Polsek Kateman Ciduk Satu Pelaku Judi Sie Jie

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Jajaran Tim Ospnal Polsek Kateman terus gencar melakukan pemberantasan judi Sie Jie, buktinya pada Rabu (25/7) sekitar pukul 12.30 WIB, sebanyak 1 orang sudah berhasil diamankan lengkap dengan barang buktinya

Dalam keterangannnya Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Kapolsek Kateman AKP Hotasi Purba, Kamis (26/7) menjelaskan sesuai perintah pimpinan, pihaknya tetap konsisten untuk melakukan pemberantasan segala bentuk perjudian yang ada diwilayah hukum Polres Indragiri Hilir

Menurutnya pada penangkapan terhadap tersangka BHR (43) alias Mamang warga Jalan Hasanudin Kelurahan Tagaraja. Tersangka berhasil diamankan di TKP depan kafe Jalan Yos Sudarso Kelurahan Tagaraja, lengkap dengan barang buktinya

“Dari tangan tersangka berhasil diamankan berupa barang bukti 1 pena merek pilot warna biru, kemudian 1 unit HP Nokia tipe X1, serta sebuah buku note book dan uang tunai sebesar Rp546.000,-”kata AKP Hotasi Purba

Ditegaskan oleh Hotasi, kronologi penangkapan terhadap tersangka berawal adanya informasi dari masyarakat, bahwa di TKP pelaku sedang menjual kupon Sie Jie. Atas informasi tersebut kemudian anggota Opsnal Reskrim langsung mendatangi TKP untuk untuk membuktikan laporan dari masyarakat

“Ternyata benar, begitu sampai di TKP petugas Opsnal Reskrim Polsek Kateman menemukan tersangka sedang merekap judi togel. Karena sudah cukup alat bukti selanjutnya tersangka langsung dibawa ke Polsek untuk di proses” ujar Kapolsek Kateman AKP Hotasi Purba

Lebih jauh AKP Hotasi Purba menegaskan bagi setiap pelaku judi Sie Jie maupun narkoba tidak bisa di toleransi dan harus diberantas sesuai dengan hukum dan mekanisme yang berlaku, tegasnya.(Am)




Dua Warga Diamakan DKP

Menggunakan Racun Jenis Record Saat Mengkap Ikan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Kelautan dan Perikanan  (DKP) Kabupaten Indragiri Hilir, bekerjasama dengan Satuan Polisi Airud berhasil mengamankan dua orang oknum masyarakat. Mereka berdua ditangkap karena kedapatan menggunakan bahan baracun jenis record saat menangkap ikan di perairan di Desa Tanjung Baru.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Ir H Saripek MP, kepada Vokal melalui HP, Rabu malam, (25/7), mengatakan, keberhasilan pihaknya dalam mengamankan tersangka tidak terlepas dari peranan masyarakat setempat yang mengimformasikan adanya aktivitas penangkapan ikan menggunakan bahan berbahaya.

“Mendapat laporan warga kita langsung mengambil langkah konkrit dan langsung berangkat menuju lokasi bersama Polisi Airud. Saat di lokasi kita juga dibantu oleh Babinsa setempat hingga berhasil mengamankan dua tersangka”terangnya.

Ia menambahkan pelaku sebenarnya berjumlah empat orang. Dua lain masih sempat kabur saat akan ditangkap. Tapi meski begitu, kata Saripek, identitas pelaku yang melarikan diri sudah kita ketahui. “Saat ini tersangka dan barang bukti dibawa ke Tembilahan untuk diproses lebih lanjut,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu Kadis Perikanan, meminta kepada nelayan untuk tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya dalam menangkap ikan. Perbuatan semacam itu tidak akan ditolerir, karena bentuk perlawanan terhadap hukum. Makanya kalau memang tertangkap, tentu akan diproses secara hukum.

Selain itu menangkap ikan menggunakan bahan berbaya, tentu akan merusak habitat bahkan bisa memusnahkan biota air dalam jangka panjangnya. Tentunya kita tidak ingin hal itu terjadi, sebab kalau terus berlanjut, tentunya kedepan akan semakin sulit mencari ikan dan udang diperairan yang sudah terkena racun.

“Tidak kalah pentingnya zat berbahaya yang digunakan dalam menangkap ikan, tentu akan membahayakan bagi masyarakat yang mengkonsumsi hasil tangkapan ikan yang dimaksud. Maka kita terus menghimbau agar masyarakat jangan melakukan kegiatan semacam itu,” harapnya. (suf)




BP2KP RAIH PERINGKAT DUA LCMP

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Indragiri Hilir, bekerjasama dengan tim penggerak PKK, berhasil meraih peringkat kedua dalam Lomba Cipta Menu (LCMP) Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) tingkat Provinsi Riau yang dilaksanakan Badan Ketahan Pangan Provinsi Riau,15 Juli lalu.

 

Kepala BP2KP Inhil Drs Raja Indrajaya, saat ditemui di ruangan kerjanya, Rabu, (25/7) mengungkapkan, acara yang diselenggarakan setiap tahun ini dalam rangka merangsang kreatifitas ibu-ibu dalam menciptakan menu yang kreatif. Dengan memperhatikan potensi pangan lokal yang ada di daerah masing-masing dengan ketentuan penggunaan selain beras dan terigu.

 

Masih menurutnya, ketentuan lainnya adalah penyajian menu diperuntukan bagi satu keluarga yang terdiri dari ayah usia produktif, ibu menyusui, bayi usia 6-24 bulan (MPASI) dan satu anak usia 5 tahun. Menu yang disajikan untuk satu hari makan (makan pagi, siang, malam dan makanan selingan). Selain itu diutamakan dengan memperhatikan prinsip beragam, bergizi, seimbang dan aman.

 

“Menu yang disajikan tim Inhil adalah laksa singkong untuk makan pagi dan acar temu pauh yang menjadi sayur pada makan siang. Bahkan menurut juri laksa singkong merupakan salah satu menu baru dan layak dikembangkan, begitu juga dengan temu pau yang biasa untuk obat dapat diolah menjadi sayuran,” terang Indrajaya.

 

Dengan kegiatan semacam ini, diharapkan akan terwujud penganekaragaman konsumsi pangan dan penggunaan pangan alternatif pengganti beras dalam kebutuhan sehari-hari. Sebab, daerah kita sangat kaya dengan potensi pangan lainnya, hanya saja memang, masyarakat kita yang masih belum terbiasa dan sangat tergantung dengan beras.

 

“Harapan kita kegiaan semacam ini akan mendorong ibu-ibu dalam memilih, menyusun dan menciptakan menu beragam, bergizi, seimbang dan aman bagi keluarga mereka. Sehingga akan menciptakan kelauarga yang sehat, aktif dan produktif,” tambahnya.(suf)




RAMADHAN BERIKAN REZKY BAGI PEDAGANG DADAKAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) —  Tibanya bulan suci Ramadhan memberi berkah tersendiri bagi pedagang dadakan. Hampir disetiap sudut Kota Tembilahan mereka seakan berlomba menjajakan aneka jajanan kue, lauk pauk, panganan khas puasa sampai aneka ragam buah-buahan. Pedagang-pedagang dadakan ini mulai menjajakan dagangannya mulai sekira pukul 15.00 Wib hingga menjelang waktu berbuka tiba.

‘Alhamdulillah, setiap ramadhan tiba saya dapat mengumpulkan sedikit tambahan rezky buat anak-anak saya. Keuntungan sebulan penuh nantinya, tentu paling tidak dapat sedikit meringankan beban saya untuk membiaya berbagai kebutuhan lebaran nanti,” Ujar Yanti, salah seorang pedagang di jalan M. Boya ketika sempat berbincang dengan detikriau.org.

Lain Yanti lain pula Udin. Warga Tembilahan ini mengaku dagangan kelapa mudanya terjual laris manis.” Kegiatan berdagang kelapa muda ini hanya saya lakoni setiap bulan ramadhan saja. Alhamdulillah, setiap harinya 50 hingga 70 butir kelapa muda saya ludes diboyong pembeli,”Kisah Ujang dengan senyum sumringah.

Menurut Ujang, satu butir kelapa muda di jualnya seharga Rp. 5.000. dengan harga beli Rp. 2.000 di kebun, setiap harinya ia mengaku mampu meraup untung sebanyak Rp. 150 hingga Rp. 200 ribu.”Tapi kerjanya ya lumayan bang. Kita beli sendiri kelapanya di kebun dan kemudian kita pasarkan sambil keliling. Walau kerja seperti ini agak berat api hasilnya lumayan buat tambah-tambah penghasilan,” Ujar Ujang yang mengaku berprofesi sebagai tukang ojek ini. (am)




ZOU TUNTUT MANAJEMEN PERSIH BERIKAN HAKNYA

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Setelah dua pemain asing asal Kamerun, Bikoy Daniel dan Bekatal Cristian, Persatuan Sepakbola Indragiri Hilir (PERSIH) kembali didatangi satu lagi pemain asing asal Kamerun, Zoubairou Garba Mountala. Kedatangan pemain berkulit hitam yang didampingi istrinya, Siti Hatinah (27) sama dengan dua pemain asal Kamerun sebelumnya juga menuntut pembayaran uang kontrak yang sampai saat ini belum dibayarkan.

Menurut pengakuan , Zoubairou Garba Mountala yang akrab dipanggil Zou ini berdasarkan surat kontrak No: K.28/KON/PERSIH-DU/XII/2011, tertanggal 29 Desember 2011 kepada dirinya akan diberikan gaji bulanan sebesar Rp. 20.400.000. Namun selama 4 bulan bergabung memperkuat Tim PERSIH, ia baru diberikan pembayaran gaji senilai Rp. 25 juta.

“Saya hanya menuntut manajemen PERSIH untuk memberikan sisa gaji saya selama 4 bulan itu. Ini hak saya sesuai kontrak yang sudah ditandatangani secara bersama.” Ujar Zou yang saat itu didampingi istrinya yang mengaku sedang mengandung anak kedua dari pernikahan mereka ketika bertemu detikriau.org disebuah hotel di Kota Tembilahan, selasa (24/7) malam.

Diakui pemain bernomor punggung 4 ini, dalam upayanya menuntut hak itu, tadi siang mereka sudah berusaha menemui Babe (panggilan akrab Ketua Umum PERSIH, Rasyid. red) di Kantor Dinas Sosial Inhil, tapi tidak berhasil ditemui. Pasangan suami istri ini kemudian mencari informasi rumah kediaman Babe, namun sekali lagi begitu menyambangi rumah Babe yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Kab. Inhil, mereka kembali menelan kekecewaan karena mendapatkan informasi bahwa Babe sudah berangkat ke PKU.

“Saya sendiri tidak habis pikir kenapa mereka mengelak untuk menemui kami. Ini kan uang keringat suami saya. Kami membutuhkan biaya untuk kebutuhan hidup kami yang kini sudah dikaruniai seorang putri berusia 4 tahun.” Ungkap Istri Zou kelahiran Jawa Barat ini dengan mata berkaca-kaca.

Untuk mencarikan jalan terbaik persoalan ini, pasangan suami istri ini, esok, rabu (25/7) berencana untuk mendatangai Bupati Inhil,”Kalaupun besok Bupati tidak ada, ya mungkin yang mewakili beliau. Yang jelas kami memohon apa yang menjadi hak kami ini segera diberikan,” Pungkas Zou. (fsl)




PB PON GELAR SEMINAR IPTEK PON XVIII RIAU

TEMBILAHAN (detikriau.org) – PB PON Provinsi Riau bekerjasama dengan Sub PB PON Kabupaten Inhil melaksanakan Kegiatan Seminar Iptek Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 Provinsi Riau, kemaren (23/7) Sore. Kegiatan seminar ini dihadiri oleh Ketua III PB PON Provinsi Riau, Ramli Walid.

Seminar Iptek ini dilaksanakan dalam rangka memberikan penjelalasan mengenai materi-materi PON ke XVIII 2012 tersebut. Yaitu sistim Olahraga Nasional dan Undang-Undangnya serta persiapan PON itu sendiri yang terikat dengan kecanggihan teknologi

Seperti yang disampaikan Ramli Walid selaku Ketua Bidang III PB PON XVIII 2012 Provinsi Riau dalam seminar tersebut, dia menjelaskan, kegiatan PON tersebut akan dipadupadankan dengan kecanggihan tekhnologi sebagai akses masyarakat luas.

“Seperti yang disampaikan Gubri, Seminar ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi PON 2012 ini yaitu Green PON dan Modern PON di semua tempat pertandingan dan undang-undangnya yaitu undang undang keolahragaan nasional nomor 3 tahun 2005,”jelasnya.

saat sesi wawancara dengan para wartawan. Dia juga menjelasakan, Seminar Iptek ini diadakan untuk memberikan informasi kepada peserta seminar tentang materi mulai dari sistem Olahraga Nasional dan undang-undangnya hingga persiapan PON itu sendiri.

“Bila kita hitung mundur, penyelengaraan PON kita hanya tinggal 50 hari lagi. Itu artinya persiapan yang telah kita lakukan selama ini tinggal kita optimalkan, oleh sebab itu dalam seminar iptek ini kita menyampaikan informasi-informasi melalui dua materi. Tujuannya agar masyarakat tahu PON tetap dilaksanakan sesuai jadwal dan dapat melihat peluang yang ada sebagai tuan rumah olahraga Nasional ini.,” ujarnya.

Seminar Iptek tersebut diadakan di Tembilahan, mengingat Kabupaten Inhil merupakan salah satu dari 10 Kabupaten yang akan menjadi penyelenggara perhelatan Olahraga Nasional tersebut, yang mendapatkan kesempatan untuk menyelenggarakan salah satu cabang olahraga (cabor), yakni Futsal.

Sementara itu Ketua Sub PB PON Kabupaten Inhil yang diwakili Syafrinal Hedy dalam acara itu menyampaikan, sebagai salah satu penyelenggara, Inhil siap menyelenggarakan kegiatan PON tersebut dengan melakukan persiapan yang hingga kini masih terus digesa.

“Ya kita sebagai Penyelenggera siap untuk mensukseskan PON itu, seperti persiapan yang telah kita lakukan mulai dari venue dan SDM nya hingga sekarang masih kita persiapkan guna kelancara PON,” ungkapnya. (Am)