Juli, Progress Venua PON Futsal Baru Capai 55 Persen.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Manajer PT. WIKA, Ikhsan Sabri optimis menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau, September mendatang, Venue PON Futsal sudah bisa difungsikan.

 

Pernyataan ini disampaikannya saat kunjungan Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo kelokasi pembangunan Venue PON Futsal, Selasa (10/7).” September 2012 mendatang kita yakin progress pekerjaan bisa kita capai sebesar 75 hingga 80 persen. Saat ini kita sedang kejar untuk selesaikan pekerjaan dibagian dalam seperti arena tempat duduk penonton dan fasilitas pendukung seperti kamar mandi,” Ujar Ikhsan.

 

Sampai hari ini ditambahkan Ikhsan, progress Venue PON Futsal secara keseluruhan sudah mencapai 55 persen. Agar bisa difungsionalkan untuk iven PON, PT. WIKA melakukan pemilahan pekerjaan-pekerjaan yang dinilai sangat diperlukan.

 

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olaharga (Kadisbudparpora) Kab. Inhil, Mukhtar T menyatakan sampai saat ini tidak ada lagi kendala yang dinilai krusial untuk menggegas pembangunan PON futsal.

 

“Pembangunan Venue PON ini batas pengerjaannya sampai Desember 2012. Namun agar bisa fungsional untuk pelaksanaan PON XVIII, pengerjaan harus kita gesa agar bisa difungsionalkan untuk pelaksanaan PON XVIII Riau, September mendatang. Dari 250 pekerja, mereka bekerja siang dan malam yang dibagi dalam tiga ship. Kita tentunya memnita agar seluruh masyarat mendo’akan agar pekerjaan ini dapat terselesaikan sesuai target.” Pinta Mukhtar T.

 

Menurut Mukhtar T, kelak, dengan terbangunnya Venue PON Futsal ini akan menjadi sebuah anugerah dan kebanggaan untuk masyarakat Inhil. Fasilitas gedung ini bisa dimanfaatkan secara multi fungsi. Selain untuk olahraga futsal, tentunya juga bisa dipergunakan untuk berbagai kegiatan lainnya.

 

Dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo berharap semoga pekerjaan pembangunan Venue PON Futsal ini dapat terlaksana dengan baik agar kelancaran pelaksanaan Iven PON XVIII sukses.

 

Berdasarkan pantauan lapangan, saat ini pekerjaan sedang dilakukan pada kontruksi tribun tempat duduk penonton dan tiang penyangga atap. Terlihat material tiang rangka bagian atap sudah tersedia dilokasi. Sayangnya apa yang disampaikan Manajer PT. WIKA, Iksan Sabri tidak sesuai dengan perkiraannya yang telah disamapaikannya kepada wartawan dalam komfirmasi pada awal juni 2012 yang lalu. Saat itu Ikhsan Sabri menyatakan awal juli 2012 progress pekerjaan sudah bisa mencapai 65 persen.(fsl)




INHIL BERANGKATKAN 71 ATLIT POPDA

TEMBILAHAN (detikriau.org) – 71 orang atlit Inhil dikirim ke Pekanbaru untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Riau ke 11. Dengan mengikuti 6 dari 11 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, Kontingen POPDA Inhil ditargetkan masuk tiga besar.

Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo usai melepas kontingen Inhil di halaman kantor Bupati mengharapkan atlet yang dikirim ke ajang POPDA Riau Ke- 11 ini dapat mengukir prestasi yang baik.”Namun saya berpesan agar tetap menjunjung tinggi sportivitas dan jaga nama baik daerah,” Pesan Wabub.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Kadisbudparpora), Mukhtar T mengatakan saat ini anggaran ajang prestasi atlet dikalangan pelajar sangat terbatas sehingga kedepan ajang pembinaan atlet dikalangan pelajar akan digodok secara bersama-sama antara Disporabudpar dan Dinas Pendidikan agar prestasi atlit kelak dapat lebih ditingkatkan.

Dalam POPDA Ke 11 Provinsi Riau yang akan dilaksanakan dari tanggal 11 hingga 18 juli ini, Inhil menurunkan atlet di 6 Cabor yakni, Bulu Tangkis, Atletik, Tenis Meja, Sepak Bola, Sepak Takraw dan Pencak Silat.(fsl)




Warga Sungai laut Syukuri Pelaksanaan Khitanan Massal

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Desa Sungai laut Kecamatan Tanah Merah, Amiruddin mewakili seluruh masyarakat menyatakan ucapan terimakasih dengan telah dilaksanakannya kegiatan sosial sunatan massal oleh Bapak H. Edy Syafwannur belum lama ini di desanya.

Dengan kegiatan sunatan massal ini menurut Amiruddin telah  memberikan kesan yang begitu mendalam bagi seluruh anak-anak yang telah mengikuti kegiatan tersebut.” Ucapan terimakasih ini sebuah amanah yang harus saya sampaikan. Mudah-mudahan Pak Edy Syafwannur  mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah Yang Maha Esa serta dimudahkan semua urusannya” Ujar Amiruddin ketika sempat bertemu detikriau.org di Tembilahan, selasa (10/7).

Dengan penduduk yang kebanyakan berpenghasilan sebagai nelayan, sekedar untuk mengkhitankan anak, ditambahkan Amiruddin bukanlah suatu hal yang cukup mudah bagi kebanyakan masyarakat didesanya. Dengan adanya kegiatan sosial seperti ini pastinya sesuatu yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat kecil.” Mudah-mudahan masih banyak para dermawan yang melakukan kegiatan serupa agar paling tidak akan membantu kewajiban orang tua yang tidak mampu untuk mengikuti perintah agama.” Pungkas Amiruddin. (Am)




TANTANG PENYIDIK KPK, RAMLI NGAKU MASIH TIDUR NYENYAK

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau DR H. Ramli Walid menyatakan tidak ada yang perlu ditakutinya sehubungan dengan pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait Dugaan Korupsi Venue PON XVIII. Sampai hari ini diakuinya ia masih bisa tidur nyenyak.

Pernyataan ini disampaikan Ramli Walid saat digelar konfrensi pers seusai mendaftar sebagai salah satu Bakal Calon (Balon) Bupati Inhil periode 2013-2018 pada Desak Pilkada DPC PKB Inhil, Senin (9/7) di Tembilahan.

“Saya dipanggil sebatas dimintai keterangan sebagai saksi. Bagi saya pemanggilan KPK itu bukan angin mamiri apalagi angin ribut. Saya Tanya itu sama penyidik, kenapa saya dipanggil. Penyidik bilang saya dipanggil karena saya bertugas sebagai kepala bappeda yang tentunya sangat terkait dengan perencanaan. Siapapun orang yang menjabat sebagai Bappeda saat itu pasti akan dipanggil penyidik KPK” Ujar Ramli Walid menjawab pertanyaan wartawan.

Dalam pemanggilan itu menurut Ramli Walid, kepadanya dipertanyakan apakah sebelum disahkan perda itu sudah dianggarkan dananya. Diakui Ramli benar ia yang mengusulkan revisi perda.”Namun untuk pembiayaannya, sebagai bentuk penghargaan kepada DPRD, tidak ada satu senpun uang rakyat yang dianggarkan tanpa adanya persetujuan wakil mereka di DPRD.  Jadi sepuluh kalipun saya dipanggil, saya masih bisa tidur nyenyak,” Kilah Ramli.

Dalam kesempatan itu, Ramli walid juga menyatakan sama sekali tidak merasa takut menghadapi penyidik KPK. “Penyidik KPK tentu orang-orang yang berkualitas dan katanya bersekolah di hongkong. Orang lain sampai terkencing-kencing. Saya tidak. Saya malah tantang itu penyidik. Tanya semua kepala Dinas, pernah tidak saya sebagai kepala Bappeda bahkan menganggarkan sampai 6 Triliyun lalu meminta duit?. Saya lakukan semua sesuai prosedur dan tak ada yang perlu saya ragukan.”  Pungkas Ramli Walid dengan nada yakin. (fsl)




PEMKAB INHIL BAYARKAN GAJI KE-13

TEMBILAHAN (detikriau.org) –Senin (9/7), pencairan gaji ke-13 PNS telah mulai dibayarkan oleh Pemkab Inhil. Hal ini, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan meringankan biaya hidup Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kebijakan gaji ke-13 ini diatur Melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2012. Dalam PP ini disebutkan, yang dimaksud dengan Pegawai Negeri adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS), anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Sementara yang dimaksud Pejabat Negara adalah dari Presiden, Wakil Presiden; Ketua, Wakil Ketua, dan anggota MPR, DPR, BPK, KPK, Komisi Yudisial, Menteri dan jabatan setingkat menteri, Ketua, Wakil Ketua dan Hakim Mahkamah Konstitusi, MA, Hakim pada Badan Peradilan Umum, PTUN, Peradilan Agama, dan Peradilan Militer; Gubernur dan Wakil Gubernur, serta Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/Wakil Walikota.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Inhil , H Alimuddin RM, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pencairan gaji ke-13 oleh Pemkab Inhil tersebut. Dia memperkirakan, pencairan akan dilakukan dalam beberapa tahap.

 

“Ya, untuk gaji ke-13 PNS sudah mulai di bayarkan hari ini Senin, (9/7) dan di Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil semuanya sudah di bayarkan, namun untuk di intansi pemerintah kabupaten inhil seperti dinas, badan dan lainnya, pembayarannya akan dilakukan Selasa, (10/7) sesuai dengan jumlah penerimanya,” terang  Sekda.

 

Ditambahkan Sekda, gaji ke-13 dimaksudkan untuk membantu para PNS dalam menghadapi tahun ajaran baru. Namun ketika disinggung mengenai besaran gaji ke-13, Sekda hanya menyebutkan, besarannya sebanyak satu bulan gaji yang di terima setiap PNS sebelumnya.

 

“Untuk jumlah pastinya saya tidak tahu persis. Namun yang jelas gaji ke – 13 yang di terima oleh setiap PNS tersebut sebesar satu bulan gaji,” papar Sekda.(Am)




KOMISI I DIMINTA AGENDAKAN HEARING SECARA MENYELURUH

Terkait Penyerobotan lahan Petani Desa Pancur Oleh PT. Palma Satu —

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kuasa hukum Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan ) Selamat, Desa Pancur Kecamatan Keritang meminta pihak DPRD untuk melakukan pemanggilan kembali pihak-pihak terkait. Permintaan ini disampaikan secara tertulis kepada Ketua DPRD Kab. Inhil, H. Raus Walid dan Komisi I.

“Surat sudah kita kirimkan hari ini. Kita berharap agar DPRD Inhil bersedia untuk melakukan hearing secara menyeluruh dengan pihak-pihak terkait,” Ungkap Pengacara Gapoktan Selamat, Zainuddin Acang, SH kepada wartawan sambil menyatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk mempercepat proses penyelesaian penguasaan lahan petani desa pancur oleh PT. Palma Satu , senin (9/7)

Menurut Zainuddin Acang, permasalahan yang tengah terjadi ini harus disikapi sesegera mungkin dan tidak menunggu terjadinya konflik terlebih dahulu dilapangan baru melakukan tindakan.

Dalam surat tersebut, masyarakat meminta pihak dewan, dalam hal ini Komisi I melakukan pemanggilan kepada Bupati Inhil,  Kapolres Inhil, BPN Inhil, Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan, Dinas Ketahanan Pangan, Holtikultura dan Peternakan, Camat Keritang, Kades Pancur, Ketua Gapoktan Selamat serta perwakilan petani Desa Pancur.

Terkait perkembangan laporan terjadinya tindak pidana penyerobotan dan pengrusakan lahan yang dilakukan pekerja PT Palma Satu diakui Zainuddin saat ini pihaknya masih dimintai keterangan dan melengkapi alat bukti oleh pihak kepolisian.(fsl)