INHIL BERANGKATKAN 71 ATLIT POPDA

TEMBILAHAN (detikriau.org) – 71 orang atlit Inhil dikirim ke Pekanbaru untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Riau ke 11. Dengan mengikuti 6 dari 11 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, Kontingen POPDA Inhil ditargetkan masuk tiga besar.

Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo usai melepas kontingen Inhil di halaman kantor Bupati mengharapkan atlet yang dikirim ke ajang POPDA Riau Ke- 11 ini dapat mengukir prestasi yang baik.”Namun saya berpesan agar tetap menjunjung tinggi sportivitas dan jaga nama baik daerah,” Pesan Wabub.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Kadisbudparpora), Mukhtar T mengatakan saat ini anggaran ajang prestasi atlet dikalangan pelajar sangat terbatas sehingga kedepan ajang pembinaan atlet dikalangan pelajar akan digodok secara bersama-sama antara Disporabudpar dan Dinas Pendidikan agar prestasi atlit kelak dapat lebih ditingkatkan.

Dalam POPDA Ke 11 Provinsi Riau yang akan dilaksanakan dari tanggal 11 hingga 18 juli ini, Inhil menurunkan atlet di 6 Cabor yakni, Bulu Tangkis, Atletik, Tenis Meja, Sepak Bola, Sepak Takraw dan Pencak Silat.(fsl)




Warga Sungai laut Syukuri Pelaksanaan Khitanan Massal

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Desa Sungai laut Kecamatan Tanah Merah, Amiruddin mewakili seluruh masyarakat menyatakan ucapan terimakasih dengan telah dilaksanakannya kegiatan sosial sunatan massal oleh Bapak H. Edy Syafwannur belum lama ini di desanya.

Dengan kegiatan sunatan massal ini menurut Amiruddin telah  memberikan kesan yang begitu mendalam bagi seluruh anak-anak yang telah mengikuti kegiatan tersebut.” Ucapan terimakasih ini sebuah amanah yang harus saya sampaikan. Mudah-mudahan Pak Edy Syafwannur  mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah Yang Maha Esa serta dimudahkan semua urusannya” Ujar Amiruddin ketika sempat bertemu detikriau.org di Tembilahan, selasa (10/7).

Dengan penduduk yang kebanyakan berpenghasilan sebagai nelayan, sekedar untuk mengkhitankan anak, ditambahkan Amiruddin bukanlah suatu hal yang cukup mudah bagi kebanyakan masyarakat didesanya. Dengan adanya kegiatan sosial seperti ini pastinya sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat kecil.” Mudah-mudahan masih banyak para dermawan yang melakukan kegiatan serupa agar paling tidak akan membantu kewajiban orang tua yang tidak mampu untuk mengikuti perintah agama.” Pungkas Amiruddin. (Am)




TANTANG PENYIDIK KPK, RAMLI NGAKU MASIH TIDUR NYENYAK

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau DR H. Ramli Walid menyatakan tidak ada yang perlu ditakutinya sehubungan dengan pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait Dugaan Korupsi Venue PON XVIII. Sampai hari ini diakuinya ia masih bisa tidur nyenyak.

Pernyataan ini disampaikan Ramli Walid saat digelar konfrensi pers seusai mendaftar sebagai salah satu Bakal Calon (Balon) Bupati Inhil periode 2013-2018 pada Desak Pilkada DPC PKB Inhil, Senin (9/7) di Tembilahan.

“Saya dipanggil sebatas dimintai keterangan sebagai saksi. Bagi saya pemanggilan KPK itu bukan angin mamiri apalagi angin ribut. Saya Tanya itu sama penyidik, kenapa saya dipanggil. Penyidik bilang saya dipanggil karena saya bertugas sebagai kepala bappeda yang tentunya sangat terkait dengan perencanaan. Siapapun orang yang menjabat sebagai Bappeda saat itu pasti akan dipanggil penyidik KPK” Ujar Ramli Walid menjawab pertanyaan wartawan.

Dalam pemanggilan itu menurut Ramli Walid, kepadanya dipertanyakan apakah sebelum disahkan perda itu sudah dianggarkan dananya. Diakui Ramli benar ia yang mengusulkan revisi perda.”Namun untuk pembiayaannya, sebagai bentuk penghargaan kepada DPRD, tidak ada satu senpun uang rakyat yang dianggarkan tanpa adanya persetujuan wakil mereka di DPRD.  Jadi sepuluh kalipun saya dipanggil, saya masih bisa tidur nyenyak,” Kilah Ramli.

Dalam kesempatan itu, Ramli walid juga menyatakan sama sekali tidak merasa takut menghadapi penyidik KPK. “Penyidik KPK tentu orang-orang yang berkualitas dan katanya bersekolah di hongkong. Orang lain sampai terkencing-kencing. Saya tidak. Saya malah tantang itu penyidik. Tanya semua kepala Dinas, pernah tidak saya sebagai kepala Bappeda bahkan menganggarkan sampai 6 Triliyun lalu meminta duit?. Saya lakukan semua sesuai prosedur dan tak ada yang perlu saya ragukan.”  Pungkas Ramli Walid dengan nada yakin. (fsl)




PEMKAB INHIL BAYARKAN GAJI KE-13

TEMBILAHAN (detikriau.org) –Senin (9/7), pencairan gaji ke-13 PNS telah mulai dibayarkan oleh Pemkab Inhil. Hal ini, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan meringankan biaya hidup Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kebijakan gaji ke-13 ini diatur Melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2012. Dalam PP ini disebutkan, yang dimaksud dengan Pegawai Negeri adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Sementara yang dimaksud Pejabat Negara adalah dari Presiden, Wakil Presiden; Ketua, Wakil Ketua, dan anggota MPR, DPR, BPK, KPK, Komisi Yudisial, Menteri dan jabatan setingkat menteri, Ketua, Wakil Ketua dan Hakim Mahkamah Konstitusi, MA, Hakim pada Badan Peradilan Umum, PTUN, Peradilan Agama, dan Peradilan Militer; Gubernur dan Wakil Gubernur, serta Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/Wakil Walikota.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Inhil , H Alimuddin RM, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pencairan gaji ke-13 oleh Pemkab Inhil tersebut. Dia memperkirakan, pencairan akan dilakukan dalam beberapa tahap.

 

“Ya, untuk gaji ke-13 PNS sudah mulai di bayarkan hari ini Senin, (9/7) dan di Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil semuanya sudah di bayarkan, namun untuk di intansi pemerintah kabupaten inhil seperti dinas, badan dan lainnya, pembayarannya akan dilakukan Selasa, (10/7) sesuai dengan jumlah penerimanya,” terang  Sekda.

 

Ditambahkan Sekda, gaji ke-13 dimaksudkan untuk membantu para PNS dalam menghadapi tahun ajaran baru. Namun ketika disinggung mengenai besaran gaji ke-13, Sekda hanya menyebutkan, besarannya sebanyak satu bulan gaji yang di terima setiap PNS sebelumnya.

 

“Untuk jumlah pastinya saya tidak tahu persis. Namun yang jelas gaji ke – 13 yang di terima oleh setiap PNS tersebut sebesar satu bulan gaji,” papar Sekda.(Am)




KOMISI I DIMINTA AGENDAKAN HEARING SECARA MENYELURUH

Terkait Penyerobotan lahan Petani Desa Pancur Oleh PT. Palma Satu —

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kuasa hukum Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan ) Selamat, Desa Pancur Kecamatan Keritang meminta pihak DPRD untuk melakukan pemanggilan kembali pihak-pihak terkait. Permintaan ini disampaikan secara tertulis kepada Ketua DPRD Kab. Inhil, H. Raus Walid dan Komisi I.

“Surat sudah kita kirimkan hari ini. Kita berharap agar DPRD Inhil bersedia untuk melakukan hearing secara menyeluruh dengan pihak-pihak terkait,” Ungkap Pengacara Gapoktan Selamat, Zainuddin Acang, SH kepada wartawan sambil menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk mempercepat proses penyelesaian penguasaan lahan petani desa pancur oleh PT. Palma Satu , senin (9/7)

Menurut Zainuddin Acang, permasalahan yang tengah terjadi ini harus disikapi sesegera mungkin dan tidak menunggu terjadinya konflik terlebih dahulu dilapangan baru melakukan tindakan.

Dalam surat tersebut, masyarakat meminta pihak dewan, dalam hal ini Komisi I melakukan pemanggilan kepada Bupati Inhil,  Kapolres Inhil, BPN Inhil, Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan, Dinas Ketahanan Pangan, Holtikultura dan Peternakan, Camat Keritang, Kades Pancur, Ketua Gapoktan Selamat serta perwakilan petani Desa Pancur.

Terkait perkembangan laporan terjadinya tindak pidana penyerobotan dan pengrusakan lahan yang dilakukan pekerja PT Palma Satu diakui Zainuddin saat ini pihaknya masih dimintai keterangan dan melengkapi alat bukti oleh pihak kepolisian.(fsl)




HATI-HATI PILIH INVESTASI

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Aktivis Masyarakat Peduli Inhil (MPI), Tengku Suhandri meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih investasi. Keberadaan perusahaan investasi dana dengan menjanjikan keuntungan berlipat ganda dalam waktu singkat menurutnya patut untuk dicurigai.

“Perusahaan-perusahaan investasi dengan janji keuntungan yang sangat mengiurkan semakin marak. Saya yakin siapa saja pasti akan tergiur dengan janji yang mereka berikan. Hanya saja yang patut kita pertanyakan apakah keuntungan yang mereka janjikan ini bisa diterima secara logika dan seberapa lama perusahaan investasi seperti ini mampu untuk bertahan?.” Ujar Comel panggilan akrab aktivis MPI ini ketika bertemu detikriau.org di Tembilahan, Ahad (8/7)

Berdasarkan informasi yang diterima Comel, sebuah perusahaan Investasi menawarkan Nilai investasi sebesar Rp. 12 juta (Nilai investasi ini mereka istilah untuk satu lot). Dengan keuntungan pada empat puluh hari pertama sebesar Rp. 5 juta atau sebesar 41,6 persen. Kemudian pada bulan berikutnya, Nilai Investasi dipotong sebesar Rp. 1 juta.

Dengan sisa Investasi sebesar  Rp. 11 juta, investor akan menerima keuntungan sebesar Rp. 4 juta atau sebesar 36,36 persen setiap empat puluh hari berikutnya.

Nilai keuntungan rata-rata sebesar 38 persen ini tentunya keuntungan yang sangat fantastis dari sebuah nilai investasi. Dijelaskan Comel kemudian, dengan investasi Rp. 12 juta, dalam empat bulan pertama  saja sudah Break Event Point (BEP), Kalau ini benar, menurutnya tentu sebuah janji keuntungan yang sangat menggiurkan. Comel mempertanyakan bisnis seperti apa yang bisa mereka kelola untuk mendapatkan keuntungan diatas 40 persen agar mampu tetap bertahan hidup.

“Saya himbau masyarakat untuk waspada dan hitung-hitungan secara logika saja terkait investasi seperti ini sehingga tidak sampai terjerumus, bahkan dirugikan,” Kata Comel sambil mengatakan hal ini harus ia sampaikan karena akhir-akhir ini di kota Tembilahan semakin banyak perusahaan penghimpun dana maupun meyalurkan dana dengan keuntungan diluar logika.

Menurut Comel, untuk menghindari resiko kehilangan uang dari tawaran investasi setidaknya ada bebeberapa pertimbangan yang dapat dipergunakan.

Pertama, jika investasi yang berani memberikan garansi keuntungan dengan jumlah tertentu secara rutin, maka seorang investor sebaiknya berhati-hati karena menurutnya, keuntungan dari suatu bisnis secara umum tidak dapat ditentukan secara pasti. Bisa turun dan juga bisa naik. “terlebih jika keuntungan yang dijanjikan begitu besar dalam waktu singkat. Anda patut untuk curiga,” Pesan Comel.

Kedua, Investasi dipromosikan sebagai investasi tanpa resiko. Dinilainya promosi seperti ini juga patut dicurigai karena menurut Comel setiap investasi pasti mempunyai resiko finansial.

Yang ketiga menurut Comel kalau anda menemukan penawaran investasi yang tidak jelas produknya dan selalu menekankan untuk mencari downline maka hampir bisa dipastikan ini adalah sebuah skema permainan uang. “Ini pun biasanya hanya bertahan beberapa saat saja sebelum pembayaran keuntungan berhenti dengan sendirinya. Alasannya mudah, karena pemasukan dari member baru sudah tidak bisa lagi membiayai pembayaran “keuntungan” upline. Dengan skema permainan uang seperti ini, maka member baru akan selalu merugi karena selalu menghidupi atasanya.”Tambah Comel.

Diakhir kalimat Comel berpesan, setiap melakukan investasi harus memiliki kejelesan akad secara hukum termasuk kejelasan badan hukum perusahaan tempat dimana kita akan menanamkan investasi. “ Saya sudah pernah mempertanyakan persoalan ini ke polres Inhil, hanya saja saat itu disebutkan bahwa sampai saat itu belum ada pihak-pihak yang melaporkan telah dirugikan akan adanya investasi sejenis ini,” Pungkas Comel. (fsl)