MAU MASUK DATABASE? SETOR DULU UPETI

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pedagang pasar pagi jalan Baharuddin Yusuf Tembilahan kecewa. Untuk masuk database, mereka diharuskan setor upeti 5 hingga 20 juta rupiah.

Pernyataan ini disampaikan oleh seorang pedagang, Yusmiar (45) kepada wartawan. ”Petugas pendata bilang kalau kita mau masuk database harus bayar Rp. 20 juta untuk kios dan Rp. 5 juta untuk los. Saya mana mampu bayar. Sebagai pedagang sayur, uang sebanyak itu kemana harus saya cari,” Ujarnya menyampaikan keluhan. Rabu (11/7)

Ditambahkan Yusniar, dirinya dan beberapa orang pedagang yang tidak masuk ke dalam database sudah sejak lama menempati pasar pagi sebelum dilakukan perehaban. Mereka sudah melakukan berbagai upaya agar kembali dapat berdagang dengan menanyakan kepada pihak pengelola. Hanya saja sampai saat ini masih belum mendapatkan jawaban. Ia berharap hal ini diperhatikan Pemab Inhil dan anggota DPRD agar nasib mereka dapat diperjuangkan untuk dapat kembali berdagang.

Menanggapi persoalan itu, Kadisperindag Inhil, Rudiansyah mengaku terkejut. Ia berharap agar pedagang yang merasa dirugikan oleh oknum pengelola untuk mencatat namanya dan melaporkan hal itu kepada Disperindag.

“Kalau memang ada pungutan, ini jelas tidak benar. Sebaiknya pedagang sebutkan siapa nama oknumnya agar permasalahan ini dapat segera kita selesaikan.” Jawab Rudiansyah.

Dikatakannya, pendataan yang dilakukan pihak pengelola terhadap pedagang Pasar Pagi dilaksanakan sekitar akhir tahun 2011 yang lalu, Kadisperindag saat itu  Pahrulrozy. Rudiansyah mengaku hanya melanjutkan program yang telah dilakukan, termasuk masalah pendataan pedagang.

“Pedagang yang menempati Kios maupun Los hanya dikenakan biaya Pajak dan Retribusi. Tidak benar pedagang harus membayar untuk mendapatkan kios atau los itu.” Pungkas Rudiansyah.(fsl)




PELAKSANAAN MOS SMK SEDERAJAT DI TEMBILAHAN BERAKHIR

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sejak dimulainya Masa Orientasi Siswa (MOS) dibeberapa sekolah lanjutan SMK sederajat Jum’at lalu, Rabu (11/7) MOS tersebut ditutup.

SMK  2 Tembilahan, penutupan MOS dilakukan dengan menggelar upacara penutupan di halaman SMK Negeri 2 Tembilahan.

“MOS dimaksudkan untuk memberikan pengenalan secara dini kepada siswa baru terhadap lingkungan mereka, baik itu guru-guru Pembina, kakak kelas dan lingkungan mereka sendiri. hanya saja memang ada beberapa kegiatan yang sengaja kita adakan khusus untuk membentuk karakter murid agar menjadi lebih disiplin, bertanggung jawab dan lebih dewasa,” jelas Zainuri Selaku Pembina SMKN 2 Tembilahan.

Berbeda dengan SMKN 2, dihari penutupan, SMKN 1 Tembilahan mengdakan kegiatan renungan bagi siswa baru. Kegiatan ini digagas pihak sekolah untuk mengajarkan kepada siswa agar dapat lebih bertanggun jawab dalam menuntut ilmu dan menjadi generasi penerus yang lebih baik kedepannya.

“Dengan mengadakan renunga seperti ini, setidaknya kita dapat menyentuh hati para peserta didik kita untuk dapat menjadi anak didik yang lebih serius dan tekun dalam menjalani suatu pekerjaan khususnya dalam mengejar ilmu,” ujar  Waka Kesiswaan SMKN 1 Tembilahan, Dra. Isnizar. (fsl)




Progress e-KTP Inhil baru capai 4 persen. Target dikhawatirkan Tidak Akan Terealisasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pelaksanaan program e-KTP di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) baru dilaksanakan pada 16 dari 20 Kecamatan. Secara keseluruhan, progress perekaman e-KTP capai 4 persen.

 

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Inhil, H Dianto Mampanini kepada wartawan, rabu (11/7).” 4 Kecamatan yang belum melaksanakan masih terkendala masalah teknis, seperti jaringan internet dan ketersediaan tenaga listrik. Dari 16 Kecamatan. Perekaman baru dilakukan kurang lebih sebanyak 21 ribu atau 4 persen Wajib KTP,” Ujar Dianto Mampanini.

 

Dalam kesempatan ini, Dianto juga mengungkapkan rasa kekhawatiran batas akhir perekaman pada desember 2012 tidak akan terealisasi. Hanya saja keterlambatan ini menurut Dianto bukan murni kesalahan pelaksanaan perekaman tetapi lebih disebabkan keterlambatan tibanya peralatan e-KTP hingga 4 bulan lamanya dari pemerintah pusat.

 

“Kendala utama yang kini kita temuai terkait dengan kinerja alat rekam data berupa server, iris mata dan sidik jari yang tidak mampu bekerja maksimal karena panas.” Jelas Dianto

 

Sementara itu, ia juga mengakui, rekam data e-KTP ini mengalami hambatan karena hanya tersedia 2 alat rekam di tiap kantor kecamatan. Dianto meminta masyarakat untuk bersabar terutama mereka yang belum menerima undangan. Demi suksesnya program ini.

 

“Hari ini, rabu (11/7) kita juga mengadakan rapat khusus dengan seluruh pihak kecamatan untuk mengevaluasi  progres pelaksanaan perekaman data e-KTP di Inhil. 4 Kecamatan yang belum melaksanakan perekaman e-KTP yakni Kecamatan Teluk Belengkong, Batang Tuaka, Sei Batang dan Reteh.” Pungkasnya.(fsl)




KECAMATAN RETEH UPAYAKAN PENUHI BATAS WAKTU e-KTP

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Perekaman data e-KTP untuk Kecamatan Reteh sudah mulai dilaksanakan sejak senin (9/7) kemaren. Kecamatan keritang upayakan perekaman data e-KTP akan dapat terselesaikan sebelum berakhirnya batas waktu yang ditentukan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Camat Reteh, Kamren melalui Sekretaris Camat, Kaharuddin saat dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya, rabu (11/7).

“sampai rabu (11/7) pukul 12.00 Wib, dari 32.352 Wajib KTP, kita baru menyelesaikan perekaman sebanyak 485 orang. 7 titik pelayanan e-KTP di Kecamatan Reteh, pelaksanaan perekaman baru dilakukan di Kantor Kecamatan. Sedangkan untuk 6 titik pelayanan lainnya kita masih menunggu petugas perekam,”Ujar Sekcam memberikan komfirmasi.

Menurut Sekcam, enam titik pelayanan lainnya yakni di Desa Sanglar, Pulau Kecil, Sungai Undan, Sungai asam, sungai Terab dan Pulau Ruku nantinya petugas melakukan penginputan data dengan membawa peralatan perekam mobile.” Kita akan upayakan semaksimal mungkin untuk menyelesaikan perekaman sebelum berakhirnya batas waktu yang ditentukan.” Tambah Kaharuddin.

Untuk menggesa pelaksanaan perekaman data, Kecamatan Reteh melaksanakan hingga malam hari. Untuk jadwal perekaman pagi hari dari pukul 08.00 Wib hingga 12.00 Wib, kemudian siang hari pukul 14.00 Wib hingga 17.30 Wib. Selanjutnya untuk jadwal malam hari dimulai dari pukul 20.00 Wib hingga pukul 22.00 Wib. (Am)




TANTANG OPERASIONALKAN TERMINAL, FAHROLROZY SIAP MUNDUR

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Kadishubkominfo) Kabupaten Indragiri Hilir membuka sayembara kepada siapa saja yang sanggup mengoperasionalkan Terminal penumpang Bandar laksama Indragiri secara maksimal dalam kurun waktu satu bulan. Hadiahnya jika ada yang mampu, ia menyatakan akan meletakkan jabatan sebagai Kadishubkominfo.

Tantangan ini disampaikan Fahrolrozy ketika dikomfirmasi wartawan melalui sambungan telepon selularnya, selasa (10/7).”Untuk mengoptimalkan operasional terminal penumpang Bandar laksamana Indragiri kita masih memerlukan beberapa perbaikan. Diantaranya adalah beberapa sarana dan prasarana dan termasuk infrastruktur bangunan itu sendiri. Jadi kalau ada yang sanggup mengoperasioalkan secara maksimal dalam satu bulan, saya siap mundur.”Ujar Mantan Kepala Dinas Perdagangan Kab. Inhil ini.

Perbaikan sarana dan prasarana dicontohkannya seperti antar jemput penumpang termasuk untuk meminta para pengelola angkutan agar bersedia mangkal di dalam terminal menurut Fahrolrozy tentunya tidak bisa dilakukan dengan kekerasan melainkan dengan cara-cara pendekatan secara persuasive.

“Kita sudah mensosialisasikan hal ini kepada para pengelola angkutan namun tentunya semua itu masih membutuhkan proses,” pungkasnya.(fsl)




Juli, Progress Venua PON Futsal Baru Capai 55 Persen.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Manajer PT. WIKA, Ikhsan Sabri optimis menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau, September mendatang, Venue PON Futsal sudah bisa difungsikan.

 

Pernyataan ini disampaikannya saat kunjungan Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo kelokasi pembangunan Venue PON Futsal, Selasa (10/7).” September 2012 mendatang kita yakin progress pekerjaan bisa kita capai sebesar 75 hingga 80 persen. Saat ini kita sedang kejar untuk selesaikan pekerjaan dibagian dalam seperti arena tempat duduk penonton dan fasilitas pendukung seperti kamar mandi,” Ujar Ikhsan.

 

Sampai hari ini ditambahkan Ikhsan, progress Venue PON Futsal secara keseluruhan sudah mencapai 55 persen. Agar bisa difungsionalkan untuk iven PON, PT. WIKA melakukan pemilahan pekerjaan-pekerjaan yang dinilai sangat diperlukan.

 

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olaharga (Kadisbudparpora) Kab. Inhil, Mukhtar T menyatakan sampai saat ini tidak ada lagi kendala yang dinilai krusial untuk menggegas pembangunan PON futsal.

 

“Pembangunan Venue PON ini batas pengerjaannya sampai Desember 2012. Namun agar bisa fungsional untuk pelaksanaan PON XVIII, pengerjaan harus kita gesa agar bisa difungsionalkan untuk pelaksanaan PON XVIII Riau, September mendatang. Dari 250 pekerja, mereka bekerja siang dan malam yang dibagi dalam tiga ship. Kita tentunya memnita agar seluruh masyarat mendo’akan agar pekerjaan ini dapat terselesaikan sesuai target.” Pinta Mukhtar T.

 

Menurut Mukhtar T, kelak, dengan terbangunnya Venue PON Futsal ini akan menjadi sebuah anugerah dan kebanggaan untuk masyarakat Inhil. Fasilitas gedung ini bisa dimanfaatkan secara multi fungsi. Selain untuk olahraga futsal, tentunya juga bisa dipergunakan untuk berbagai kegiatan lainnya.

 

Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo berharap semoga pekerjaan pembangunan Venue PON Futsal ini dapat terlaksana dengan baik agar kelancaran pelaksanaan Iven PON XVIII sukses.

 

Berdasarkan pantauan lapangan, saat ini pekerjaan sedang dilakukan pada kontruksi tribun tempat duduk penonton dan tiang penyangga atap. Terlihat material tiang rangka bagian atap sudah tersedia dilokasi. Sayangnya apa yang disampaikan Manajer PT. WIKA, Iksan Sabri tidak sesuai dengan perkiraannya yang telah disamapaikannya kepada wartawan dalam komfirmasi pada awal juni 2012 yang lalu. Saat itu Ikhsan Sabri menyatakan awal juli 2012 progress pekerjaan sudah bisa mencapai 65 persen.(fsl)