Kepala BPMPD Lantik Dua Pengurus Organisasi

PELANGGIRAN (www.detikriau.org)– Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Edy Syafwannur, Selasa (01/5) melantik Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Forum Posyandu dan Muslimat (FPM) nahdatul umat (NU) Kecamatan Pelanggiran.

Kepada organisasi yang dilantik tersebut diharapkan mampu memayungi para anggotanya dan dapat memggerakkan roda pembangunan di daerah itu. Kemudian, Kepala BPMPD Inhil, H Edy Syafwannur, meminta seluruh organisasi ini agar dapat membantu peran maupun tugas pemerintah dalam melaksanakan kegiatan pelayanan kepada masyarakat.

Khusus untuk Posyandu, diminta agar mampu membantu pemerintah dalam memberikan pelayan dibidang kesehatan, mendeteksi persoalan yang berkaitan dengan masalah kesehatan.

“Pada intinya, kehadiran  organisasi diharapkan benar-benar mampu memberikan kontribusi kepada daerah ini. Terutama yang berkaitan dengan aturan dasar/ rumah tangga (AD/RT) maupun tugas dan peran organisai itu sebenarnya,” ujar Edy.

Respek dan aktif dalam mendeteksi berbagai bertuk persolan itu merupakan salah satu peran  yang harus dilakukan organisai. Organisasi, dikataknya bukan merupakan sebuah wadah untuk mencari keuntungan sendiri, melainkan sebagai wadah untuk memperjuangkan hak dan anggota serta masyarakat sekitar.(fen)




RAMPUNGKAN PROYEK PASAR PAGI, PEMKAB INHIL ANGGARKAN DANA Rp. 500 jt LEBIH

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tidakrampungnya pengerjaan proyek pembangunan pasar pagi jalan Baharuddin Jusuf, Tembilahan  yang di danai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2011, Rp. 2,5 Milyar mengharuskan dana sebesar Rp. 400 juta lebih dikembalikan ke Pemerintah Pusat. Untuk penyelesaiannya, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir terpaksa membiayai melalui dana APBD Inhil anggaran tahun 2012 senilai Rp. 500 juta lebih.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kab. Inhil, Rudiansyah saat ditemui detikriau.org diruang kerjanya, Selasa (1/5).” Akibat pekerjaan tak selesai, tahun ini kita terpaksa harus melanjutkan pengerjaan dengan dana APBD sebesar Rp 500 juta lebih. Semua dokumen untuk proses pelelangan sudah diserahkan kepada pihak ULP sekitar awal bulan Maret lalu.”Ujar Rudiansyah.

Menurut Rudiansyah lagi, Kondisi seperti ini tentunya menjadi sesuatu yang cukup disesalkan. Ia menilai tidakrampungnya pengerjaan proyek ini lebih banyak disebabkan ketersediaan waktu yang tidak mencukupi.”Kita bersyukur untuk tahun ini ULP menyegerakan untuk melakukan proses pelelangan proyek. Tentunya kita berharap dengan disegerakannya proses lelang akan memberikan waktu yang cukup bagi rekanan pelaksana untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.”Kata Rudiansyah.

Dari pantauan lapangan, kini sejumlah pedagang yang selama ini berjualan di Pasar Pagi jalan Baharuddin Yusuf Tembilahan terus mempertanyakan kelanjutan pembangunan pasar tersebut. Bahkan, sebagian pedagang mengaku telah menyerahkan data kepada pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Inhil saat melakukan verifikasi terhadap pedagang sekitar bulan Oktober 2011 lalu.

Terkait jumlah kios dan los yang dibangun sebanyak 200 unit seperti yang disampaikan mantan Kadisperindag H Pahrolrozy beberapa waktu lalu , menurut Rudiansyah jumlahnya mungkin tidak sampai sebanyak itu. Namun ia belum dapat memastikan, karena selama menjabat Kadisperindag dua bulan terakhir dirinya belum pernah melihat data tersebut. Begitu juga dengan jumlah pedagang yang sudah diverifikasi oleh Kadisperindag lama yang jumlahnya sekitar 139 orang.

“Terkait berapa jumlah pedagang yang telah diverifikasi, sampai saat ini saya belum tahu, karena datanya belum saya lihat. Apalagi yang katanya jumlah kios dan los mencapai 200 unit, saya rasa tak sebanyak itu lah, tapi nanti akan saya cek lagi dan berkoordinasi dengan Kadisperidag lama,” paparnya.

Ujang, salah seorang pedagang yang salaam ini berjualan di Pasar Pagi mengaku kecewa dengan janji Pemkab yang katanya akhir tahun 2011 pembangunan pasar akan selesai, sehingga awal tahun 2012 pasar tersebut sudah dapat digunakan pedagang untuk kembali beraktifitas. Namun kenyataannya hingga saat ini kondisi bangunan pasar masih terbengkalai.

“Katanya, akhir tahun 2011 lalu pembangunan pasar sudah selesai, tapi sampai saat ini belum bisa difungsikan karena pekerjaan masih banyak yang belum selesai. Kita berharap persoalan ini dapat secepatnya diatasi sehingga para pedagang yang dulunya berjualan di Pasar Pagi itu dapat kembali beraktifitas,” kata Ujang. (Fsl/NL)




PASOKAN LISTRIK KERAP PUTUS, KONSUMEN KRITIK KINERJA PLN.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Putusnya pasokan listrik secara mendadak dan berulang-ulang di sebagian besar kota Tembilahan beberapa waktu belakangan ini semakin menimbulkan kekecewaan pelanggan. Perubahan status dari Ranting menjadi Rayon diiringi dengan pergantian pimpinan, pada awalnya memberikan harapan besar akan adanya perubahan pelayanan kearah yang lebih positif. Namun harapan itu tampaknya hanya sebatas harapan, kinerja yang dipertontonkan PLN yang kini berstatus Rayon kembali membuat pelanggan menelan rasa kekecewaan.

 

Dari pantauan, sudah hampir beberapa minggu belakangan ini pasokan listrik memang kerap terputus secara mendadak. Sabtu (28/4) dilanjutkan minggu (29/4) dengan alasan pekerjaan penyambungan PLTD sewa kapasitas 2 MW disusul dengan ‘katanya’ perbaikaan feder sungai salak dan beberapa gardu di kota Tembilahan, PLN kembali memberlakukan giliran pemadaman mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 Wib.

 

Celakanya, diluar batasan waktu giliran pemadaman yang diberlakukan, malamharinya, minggu (29/4), putusnya pasokan listrik secara mendadak dan berulang-ulang masih kerap terjadi disebahagian besar kawasan kota Tembilahan. Kenyataan ini tentunya semakin menimbulkan rasa kekecewaan pelanggan.

 

Seorang pelanggan, Indra (30), warga Jalan M Yamin Tembilahan Hilir mengeluhkan karena disaat bersamaan di rumahnya sedang berlangsung aktifitas jual beli bahan makanan yang digiling menggukana alat penggiling listrik. “Mau bilang apa? Kami terpaksa menunggu listrik kembali menyala, sebab untuk memblender bahan-bahan makanan dan buah-buahan tidak bisa menggunakan gilingan manual, PLN kan bukan punya kita,” geram Indra saat di hampiri di tempat usahanya, Ahad (29/4), di Tembilahan.

 

Hal yang senada juga di katakan Wati (25), salah seorang warga Jalan Sungai Beringin Tembilahan. Listrik PLN kembali berulah setelah beberapa waktu lalu juga sempat beberapa kali terjadi pemadaman. “Sudah lama tidak mati lampu, sekarang PLN berulah lagi, kali ini membuat gerah,’’ ujar Wati.

 

Padahal, lanjut Wati, pihak PLN sebelumnya pernah mengatakan melalui media bahwa PLN Tembilahan mengalami surplus daya listrik sehingga tidak akan ada giliran pemadaman. Ia berharap pemadaman tidak berlanjut karena akan berdampak pada ekonomi masyarakat.

 

Ketika putusnya kembali pasokan listrik ini disampaikan www.detikriau.org melalui pesan singkat ke telepon selular milik Manajer PLN Rayon Tembilahan, Husnul, kembali berdalih bahwa terputusnya pasokan listrik akibat putusnya sekring di trafo akibat kondisi cuaca.” Untuk gangguan lokal sebaiknya hubungi langsung petugas di nomor 0768 22123. Mereka stand by 24 jam.”Tulis Husnul melalui pesan singkat. Ahad (29/4) malam.

 

Hanya saja, nomor pengaduan yang kata Husnul stand by 24 jam ini dihubungi berkali-kali tidak sekalipun mau menjawab. (fsl)




AKHIR APRIL PROGRES VENUE PON FUTSAL BARU CAPAI 25 PERSEN

Pihak Rekanan Masih Optimis Akan Capai Target

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sampai akhir april 2012, progress pembangunan Venue PON cabang Futsal di Tembilahan baru meencapai 25 persen. Meskipun begitu, kontraktor pelaksana PT.WIKA, M.Ikhsan Sabri  tetap optimis target pengerjaan dapat tercapai. Direncanakan agustus 2012 mendatang Venue Futsal sudah dapat dilakukan uji coba.

Dari pantauan, pembangunan Venue PON yang lokasinya berhampiran dengan komplek Stadiun Tembilahan ini terlihat para pekerja masih berkonsentrasi pada bagian konstruksi untuk pondasi.” Hingga akhir april ini, progress kita baru mencapai 25 persen. Untuk daerah rawa seperti Tembilahan, untuk membangun sebuah konstruksi besar memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pengerjaan pondasi mengingat kondisi tanah yang labil,” Jelas Manajer proyek, M.Ikhsan memberikan komfirmasi.

Diakuinya, pengerjaan Venue PON Futsal cukup menemui banyak kendala, seperti terbatasnya bahan material dikarenakan untuk mensuplay tidak bisa dilakukan secara sekaligus mengingat kondisi jalan di kota Tembilahan yang tidak sesuai dengan tonase material berat. Namun sekali lagi menyatakan sikap optimis pengerjaan akan dapat memenuhi target. “Kita perkirakan progress pekerjaan pada akhir bulan Mei mendatang dapat mencapi 60 persen, Juni 8- persen dan pada bulan juli kita yakin pekerjaan bisa mencapai 90 persen. Agustus, Venue PON Futsal ini sudah bisa dilakukan uji coba,” Jawabnya dengan sikap optimis. (Zo/dro)




10 Cabor Diperlombakan Pada O2SN Tingkat SD dan SMP Berjalan Lancar

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sepuluh cabang oelahraga (Cabor) diperlombakan dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tahun 2012 ini. Diperkirakan sebanyak 500 siswa/i akan memeriahkan iven tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Inhil, H Fauzar, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar dan Pendidikan Luar Biasa (Dikdas dan PLB) Disdik Inhil, Sarlan,  menyatakan kegiatan tersebut dibuka lansung oleh Kepala Dinas di halaman Kantor Dinas Pendidikan Inhil, jalan Veteran Tembilahan akhir pekan kemarin.

Untuk siswa/i SMP terdiri dari 300 orang, sedangkan SD terdiri dari 200 siswa dan siswi sederajat yang tersebar di 20 kecamatan se-Inhil. “Kegiatannya dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 28 s/d 29 April kemarin. Alhamdulilah semua berjalan dengan lancar,” ujar Sarlan kemarin

Ditambahkanya, digelarnya O2SN tingkat SD dan SMP ini dalam rangka proses pembinaan dini untuk melahirkan bibit-bibit unggul dari olahraga. dimana 02SN tingkat kabupaten ini merupakan seleksi 02SN untuk tingkat Provinsi Riau..selain itu, ajang ini juga merupakan wadah menumbuhkan semangat solidaritas dan sportifitas di kalangan pelajar khususnya mereka yang mempunyai kemampuan di bidang olahraga.

“Kita berkonsentrasi bidang pendidikan olahraga dan kemudian dilanjutkan dengan pembinaan oleh KONI dan Pengurus Cabang (Pengcab),” tandasnya.

Hanya saja saat ini, katanya perlu pengembangan dan pembinaan secara khusus sehingga potensi siswa pada segi olahraga menunjuuikan perubahan gerafik baik. Kedepan bisa menghjarumkan anama daerah dikancah-kancah yang jauh lebih tinggi dari pada saat sekarang ini.(fen)




April 2012, Tak Ditemukan DBD

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sampai akhir April 2012, tidak ditemukan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Meski demikian, tetap dihimbau bagi warga agar selalu menjaga  lingkungan.

DBD memang merupakan wabah dan momok yang menakutkan, sehingga tindakan pencegahan lebih baik dilakukan sebelum terlambat. Sebab, tak jarang penderitanya bisa selamat dari serangan penyakit yang mematikan tersebut.

“Kita tahu pencegahan lebih bagus dilakukan sebelum terlamabat,” kata Kepala Dinas Pendidikan Inhil Rasul Alim, sambil mengatakan tidak ditemukan kasus DBD pada April ini, Senin (30/4).

Tak hanya di musim hujan, kini demam berdarah bisa datang kapan saja, maka dari itu DBD masih menjadi penyakit penyebab kematian yang harus diwaspadai. Namun bisa dicegah dengan cara sederhana, seperti membersihakan tempat sampah, membuang genangan air dan menguras bak mandi.

“Memang biasanya, penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti ini sering terjadi pada musim hujan. Namun, seiring perubahan lingkungan dan siklus atau daur hidup nyamuk itu sendiri, penyakit mematikan ini dapat menyerang setiap saat tanpa mengenal musim,”ujarnya.

Kewaspadaan tetap harus ditingkatkan pada musim penghujan karena banyak terdapat genangan air yang bisa menjadi sarang nyamuk belang aedes aegypti sebagai biang penyebar DBD. Rasul juga mengatakan, penyakit demam berdarah merupakan penyakit infeksi yang terjadi di daerah-daerah tropis.

Hidup bersih dengan tidak membiarkan ada satu pun jentik nyamuk di rumah dan lingkungan sekitar merupakan upaya pencegahan terbaik, kata Rasul lagi. Bahkan pada dasarnya kasus DBD dapat ditanggulangi asalkan tidak terlambat mendapat pertolongan medis.

Sekedar mengingatkan, pada bulan sebelumnya Maret, memang ditemukan satu pasien DBD yang dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan. Di mana pasien ini berasal dari Sungai Piring, Kecamatan Batang Tuaka.(fen)