Nurmansyah: Hindari Membangun di Pinggir Sungai

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Camat Tanah Merah, Nurmansyah, menghimbau kepada warga agar tidak lagi membangun rumah dipinggir sungai, terutama kawasan yang rawan longsor. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya korban, baik materi maupun jiwa.

Camat merasa perlu mengingatkan warga sebagai langkah pencegahan terjadinya korban materi dan jiwa jika terjadi bencana logsor yang disebabkan abrasi. Sebab, daerah tersebut merupakan salah satu daerah rawan bahaya longsor dan pernah beberapa kali terjadi.

“Tentu kita tidak bosan-bosan untuk menghimbau kepada seluruh warga agar jangan membangun rumah dipinggir bantaran sungai khususnya tempat yang rawan terjadi longsor. Langkah ini kita ambil untuk antisipasi terjadinya korban, apalagi daerah ini sudah beberapa kali dihantam longsor,” himbaunya, kemarin.

Seperti musibah longsor yang terjadi di Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, beberapa hari lalu termasuk yang sebelumnya, tentu masih menyisakan trauma yang mendalam bagi para korban, meski tidak sempat menelan korban jiwa, namun kerugian materi bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Untuk itu, sekali lagi Nurmansyah menegaskan agar warga yang ingin membangun tempat tinggal dan usaha sebaiknya tidak di sekitar lokasi yang berbahaya. Dengan menghindari melakukan pembangunan di bantaran sungai, berarti berusaha menjauhi musibah.

“Dulu warga memang mengandalkan transportasi air. Sekarang, lalulintas darat sudah bisa diakses dengan lancar. Bahkan aksesnya sudah sampai kemana-mana,” tuturnya. (fen)




Rasyid :”Jika Ada Pengganti, Saya Siap Mundur Dari Ketua PERSIH”

“kalau PERSIH minim pretasi jangan ditanyakan sekarang, kenapa tidak dari dulu ketika masih menggunakan anggaran APBD yang dananya cukup besar?”

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Menanggapi tuntutan pencinta sepakbola Kabupaten Indragiri Hilir, terkait dengan keberadaan Club PERSIH yang dinilai sudah sangat minim akan prestasi. Ketua PERSIH Tembilahan M.Rasyid nyatakan siap untuk mengundurkan diri dari kepengurusan jika memang itu diminta dan jalan yang paling terbaik.

Penegasan yang dinilai mengejutkan tersebut disampaikan oleh M.Rasyid kepada wartawan, Kamis (9/5) saat ditemui diruang kerjanya. Ia menjelaskan keberadaan PERSIH yang dinahkodainya sekarang ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, terutama dalam soal sumber pendanaan.

Ia jelaskan bahwa sesuai dengan peraturan yang sudah diberlakukan bahwa PERSIH saat ini sudah tidak boleh lagi menggunakan anggaran APBD Kabupaten Inhil seperti tahun sebelumnya, agar Club PERSIH kesebelasan yang berjuluk Pasukan Harimau Rawa, kebanggaan Kota Tembilahan tetap eksis, kini dirinya bersama pengurus lainnya diakuinya  harus pontang-panting untuk memenuhi kebutuhan Club.

“Perlu diketahui, sejak adanya peraturan bahwa PERSIH tidak diperbolehkan menggunakan dana APBD Inhil, hingga saat ini keberadaan PERSIH sepersenpun sudah tidak pernah lagi mendapat bantuan atau menggunakan dana dari APBD Kabupaten Inhil dalam semua aktifitasnya” tegas M.Rasyid sambil mempersilahkan kalau tidak percaya boleh ditanyakan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Inhil apakah PERSIH menggunakan anggaran atau tidak.

Bahkan Rasyid juga menyampaikan seharusnya dengan posisi PERSIH yang hingga saat ini masih bisa terus tampil pada Liga Divisi Utama adalah hal yang luar biasa. Bayangkan saja, ditambahkan Rasyid, untuk memenuhi kebutuhan pemain PERSIH seperti makan dan minum dalam setiap bulannya tidak kurang dibutuhkan dana sebanyak Rp. 20 juta, belum lagi gaji pemain serta pertandingan keluar daerah yang juga tidak sedikit memerlukan biaya, katanya.

Maka dari itu, dengan kondisi yang ada sekarang seluruh pengurus PERSIH harus bisa kerja ekstra keras dalam hal pencarian dana supaya bisa bertahan untuk tetap berlaga di Divisi Utama. Harusnya, terutama bagi pecinta bola, kalau PERSIH minim pretasi jangan ditanyakan sekarang, kenapa tidak dari dulu ketika masih menggunakan anggaran APBD yang dananya cukup besar.

“Kalau masih ada yang menilai bahwa keberadaan PERSIH saat ini masih jauh dari harapan masyarakat, itulah kenyataannya. Maka kalau ada yang sudah siap untuk menggantikan posisi saya sebagai Ketua PERSIH, siapapun orangnya. Hari ini juga saya siap untuk mundur” sebut M.Rasyid dengan nada tinggi.(Ed/fsl)




Pasokan Listrik Kerap Terputus Mendadak. Pelanggan Keluhkan Kerusakan Peralatan Elektronik.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Terputusnya pasokan listrik secara mendadak dan berulang-ulang sudah semakin meresahkan warga. Menurut penuturan mereka, kondisi seperti ini menjadi penyebab  kerusakan beberapa peralatan elektronik. Mereka berharap PLN Rayon Tembilahan bersedia untuk bertanggungjawab.

“Dua minggu belakangan ini saja, TV satu-satunya dirumah saya sudah dua kali harus saya bawa untuk diperbaiki di tukang servis. Kerusakan yang tentunya harus menjadi tambahan pengeluaran biaya bagi saya ini terjadi akibat beberapa kali terputusnya pasokan listrik PLN secara mendadak.”Ujar Aam, seorang warga jalan kayujati, Parit X Tembilahan menyampaikan keluhan melalui sambungan telepon selular, Kamis (9/5)

Ditambahkan Aam, disamping kerusakan peralatan elektronik, bohlam lampu dirumahnya juga sudah beberapa kali rusak dan terpaksa harus diganti.” Sebagai pelanggan, saya dituntut PLN untuk melakukan pembayaran tepat waktu. Telat, resikonya saya pasti dikenakan denda.  Kalau kita dituntut untuk taat, seharusnya pihak PLN juga harus berlaku sama. Artinya, kerugian pelanggan yang diakibatkan PLN tentu harusnya juga dipertanggungjawabkan. Jangan maunya menang sendiri,”Kritik Aam.

Herman, seorang warga Tembilahan lainnya juga mengeluh, walaupun diakuinya belum ada peralatan elektroniknya yang rusak tapi putusnya pasokan listrik secara mendadak dan berulang-ulang ini diakuinya cukup membuat dirinya repot.” Memang belum ada peralatan elektronik saya yang rusak. Sejak sering terputusnya pasokan listrik secara mendadak ini, saya tidak mengoperasikan peralatan listrik saya seperti lemari pendingin secara maksimal. Artinya kalau sudah mulai listrik mati hidup, saya segera memutuskan secara total sambungan lemari pendingin dari listrik.” Ujarnya sambil menceritakan tindakan ini berdasarkan pengalamannya beberapa tahun lalu saat peristiwa yang sama sempat membuat lemari pendinginnya rusak.

Tidak beroperasionalnya lemari pendingin ini menurut Herman menyebabkan penghasilan dagangannya berkurang. “Untuk menambah pendapatan saya juga meletakkan minuman ke dalam lemari pendingin. Biasanya hasilnya lumayan untuk tambahan. Tapi sudah beberapa minggu ini kegiatan itu terpaksa tidak saya lakukan,” Ujar Herman.

Terkait persoalan ini, Kepala PLN Rayon Tembilahan, Husnul Yusmar saat dikomfirmasi wartawan melalui sambungan telepon selularnya menyatakan mati hidupnya listrik tidak akan menyebabkan peralatan rusak.”Setahu saya putusnya pasokan listrik secara mendadak tidak berapa berpengaruh pada peralatan elektronik terkeculai apabila terjadinya peningkatan daya listrik secara mendadak. Namun sepanjang kerusakan peralatan itu bisa dibuktikan disebabkan listrik PLN, ya kita akan perhatikan,” Ujar Husnul yang mengaku saat itu sedang berada dilapangan.

Ditambahkan Husnul, pada dasarnya pemadaman yang terjadi bukan dilakukan dengan sengaja, tetapi adanya kerusakan teknik pada jaringan penghubung dari sumber mesin pembangkit Listrik.

“Tidak ada unsur sengaja yang dilakukan oleh PLN untuk melakukan pemadaman, tetapi pemadaman terjadi akibat adanya gangguan jaringan serta kerusakan mesin tenaga pembangkit listrik yang ada” ujarnya.

Dari pantauan, putusnya pasokan listrik secara tiba-tiba ini sudah terjadi dalam beberapa minggu dan waktunyapun sudah tidak lagi bisa diduga. Dalam satu hari, terputusnya arus ini terjadi secara berulang-ulang. Disamping membuat repot masyarakat, aktifitas perkantoran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakatpun tidak dapat berjalan secara maksimal. (fsl)




KADISBUDPAR: FESTIVAL BUJANG DARA, LESTARIKAN BUDAYA DAERAH

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Indragiri Hilir (Kab. Inhil), Muchtar T menyatakan bahwa kegiatan pemilihan Bujang dan Dara Bukan Hanya sekedar ajang Festival tetapi lebih dimaksudkan untuk mempertahankan budaya-budaya daerah, khususnya budaya daerah bumi melayu agar tetap dapat terpelihara dan terjaga dengan baik di masyarakat.

“Dengan tetap terjaganya budaya daerah, kita berharap hal ini dapat membendung masuknya budaya luar yang cenderung tidak sesuai dengan adat ketimuran. Melalui ajang festival bujang dan dara ini kita berupaya untuk menanamkan budaya-budaya lokal agar dapat tertanam dan terjaga dihati masyarakat yang tentunya dimulai sejak usia dini,”Ujar Muchtar T saat dimintai komfirmasi oleh wartawan disela-sela kegiatan Festival Pemilihan Bujang dan Dara bertempat di Gedung Puri Cendana Hotel Telaga Puri Jalan Lingkar Tembilahan, Kamis (10/10).

Dalam kesempatan itu, Muchtar T juga memberikan apresiasi positif kepada Dewan Kesenian dengan terselenggaranya kegiatan ini dan sekaligus ia juga memberikan apresiasi kepada masyarakat terutama orang tua.” Dari tahun ketahun kegiatan serupa ini semakin dibanjiri oleh peserta dan tentunya ini tidak terlepas dari dorongan para orang tua. Dalam ajang pemilihan bujang dan dara tahun ini,kita tidak hanya menampilkan dari segi pakaian tetapi akan kita tingkatkan ke wawasan dan kemampuan lain, seperti kemampuan menari,menyanyi dan lainnya. Untuk anak-anak, nanti kita juga akan bawa untuk berkunjung ke beberapa Dinas yang utamanya ditujukan untuk melatih mental mereka dan tentunya juga untuk memberikan tambahan wawasan mereka terhadap daerah Inhil.” Tambah Muchtar.

Ketua Dewan Kesenian Rakyat (DKR) Kabupaten Indragiri Hilir, H. Syamsurizal Awi berharap pada festival Bujang dan Dara tahun ini terutama untuk tingkat Dewasa dapat lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.”Mereka yang nantinya terpilih sebagai Duta Inhil diajang Festival Bujang dan Dara ke tingkat Provinsi di Pekanbaru, sebelum diberangkatkan akan kita berikan pembekalan terutama dari sisi pembekalan wawasan dan bahasa. Intinya, apa yang akan dijadikan penilaian dalam ajang Bujang dan Dara di Tingkat Provinsi, Duta kita akan kita berikan pembekalan dengan lebih baik terlebih dahulu.”Ujar Mantan Asisten III Setdakab Inhil yang kini sudah dalam masa pensiun ini mengakhiri.

Festival Pemilihan Bujang dan Dara Sri Gemilang 2012 ini dibagi dalam tiga kategori, yakni Anak-Anak, Remaja dan Dewasa dengan masing-masing jumlah peserta sebanyak 140, 94 dan 90 peserta. Malam Final akan dilaksanakan pada tanggal 12/5/2012 bertempat di Puri Cendana Hotel Telaga Puri Tembilahan. (fsl)




6 Rumah 5 Kios dan 1 Pelabuhan Terjun Kelaut, 45 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Lonsor

TANAH MERAH (www.detikriau.org)– Enam unit rumah warga RT 01/ RW 01, Jalan Yosudarso Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan TanahMerah, terjun ke laut akibat bencana longsor yang terjadi Rabu (9/5) sekitar pukul 11.00 WIB. Akibatnya, 45 jiwa harus kehilangan tempat tinggal.

Peristiwa tanah longsor tersebut terjadi akibat abrasi patai. Total kerugian akibat musibah tersebut diperkirakan sekitar Rp 300 juta. Namun bersyukur musibah ini tidak menimbulkan korban jiwa, dikarenakan warga telah mengetahui bahwa akan terjadi bahaya longsor. Sebab, terdapat tanda-tanda seperti keretakan permukaan tanah dan banyak rumah-rumah yang goyang.

Camat Tanah Merah, Nurmansyah, saat dikomfirmasi detikriau.org, terkait musibah tanah longsor itu, membenarkan. Menurutnya, tidak terdapat korban jiwa, sebab sebelum terjadinya musibah, warga sudah meihat tanda-tanda akan terjadi bencana longsor, sehingga warga berhasil mengugsikan barang-barang berharga.

“Benar telah terjadi bencana longsor, namun tidak sampai menelan korban jiwa. Sebelum kejadian warga sudah mengamankan barang-barang serta benda berharganya ke ruamh-rumah tetangga dan sanak famili terdekat,” sebut Nurmansyah.

Laporan terjadinya musibah tanah longsor itu, lanjut Nurmansyah, merupakan laporan sementara. Sebab, petugas masih mengumpulkan  data-data dilapangan. ”Berdasarakan data sementara yang kita terima, ada 3 unit rumah yang terjun ke sungai, sedangkan 3 unit lainnya  terpaksa dibongkar, karena sudah nyaris terjatuh pula,” tandasnya.

Adapun nama-nama korban adalah, Nurdin, Acai dan H Nandi. Rumah  yang dibongkar yakni rumah milik Robert, Yadi, dan H Ratini. Selain 6 unit rumah yang terkena musibah longsor, terdapat juga didalamnya 5 kios dan 1 pasar ikan, serta 1 unit pelabuhan rakyat. Setidaknya musibah tersebut membuat 45 jiwa kehilangan tempat tinggal.

Menurut salah seorang masyarakat Kuala Enok, Asmi Achil’b, daerah aliran sungai tepi laut pasar Kuala Enok memang merupakan daerah rawan longsor. Setikdaknya tempat itu, memang kerab menjadi langganan bencana tanah longsor.

“Lokasi itu memang kerab terjadi longsor. Saya rasa musibah kali ini, lanjutan dari musibah yang pernah terjadi beberapa waktu lalu,”katanya.

Sebelumnya, November 2011 silam musibah serupa juga pernah terjadi, seanyak 6 unit rumah ambruk kelaut dan 4 unit dirusak. 36 jiwa kehilangan tempat tinggal(Am)




Steven FC Tembilahan Juarai Turnamen Benteng CUP

SUNGAI BATANG (www.detikriau.org)-  – Tim futsal Steven FC Tembilahan, berhasil meraih juara pertama turnamen futsal Benteng CUP 2012 yang diikuti oleh 50 klub baik dari Indragiri Hilir Bagian Selatan maupun Kota Tembilahan dan sekitarnya. Acara tahunan warga tersebut resmi di tutup Ketua Pembina futsal Inhil, H. Edy Syafwannur, yang sekaligus memyerahkan uang pembinaan, Rabu (9/5).

Dalam sambutanya, bang Iwan, sapaan akrab Edy Syafwannur, menyampaikan apresiasinya kepada para panitia penyelenggara kegiatan dan segenap masyarakat Benteng, karena telah sukses menggelar kegiatan positif. Ajang itu menurutnya, selain sebagai wadah peyaluran bakat, juga merupakan wadah pembinaan bagi dunia olehraga.

“Ini merupakan kreatifitas positif masyarakat untuk menjalin silaturahmi antar sesama. Saya berharap kedepan, kegiatan ini terus dilaksanakan, agar bibit-bibit futsal masa depan Inhil semakin bertabur,” Ujarnya.

Dalam turnamen yang berlangsung damai dan lancar itu, Edy Syafwannur sebutkan hal demikian agar dapat terus ditingkatkan. Karena turnamen itu harus dapat memberi contoh bagi generasi muda yang ingin berlomba, yakni dengan mengutamakan sportifitas.

“Kedepan semua kecamatan selayaknya memiliki sarana olahraga futsal yang memadai dalam rangka memberikan pembinaan olahraga khususnya cabang futsal,” cetus Iwan.

Tujuan lain dalam berolahraga, lanjutnya, juga dapat menjaga kebugaran tubuh. Dengan berolahraga yang rutin, setidaknya sudah menjauhkan diri dari bermacam kegiatan negatif yang dapat merusak jiwa dan mental, seperti mabuk dan penyalahgunaan obat-obatan. “Kalau kita disibukan dengan olahraga, badan menjadi sehat dan pikiranpun insyaallah akan selalu positif” sebutnya.(fen)