Juli, Pemeriksaan Kesehatan JCH Dibagi Dua Tahap

TEMBILAHAN  (www.detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Rasul Alim, mengatakan Juli 2012 mendatang sebanyak 800 Jemaah Calon Haji (JCH) akan menjalani pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan akan dibagi menjadi dua tahap, Rasul berharap JCH harus benar-benar sehat fisik dan mental, agar dalam pelaksanaanya nanti semua dapat berjalan dengan lancar.

Untuk tahap pertama, pemeriksaaan kesehatan dilakukan di setiap puskesmas di wilayah Kecamatan dimana para JCH tersebut berada. Kemudian untuk tahap selanjutnya, JCH menjalani pemeriksaan kesehatan (regionalisasikan, red) di beberapa rumah sakit yang nantinya akan di tunjuk.

“Langkah ini kita ambil guna mengefektifkan waktu. Sehingga nantinya tidak ada jamaah yang dites secara terpusat. Dan pemeriksaan tahap ke dua akan di lakukan di rumah sakit, bisa di Rumah Sakit  Guntung, Rumah Sakit Pulau Kijang ataupun Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan,”ujar Rasul kemarin

Lanjutnya, pemeriksanaan kesehatan JCH terdiri dari beberapa item yakni pemeriksaan darah, konsultasi kesehatan dokter, pemberian obat, serta pemberian vaksin anti meningitis dan anti influensa.

Untuk keperluan tersebut, Diskes sudah mempersiapakan 4 Dokter Umum dan beberapa dokter spesialis serta tenaga medis lainya. “Kalau Dokter Spesialis tentu kita sesuaikan dengan hasil pemeriksaan tahap awal yang dilakukan oleh Dokter Umum,”jelasnya.

Pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan rangkaian yang meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang medis, dan penetapan diagnosis serta pelaksanaan pembinaan sampai dengan JCH siap diberangkatakan ke Tanah Suci dengan kondisi sehat. Selain itu, Diskes juga melakukan pengawasan seperti pendampingan pada Saat JCH memerlukan bantuan obat dan pendamping.

“Itu untuk kategori pendamping, sedangkan kategori tunda, JCH bisa dikatakan tidak layak diberangkatkan, atau bisa dikatakan penundaan keberangkatan,”imbuhnya.(fen)




MPI: KESUSAHAN PETANI KELAPA JANGAN DIJADIKAN AJANG DONGKRAK POPULARITAS

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Aktifis Masyarakat Peduli Inhil (MPI) meminta agar persoalan anjloknya harga kelapa tidak digiring ke ranah kepentingan politik. Menurutnya, keterpurukan harga komoditas utama perkebunan di Inhil ini bukan ajang untuk mencari popularitas.

“Persoalan kelapa bukanlah persoalan yang bisa dipandang sebelah mata. Sektor perkebunan yang dulunya sempat menjadi primadona masyarakat Inhil ini masih sangat berpengaruh besar terhadap perekonomian masyarakat. Oleh karenanya, perhatian serius melalui kerja nyata tidak bisa untuk ditawar-tawar lagi.” Ungkap Zakiyun  didampingi Aktifis MPI lainnya, Tengku Suhandri saat menyambangi detikriau.org, Ahad (27/5).

Zakiyun juga berpendapat, dengan kembali mencuatnya berbagai pemberitaan akan anjloknya harga kelapa dibeberapa media yang juga diiringi dengan munculnya pejuang-pejuang baru mengatasnamakan kepedulian penderitaan petani kelapa tentunya akan memberikan sesuatu yang positif, dengan catatan, lontaran-lontaran kalimat tegas yang diucapkan didepan publik bukan hanya sekedar untuk mendongkrak popularitas diri.

“Saya tidak perlulah untuk negative thingking,  mudah-mudahan saja kalimat tegas yang katanya bahkan siap untuk melepaskan jabatan sebagai anggota Dewan jika persoalan harga kelapa tidak terselesaikan itu adalah kalimat  tulus yang muncul dari hati yang paling dalam. Intinya jangan bertopeng dibalik kesusahan masyarakat. Tentunya sangatlah na’if jika penderitaan saudara-saudara kita dipolitisir hanya demi kepentingan pribadi maupun kelompok.” Harapnya.(fsl)




HAMPARAN PERKEBUNAN KELAPA TERLUAS DI DUNIA TERANCAM MUSNAH

TEMBILAHAN (ww.detikriau.org) – Perkebunan kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir merupakan perkebunan kelapa terluas di indonesia sekaligus merupakan hamparan perkebunan kelapa terluas di dunia. Dari luasan areal perkebun lebih kurang 461.310 Hektar, Sebanyak 387.552 Hektar perkebunan kelapa dimiliki oleh masyarakat. Sayangnya, sumber utama penghasilan 120.188 KK atau lebih kurang 400 ribuan dari 700 ribuan penduduk Inhil ini semakin hari semakin tidak memberikan hasil memuaskan. Rusaknya areal perkebunan ditambah terus merosotnya nilai jual produk perkebunan primadona masyarakat inhil ini semakin membuat sektor perkebunan kelapa kehilangan daya tarik dan cenderung akan ditinggalkan.

Berdasarkan pengamatan lapangan detikriau.org, belakangan ini harga jual per ton kelapa kopra rakyat terus mengalami penurunan. Kini, harga jual kopra ditingkat petani hanya dihargai senilai Rp. 1,6 juta per ton. Berdasarkan informasi petani, 1 Ha lahan perkebunan hanya akan memberikan hasil lebih kurang 400 Kg kopra.

Dari lebih kurang 400 ribuan penduduk menyandarkan hidup di sektor perkebunan kelapa, dengan total luasan areal perkebunan sebanyak 387.552 Hektar yang dimiliki masyarakat memberikan arti bahwa perjiwa petani kelapa Inhil hanya memililki areal perkebunan seluas 0.96 hektar.

Jika 1 Ha kebun kelapa hanya mampu menghasilkan lebih kurang sebanyak 400 Kg kopra berarti dalam 1 Hektar dengan harga jual Rp. 1,6 jt per ton kopra hanya mampu memberikan penghasilan sebesar Rp. 640.000 atau Rp. 213.333 per bulannya. (masa panen kelapa per 3 bulan. Red). Sementara berdasarkan data dari Disnakertrans Inhil, Standar Kebutuhan Hidup Minimum di Kabupaten Inhil tahun 2012 adalah sebesar Rp. 1.250.000. Dengan penghasil yang mampu diperoleh jauh dari memenuhi standar hidup minimum ini, sudah dapat dipastikan sektor perkebunan kelapa lambat laun akan semakin ditinggalkan.

Diperlukan Perhatian Serius Dari Pemerintah Kabupaten Untuk Segera Menyikapi.

Apapun alasannya, tugas utama pemerintah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dengan tugas pokok ini, pemerintah harus mengakomodir seluruh kepentingan masyarakat, dikelola dalam bentuk suatu program dan ditujuan untuk mencapai kesejahteraan itu sendiri.

Dari 700 ribuan penduduk Inhil dengan 400 ribuan menyandarkan sumber penghidupan di sektor perkebunan kelapa, tentunya persoalan apapun yang akan memberikan efek pada sektor perkebunan ini, pemerintah harus dan wajib untuk serius menyikapi. Gagal, akan berdampak terganggunya sumber mata pencaharian dari lebih kurang 60 persen penduduk inhil yang akan berimbas pada merosotnya tingkat kesejahteraan masyarakat yang menjadi tujuan akhir. (fsl)

Sumber Data: (profil kab. Inhil / inhilkab.go.id), (dampak pengembangan perkebunan kelapa rakyat terhadap kemiskinan dan perekonomian di Inhil, deptan.go.id)




Santri Diharapkan Dapat Menjadi Figur Yang Bertaqwa

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebanyak 122 orang santri dari Pendidikan Diniyah Takmiliyah Awaliyah (PDTA), Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) dan Raudhatul Athfal (RA) (TK Islam) Al-Anshar Tembilahan Kabupaten Inhil, kemarin siang melaksanakan kegiatan khatam dan wisuda ke IX di Gedung puri cendana, hotel Telaga Puri Tembilahan.

Acara yang dihadiri ratusan santri dan wali murid tersebut turut juga dihadiri Bupati Inhil yang diwakili oleh Kasi Sosial (Kesra) Sekdakab Inhil, Muhammad Khadafi.

Dalam Sambutan Bupati yang dibacakan M.Khadafi, mengatakan bahwa penanaman nilai-nilai agama sejak usia diharapkan generasi penerus bangasa ini akan menjadi generasi yang bertaqwa.

“Kita berharap anak anak kita ini dari sekarang dapat membaca, memahami dan mengamalkan ajaran alquran, karena generasi penerus ini yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa, pemikir dan seniman yang dapat merubah dunia dengan kemampuan mereka masing masing sehingga bila dibekali dengan ilmu agama akan dapat menciptakan kehidupan yang lebih baik lagi kelak,” ujarnya.

Sementara itu, Drs Muhammad Shaleh selaku Kepala Sekolah menjelaskan bahwa seluruh peserta wisuda telah mampu mengenal bahasa arab serta hapal ayat-ayat pendek dan doa sehari-hari.

“Kita membekali para murid dengan hapalan ayat-ayat pendek dan bacaan alquran sehari-hari serta sekaligus bahasa arab,” ungkapnya.

Kegiatan yang rutin dilakukan sekali setahun ini dimulai dengan pawai ta’aruf pada hari sebelumnya, dan dibandingkan tahun lalu peserta didik tahun ini lebih banyak dan bertambah dari tahun ketahun.(fsl)




Hanya Dua Siswa Dinyatakan Tidak Lulus

TEMBILAHAN (www.detikriau) – Tingkat kelulusan peserta UN tingkat SMA sederajat tahun ajaran 2011-2012 yang mencapai 99,9 persen patut untuk dibanggakan. Dari 6000-an peserta UN hanya 2 siswa yang dinyatakan tidak lulus.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil),  H M Fuazar, Ahad (27/5).  “Alhamdulillah, pengumuman kelulusan pada setiap sekolah di Kabupaten Inhil, khususnya di Tembilahan, berlangsung kondusif sesuai dengan yang diharapkan, meskipun ada siswa yang tidak lulus,” kata Fauzar.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Inhil ini mengharapkan kepada  siswa yang tidak lulus  dapat  mengulang kembali pendidikannya  hingga selesai. “Kita berharap bagi siswa yang tidak lulus agar tidak patah semangat. Anggaplah kegagalan hari ini sebagai keberhasilan yang tertunda. Tetap giat, semangat, tekun dan pantang menyerah harus dijadikan pedoman” imbuhnya.

Kedua siswa yang tidak lulus terdata berasal dari siswa jurusan IPA SMA PGRI Tembilahan dikarenakan karena sesuatu hal memang tidak mengikuti pelaksanaan UN.(fsl)




KONVOI PELAJAR BERLANGSUNG HINGGA MALAM

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Meski matahari telah terbenam, luapan kegembiraan pelajar SMU di kota Tembilahan belum berakhir. Hingga hari menunjukkan pukul 21.30 Wib, Sabtu, (26/5)  Masih terlihat konvoi puluhan kendaraan roda dua muda-mudi berpakaian seragam abu-abu dengan penuh coretan.

Pantauan detikriau.org, sejak siang hingga malam, para pelajar masih terlihat melakukan aksi konvoi dan corat-coret seragam sekolah mereka. Para pelajar ini konvoi dengan menggunakan kendaraan roda dua  di sejumlah jalan di kota Tembilahan.

Meski sebelumnya Kemendikbud telah menghimbau agar siswa yang lulus tidak melakukan konvoi, ternyata tidak smua pelajar mengindahkan. Walaupun sejak siang   personil kepolisian terlihat berjaga-jaga hampir disemua persimpangan jalan. Aksi kompoi ratusan pelajar tidak dapat terbendung.

“Setiap tahun kompoi seperti ini seperti sudah menjadi tradisi. Kita-kita hanya mengikuti kebiasaan turun temurun ini. Ya paling tidak kesempatan seperti ini akan memberikan kenangan tersendiri dibenak kami.”Ungkap Yadi seorang pelajar yang sempat dimintai komfirmasioleh detikriau.org. Sabtu malam (26/5). (Am)