DALAM WAKTU DEKAT DISDIK INHIL AKAN EVALUASI KEMBALI PENYEBARAN TENAGA GURU

Tahun 2012, Disdik melalui BKD usulkan tenaga honorer K2 sebanyak 1.042 orang ke BKN.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Kab.Inhil), H. Fauzar menyebutkan Disdik masih dihadapkan dengan berbagai persoalan. Persoalan yang paling menonjol adalah tidak  meratanya penyebaran tenaga guru. Penumpukan tenaga pengajar dinilai banyak terjadi pada tingkat Kecamatan dan Kabupaten.

Untuk mengatasi persoalan ini menurut Fauzar perlu dilakukan evaluasi kembali dengan segera terhadap sejumlah guru yang berada di seluruh wilayah Kabupaten Inhil, mulai dari kota, kecamatan, dan desa.

“Untuk pemerataan penyebaran guru-guru di wilayah Kabupaten Inhil ini kita akan melakukan evaluasi. Nanti kita coba bagaimana untuk mengatur strateginya shingga nantinya kita harapkan penyeberannya itu proposional, dan itu akan kita lakukan secepatnya,” katanya.

Untuk persoalan tenaga honorer, khususnya tenaga honorer  kategori 2 (K2) menurut Fauzar lagi, Disdik sudah mengirimkan usulan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sebanyak 1.042 orang.

Jumlah tersebut terdiri dari beberapa tingkatan tenaga honorer K2 diantaranya 12 guru TK, 567 guru SD yang murni dari Komite Sekolah, dan 164 guru SD yang berstatus sebagai guru bantu, 235 orang guru SMP, 157 orang guru SMA, serta 96 orang Tata Usaha (TU)/Penjaga Sekolah. “Usulan tersebut kita sampaikan mengingat adanya sinyal dari Pemerintah Pusat untuk pengangkatan tenaga honorer di daerah.”Jelas Fauzar.

Ia menyampaikan juga, untuk tenaga guru yang di butuhkan di Kabupaten Inhil saat ini adalah guru permata pelajaran. Sementara untuk guru umum di tingkat TK, SD, SMP, dan SMA sederajat sudah mencukupi. “Saat ini guru permata pelajaran di Kabupaten Inhil memang sangat dibutuhkan, seperti mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, dan beberapa bidang studi lainnya,” pungkasnya. (ok/dro)




DTPHP Galakan Budi Daya Padi Spesifik Lokasi Inhil

TEMBILAHAN (WWW.DETIKRIAU.ORG) – Usulan yang disampaikan Dinas Tanaman Pangan Holtikuktura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir, untuk mempertahankan jenis Padi Spesifik Lokasi Kabupaten Indragiri Hilir kepada Dirjen Pertanian RI mendapatkan tanggapan positif dan tahun ini juga sudah akan direalisasikan. Diyakini, varietas spesifik lokasi ini memiliki keunggulan yang tidak dimiliki jenis padi varietas unggul.

“Nama-nama padi spesifik lokasi seperti lantik bamban, karandukuh, karya, serai, bujang berinai dan merah putih, dulunya adalah varietas padi unggulan khususnya untuk kabupaten Indragiri Hilir. Padi varietas  ini memiliki keunggulan dari sisi rasa yang enak dan harga jual yang tinggi. Kelemahannya, varietas ini memiliki usia panen yang cukup panjang (mencapi lebih kurang 6 bulan. Red) serta Sosok tanaman berbatang panjang sehingga akan mudah rubuh saat padi mulai berisi terutama akibat tiupan angin.” Ujar Kadis TPHP Kabupaten Indragiri Hilir, Drs Wiryadi kepada Www.detikriau.org ketika ditemui diruang kerjanya, Rabu (25/4).

Mengatasi beberapa kekurangan itu, ditambahkan Kadis yang mengaku pernah menjadi Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di Natuna, Pulau Burung, Mandah dan Tembilahan ini perlu dilakukan beberapa strategi. Misalnya untuk usia panen yang panjang bisa dipersingkat dengan cara melakukan tanam langsung kelahan setelah semaian mencapi tinggi kira-kira 20 cm.”Kebiasaan petani kita, setelah semaian mencapi lebih kurang 20 cm, benih masih harus di ampak kemudian dilanjutkan dengan proses lancak. Kedua tahapan ini membutuhkan waktu sekira 2,5 bulan. Untuk mempersingkat usia panen, kita tidak lagi melakukan proses ampak dan lancak tapi akan langsung penanaman kelahan. Dengan cara ini, Usia panen maksimal diperkirakan hanya membutuhkan waktu 3 sampai 4 bulan dan agar hasil panen baik tentunya harus dilakukan perawatan dengan benar seperti pemupukan yang teratur,  termasuk pengawasan terhadap serangan hama penyakit.” Jelas Wiryadi.

Alasan berikutnya untuk kembali mempertahankan padi spesifik lokasi  adalah agar varietas padi ini tidak hilang dan tetap akan dikenal oleh generasi penerus.” Sumatra Barat memiliki padi spesifik lokasi seperti, beras solok dan kurik dan tetap mereka pertahankan. Dengan pemasaran yang baik, beras ini menjadi beras dengan pangsa pasar yang cukup besar. Lantik bamban, karan dukuh dan nama-nama lain padi spesifik lokasi inhil, dari sisi kualitas dinilai mampu menyaingi beras lokal Sumatra barat. Kenapa keunggulan asset daerah kita tidak kita pertahankan? Tanya Wiryadi.

Dijelaskan Wiryadi lebih jauh, dengan usaha mempersingkat masa panen dan harga jual yang tinggi diharapkan petani kembali berminat untuk mengembangkan jenis padi lokal Inhil ini.” Disamping untuk konsumsi sendiri, hasil panen tentunya untuk dipasarkan. Dengan masa panen yang hanya 3 sampai 4 bulan, artinya kita bisa melakukan 2 kali masa tanam dalam satu tahun dan tentunya volume produksi akan meningkat. Pada akhirnya dengan harga jual yang tinggi, tingkat pendapatan petanipun akan meningkat pula. Ini yang memberi keyakinan saya petani akan bersedia untuk kembali membudidayakan jenis padi ini.”Sambung Wiryadi.

Untuk pemasaran, menurut Wiryadi bisa dilakukan dengan membuat tempat-tempat penjualan khusus untuk jenis pada lokal ini.”Benar sekarang pangsa pasar beras asal Sumatra barat cukup bagus. Tapi saya yakin masyarakat Inhil cukup banyak yang masih mengnal jenis-jenis padi lokal karena dari sisi rasa jelas lebih familiar bagi lidah masyarakat tempatan. Dengan adanya tempat penjualan khusus, tentu nantinya akan ada persaingan, imbasnya, harga dan selera masyarakat akan menjadi penentu pilihan.”Imbuh Wiryadi sambil mengatakan dengan mempertahakankan varietas spesifik lokasi ini petani memiliki pilihan untuk melakukan budidaya padi selain jenis padi unggul.

Amrullah (43), seorang warga Tembilahan menyatakan dukungan akan program yang dicanangkan DTPHP untuk kembali menggiatkan penanaman padi jenis Lokal ini. Ia akui sangat familiar dengan nama-nama padi karandukuh dan lantik bamban. Hanya saja, untuk mendapatkannya saat ini sudah terbilang cukup sulit.”Saya setuju betul. Dilidah saya masih melekat rasa khas dari kedua jenis beras lokal itu. Hanya saja untuk mendapatkannya sekarang tidak semudah dulu, kita jauh-jauh hari sudah harus pesan kepada petani. Kalaulah jenis-jenis beras lokal ini selalu tersedia di pasaran dengan harga yang tentunya bersaing, saya sangat yakin padi lokal ini akan kembali mampu merebut hati masyarakat.”Ungkap Amrullah dengan nada suara bersemangat. (fsl)




Sejak 2008, 155 Gapoktan Terima Rp. 66 Milyar BLM PUAP

TEMBILAHAN (WWW.DETIKRIAU.ORG)  – Sejak 2008 hingga 2011 akhir, sebanyak 155 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kabupaten Indragiri Hilir diberikan bantuan  Dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) bagi Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) dengan total anggaran mencapai Rp 66 milyar.

BLM PUAP sebesar Rp.100 juta/Gapoktannyaini diberikan dengan harapan dapat mensejahterakan anggota dan masyarakat secara umum. Dana tersebut berasal dari Pemrintah Pusat yang disalurkan melalui Kementrian Pertanian.

Di tahun 2008, dialokasikan sebesar Rp 2,9 milyar untuk 29 Gapoktan di 29 desa. Dan 2009, pemerintah sedikitnya telah mengalokasikan dana sebesar Rp 2,3 milyar untuk 23 Gapoktan di 23 Desa, kemudian 2010 dialokasikan pula dana sebesar Rp.3,7 milyar untuk 37 Gapoktan di 37 desa dan terakhir 2011 sebesar Rp.6,6 milyar di 66 desa dan 66 gapoktan.

Kepala Badan Pelaksanaan Penyuluhan dan Ketahan Pangan (BPPKP) Inhil, R Indra Jaya melalui Kepala Bidang (Kabid) Operasional Penyuluhan Pengembangan dan Kelembagaan (OPPK) mengatakan dana BLM PUAP tersebut telah di terima masing-masing Gapoktan sebesar Rp.100 juta.

“Dana ini dipergunakan untuk membiayai kegiatan agribisnis anggota Gapoktan yang meliputi bidang usaha tamanan pangan, holtikultura, perkebunan, peternakan, industry rumah tangga pertanian, pemasaran hasil pertanian skala mikro, dan usaha lain berbasis pertanian,” katanya kemarin.

Lalu untuk tahun 2012, dijelaskanya, tim teknis kabupaten telah mengusulkan sebanyak 35 Gapoktan sebagai calon penerima dana BLM PUAP. Namun dari jumlah tersebut hanya 10 Gapoktan yang masuk daftar nominasi sementara untuk tahap pertama dan kemudian di lakukan verifikasi kembali.

Berdasarkan data dari BPPKP Inhil, tersebar 155 Gapoktan yang menerima BLM PUAP per di setiap kecamatan se Inhil. Diantaranya 8 Gapoktan di Kecamatan Reteh, 14 Gapoktan di Keritang, 8 Gapoktan di Kempas, 10 Gapoktan di Batang Tuaka, 7 Gapoktan di Tempuling, 11 Gapoktan di Gaung, 6 Gapoktan di Kateman, 8 Gapoktan di GAS, 10 Gapoktan di Enok, 12 Gapoktan di Pelangiran, 6 Gapoktan di Sungai Batang, 4 Gapoktan di Concong, 7 Gapoktan di Tanah Merah, 8 Gapoktan di Pulau Burung, 6 Gapoktan di Kateman, 8 Gapoktan di Mandah, 7 Gapoktan di Kuala Indragiri, 4 Gapoktan di Tembilahan, 2 Gapoktan di Tembilahan Hulu, dan 8 Gapoktan di Kemuning.(fen)




Menjelang Musyawarah Akbar STAI Auliaurrasyidin, Beberapa Nama Kandidat Mulai mencuat.

TEMBILAHAN (WWW.DETIKRIAU.ORG)– Menjelang musyawarah ikatan alumni STAI Auliaurrasyidin Jumat, (27/4) mendatang, dimana salah satu agenda utamanya adalah memilih ketua dan kepengurusan lainnya, beberapa nama mulai mencuat untuk kepermukaan untuk duduk sebagai ketua ikatan alumni. Diantaranya adalah Ketua Panitia acara Hidayat Hamid SPdI.

Yang bersangkutan dinilai pantas untuk itu, karena telah mempunyai catatan dalam memimpin berbagai organisasi. Dianataranya, Hidayat pernah menjabat sebagai Ketua BEM STAI Auliaurrasyidin, punya pengalaman di Parpol (PAN), organisasi kepemudaan seperti KNPI, dan organisasi Pramuka. Dengan pengalaman yang begitu banyak rasanya tidak salah kalau banyak yang menjagokan diri akan menang pada musyawarah nantinya.

Nama lainnya yang diperkirakan punya kans tidak kalah besarnya adalah Firmansyah Ama. Nama kedua ini juga punya pengalaman yang cukup dalam berbagai organisasi, mulai dari organisasi kampus,seperti Ketua sampai pada organisasi lainya seperti Parpol dan organisasi sosial kemasyarakatan dan agama seperti LSM, dan juga LPTQ.

“Dua nama tersebut sejauh ini yang punya kans sangat besar untuk memimpin ikatan alumni STAI Auliaurrasyidin untuk kepengurusan perdana ini. Figur-figur lain nampaknya masih belum terlihat, mungkin karena kesibukan, ataupun karena sebagian besar ada didaerah,” kata Andi Kurniawan salah seorang alumni STAI saat diminta tanggapannya, Rabu, (25/4).

Masih menurut Andi, siapapun nantinya yang terpilih ia berharap bisa memajukan roda organisasi. Sebab organisasi ikatan alumni ini baru terbentuk, tentunya kendala-kendala yang dihadapi akan sangat besar. Tentunya berbeda kalau memang organisasi ini sudah ada sebelumnya.

“Tapi dengan pengalaman dua kandidat tersebut diberbagai bidang organisasi yang pernah mereka geluti, saya percaya semua itu akan bisa mereka atasi. Sehingga organisasi ikatan alumni STAI bisa menjadi wadah para alumni dalam berkreativitas, menjalin silaturrahmi serta bisa menjadi lembaga yang bisa meningkatkan kualitas SDM alumni,” tambah Andi.(suf)




KAPOLRES LANTIK 4 PERWIRA JAJARAN POLRES INHIL

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si, Selasa (24/4) secara resmi melantik 4 Perwira ditubuh Polres Inhil yang terdiri dari 2 Perwira Menengah (Pamen) dan 2 Perwira Pertama (Pama). Acara berlangsung di halaman Mapolres Indragiri Hilir jalan Gadjah Mada, Tembilahan.

Dalam amanatnya, Kapolres mengingatkan kepada Jajarannya agar dapat lebih meningkatkan kinerja terutama dalam mengayomi masyarakat guna menciptakan hubungan yang harmonis antara Polisi dengan masyarakat karena ini merupakan tolak ukur keberhasilan kinerja Polisi.

“Untuk merubah citra ditubuh Polri, saya sangat berharap kepada setiap anggota agar dapat meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi POLRI yakni mengayomi dan melayani masyarakat” tegas kapolres.

Bahkan masih menurut Kapolres, dalam waktu dekat ada tugas Polisi yang sangat berat, yakni dalam rangka menghadapi peringatan hari buruh sedunia yang waktunya tidak lama lagi, maka dari peran aktif Polisi terutama bagi seluruh Kabag, Kasat serta Kapolsek agar bisa mendekteksi secara dini adanya gejolak dari para buruh yang ada di Kabupaten Inhil, secara presuasif dan penkedekatan yang harmonis.

“Ada agenda penting yang akan kita hadapi dalam waktu dekat, dalam rangka menyambut Hari Buruh sedunia, maka dari itu diperlukan adanya pendekatan secara presuasif terhadap seluruh pekerja serikat yang ada di Kabupaten Inhil, sebelum terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan” tambah Kapolres.

Adapun untuk 2 orang yang sudah disertijab berpangkat Perwira Menengah (Pamen) yakni Kompol Yuniar Ari Darmawan SiK yang sebelumnya menjabat Kabag Ops Polres Inhil,  kini naik sebagai Waka Polres Inhil menggantikan Kompol Imran Amir yang sedang melanjutkan pendidikan di Bandung. Sedangkan untuk posisi Kabag Ops akan ditempati oleh Kompol Sugeng Hariyanto SH yang sebelumnya menjadi Kapolsek Kateman.

Untuk 2 Perwira berpangkat Pama yang akan di sertijab antara lain AKP Hotasi Purba dari Polda Riau yang sebelumnya menjabat sebagai panit 2 Unit 1 Ditreskrim Polda Riau menjadi Kapolsek Kateman menggantikan posisi Kompol Sugeng Hariyanto SH.

Selanjutnya, AKP Tri Irwan Hardiansyah sebagai Kasat Pol Air pindah ke Polda Riau digantikan oleh AKP  Rio Julius Hotman Pardede yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubag Daul op Polresta Pekanbaru. Untuk Kapolsek Tempuling AKP Imam Ziadi Zaid,SH diganti oleh AKP Parningotan Pordasi yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolsek Siberida Kabupaten Indragiri Hulu.

Ditegaskan lagi, oleh Kabag Sumda AKP Suprapto S.sos. M.si  bahwa terjadinya mutasi atau pindah jabatan di tubuh Polri adalah hal yang biasa, selain sebagai bentuk penyegaran juga bisa dijadikan sebuah prestasi atas dedikasi selama tugas yang di embannya

“Mutasi adalah hal yang biasa, selain bentuk prestasi dan sebuah promosi jabatan, juga bisa dijadikan sebagai penyegaran pada tempat yang baru bagi anggota Polisi “ ujar AKP Suprapto S.so. M.si. (tt/dro)




Panen Perdana Varietas Unggul Kelompok Tani Binaan DTPHTP Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Kelompok Tani Sidomulyo Desa Bayas Jaya Kecamatan Kempas binaan Dinas Tanaman Pangan Holtikuktura dan Peternakan Inhil berhasil melakukan panen perdana padi IR 42 yang dipilih sebagai varietas unggul di daerah tersebut, Selasa (24/4).

Panen yang langsung dilakukan Kepala DTPHTP Inhil, Drs Wiryadi yang didampingi pimpinan PT Pos Indonesia Pemeriksa Inhil, Syarkawi, pihak kecamatan dan Kepala UPT Kempas, Syahruddin serta para petani dari kelompok tani Sidomulyo berlangsung baik walau dalam hujan gerimis.

“Kelompok tani punya areal 65 hektare, namun yang mendapat binaan tahap awal ini baru 10 hektare dengan bibit varietas IR 42, kita berharap ini bisa jadi contoh untuk kelompok tani lain dalam melakukan pertanian padi, sebab ini kita lihat berhasil dengan baik, ” ujar Wiryadi memperlihatkan buah padi bernas yang siap dipanen.

Sementara itu Kepala PT Pos, Syarkawi mengatakan optimisnya terhadap petani dapat sukses dalam mengelola pertanian dengan harapan keuntungan yang diperoleh diupayakan bisa ditabung untuk masa depan yang lebih baik.

“Kita berharap kepada para petani untuk terus mengupayakan kerjasama yang baik dalam mengelola aset pertanian yang sangat berharga ini, untuk itu PT Pos yang telah menjalin kerjasama dengan Bank BTN siap membantu dalam mengelola aset dan tabungan para petani, jadi jangan lupa menabung di e Batara Pos, ” pinta Syarkawi berpromosi.

 

sedangkan Ketua Kelompok Tani Sidomulyo, Kademin mengharapkan kerjasama baik yang telah terjalin dengan pihak pemerintah dapat diteruskan dalam upaya membantu para petani, khususnya anggota kelompok tani Sidomulyo Bayas Jaya.

“Dengan anggota kelompok yang mencapai 78 orang dengan luasan areal 65 hektare, kami berharap hasil yang baik ini dapat diteruskan, sebab target 5,5 ton per hektare yang diharapkan dari lokasi ini akan bisa dicapai dengan kerjasama yang baik pula, apalagi sejauh ini kita masih menghadapi hama tikus dan keong mas, ” kata Kademin.

Syahruddi, Kepala UPT DTPHTP Kempas menjelaskan bahwa pihaknya sejauh ini dinilai berhasil mencapai target penanaman dan target produksi padi. dimana target penanaman kita mencapai lebih dari seribu hektare untuk Inhil dan target produksi 5,5 ton per hektare. (suf)