HATI-HATI PILIH INVESTASI

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Aktivis Masyarakat Peduli Inhil (MPI), Tengku Suhandri meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih investasi. Keberadaan perusahaan investasi dana dengan menjanjikan keuntungan berlipat ganda dalam waktu singkat menurutnya patut untuk dicurigai.

“Perusahaan-perusahaan investasi dengan janji keuntungan yang sangat mengiurkan semakin marak. Saya yakin siapa saja pasti akan tergiur dengan janji yang mereka berikan. Hanya saja yang patut kita pertanyakan apakah keuntungan yang mereka janjikan ini bisa diterima secara logika dan seberapa lama perusahaan investasi seperti ini mampu untuk bertahan?.” Ujar Comel panggilan akrab aktivis MPI ini ketika bertemu detikriau.org di Tembilahan, Ahad (8/7)

Berdasarkan informasi yang diterima Comel, sebuah perusahaan Investasi menawarkan Nilai investasi sebesar Rp. 12 juta (Nilai investasi ini mereka istilah untuk satu lot). Dengan keuntungan pada empat puluh hari pertama sebesar Rp. 5 juta atau sebesar 41,6 persen. Kemudian pada bulan berikutnya, Nilai Investasi dipotong sebesar Rp. 1 juta.

Dengan sisa Investasi sebesar  Rp. 11 juta, investor akan menerima keuntungan sebesar Rp. 4 juta atau sebesar 36,36 persen setiap empat puluh hari berikutnya.

Nilai keuntungan rata-rata sebesar 38 persen ini tentunya keuntungan yang sangat fantastis dari sebuah nilai investasi. Dijelaskan Comel kemudian, dengan investasi Rp. 12 juta, dalam empat bulan pertama  saja sudah Break Event Point (BEP), Kalau ini benar, menurutnya tentu sebuah janji keuntungan yang sangat menggiurkan. Comel mempertanyakan bisnis seperti apa yang bisa mereka kelola untuk mendapatkan keuntungan diatas 40 persen agar mampu tetap bertahan hidup.

“Saya himbau masyarakat untuk waspada dan hitung-hitungan secara logika saja terkait investasi seperti ini sehingga tidak sampai terjerumus, bahkan dirugikan,” Kata Comel sambil mengatakan hal ini harus ia sampaikan karena akhir-akhir ini di kota Tembilahan semakin banyak perusahaan penghimpun dana maupun meyalurkan dana dengan keuntungan diluar logika.

Menurut Comel, untuk menghindari resiko kehilangan uang dari tawaran investasi setidaknya ada bebeberapa pertimbangan yang dapat dipergunakan.

Pertama, jika investasi yang berani memberikan garansi keuntungan dengan jumlah tertentu secara rutin, maka seorang investor sebaiknya berhati-hati karena menurutnya, keuntungan dari suatu bisnis secara umum tidak dapat ditentukan secara pasti. Bisa turun dan juga bisa naik. “terlebih jika keuntungan yang dijanjikan begitu besar dalam waktu singkat. Anda patut untuk curiga,” Pesan Comel.

Kedua, Investasi dipromosikan sebagai investasi tanpa resiko. Dinilainya promosi seperti ini juga patut dicurigai karena menurut Comel setiap investasi pasti mempunyai resiko finansial.

Yang ketiga menurut Comel kalau anda menemukan penawaran investasi yang tidak jelas produknya dan selalu menekankan untuk mencari downline maka hampir bisa dipastikan ini adalah sebuah skema permainan uang. “Ini pun biasanya hanya bertahan beberapa saat saja sebelum pembayaran keuntungan berhenti dengan sendirinya. Alasannya mudah, karena pemasukan dari member baru sudah tidak bisa lagi membiayai pembayaran “keuntungan” upline. Dengan skema permainan uang seperti ini, maka member baru akan selalu merugi karena selalu menghidupi atasanya.”Tambah Comel.

Diakhir kalimat Comel berpesan, setiap melakukan investasi harus memiliki kejelesan akad secara hukum termasuk kejelasan badan hukum perusahaan tempat dimana kita akan menanamkan investasi. “ Saya sudah pernah mempertanyakan persoalan ini ke polres Inhil, hanya saja saat itu disebutkan bahwa sampai saat itu belum ada pihak-pihak yang melaporkan telah dirugikan akan adanya investasi sejenis ini,” Pungkas Comel. (fsl)




MPI NILAI DESK PILKADA DPC PKB INHIL SEBUAH PEMBELAJARAN POLITIK YANG BAIK

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Aktifis Masyarakat Peduli Inhil (MPI) Tengku Suhandri menilai proses penjaring Bakal Calon Bupati 2013-2018 yang dilakukan oleh DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Indragiri Hilir adalah sebuah pembelajaran politik yang baik.

Menurut Comel, nama kecil aktifis yang juga seorang pengusaha muda dibidang Informasi dan Teknologi (IT) di Kota Tembilahan ini, suatu proses penjaringan calon pemimpin yang dinamai PKB sebagai Desk Pilkada ini yang ditujukan untuk mencari balon pemimpin yang layak, terlepas dari niat dibelakanganya, adalah sebuah program yang patut untuk ditiru.

“Artinya apa?, PKB sudah berani membuka diri untuk menerima calon-calon pemimpin diluar kader yang mereka miliki. Selama ini, kebanyakan partai politik selalu bersikukuh calon pemimpin harus lahir dari kader mereka sendiri. Padahal belum tentu kader itu layak menurut penilaian dari kacamata masyarakat,” Ujar Comel ketika sempat berbicara melalui sambungan telepon selular dengan detikriau.org, Jum’at (6/7).

Diakhir kalimat, Comel berharap apa yang telah dimulai PKB sebagai pembelajaran politik yang baik ini pada akhirnya dapat menghasilkan seorang pemimpin yang benar-benar peduli dengan apa yang sesungguhnya diinginkan oleh masyarakat yang dipimpinnya.”Mudah-mudahan kebijakan ini akan menjadi suatu langkah awal untuk melahirkan pemimpin-pemimpin yang amanah, jujur dan bertanggungjawab,” Pungkas Comel. (fsl)




MPA AJAK MASYARAKAT DAN PEMERINTAH AKTIF PERANGI HIV/AIDS

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Data yang terungkap dalam pertemuan kalangan Masyarakat Peduli Aids (MPA) membuktikan penyebaran penyakit mematikan ini sudah merambah kelingkungan masyarakat berisiko rendah. Untuk mengatasi persoalan ini, mereka mengajak semua lapisan masyarakat termasuk pemerintah untuk berperan secara aktif.

Berdasarkan penjelasan Priyo Anggoro dari yayasan SIKLUS Pekanbaru, fokus program terkait HIV/AIDS yang mereka lakukan selama ini terbatas pada kelompok masyarakat berisiko tinggi, seperti kalangan pekerja sek, kaum gay, dan pengguna narkotika jarum suntik. Sedangkan untuk kelompok masyarakat berisiko rendah seperti, Ibu Rumah Tangga, Pelajar, Mahasiswa belum ada terjamah. Berdasarkan data yang mereka miliki, untuk kasus Riau, kurang lebih 25 persen positif AIDS adalah kaum Ibu Rumah Tangga (IRT).

“Makanya kita mencoba untuk mengajak semua pihak khususnya masyarakat untuk ikut mensosialisasikan agar hal ini dapat menjadi perhatian serius untuk menghindari cepatnya penularan.” Ujar Priyo.

 

Berdasrakan data dari LSM Bangun Desa Payung Negeri (BDPN) Inhil mitra kerja yayasan Siklus Pekanbaru, untuk Inhil sendiri sudah ditemukan 46 kasus AIDS. Dari jumlah itu, 4 penderita adalah Anak Usia Balita.

 

Berbicara masalah AIDS ditambahkan Priyo ibarat penomena gunung es. Apa yang dtemukan hanya puncaknya saja. Dari perhitungan Internasional, dari 46 kasus yang ditemukan diindikasikan sebanyak 4.600 masyarakat lainnya sudah terjangkiti virus mematikan ini.

 

“Ini yang sangat menjadi kekhawatiran kami. Saat ini kami memang masih disuport pendanaan dari luar. Hanya saja tentunya support pendanaan ini tidak ada jaminan untuk terus menerus. Makanya sejak sekarang kita sudah mulai mempersiapakan suatu kekuatan yang kedepannya kita harapkan menjadi potensi yang lebih besar untuk memerangi HIV/AIDS yakni dari masyarakat sendiri dengan dukungan pemerintah setempat. Gerakan pemberantasan ini kedepannya diharapkan akan menjadi dalam suatu gerakan bersama dan terstruktur. ”Harapnya.

Kepedulian Pemkab Inhil Memerangi HIV/AIDS dinilai Sangat Lemah

 

Priyo Anggoro, Aktifis Masyarakat Pemerhati HIV/AIDS ini menilai Sosialisasi dan pencegahan HIV/AIDS di Indragiri Hilir belum mendapatkan support maksimal dari Pemkab. Padahal, angka penderita penyakit mematikan ini di Inhil cukup tinggi.

“Saya nilai pemerintah tidak ada kepedulian. Seharusnya, dengan ketersedian berbagai sumberdaya, upaya sosialiasi akan sangat mudah untuk dilakukan,” Kritik Priyo ketika sempat dikomfrimasi disela-sela kegiatan pertemuan  antara Masyarakat Peduli AIDS (MPA) yang difasilitasi LSM Bangun Desa Payung Negeri (BDPN) Inhil dengan Yayasan SIKLUS Pekanbaru bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan stakeholder terkait, Jum’at (6/7) di salah satu rumah makan di kota Tembilahan

Ditambahkannya, dengan potensi sumberdaya yang dimiliki pemkab yang cukup besar, Misalnya Dinas kesehatan yang punya jejaring sampai ketingkat desa termasuk Dinas Pendidikan dapat digerakkan untuk melakukan sosialisasi bahaya HIV/AIDS ini.

“Namun dari hasil analisa kita, sampai hari ini belum ada arahan dari SKPD terkait untuk melakukan hal itu. Padahalkan tidak perlu dialokasikan secara khusus, cukup dengan peran nyata dalam bentuk kepedulian.” Ujarnya menyampaikan kekesalan. (fsl)




TINGKATKAN PERTANIAN, WABUB MINTA SEMUA PIHAK SALING BAHU MEMBAHU

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo berharap agar semua pihak saling bahu membahu untuk mengatasi berbagai persolan dibidang pertanian yang tengah terjadi belakangan ini. Jika ini tidak segera dilakukan, Wabub khawatir dimasa mendatang pemenuhan pangan akan menjadi persoalan serius.

Pernyataan ini disampaikan Wabub dalam kegiatan penyerahan bantuan peralatan mesin pertanian bantuan dari Bank Indonesia Pekanbaru dengan program BI Sosial Responsibility bertempat dihalaman kantor Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Inhil belum lama ini di Tembilahan.

Menurut Wabub, Inhil dengan topografi dataran rendah, untuk pengolahan lahan pertanian yang baik tentunya penangan pengaturan tata air juga harus dilakukan dengan benar.

“Memang ini bukan tugas dinas pertanian tetapi perlu kerjasama dengan dinas-dinas terkait seperti PU. Kita jujur saja perhatian untuk penaganan persoalan lahan pertanian ini kita masih kurang. Sehingga sampai hari ini persoalan tersebut masih menjadi permasalahan sebahagian besar lahan  pertanian di inhil.’ Ujar Wabub.

Dalam kesempatan itu, Wabub juga berharap agar DTPHP Inhil untuk terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi berbagai persoalan yang kini tengah dihadapi petani. Dengan luasan areal persawahan lebih kurang 60 ribuan Hektar, yang termanfaatkan baru sebesar 30 ribuan hektar. “Jika ketersediaan lahan persawahan yang belum dikelola secara maksimal serta didukung dengan teknologi yang benar tentunya kemunginan untuk mendapatkan hasil yang baik juga akan besar,” Imbuh Wabub.

Dijelaskan Wabub lagi, upaya peningkatan produksi pangan ini harus dijadikan perhatian secara serius dari semua pihak dikarenakan saat ini sudah ada indikasi beberapa Negara penghasil pangan terutama beras mulai membatasi eksport hasil komodity beras kita. “Harus kita akui Negara kita sampai hari ini masih melakukan import beras yang cukup besar dari Negara-negara produsen seperti Thailand, belakangan, dengan terjadinya perubahan iklim yang tidak menentu, berdampak kepada hasil produksi pertanian. Akibatnya, beberapa Negara sudah mulai mengutamakan kebutuhan lokal dan mengurangi eksport. Kalaulah kita terlambat melakukan antisipasi akan hal ini, saya khawatir kedepan persoalan pangan akan menjadi suatu persoalan yang serius bagi Negara kita.” Pungkas Wabub (fsl)




VOLY BALL PUTRA DAN TENIS MEJA PUTRI INHIL WAKILI RIAU DALAM O2SN DI JAKRTA

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Beberapa atlet Olahraga Olimpiade Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berhasil maju ke tingkat nasional untuk lomba Volly Ball Putra dan Tenis Meja Putri, yang akan diadakan di Jakarta pada  tanggal 8 hingga 13 Juli 2012. Hal ini dikarenakan tim O2SN tingkat SMK Kabupaten Inhil berhasil menjadi juara pertama ditingkat Provinsi Riau beberapa waktu lalu.

 

“Alhamdulillah, tim O2SN SMK Volly Ball Putra dan Tenis Meja Putri kita berhasil menjadi juara di tingkat provinsi Riau pada kemarin, lalu dengan demikian,  tim dari Kabupaten Ini mewakili Riau untuk mengikuti kejuaraan O2SN tingkat Nasional di Jakarta,” terang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H M Fauzar, melalui Kasi Kurikulum SMK yang juga merupakan Pembinaan Kegiatan O2SN SMK, Hj Hasnah, Jumat (6/7), disela-sela acara pelepasan atelit di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil yang di lakukan oleh Sekertaris Dinas Pendidikan,  Zulkifli.

 

Hasnah mengatakan, bahwa dalam  kegiatan O2SN tingkat SMK dari Kabupaten Inhil yang merupakan perwakilan Riau ini mengirimkan sebanyak 6 orang atlit Volly Ball Putra, terdiri dari Bagus, Ardiansyah, Kaharuddin,  Puja Antara Nusa,  yang masing-masingnya merupakan siswa SMKN 2 Tembilahan, dan Baharuddin, siswa  SMKN 1 Tembilahan, dan Rudin Trasmono, siswa SMKN Pengalihan, serta atelit Tenis Meja Putri May Sartika yang berasal dari SMKN 1 Tembilahan.

 

“Untuk tim O2SN dari Kabupaten Inhil yang merupakan perwakilan dari Riau mengikuti perlombaan dalam dua cabang olahraga,  yakni volly ball putra dan tenis meja putri,” katanya.

 

Dan pada O2SN tingkat nasional ini, sambungnya, ada tiga (3) atlit dari Kabupaten Pelalawan yang mewakili  riau untuk bertarung di lomba yang sama di Jakarta. Ketiga atlit itu diantaranya dari cabang karate putri, renang putra dan catur putra yang masing-masing cabor diwakili satu orang. “Kami sangat berharap dukungan dari masyarakat Riau, khususnya Kabupaten Inhil,” harapnya. (Am)




JELANG RAMDAHAN, DISPERINDAG INHIL TURUN KE PASAR

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dua pekan menjelang masuknya bulan suci ramadhan, walaupun tidak signifikan, beberapa kebutuhan bahan pokok dibeberapa pasar tradisional di Kota Tembilahan sudah mulai merambat naik.

Berdasarkan hasil pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Inhil, Jum’at (6/7), Komoditas sayur mayor jenis bawang merah mengalami kenaikan harga dari sebelumnya Rp. 14.000, kini dipasarkan dengan harga Rp. 16.000 per kilo. Namun untuk komoditas sayur mayor jenis cabe merah keriting justru mengalami penurunan dari sebelumnya dipasarkan dengan harga Rp. 36.000 kini dipasarkan dengan harga Rp. 34.000 per kilonya.

Sementara untuk komoditas daging, ayam potong juga mengalami penurunan dari sebelumnya Rp. 30.000 mnenjadi Rp.28.000 untuk setiap kilonya.

“Kenaikan dan penurunan harga terjadi pada tiga hari belakangan ini, dan itupun tidak begitu besar, hanya mencapai Rp 2.000 per kilogramnya. Disperindag secara berkala akan terus melakukan pemantauan dipasaran. Baik untuk mengetahui perkembangan harga, ketersediaan barang maupun sirkulasi barang dipasaran.” tutur Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Inhil, Raja Teruna, Jum’at (6/7).

Pantauan di Pasar Terapung Tembilahan, memang tidak terlihat adanya perkembangan harga yang signifikan untuk beberapa kebutuhan pokok, seperti daging sapi masih dijual seharga Rp 90.000 perkilogram.

Sementara itu, untuk harga kebutuhan pokok lainnya seperti minyak goreng, daging sapi dan ayam kampung, telur, beras, gula, tepung terigu, serta minyak tanah masih relatif stabil dan tidak ada tanda-tanda akan mengalami kenaikan atau penurunan harga.

Untuk diketahui, harga bahan pokok seperti beras belida asal Palembang masih dijual seharga Rp 9.000 per kilogram, beras solok asal Sumbar Rp 11.000 per kilogram. Kemudian, minyak goreng ranpa merk masih seharga Rp 11.000 per kilogram, minyak bimoly Rp 13.000 per liter, telur itik Rp 2.000 per butir, telur ayam kampung Rp 2.500 per butir, telur ayam ras Rp 1.000 per butir, bawang putih Rp 18.000 perkilogram dan minyak tanah Rp 10.000 per liter.

 

Sementara itu, Kadisperindag Inhil, Rudiansyah ketika dikomfirmasi wartwan diruang kerjanya menyatakan tidak bisa memberikan jaminan tidak akan adanay kenaikan harga sembako. Sebab, suplai beberapa  bahan pangan seperti gula, beras dan tepung tergantung kepada pasokan dari pabrik,.’’Pemerintah hanya dapat memantau dan menjaga penyaluran ditingkat distributor untuk Kabupaten Inhil khusunya.  Jadi tidak bisa terjamin kecukupannya, termasuk harga. Namun yang paling penting, pasokan sembako tidak terputus dari luar,’’ ucapnya.

 

Peninjauan harga sembako ini, dijelaskan Rudiansyah,  dilakukan oleh tim Disperindag  guna mengantisipasi lonjakan kenaikan harga yang biasanya terjadi ketika memasuki bulan puasa. Dari sekian banyak distributor yang dikunjungi tersebut, nantinya akan kita undang  guna melakukan rapat untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga dan kecukupan kebutuhan sembako jelang Ramadhan dan lebaran.

 

“Intinya hal tersebut dimaksudkan untuk menjamin ketersediaan sembako jelang memasuki bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri. Sehingga nantinya masyarakat tidak perlu khawatir lagi akan terjadinya kelangkaan sembako yang menjadi kebutuhan masyarakat.(Am)