Kasat Samapta Tutup Usia, Kapolres Inhil Sampaikan Rasa Duka yang Mendalam

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Suasana duka menyelimuti Keluarga Besar Kepolisian Resor (Polres) Inhil, khususnya bagi keluarga Almarhum AKP Kornel Sirait, Kasat Samapta Polres Inhil.

Bertempat di Mapolres Inhil, siang ini Selasa 2 Mei 2023 sekitar pukul 10.00 Wib, Kapolres Inhil AKBP Norhayat memimpin Upacara Pelepasan dan Pemberangkatan Jenazah Almarhum AKP Kornel Sirait.

Dalam upacara ini turut dihadiri Wakapolres, Pejabat Utama Polres Inhil, Para Kabag, Kasat, Kasi, para Perwira, Bintara,Serta Bhayangkari Cabang Polres Inhil.

Kapolres Inhil AKBP Norhayat menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian salah satu anggotanya, dan mendoakan pihak keluarga agar tetap tabah dan mengikhlaskan kepergian almarhum.

“Kepada rekan-rekan semuanya kiranya dapat mendoakan Almarhum AKPKornel Sirait agar digugurkan atas segala dosanya dan diterima disisinya,” kata Kapolres Inhil.

Ia berharap apabila almarhum memiliki kesalahan baik sengaja ataupun tidak agar kiranya seluruh anggota Polres Inhil bisa memaafkan.

Kapolres menambahkan, selama bertugas di Kepolisian hingga tutup usia, Almarhum telah melaksanakan tugasnya secara baik.

“Almarhum selama berdinas di Polres Inhil tidak pernah melakukan hal-hal yang mencederai institusi Polri dan telah melakukan beberapa hal positif dengan menjalin hubungan baik dengan masyarakat melalui tugas dan peran yang sudah dilaksanakan,” pungkasnya.




Benarkah SB Evelyn Calisca 01 Memuat Penumpang Melebihi Kapasitas?

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Insiden kecelakaan Speed Boat (SB) Evelyn Calisca 01 tujuan Tembilahan -Tanjung Pinang yang terjadi pada Kamis, (27/4/2023) sekitar Pukul 13.40 Wib dirumorkan salah satu penyebabnya adalah kelebihan muatan.

Sehingga menimbulkan asumsi dikalangan masyarakat akan lemahnya pengawasan dari pihak terkait dalam mengawasi naik-turunnya penumpang terhadap jasa angkutan umum transportasi laut.

Cek Fakta Penumpang Melebihi Kapasitas

Dalam sertifikat berlayar (SB Evelyn Calisca 01) yang di keluarkan oleh pihak Pemerintah Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) adalah sebanyak 66 orang penumpang.

Pasca kecelakaan SB Evelyn Calisca 01, Tim Sar Gabungan pencari korban kecelakaan berhasil mendata seluruh penumpang termasuk Kapten dan ABK nya dengan jumlah 83 orang. 12 orang diantaranya meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut dan 3 orang diantaranya anak-anak.

Berdasarkan data melalui hasil wawancara arbindonesia.com kepada Kepala Kantor Unit Penyelengara Pelabuhan (UPP) Kelas III Sungai Guntung, Julharia, SE MM.

Disebutkan dalam data manifes jumlah penumpang dari Tembilahan (Pelabuhan Pelindo) menuju pelabuhan Sungai Guntung terdapat 45 orang penumpang dewasa. Ditambah anak-anak dan bayi 6 orang, ditambah kru kapal 1 Nakhoda dan 5 ABK .

Sesampainya SB Evelyn Calisca di pelabuhan Sungai Guntung, penumpang bertambah 6 orang.

Artinya, secara keseluruhan jumlah orang yang ada didalam SB Evelyn Calisca saat itu sebanyak 63 orang dengan rincian 51 penumpang terdata, 6 Anak-anak dan 6 orang Kru Kapal).

Dalam kalkulasinya, 66 jumlah penumpang maksimal SB dikurang 51 penumpang yang terdata (66-51) = 15. Artinya SB Evelyn Calisca masih memiliki kuota untuk 15 penumpang.

Namun, berdasarkan data Tim Sar Gabungan pencarian korban kecelakaan, secara keseluruhan terdapat 83 orang korban yang berada di SB Evelyn Calisca 01 tersebut.

Artinya dari 83 orang diluar dari 6 orang anak-anak dan 6 orang kru kapal (83-12=71), terdapat 71 orang penumpang dewasa yang berada di dalam SB Evelyn Calisca. Dengan rincian 51 orang penumpang yang terdata dan 20 penumpang tidak terdata dalam manifes KSOP.

Dengan demikian, dari 71 penumpang dewasa dikurang 66 jumlah maksimal penumpang, terdapat kelebihan 5 orang dari jumlah penumpang yang telah ditetapkan (71-66=5).

Artinya sebelum terjadinya peristiwa maut saat itu, muatan penumpang pada SB Evelyn Calisca diduga melebihi kapasitas yang telah ditetapkan dalam sertifikat berlayar sebanyak 5 orang penumpang.

Kepala UPP Kelas III Sungai Guntung Bantah Akan Lemahnya Pengawasan yang Dilakukan

Mengenai asumsi lemahnya pengawasan terhadap naik-turunnya penumpang terhadap angkutan umum di pelabuhan Sungai Guntung, Kepala Kantor Unit Penyelengara Pelabuhan (UPP) Kelas III Sungai Guntung, Julharia, SE MM membantah secara tegas akan hal tersebut.

Menurutnya, pihak UPP Kelas III Sungai Guntung telah melaksanakan tugas secara profesional, hal itu dibuktikan dengan menempatkan 4 orang petugas di pelabuhan Sungai Guntung pada saat itu.

“Dari Tembilahan menuju Sungai Guntung terdapat 45 orang penumpang dewasa yang terdata di manifes, ditambah anak-anak dan bayi 6 orang, ditambah kru kapal (1 Nakhoda dan 5 ABK),”ungkap Julharia kepada arbindonesia.com, Minggu (30/4/2023) melalui panggilan seluler.

“Penambahan penumpang yang terdata dalam manifes dari pelabuhan Sungai Guntung ada 6 orang,” tambahnya.

Lanjut Julharia, dari Tembilahan menuju pelabuhan Sungai Guntung itu banyak terdapat pelabuhan-pelabuhan rakyat yang kecil, disana tidak ada petugas di pelabuhan-pelabuhan kecil itu.

“Diluar dari data penumpang yang terdata dalam manifest, itu diluar dari pengawasan kita karena
petugas Syahbandar tidak ada yang bertugas di atas kapal. Yang tau soal darimananya (penumpang diluar data manifes) ya nahkodanya, karena dia yang lebih tau di dalam kapal paparnya,”paparnya.

“Dalam sertifikat berlayar (SB Evelyn Calisca 01) yang di keluarkan oleh Tanjung Pinang sebanyak 66 orang penumpang di luar Nakhoda dan ABK,” tutup Kepala UPP Kelas III Sungai Guntung, Julharia.

Hal senada juga disampaikan Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Tembilahan, Capt Suratno yang menyebut bahwa penyebab tenggelamnya kapal cepat tujuan Tembilahan – Tanjung Pinang tersebut disebabkan kelebihan muatan.

“Kalau bicara over load saya nggak bisa pasti, karena kapasitas maksimal penumpang adalah 66 orang sementara muatan dari Tembilahan ke sungai Guntung Dewasa 45 orang dan 6 anak-anak. Selanjutnya berdasarkan info dari UPP sungai Guntung naik tambahan 6 orang secara jumlah kapal hanya terisi 90 % dari kapasitas saja. Berarti kapal tersebut tidak penuh,”ujar capt Suratno mengutip dari beritainhil.com. (28/4/2023).

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti dari pelabuhan mana naiknya 20 orang penumpang yang tidak terdata dalam manifes KSOP hingga membuat SB Evelyn Calisca diduga melebihi kapasitas penumpang sebanyak 5 orang dari ketentuan yang telah ditetapkan.

Penulis: ARBAIN




Kapolres Inhil: Seluruh Korban SB Evelyn Calisca 01 Telah Ditemukan dan Dievakuasi

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Kapolres Inhil AKBP Norhayat SIK menyatakan seluruh korban kecelakaan Speedboat (SB) Evelyn Calisca 01 telah ditemukan dan dievakuasi.

Korban terakhir ditemukan hari ini, Sabtu (29/4) saat Tim melanjutkan pencarian korban speedboat Evelyn Calisca 01 di Perairan Desa Air Tawar Kecamatan Kateman.

“Hari ini korban terakhir telah ditemukan 1 mil dari TKP dalam keadaan meninggal dunia. Dengan ditemukannya korban ini maka pencarian ditutup,” kata Kapolres Inhil AKBP Norhayat.

Total jumlah penumpang sebanyak 83 orang dengan rincian :

  1. Korban meninggal dunia 12 orang
  2. Korban selamat 69 orang
  3. Korban selamat susulan 2 orang

Adapun rincian kepulangan korban Selamat sebagai berikut:

Kepulangan Tanggal 27 April 2023
Tujuan Batam

  1. Agung (ABK Kapal)

Tujuan Tembilahan

  1. Kamsiah

Dipulangkan pada tanggal 28 April 2023
Tujuan Batam

  1. Anof
  2. Fitriana

Tujuan Tembilahan

  1. Dahlia Sari
  2. Tresita Melani
  3. Reynanda Tambunan
  4. Rahmadina Nur Hidayati
  5. Hasifa Nur Andini
  6. Rena Nur Hazira Farzana Tambunan
  7. Yogi
  8. Ria
  9. Rida
  10. Abdul
  11. Sayudin
  12. Khairulsah
  13. M.bintang
  14. Herman (ABK)
  15. Agus (ABK)
  16. Saparudin ( ABK )
  17. Bambang ( KKM )

Dipulangkan pada tanggal 29 April 2023
Tujuan Batam

  1. Zulkfli
  2. Putra
  3. Eni Riatin
  4. Ika Suriati
  5. Nabila Siska
  6. M. Dika Isnanda
  7. Tia Amelda
  8. Safrudin
  9. Desri Juanda
  10. Sri Marliyah
  11. Nia Sari
  12. Hadi Saputra
  13. Zaiyin Malik
  14. Zaid Umar Aldri
  15. Zinedin Khalef Aldri
  16. Megawati
  17. Sukirmawati
  18. Yudha Pratiwa
  19. Kamisah
  20. Revan Nurdiansyah

Tujuan Tembilahan

  1. Acok (Tersangka)
  2. Sahran (Tersangka)
  3. Hernila Rustika
  4. Mohd Firmansyah
  5. Hendri Saputra
  6. Andi Ridho Azmi
  7. Suci Estetika Sari
  8. Sultan
  9. Elviawati

Tujuan Tanjung Pinang

  1. A. Rifai
  2. Rahayu Ningsih
  3. Kartika Ayu Dewi
  4. Eri Kiswanto
  5. Uwais
  6. Selvi
  7. Rumaisah
  8. Sarkawi
  9. Khalid
  10. Rahma Adinda
  11. Rezki Arianto
  12. Taufik
  13. Sambril
  14. Khairulhuda
  15. Makmur
  16. Arpan
  17. Saidah
  18. Fitra
  19. Nuriah
  20. M.gifary Rafasya
  21. Roni

Korban Meninggal Dunia:

  1. Andrean (30), Tanjung Pinang
  2. Roni Juliansyah (38), Inhil
  3. Ahmad Bahri (28), Inhil
  4. Isayah Nursabila (1), Inhil
  5. Khalifa Rezechta (10), Inhil
  6. Mikha Septia Nur Sabila (7), Inhil
  7. Desi (45), Inhil
  8. Dini (35), Inhil
  9. Chezya Rasya (20), Inhil
  10. Zalianafa (18), Inhil
  11. Nadia (19), Inhil
  12. Karmel Zalma Alaya (17), Inhil.



Bupati Inhil Kunjungi Bayi yang Selamat Dari Insiden SB Evelyn Calisca 01

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – H Muhammad Wardan kunjungi seorang bayi yang selamat dari kecelakaan maut Speed Boat (SB) Evelyn Calisca 01.

Bayi tersebut merupakan pasangan suami-istri dari almarhum Ahmad Bahri dan Rahmadini Nurhidayati yang meninggal saat terjadinya insiden laka laut.

Kunjungan orang nomor satu di Indragiri Hilir Provinsi Riau itu sebagai bentuk belasungkawa dan wujud perhatian pemerintah terhadap orang tua bayi tersebut yang merupakan pengurus DPD Partai Golkar.

Kedatangan Wardan menjenguk anak almarhum itu didampingi istri ketua Tim Penggerak PKK Inhil, Hj Zulaikhah, serta didampingi kepala PT Jasa Raharja Cabang Riau M Iqbal Hasanuddin, Kepala BKAD dan kepala Dinas Perhubungan Inhil, Sabtu (29/4/2023).

“Selaku pimpinan daerah, tentunya turut berduka atas meninggalnya almarhum bersama istri dan korban lainnya,” kata Wardan, Bupati Inhil sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Karya (Golkar) Inhil.

Wardan pada kesempatan tersebut juga menyerahkan uang santunan yang berasal dari iuran anggota partai Golkar Inhil untuk almarhum Ahmad Bahri yang juga merupakan salah satu kader terbaik di lingkungan Partai Golkar Inhil.

Bupati mendoakan semoga Allah SWT memberikan tempat yang terbaik disisinya, di surga. Dan kepada keluarga yang ditinggalkan selalu diberi kekuatan dan ketabahan menerima musibah ujian dari yang maha kuasa.

“Semoga keluarga korban sabar menghadapi ujian ini,” ucapnya.

Diberitakan sebelum, speedboat Evelyn Calisca 01 dari Tembilahan tujuan Tanjung Pinang alami laka laut diperairan Air Tawar Kecamatan Kateman yang terjadi pada Kamis 27 April 2023, sekira pukul 13.00 WIB siang.

Dari peristiwa itu, pasangan suami istri Ahmad Bahri dan Rahmadini Nurhidayati merupakan 2 orang dari daftar 12 orang korban meninggal dunia pada kecelakaan penumpang Speedboat Evelyn Calisca 01 itu. (Adv)




Kecelakaan Speed Boat SB Evelyn Calisca, RS Raja Musa Nyatakan 9 Orang Meninggal Dunia

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Speed Boat SB Evelyn Calisca 01 dengan tujuan Tembilahan -Tanjung Pinang mengalami kecelakaan tunggal di Perairan Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Kamis, (27/4/2023) sekitar Pukul 13.40 Wib.

Akibat dari peristiwa tersebut, berdasarkan informasi terkini yang di sampaikan Direktur RSUD Raja Musa, dr. Rahmat Susanto bahwa saat ini korban kecelakaan Speed Boat SB Evelyn Calisca 01 yang telah diterima RSUD Raja Musa adalah sebanyak 15 orang.

“9 orang telah meninggal dunia dan 6 orang masih dirawat. Total yang kita terima pasien dari kecelakaan Speed Boat ada 15 orang saat ini,” ungkapnya kepada arbindonesia.com, Kamis (27/4/2023). Update data pukul 18.59 Wib.

Lanjutnya, dari 9 orang yang meninggal tersebut diantaranya 1 bayi perempuan, 2 Anak Perempuan, 5 Dewasa Perempuan, dan 1 orang Dewasa Laki-laki.

“Untuk yang meninggal dunia saat ini kita tempatkan di ruang jenazah sambil menunggu kedatangan pihak keluarganya,” kata Direktur RSUD Raja Musa, dr.Rahmat Susanto.

Selain itu, dr. Rahmat Susanto juga menyampaikan bahwa RSUD Raja Musa berusaha semaksimal mungkin untuk memberi pelayanan kepada para korban kecelakaan Speed Boat tersebut dengan mensiagakan 1 unit ambulance laut dan darat, serta tenaga medis yang ada di RSUD Raja Musa. (Arbain)




Speed Boat Terbalik Akibat Tertabrak Kayu, Puluhan Penumpang Dikabarkan Terkurung Didalamnya

ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Speed Boat tujuan Tembilahan -Tanjung Pinang yang dikabarkan agen dari SB. Evelyn Calisca mengalami kecelakaan tunggal di Perairan Sungai Tawar Guntung, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Kamis, (27/4/2023) sekitar pukul 13.40 Wib.

Dikabarkan dari beberapa informasi yang didapat awak media, bahwa Speed Boat yang membawa puluhan penumpang tersebut mengalami kecelakaan tunggal akibat tertabrak kayu saat melakukan perjalan dari Tembilahan menuju Tanjung Pinang.

Akibat dari peristiwa tersebut, puluhan penumpang dikabarkan terkurung didalam speed boat akibat posisinya yang tertelungkup atau terbalik akibat kecelakaan tersebut.

Sementara itu, pemilik SB. Evelyn Calisca, Ugi saat di hubungi arbindonesia.com mengaku belum mengetahui secara pasti apakah speed boat yang mengalami kecelakaan tersebut adalah milik SB. Evelyn Calisa.

“Saya baru dapat kabar juga, tapi saya belum bisa pastikan,” kata Ugi sembari menutup panggilan telepon awak media, Kamis (27/4/2023).

Hingga berita ini disiarkan, belum diketahui secara pasti berapa jumlah korban jiwa akibat insiden tersebut. Hingga saat ini, awak media masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian Polres Inhil terkait kecelakaan tersebut. (Arbain)