2 BULAN BERLALU, DISPERINDAG MASIH TUNGGU HASIL PEMERIKSAAN BPOM PUSAT.

Terkait Temuan Bahan Berbahaya di Pabrik Rumahan Produksi Tahu.

Tembilahan (www.detikriau.org) — Sudah berjalan kurang lebih selama 2 bulan. sejak ditemukannya bahan tahu berbahaya disebuah rumah produksi di jalan H. Said Tembilahan, Disperindag Inhil nyatakan penyelidikan masih menunggu hasil dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat.

Pernyataan ini disampaikan Kadisperindag Inhil, Rudiansyah saat dikomfirmasi wartawan melalui sambungan telepon selularnya, Kamis (21/6).”Masih dalam proses dan pihak kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari BPOM pusat,” Jawab Rudiansyah.

Ketika kembali dipertanyakan wartawan terkait beredarnya informasi bahwa saat ini pabrik tahu tersebut sudah kembali beroperasional, Rudiansyah membantah. “Tidak benar.yang jelas sampai hari ini mereka masih kita larang untuk melakukan produksi. Bagaimana kelanjutannya tentu menunggu apa hasil pemeriksaan BPOM. Tapi nanti saya coba panggil pihak-pihak terkait untuk membahas persoalan ini jikalau benar mereka tidak mengindahkan larangan tersebut.” Jelas Rudiansyah.

Sayangnya, Penyidik Pegawai Negri Sipil (PPNS), Azwar yang menangani persolan ini, sampai berita ini dirilis belum berhasil dikomfirmasi karena handphone miliknya dalam keadaan tidak aktif.(dro)




JCH INHIL DIVAKSIN SEBELUM RAMADHAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Calon jamaah Haji akan diberikan dua jenis Vaksin yakni vaksin meningitis dan Influenza. Kedua vaksin ini akan diberikan kepada JCH sebelum memasuki bulan Ramadhan mendatang.

“Berdasarkan ilmu kesehatan, vaksin-vaksin tersebut masa efeknya selama 3 tahun ke depan dan  bisa diberikan satu bulan menjelang massa keberangkatan.” Jelas Kepala Dinas Kesehatan, Rasul Alim, baru-baru ini kepada detikriau.org di Tembilahan.

Ditambahkan Rasul Alim, Kedua jenis vaksin tersebut sama pentingnya. Karena resiko penyebaran penyakit di tanah suci lebih tinggi, makanya untuk melakukan pencegahan, JCH diberikan vaksin. Selain itu, vaksin itu juga dapat bekerja untuk mengantisipasi gangguan kesehatan lain seperti demam dan sebagainya.

“Vaksin Meningitis, akan kita berikan kepada seluruh JCH yang akan berangkat secara gratis. Sedangkan, vaksin Influenza hanya diberikan kepada JCH yang meminta dan membutuhkannya saja, dan vaksin ini dikenakan biaya. Tidak ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi JCH untuk mendapatkan vaksin tersebut. Yang penting JCH masuk dalam daftar keberangkatan haji tahun 2012 ini.”jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Rasul juga menghimbau agar  para JCH selalu menjaga kesehatan. Salah satunya, menurut dia dengan cara rutin melakukan aktifitas olahraga, khususnya berlatih berjalan kaki, karena aktivitas tersebut yang paling banyak dilakukan saat berada di Tanah Suci nantinya. (fen)




DIJILAT API, 53 RUMAH PENDUDUK JALAN KEMBANG JADI ARANG

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – 53 perumahan penduduk dengan 53 KK di RT 01 RW 04 dan RT 04 RW 03  yang diapit gang Sepakat dan Gang Jelita, jalan Kembang Kelurahan Tembilahan Kota Kecamatan Tembilahan dipastikan ludes disapu jago merah. Kebakaran hebat ini diduga diakibatkan konsleting listrik.

Berdasarkan Informasi pihak Kecamatan Tembilahan melalui Sekretaris Camat Tembilahan, Zulkifli, Skm, M.Kes, 53 unit rumah dengan 53 KK yang menjadi arang dengan rincian, perumahan penduduk jalan Kembang Gg. Jelita, RT 04 RW 03 yakni rumah milik, Heri, Abdullah, Muslion, Ba’i Zumi’is, Abd Rahman, Abd Aziz, Kartini, Halid, H.Muis, Hasan, Wanto, Iswandi, Arifudin, Mulyadi, Diah, Zulkifli, Muchtar, Syamsiah, Zaili, Rina, Yusfik, Apul, Dedi Saputra, Darlan, Ahmadi, Halid, Harnalis, Syamsiah, Syarifudin, Ruli, Arafek, H. Samad (3 rumah. Red) , Asnawi (2 rumah. Red) , Junaidi, H. Asri, Sadir, Wanto, Fajri, Jamiah, Mama Aju, dan Wati.

Untuk perumahan penduduk Jalan Kembang Gang Sepakat, RT. 04 RW. 01 yakni, Suhemi, Sami’un, Boiman, Idar, Sadri, Idah, Ancah, Basri dan Amat.

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan SIK, M.Si melalui Perwira Humas, Ipda Agus Sihombing kepada Wartawan, kebakaran diduga akibat konsleting listrik. “Kita duga penyebab kebakaran dari konsleting listrik. Kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Saat ini TKP sudah diberi Police Line,” Pungkas Paur Humas. (fsl)




JAGO MERAH KEMBALI MENGAMUK. PULUHAN PEMUKIMAN PENDUDUK JALAN KEMBANG LUDES.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Baru satu hari berselang sejak kebakaran hebat menghanguskan 2 unit mesin sewa milik PLN Rayon Tembilahan, Hari ini, kamis (21/6) giliran puluhan pemukiman padat di jalan Kembang kembali diamuk jago merah.

Pantauan detikriau.org, sekira pukul 09.00 Wib, kepulan asap hitam mulai terlihat membumbung tinggi. Semakin lama gumpalan asap semakin menghitam dan sempat terlihat menghalangi sinar matahari disebahagian wilayah kota Tembilahan. Sambaran lidah api begitu ganas menjilat dinding perumahan penduduk yang rata-rata berbahan kayu ini. Hembusan angin yang saat itu cukup kencang ditambah kondisi air sungai sedang surut membuat kobaran api semakin sulit untuk dibendung.

Empat Unit kendaraan pemadam kebakaran milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan bantuan mesin dari Paguyuban Sosial Marga Tiongha (PSMTI) dibantu ratusan tenaga sukarela berjibaku berusaha membendung lajunya sambaran lidah api. Kondisi pemukiman penduduk yang begitu padat, Gang sempit dan ramainya penduduk yang berusaha menyelamatkan harta benda upaya pemadaman api menjadi tidak leluasa.

Disudut rumah, ibu-ibu terlihat sibuk mengemas barang-barang berharga yang masih bisa terselamatkan. Puluhan anak-anak terlihat menangis. Kurang lebih selama satu jam amukan si jago merah, puluhan perumahan penduduk ludes. Api baru mulai bisa dikuasai sekira pukul 10.14 WIB.

Sampai berita ini dirilils, jumlah rumah terbakar, penyebab dan besaran kerugian masih belum dikaetahui secara pasti. (fsl)




Duh Gusti, Proyek Al Qur’an pun Dikorupsi

JAKARTA – Pemberitaan tentang korupsi pengadaan barang dan jasa sudah jamak terdengar. Namun dugaan korupsi di Kementrian Agama (Kemenag) yang tengah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini bisa membuat banyak pihak terkejut.

Ketua KPK Abraham Samad mengungkapkan, pihaknya tengah menyelidiki proyek pengadaan Kitab Suci Al Qur’an di Kemenag yang diduga dikorupsi. “Sudah kita selidiki,” kata Abraham saat ditemui di gedung DPR RI, Rabu (20/6).

Abraham memang tak membeber lebih rinci tentang nilai proyek ataupun uang yang dikorupsi. Pria asal Sulawesi Setalan itu hanya menyebut proyek pengadaan Al Quran itu direalisasikan pada 2011.

Menurutnya, KPK juga sudah melakukan gelar perkara dugaan korupsi di Kemenag itu. Dari penyelidikan yang dilakukan, KPK sudah memiliki bukti kuat tentang adanya kerugian negara dalam proyek itu.

Karenanya, bukan tak mungkin dalam waktu dekat penyelidikannya akan dinaikkan ke tahap penyidikan diikuti dengan penetapan tersangkanya. “Buktinya lengkap,” ucapnya.(jpnn)




DISBUN INHIL REMAJAKAN 850 HA KEBUN KELAPA

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tahun 2012 ini, Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir melaksanakan program peremajaan kelapa dalam seluas 850 Ha yang didanai melalui pendanaan APBN, APBD Provinsi Riau dan APBD Kab. Inhil.

Pernyataan ini disampaikan Kadisbun Inhil, Kuswari baru-baru ini kepada wartawan di Tembilahan.”Benar, dari 850 hektar itu, 550 Ha didanai melalui APBN, 200 Ha melalui APBD Provinsi Riau dan sisanya seluas 100 Ha di danai melalui APBD Kab. Inhil. Untuk mendukung kegiatan ini, Disbun melakukan pembekalan SDM kepada petani kelapa dalam bentuk pelatihan.” Jelas Kadisbun.

Pelatihan ini menurut Kadisbun Inhil dibantu oleh 12 orang fasilitator daerah Riau (Fasdariau) yang merupakan Gabungan dari Dinas Perkebunan, Penyuluhan, Pihak perusahaan dan Pemuka masyarakat. Pelatihan akan diberikan kepada 550 petani kelapa yang tersebar di 6 Kecamatan yakni, Kecamatan Enok, Kempas, Tempuling, GAS, Reteh dan Mandah. Pelatihan akan diberikan mulai bulan Juni 2012 yang dibantu oleh 15 orang tenaga dari Fasda Riau, dan 5 orang tenaga dari Kab. Inhil.

“Setelah dilakukan pelatihan, kegiatan selanjutnya adalah melakukan monitoring dan pengawasan terhadap program pemerintah Kab. Inhil dibantu Pemprov Riau dan Pusat yang semuanya ditujuannya untuk menuntaskan kemiskinan dan memberikan kesejahteraan kepada petani. Kalau ini berhasil, kedepannya peremajaan perkebuan kelapa akan terus kita tingkatkan lagi,” Ujar Kadisbun.

Peremajaan kelapa ini akan dilakukan di Kecamatan Enok seluas 290 Ha dengan rincian , Desa Pusaran seluas 100 Ha, Desa Jaya Bhakti 50 Ha, Desa Simpang Tiga 100 Ha, Pengalihan 40 Ha. Kecamatan Mandah dengan pembagian, Desa Bente seluas 30 Ha, Desa batang Tumu 30 Ha dan Pulau Cawan seluas 40 Ha.
Selanjutnya, Kecamatan GAS dengan pembagian, Desa Teluk Pinang 25 Ha, Desa Sungai Empat 50 Ha dan Desa Idaman seluas 50 Ha. Kemudian, Kecamatan Reteh, Desa Pulau Kijang seluas 50 Ha dan Pulau Ruku seluas 50 Ha. Untuk Kecamatan Kempas tersebar di Desa Sungai Ara seluas 25 Ha dan Sungai Gantang seluas 50 Ha dan terakhir di Kecamatan Tempuling Desa Sungai Salak seluas  60 Ha.(dro/***)