PERWAKILAN PETANI DESA PANCUR POLISIKAN PT. PALMA SATU

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Selamat, Ahmad Rizal Zuhdi dan Ketua Badan Pemberdayaan Desa (BPD) Desa Pancur Kecamatan Keritang, H. Afan Muhmammad, hari ini, senin (2/7) mewakili masyarakat  Desa Pancur secara resmi membuatkan laporan atas dugaan penyerobotan dan pengrusakan lahan yang dilakukan PT. Palma satu kepada pihak Kepolisian Polres Indragiri Hilir dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor : B/12/VII/2012/POLRES INHIL.

Menurut Ketua Gapoktan Selamat, laporan ini terpaksa mereka buatkan karena sampai saat ini mereka menilai sama sekali tidak ada itikad baik dari pihak perusahaan. “Pihak palma Satu semakin bertindak semena-mena. mereka memandang petani desa pancur sebelah mata. Semua jerih payah yang telah kami usahakan diatas lahan yang secara hukum sah milik kami mereka hancurkan. Masyarakat khawatir kalau sampai kehabisan kesabaran,” Ujar Rizal ketika sempat dijumpai di Mapolres Inhil, Senin (2/7)

Sebelum membuatkan laporan, menurut Rizal, mereka sudah menemui Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, SIK, M.Si untuk menyampaikan kondisi riil yang kini tengah terjadi dilapangan termasuk  berbagai upaya propokasi yang dilakukan pihak perusahaan.’ “Kita sampaikan kondisi di lapangan saat ini, dimana berpotensi
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.  Dalam pertemuan itu Kapolres menyatakan bahwa terkait laporan petani ini akan didalami oleh pihak kepolisian dan diminta masyarakat untuk menahan diri.

Kembali untuk diketahui, para petani yang lahannya diserobot ini mengantongi Surat Keterangan Tanah (SKT) yang dikeluarkan Kepala Desa Pancur dan Camat Keritang. Serta mengacu kepada Peraturan Gubri No.28 Tahun 2005 tentang Penetapan dan Penegasan Batas Daerah antara Kabupaten Inhu dan Inhil juga diperkuat dengan putusan Mahkamah Agung RI No. 10/P.PTS/V/2008/10/HUM/2007 yang menegaskan bahwa Desa Pancur, Kecamatan Keritang masuk wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.(fsl)




NAJWA FLORIST LUDES DILALAP API

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Peristiwa kebakaran kembali terjadi. Kali ini, sebuah ruko tempat usaha papan bunga ucapan selamat jalan Baharuddin Yusuf hanya dalam waktu lebih kurang 1 jam, ludes dilalap api. Diperkirakan kerugian mencapai puluhan juta rupiah dan satu korban mengalami luka bakar. Senin (2/6)

Dari informasi lapangan, api mulai diketahui sekira pukul 09.30 Wib. Bahan usaha jasa pembuatan papan bunga ucapan iklan Najwa Florist yang memang mudah terbakar membuat api begitu cepat membesar serta menghanguskan seluruh isi lantai dasar ruko.

Dua kendaraan pemadam kebakaran milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tiba dilokasi pukul 09.57 Wib dibantu dengan pemadaman swadaya milik Paguyuban Sosial Marga Tiongha Indonesia (PSMTI) cabang Inhil. Sekira pukul 10.20 Wib api baru berhasil dimatikan.

Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, SIK, M.Si melalui Kasad Reskrim, AKP Edy Munawar membenarkan terjadinya peristiwa kebakaran ini. “ Ya. Kejadian sekira pukul 9.30 Wib tadi pagi. Saat ini api sudah berhasil dipadamkan petugas kebakaran. Untuk penyelidikan, TKP sudah kita Police Line,”Jelas Kasad Reskrim ketika dikomfirmasi diruang kerjanya, senin (2/7)

Ditambahkan Kasad Reskrim, pemilik usaha Najwa Florist, Jamiliyah dan Saukani sudah dimintai keterangan. Pasangan suami istri yang mengontrak ruko milik Ketua DPRD Inhil, H. Raus Walid ini menyatakan tidak mengetahui darimana asal api. Hanya saja menurut keterangan pengontrak ruko yang sudah menempati ruko tersebut selama lebih kurang 5 tahun ini, sekira  satu bulan yang lalu meteran listrik di ruko mereka pernah mengeluarkan api karena arus pendek. “Tapi untuk kasus ini kita belum mengetahui secara pasti penyebab kebakarannya.” Kata Kasad Reskrim.

Saat kejadian, Jamiliyah baru sekira 15 menit naik kelantai dua ruko untuk membangunkan suaminya yang saat itu masih tertidur. Saat berada dilantai dua, tetangga berseberangan jalan dengan ruko mereka berteriak memberitahukan ada api dilantai dasar.

“Karena api sudah membesar, mereka terpaksa keluar melalui jendela lantai dua dan melompat untuk menyelamatkan diri.”Ujar Kasad Reskrim.

Akibat kebakaran ini diperkirakan menimbulkan kerugian puluhan juta rupiah dan satu korban luka bakar atas nama Sila (14) Tahun. (fsl)




BPBD Usulkan Pembangunan Sumur BOR di Pemukiman Padat

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Inhil canangkan pembangunan sumur bor disetiap pemukiman padat penduduk. Hal ini dinilai wajar sebagai langkah antisipasi karena seringnya kesulitan mendapatkan sumber air saat penanganan peristiwa  kebakaran.

“Usulannya sudah kita ajukan kepada Sekda. Jika keinginan ini bisa terpenuhi tentunya akan mempermudah proses penanganan saat terjadinya peristiwa kebakaran,”Ujar Kepala BPBD Inhil Anwar Nawang belum lama ini.

Disamping kendala air, ditambahkan Mantan Kadisdik Inhil ini, sempitnya ruas jalan, ramainya masyarakat yang memadati lokasi kebakaran serta kondisi kebanyakan bahan bangunan perumahan rakyat berbahan kayu juga dinilai menjadi beberapa faktor penghambat penanganan dalam musibah kebakaran.

“dalam waktu dekat ini kita akan adakan rapat koordinasi dengan beberapa pihak terkait seperti Kepolisian, Dishub dan satpol PP untuk membicarakan terkait persoalan penanganan bencana kebakaran ini,” Tutup Anwar Nawang. (Am)




AMPG KPK Galang Dana Pembangunan Gedung KPK

 

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Aliansi Mahasiswa Peduli Gedung KPK (AMPG KPK) gelar aksi penggalangan dana. Aksi dilakukan dibeberapa titik jalan dalam kota Tembilahan.

Menurut Koordinator penggalangan dana, Syar’i AM yang saat itu didamping Bukhari dan Edo, Aksi ini sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian Mahasiwa terhadap gerakan pengumpulan dana pembangunan gedung KPK yang sedang berjalan dalam skala Nasional.

“Kita ingin menggugah segenap lapisan masyarakat Inhil agar tetap konsisten dalam melakukan perlawanan terhadap berbagai praktik korupsi.” Ujar koordinator penggalangan dana bertemakan Jihad Akbar Berantas Korupsi Indonesia ini kepada wartawan, Minggu (1/7)

Aliansi Mahasiswa Peduli Gedung KPK (AMPG KPK) merupakan gabungan mahasiswa Unisi Tembilahan dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Inhil. (Am)




Billy dan Daud Terpilih Sebagai Presma dan Wapresma Unisi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pasangan Billy Febrian Muttaqien dan Muhammad Daud berhasil unggul dengan meraih suara terbanyak pada Pemilihan Raya Mahasiswa Universitas Islam Indragiri Tembilahan, Sabtu (30/6) kemarin. Sehingga mereka berhak menduduki jabatan sebagai Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa periode 2012-2013.

Pada Pemilihan Raya (Pemira) tersebut, pasangan nomor urut tiga ini berhasil memperoleh 600 suara, dan mengungguli pasangan nomor urut dua, yaitu Dhedek Kurniawan dan Taufiqurrahman yang hanya memperoleh 437 suara. Sementara itu, pasangan nomor urut satu, yakni Syar’i AM dan M Syahreza Fahlevi yang mendapat dukungan penuh dari Forum Mahasiswa Peduli Kampus (FMPK) Unisi Tembilahan hanya mampu memperoleh 136 suara, dan 85 suara lainnya dinyatakan hangus.

Ketua Komisi Pemulihan Umum (KPU) Unisi, Saprijan kepada mengatakan, pada pelaksanaan Pemira tahun ini hampir sama dengan Pemira tahun sebelumnya, baik dari pendaftaran calon kandidat Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Unisi sampai pada tahap pencoblosan surat suara oleh para mahasiswa.

Kemudian, pada kesempatan itu, ia juga berpesan kepada kandidat yang terpilih agar dapat memegang amanah yang telah diberikan rekan-rekan mahasiswa kepadanya, laksanakan kewajiban sebagai Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa, berikan inovasi ataupun ide-ide baru untuk merubah daya pikir organisasi di Unisi menjadi lebih baik.

“Kepada yang tidak terpilih, saya harapkan tidak berputus asa, teruskan semangat untuk maju dan jadikan ini sebagai suatu pembelajaran yang sangat berharga, karena keinginan untuk maju dan mau belajar adalah kunci kesuksesan,” tutur Saprijan.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa terpilih, Billy berjanji akan menjalankan amanah yang telah diberikan kepadanya dengan sebaik mungkin, dan akan terus berbuat untuk kemajuan mahasiswa khususnya serta Unisi Tembilahan pada umumnya, sehingga Unisi lebih dikenal oleh masyarakat, tidak hanya di Inhil tapi juga sampai keluar daerah lainnya.

“Terima kasih atas kepercayaan yang telah kawan-kawan mahasiswa berikan kepada saya. Insya Allah, amanah ini akan saya jalankan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Namun begitu, saya juga berharap dukungan dari semua pihak, terutama seluruh mahasiswa agar setiap program yang telah kita rencanakan dapat berjalan lancar dan sukses,” imbuhnya.(rls)




DTPHP INHIL GELAR PERTEMUAN DENGAN PENGUSAHA KILANG PADI

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir melakukan pertemuan dengan pengusaha kilang padi Desa Pulau Kijang Kecamatan Reteh. Kegiatan ini dimaksudkan guna memberikan pembekalan ilmu kepada pengusaha kilang padi agar mampu memproduksi beras dengan kualiatas yang memiliki daya saing.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala DTPHP Inhil, Wiryadi melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil (P2H), Usman S.Sos lewat sambungan telepon selular, Ahad (1/7/2012).”Dengan memahami proses pengolahan yang baik tentunya kualitas beras yang nantinya dihasilkan juga akan baik. Kita berharap, kualitas beras yang baik ini akan dapat meningkatkan daya saing beras kita dipasaran,” Jelas Usman kepada Www.detikriau.org.

Untuk tahap awal menurut Usman, hasil produksi beras ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir. Kepada pengusaha juga diharapkan menjalin kemitraan dengan para petani dalamhal memenuhi beberapa kebutuhan petani seperti bibit, pupuk dan pestisida.

“Untuk mendapatkan kualitas beras yang mampu berdaya saing, tentunya beberapa tahapan pasca panen mulai dari pengumpulan padi, penumpukan, perontokan, pembersihan, pengangkutan, pengeringan, penggilingan, penyimpanan dan pengemasan harus dilakukan sesuai standar yang dimintakan.” Jelas Usman.

Dalam kesempatan ini, untuk menumbuhkembangkan usaha, pengusaha kilang juga diharapkan dapat menjalin kemitraan dengan pihak bulog dan perbankan.”Dengan menjalin kemitraan dengan bulog maka akan dapat menjamin pemasaran. Perbankan tentu untuk memenuhi kebutuhan permodalan.” Tutup Usman.

Disamping dihadiri oleh 20 orang pengusaha kilang padi desa pulau kijang, pertemuan yang dilakukan di kantor UPT DTPHP Kec Reteh ini juga dihadiri Camat Kecamatan Reteh yang diwakili Sekretaris Kecamatan Reteh. (fsl)