RSUD PH Peringati Israq Miraj

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan, mengelar peringatan Israq Miraj Nabi Muhammad SAW, Jumat (1/5)

Dalam ceramah tausiahnya Al Ustad Nawawi, menyampaikan bahwa dari sekian banyak, salah satu tindak tanduk Rasul yang harus dicontoh adalah mendirikan Sholat Lima waktu dalam satu hari satu malam. Karena Sholat, sesungguhnya merupakan salah satu ibadah wajib umat Islam yang tidak boleh ditinggalkan.

“Sholat dapat mencegah prebuatan keji dan mungkar,” pesanya.

Al Ustad, juga menyelingi ceramahnya itu dengan canda dan guyonan-guyonan ringan, sehingga membuat petugas medis yang menghadiri kegiatan  tersebut merasa terhibur.

“Agar selamat dunia dan akhirat, serta tidak mejadi umat yang gila maka tunaikanlah Sholat lima waktu sebagai mana yang telah dijalankan Nabi Muhammad semasa menjadi kekasih Allah dimuka bumi ini.”  Ujarnya.

Sekitar satu jam menyampaikan tausiah agama, Al Ustad, mengahirinya dengan menuntun karyawan untuk melantunkan Shalawat Nabi, karena shalawat dikataknya sebagai bentuk umat telah mengingat Nabi Muhammad.

Semantara itu Ketua panitia pelaksana, H. Anwar, menyebutkan kegiatan itu merupakan agenda rutin yang dilakukan pihaknya setiap tahun. Demikian juga dengan hari-hari besar Islam lainnya.

“Ini acara rutin yang kita laksanakan. Sehingga seluruh staff diharapkan partisipasinya untuk mensukseskan peringatan Israq Miraj,” katanya. (fen)




Pertengahan Juni 2012, e-KTP Baru Bisa Dijalankan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Paling cepat, diperkirakan pertengahan Juni 2012 mendatang, program e-KTP di Kabupaten Indragiri HIlir (Inhil) baru bisa di jalankan. Hal itu, disebabkan, karena terjadi keterlambatan selama empat bulan pengiriman alat rekam identitas oleh Pemerintah Pusat.

Sejauh ini menurut Kepala  Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H Dianto Mampanini, dari 40 unit alat rekam e-KTP yang telah tiba hanya diperuntukan untuk daerah dan Kecamatan. Sedangkan untuk keprluan Dinas sendiri belum memiliki peralatan.

Agar program tersebut tetap berjalan sesuai harapan, tanggal 5 Juni mendatang Disdukcapil akan menggelar rapat koordinasi (Rakor) untuk mengetahui sejauhmana persiapan mengenai program itu telah dilakukan. Dianto nyatakan tidak ingin dikarenakan keterlamabatan pemerintah pusat ini malah nantinya Pemkab Inhil yang dinilai telah lamban untuk menjalankan program e-KTP.

“Selama ini kita selalu berteriak kepada Pusat bahwa peralatan belum datang. Nah setelah alat itu datang, maka kita lagi yang dituntut untuk menjalankannya,” sebutnya Jum’at (1/6).

Maka dari itu, dia berharap melalui rakor mendatang pihaknya lebih dapat mengetahui sejauh mana kesiapan untuk menjalankan program itu. Demikian juga jika bercerita mengenai kesiapan tenaga operator, dikatakan Dianto, pihaknya sudah melakukan perekrutan tenaga tersebut.

“Kalau hanya mengandalkan Pusat mungkin sedikit sulit. Makanya Pemkab Inhi, menjalankan program jemput bola, yakni pengadaan alat-alat rekam e-KTP yang sipatnya bergerak,” jelanya.

Untuk kebutuhan tenaga oprator, Dianto nyatakan instansinya telah merekrut sebanyak 80 orang untuk mengoperasikan alat yang tidak bergerak dan 24 orang oprator untuk mengoprasikan peralatan yang bergerak. Semuanya sudah dilakukan pengetesan, sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan.

“Pada tanggal 8 dan 9 Juni, tim dari kompersium peralatan akan melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) untuk para tenaga oprator tersebut. Mereka akan mendapatkan pelatihan selama dua  hari, terkait bagaimana cara mengoperasikan peralatan itu. Agar saat melakukan pendataan tidak terdapat masalah,” tukasnya.

Demikian juga jika berbicara masalah target, karena sudah terjadi keterlambatan pengiriman alat rekam, maka dikawatirkan secara persentase sesuai ketentuan pemerintah pusat pelaksanaan e-KTP akan terrjadi keterlambatan. Dengan keterlambatan selama lebih kurang empat bulan itu, kalau dikerjakan seharusnya sudah mampu  menyelesaikan 200 ribu wajib KTP.

“Artinya dengan sisa waktu yang ada dari Juni 2012 sampai Oktober 2012, ditambah lagi dengan kondisi geografis Inhil yang cukup berat. Maka pelaksanaanya juga akan molor, apalagi memasuki bulan puasa,” imbuhnya, sambil mengatakan pihaknya tetap bekerja maksimal agar beberapa kendala tersebut dapat diatasi.(fen)




WUJUDKAN REVITALISASI,POLRI WAJIB PENUHI HARAPAN DAN TUNTUTAN MASYARAKAT

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, S.Ik M.Si, beramanat agar seluruh jajaran personil Polres Indragiri Hilir untuk dapat menghindari sikap dan perilaku arogan, kekerasan, pelanggaran HAM serta tidak mudah terpancing terhadap situasi nasional yang sedang dihadapi. Hal ini menurutnya demi terwujudnya revitalisasi Polri.

Amanat ini disampaikan Kapolres Inhil dalam apel gelar pasukan operasi simpatik 2012 di halaman kantor Mapolres Inhil, jum’at (1/6).

“Dalam menjalankan tugas, polisi selalu dihadapkan kepada berbagai aspek kehidupan bermasyarakat. dimana hal itu akan mempengaruhi perkembangan lingkungan strategis baik ditingkat daerah maupun nasional. oleh karenanya, polri dituntut untuk peka dan responsif terhadap perkembangan sekelilingnya, khususnya yang berpotensi mengganggu stabilitas kamtibmas.”Ujar Kapolres.

Untuk itu, diamanatkan Kapolres Inhil lebih jauh, polisi diharapkan meningkatkan kinerja serta dinamika sehingga dapat melaksanakan tugas pemeliharaan kamtibmas, penegakan hukum, serta pelindung, pengayom dan pelayanan masyarakat secara lebih profesional, bermoral, modern dan berorientasi pada kepentingan masyarakat serta memenuhi harapan dan tuntutan masyarakat.

Menyikapi semakin maraknya unjuk rasa secara anarkis dengan sasaran  kepada polri yang sedang bertugas.  Kapolres juga beramanat kepada seluruh personel yang sedang bertugas melakukan pengamanan, khususnya pengamanan pengunjuk rasa agar tetap berpedoman kepada tupoksi serta bertindak sesuai SOP yang telah ditetapkan guna menghindari jatuhnya korban baik dari polri ataupun dari pengunjuk rasa.

Kapolres juga meminta agar berbagai potensi gangguan dan tantangan tersebut dapat dieliminir sedini mungkin sehingga tidak sampai menimbulkan ganggunan stabilitas kamtibmas.

“Saya mengharapkan jajaran polres inhil agar mampu memainkan perannya secara lebih profesional dan proporsional guna merealisaikan hal tersebut serta selalu waspada dalam rangka mencegah secara dini dan menghindari terjadinya korban sia-sia serta keresahan masyarakat yang meluas” Pesan Kapolres mengakhiri. (fsl)




JAGO MERAH MENGAMUK, TELAN DUA JIWA

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Amukan sijago merah kembali terjadi. Puluhan perumahan warga di Gang VII Jalan H. Arief Kecamatan Tembilahan Hulu ludes terbakar. 1 korban jiwa hangus dan 1 orang lainnya meninggal yang diduga terkena serangan jantung. (31/5).

“saya tidak tau darimana asal mula api. Saat itu, sekira pukul 11. 35 Wib saya sedang istirahat dirumah. Tiba-tiba saja saya mendengar suara ribut-ribut dan teriakan api. Begitu saya keluar, api sudah membesar. Menurut pengakuan beberapa orang warga, api berasal dari perumahan dipinggiran bantaran sungai Indragiri,” Ujar Ketua RT. 01 RW 03 Kecamatan Tembilahan Hulu, Makmur memberikan keterangan.

Akibat kebakaran ini, dua jiwa menjadi korban.  Aisyah (70) tewas terpanggang di dalam rumah kediamannya. Menurut pengakuan sang cucu, Ida (30). Ia tidak sempat lagi mengeluarkan neneknya karena api sudah sangat besar.”karena sibuk menyelamatkan kedua orang anak saya, saya tidak ingat lagi nenek saya masih di dalam rumah. Begitu menyadari, api sudah membesar. Saat itu saya hanya bisa berteriak-teriak meminta bantuan warga lainnya,”Cerita Ida dengan air mata terus menetes dari kedua pipinya.

Seorang warga lainnya, H. Samsuni (70) juga menghembuskan nafas terakhir dalam peristiwa kebakaran kali ini. Namun berdasarkan penjelasan warga. H. Samsuni tidak terpanggang api.”Waktu kejadian korban masih berada di dalam rumah. Saat kita minta keluar, ia menolak dan akhirnya dengan terpaksa digotong dan dilarikan warga ke halaman Mushola,” Ujar Idik seorang warga setempat memberikan keterangan.

Ditambahkan Idik. Sesampainya di pelataran Mushola, H. Samsuni kemudian duduk. Namun tidak berapa lama terlihat nafasnya menjadi sesak dankemudian di bawa warga ke dalam mushola untuk dibaringkan. Kita duga di dalam mushola itulah H. Samsuni sudah menghembuskan nafas terakhirnya. Kedua korban malam itu juga dilarikan ke Rumah Sakit Puri Husada Tembilahan untuk dilakukan otopsi.

Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui darimana asal dan penyebab api serta besarnya kerugian. Dari data, 16 Rumah Ludes terbakar dan 3 dibongkar.  19 KK dengan 91 jiwa kehilangan tempat tinggal. (Am)




MESKI PERALATAN TERLAMBAT, DISDUKCAPIL INHIL KOMIT KEJAR TARGET PENYELESAIAN e-KTP

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Indragiri Hilir (Kab. Inhil), H Dianto Mampanini sangat menyayangkan keterlambatan tibanya peralatan yang akan digunakan untuk pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP dari Pusat. Kondisi ini disebutkannya tentu akan berpengaruh pada kesuksesan program yang dicanangkan Pemerintah hingga oktober 2012 mendatang.

“Mengingat kondisi geografis daerah-daerah yang ada di Kabupaten kita sulit di jangkau, belum lagi dalam waktu dekat kita akan menghadapi bulan puasa, Keterlambatan ini tentu penerapannya dikhawatirkan tidak akan maksimal. Namun demikian, kita akan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk mensukseskan program e-KTP ini,” tutur H. Dianto kepada wartawan, Kamis (31/5).

Menurut Dianto, dengan kondisi geografis seperti Kab. Inhil, seharusnya lebih diprioritaskan untuk mendapatkan berbagai peralatan lebih dulu agar lebih matang dalam persiapan. Selain itu, ia juga berpendapat peralatan yang sangat cocok untuk pelaksanaan perekaman e-KTP di di Inhil adalah alat yang bisa dibawa kemana-mana atau Mobile Enrollment.

Peralatan perekam yang sudah diterima yakni berupa 40 set peralatan rekam. Dari jumlah tersebut setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Inhil akan mendapatkan 2 set peralatan pembuatan e-KTP, yang terdiri dari Komputer, Scanner, Printer, Pemindai sidik jari dan kamera digital.(fsl)




LP KELAS II A TEMBILAHAN OVER KAPASITAS

Juga Dibutuhkan Penambahan Sumur Bor

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dengan kapasitas daya tampung maksimal 350 orang narapidana (napi), kini lembaga pemasyarakatan (LP) Kelas II A Tembilahan harus dijejali sebanyak 485 napi. Kepala LP, Tommy K, akui sudah ajukan permohonan penambahan ruang tahanan kepada Kementrian Hukum dan Hak Azazi Manusia (Kemenkumham), karena keterbatasan anggaran, Lapas Kelas II A Tembilahan harus kembali bersabar.

“Saat ini hampir semua LP ditanah air mengalami over kapasitas, termasuk LP Kelas II A Tembilahan. Kita sudah ajukan kepada Kemenkumham, namun karena besarnya anggaran yang dibutuhkan oleh kementrian, tentunya harus dilakukan secara bertahap. Tahun 2012 ini dipastikan kita belum mendapatkan anggaran. Tapi mudah-mudahan di tahun 2013 nanti,” Jelas Kalapas memberikan komfirmasi kepada detikriau.org saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (31/5).

Ditambahkan Kalapas,  dari 485 napi terdapat 23 orang napi anak-anak dan 17 napi wanita. Kini LP kelas II A Tembilahan telah mengalami over kapasitas sebanyak 135 napi.

Disamping persoalan kurangnya ruang sel, Kalapas juga berharap kebutuhan air bersih bagi keperluan narapidana dapat terpenuhi. Dengan hanya memiliki sebuah sumur bor, dinilai kondisi ini masih jauh dari cukup.” Yang layaknya saya kira masih diperlukan penambahan 2 buah sumur bor lagi. Kita sedang usahakan untuk memenuhinya.” Ujar Kalapas mengakhiri. (fsl)