa dilakukan pembahasan musyawarah desa apa-apa yang meski dibangun. “Bagiamana mereka mampu membuat rencana anggaran bangunan (RAB),” sambung Edy.

BPMPD juga memberikan porsi pembangunan sesuai selera dan kebutuhan masyarakat. Namun BPMPD melalui anggaran yang ada tetap melakukan pemberdayaan-pemberdayaan kepada masyarakat itu sendiri.

Jadi kalaupun masyarakat desa mengatakan desanya khusus akan melakukan pembangunan fisik, juga tidak masalah. Karenan BPMPD tetap miliki anggran khusus untuk melakukan pemberdayaan, sesuai dengan kelembagaan yang ada.

Dalam menjalankan program desa mandiri, lanjut Edy, pada tahun
sebelumnya, tentu terdapat kelebihan maupun kekurangan. Sehingga,
pihaknya tetap mengevaluasi dan memberikan panismen bagi desa yang tidak menyelesaikan pekerjaan sebagai mana yang sudah diharapkan.

“Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kalau desa itu baik, maka akan
kita berikan penghargaan. Supaya, desa-desa lainya menjadi termotifasi,” tukasnya.(fen)




INHIL KEMBALI TERIMA PROYEK CETAK SAWAH BARU

Survey Investigasi  Design (SID) harus dilakukan dengan baik agar apa yang pernah terjadi di desa jerambang beberapa waktu lalu tidak akan terulang kembali

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tahun 2013 mendatang, Inhil diperkirakan kembali akan mendapatkan bantuan program cetak sawah baru sebanyak 600 Ha. Keseluruhan dana berupa dana hibah dari APBN.

“Riau untuk tahun anggaran 2013 mendapatkan kembali program cetak sawah sebanyak 5000 Ha. Dari total itu, Inhil akan kebagian sebanyak 600 Ha. Untuk tahun anggaran 2012 ini kita sudah mendapatkan SID-nya,”Ujar Santoso, Kasubag PLA Dinas Pertanian Provinsi Riau di damping Konsultan perencana serta Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Indragiri Hilir, Wiryadi saat ditemui di kantor Dinas Pertanian, Selasa (24/4).

Kegiatan Survey Investigasi Design (SID) ini disebutkan Santoso harus benar-benar dilakukan dengan baik agar apa yang pernah terjadi di desa jerambang beberapa waktu lalu tidak akan terulang kembali.”Ada tiga hal yang harus benar-benar kita pastikan, pertama, apakah benar kepemilikan lahan syah secara hukum, kedua, apakah juga benar petani yang terlampir riil dalam artian bukan hanya sekedar namanya saja yang ada, dan yang ketiga adalah apakah lahan yang diusulkan itu secara teknis layak untuk dijadikan lahan persawahan,” jelasnya merincikan sambil menjelaskan untuk kegiatan OPRM sendiri melalui dana APBD Provinsi juga dianggarkan kegiatan yang sama sebanyak 4700 Ha dan kini sudah dalam tahap proses pelelangan.

Setelah proyek itu nantinya dilakukan, seluruh lahan-lahan tersebut tidak lagi boleh dialih fungsikan makanya disebutkan SID ini sangat perlu untuk dilakukan guna meminimalisir berbagai persoalan yang mungkin timbul kedepannya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (TPHP) Kabupaten Indragiri Hilir, Wiryadi berharap semua kegiatan dapat terlaksana dengan tranparan agar kedepannya tidak terjadinya kerancuan data.”Seperti misalnya diatas lahan yang sama ternyata juga sudah diperuntukan bagi kegiatan lain. kita harus pastikan benar hal ini tidak terjadi,” Ujarnya sambil meminta rekan-rekan wartawan ikut berpartisipasi terutama dalam publikasi agar masyarakat dapat lebih memahami tujuan kegiatan tersebut dengan benar.(fsl)




JALAN RUSAK, OPTIMALISASI BANDAR LAKSAMANA INDRAGIRI TERTUNDA

Kerusakan Dituding Akibat Salah Kebijakan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pengoperasian Terminal penumpang Bandar Laksaman Indragiri di Parit 7 Kecamatan Tembilahan Hulu  tampaknya kembali harus tertunda. Penundaan ini disebabkan kondisi jalan didalam lingkungan terminal yang banyak mengalami kerusakan. Padahal, sejak diselesaikan pengerjaannya pada 2009 yang lalu, terminal yang menelan biaya lebih dari 14 Milyar ini sama sekali belum memberikan kontribusi yang berarti terhadap PAD Inhil.

“saat ini kita belum bisa mengoptimalkan fungsi terminal itu. Hal ini disebabkan kondisi jalan di dalam lingkungan terminal sudah banyak yang rusak.”Ujar Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Fahrolrozy beberapa waktu lalu sambil mengatakan kerusakan itu perlu segera dilakukan perbaikan.

Terkait persoalan ini, Ketua Komisi III DPRD Inhil, Edy Gunawan merasa cukup kecewa. Ia menyayangkan, terminal yang belum memberikan kontribusi apapun pada PAD itu kini sudah harus diperbaiki kembali.”Inikan namanya pemborosan. Kita nilai Pemkab tidak serius dalam melakukan pembangunan di Inhil. Kalau rencana perbaikan ini direalisasikan, sejauh mana jaminan satker terkait untuk pengoptimalan fungsi terminal tersebut?. Kita harus dapatkan jaminan. Ngapain buang-buang duit untuk program yang planningnya saja tidak jelas. Bukankah masih banyak sektor pembangunan lain yang lebih membutuhkan perhatian” Jawab Edy Gunawan.

Dari penjelasan seorang sumber yang enggan menyebutkan namanya ketika dimintai tanggapan menyatakan kerusakan ruas jalan di dalam lingkungan terminal ini disebabkan pemberian ijin masuk kendaraan angkutan barang ke dalam terminal belum lama ini. Dinilainya, kebijakan ini menjadi biang kerusakan tersebut.”Rusak jalan terminal kan baru-baru ini aja, sebabnya apa? Karena se Indonesia kita belum pernah menemui kendaraan angkutan barang yang notabenenya dengan tonase besar masuk ke dalam terminal penumpang. Bukti nyata kebijakan ini salah, kini kita lihat sendiri lingkungan jalan itu menjadi rusak karena memang dipergunakan diluar peruntukan.” Ujarnya memberikan penjelasan.(fsl)




PASOKAN LISTRIK KERAP PUTUS , PERSIAPAN UN PELAJAR SMP TERGANGGU

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Putusnya pasokan listrik ke rumah-rumah pelanggan khususnya di Kota Tembilahan mulai banyak menjadi keluhan warga. Mereka sangat menyayangkan kejadian yang terjadi secara berulang-ulang ini. Mereka khawatir, kejadian ini akan mengganggu aktifitas belajar siswa SMP dalam mempersiapkan diri menghadapi Ujian Nasional (UN).

“saya sendiri menjadi tak habis pikir. Tadi malam saja, sejak pukul 17.30 s/d 22.30 Wib tidak kurang dari tujuh kali terputusnya arus listrik. Kondisi ini tentu saja membuat kita kecewa. Anak-anak yang akan belajar untuk menghadapi UN jelas menjadi terganggu,” Kesal Agustina (40), seorang ibu rumah tangga menyampaikan keluhan melalui sambungan telepon selularnya.

Ungkapan senada juga disampaikan seorang warga Tembilahan lainnya, Sopian (38). Warga jalan telaga biru ini bahkan mengkritik kinerja PLN yang dinilainya belakangan ini semakin mengecewakan.”Putusnya pasokan listrik secara berturut-turut membuat anak saya terpaksa tidak  bisa belajar. padahal semua pelajar setingkat SMP terhitung senin sampai kamis mendatang harus menghadapi UN. Bagaimanapun caranya, kita sangat berharap pihak PLN dapat mengatasi persoalan ini agar pelajar tidak terganggu menghadapi UN. Belakangan ini kita nilai kinerja PLN semakin mengecewakan.”Kritik Sopian, senin (23/4).

Terkait persoalan putusnya pasokan listrik berulang-ulang ini dijelaskan manajer PLN Rayon Tembilahan, Husnul disebabkan adanya gangguan panel tegangan menengah di parit IV dan jalan Gunung Daek. “kita akan usahakan untuk perbaiki,” Jawabnya sambil meminta maaf dan pengertian dari masyarakat menjawab komfirmasi wartawan melalui pesan singkat. (fsl)




Hari ini, UN SMP Dilakukan Secara Serentak.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Hari ini (Senin (23/4), red) sebanyak 9.618 siswa/i tingkat SMP/MTs se Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Ujuan Nasional (UN) tahun pelajaran 2011-2012.

Berdasarkan data dari Dinas Pendididkan, totol siswa/i SMP/MTs tersebut tersebar di 265 sekolah Negeri maupun Swasta. Sedangkan rincian siswa dan siswinya terrdiri dari 4.661 siswa dan 4.975 siswi.

Ketua UN Dinas Pendidikan Inhil, Sarlan, mengatakan Naskah UN SMP/MTs sudah diterima pihaknya pada hari Rabu (18/4) sekitar pukul 20.30 WIB dari sebuah percetakan di Pekanbaru dengan mendapat pengawalan oleh petugas kepolisian hingga ke masing-masing sekolah.

“Naskah UN SMP/MTs yang kita terima berjumlah 276 kotak. Disana terdapat masing-masing bidang study dan  sudah dikemas untuk masing-masing sekolah,” sebut Sarlan akhir pekan kemarin, sambil mengatakan paket naskah soal UN itu diterimanya dalam keadaan sudah dikemas per sekolah, bukan per sub rayon seperti tahun sebelumnya, sehingga tidak perlu melakukan pemilahan.

Menurut Sarlan, sesuai dengan jadwal, naskah tersebut didistribusikan ke masing-masing Mapolsek dimana sekolah itu berada dan kemudian baru distribusikan ke masing-masing sekolah.

Untuk pengumuman kelulusan, dia mengatakan akan dilakukan secara serentak. Dimana SMA sederajat akan diumumkan pada tanggal 26 Mei 2012. sedangkan untuk tingkat SMP sederajat diumumkan 2 Juni dan SD sederajat 16 Juni 2012 mendatang.

“Harapan kita kelulusan pada tahun ini bisa menacapai 100 persen, baik itu tingkat SMA, SMP dan SD,”harapnya optimis.(fen)




MILYARAN UANG RAKYAT HANYA UNTUK BANGUN RUMAH HANTU.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Proyek Pasar Sungai Guntung Kecamatan Kateman yang dibiayai melalui anggaran tahun jamak APBD Inhil 2006 s/d 2009 senilai 13 Milyar lebih sampai hari ini belum juga difungsikan. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kab. Inhil, Rudiansyah menyatakan belum juga dipergunakannya bangunan ini dikarenakan belum dilakukan serahterima dari kontraktor pelaksana kepada Pemkab Inhil.

“Kita akui seharusnya tahun 2010 yang lalu bangunan pasar ini sudah diseraterimakan, tapi memang sampai hari ini belum juga direalisasikan. Informasinya, kontraktor pelaksana belum melakukan serahterima dikarenakan masih berharap mendapatkan eskalasi,” Ujar Kadiseperindag yang baru dilantik menggantikan Kadisperindag lama pada awal Maret 2012 yang lalu ini ketika dimintai komfirmasi diruang kerjanya belum lama ini.

Ditambahkan Rudiansyah, dalam waktu dekat ini mereka berencana akan memanggil kembali kontraktor pelaksana pembangunan pasar tersebut untuk mencarikan jalan penyelesaian agar bangunan pasar ini dapat segera difungsikan sebagaimana seharusnya.”Kita akan segera panggil kembali kontraktor pelaksananya. Mudah-mudahan kita akan temukan jalan penyelesaian yang baik agar bangunan pasar ini segera dapat dipergunakan,” Ujar Rudiansyah.

Ketika dipertanyakan kembali, secara aturan apakah memang pihak rekanan punya hak untuk melakukan penundaan serahterima? Rudiansyah enggan untuk menjawab.”Entahlah, saya tidak bisa menjawab hal itu. Tapi yang jelas kita akan carikan penyelesaian persoalan ini,”Jawabnya dengan suara perlahan.

Terbengkalainya pemanfaatan bangunan pasar yang menelan biaya milyaran rupiah ini juga menimbulkan kekesalan anggota DPRD Inhil dari daerah pemilihan (dapil) setempat, Edy Gunawan. Bahkan ia mengaku tidak mengerti secara jelas apa persoalannya. Kalau alasan untuk mendapatkan eskalasi, sudah jelas tidak mungkin lagi karena pengerjaan pasar tersebut telah melewati tenggang waktu yang ditentukan.

“Kalau masalah permintaan eskalasi oleh rekanan yang masih menghambat pemanfaatan proyek ini, rasanya ini hanya alasan yang terlalu dibuat-buat. Sekarang saya ingin bertanya, rekanan yang megatur Pemda atau Pemda yang mengatur rekanan. Seharusnya tidak perlu terlalu susah. Aturan hukumnya sangat jelas. Kalau memang secara aturan eskalasi itu bisa diberikan tentunya harus kita berikan, tapi ini kan sudah tidak mungkin lagi. Jadi apalagi yang menjadi ganjalan,” Ujar Asun panggilan akrab Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini dengan nada suara kesal.

Asun malah merasa heran, kalau memang hanya alasan eskalasi yang selalau dipersoalkan, ia memastikan 20 tahun kedepanpun persoalan ini tidak akan pernah dapat dibereskan.” Tak ada lagi eskalasi. Secara aturan eskalasi diberikan selama proses pekerjaan masih berjalan. Proyek pasar itu seharusnya sudah selesai dan diserahterimakan tahun 2010 yang lalu. Tapi kan sampai hari ini bangunan itu masih belum terselesaikan seratus persen.,” Ungkap Asun sambil mengatakan sudah cukup bosan menjawab persoalan pasar guntung yang sepertinya tidak kunjung terselesaikan ini.

Dari pantauan, proyek pasar guntung ini semakin hari semakin banyak mengalami kerusakan. Beberapa bagian bagunan seperti, rolling door kios sudah banyak yang tidak berpungsi dan sebahagian sudah ada yang terlepas. Lantai bangunan yang dilapisi keramik, kini sudah banyak yang ditumbuhi lumut dan sebahagian sudah terlihat pecah.”Saya yakin kalau bangunan ini masih tertunda-tunda pemanfaatannya, kita lihat saja, milyaran uang rakyat akan menjadi besi tua, menjadi tempat tinggal hantu dan tidak termanfaatkan.”Pungkasnya. (fsl)