TERUSKAN USAHA, RUSLI HARAP BANTUAN PEMERINTAH

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Rusli, warga RT 11 RW 04 Kecamatan Tempuling selama puluhan tahun mengandalkan nafkah keluarga dari keahliannya sebagai mekanik dan tukang las.  Diusia yang mulai beranjak senja, ia khawatir ketiadaan modal akan memaksa dirinya tidak lagi mampu mempertahankan satu-satunya sumber utama penghasilan keluarga ini.

“Usaha ini yang menafkahi 6 putra-putri saya selama puluhan tahun. Sedikit keuntungan yang saya sisihkan diluar memenuhi kebutuhan keluarga tidak pernah cukup untuk mengganti peralatan dan memperbaiki bangunan bengkel ini. Kini kondisinya semakin menua dan mulai keropos.,” Ungkap Rusli dengan suara pelan ketika sempat disambangi di bengkel kerjanya yang terlihat sudah sangat tidak layak, Ahad (4/8)

Menurut Rusli, dulu, mesin las yang kini dimilikinya diperoleh dengan cara meminjam uang di Koperasi dan dibayar secara angsuran. Dari hasil yang diperoleh setiap harinya, ia harus menafkahi keluarga dan membayar bunga pinjaman. Kondisi ini yang dinilainya tidak memungkinkan dirinya untuk mengembangkan usaha.” Pekerjaan hampir setiap harinya tidak pernah kosong. Waktu mesin las ini bagus, saya bisa menyelesaikan kerja cukup banyak. Kini dengan mesin yang sudah mulai menua ini, tentunya tidak akan mampu lagi bekerja maksimal.” Tambah Rusli.

Ketika dipertanyakan apakah selama ini ia pernah mencoba untuk meminta bantuan dengan pihak pemerintah. Rusli membenarkan. Hanya saja menurut Rusli, ia sempat kecewa karena lurah menyatakan dengan kondisi bangunan bengkel yang keropos seperti itu ia akan sulit untuk mendapatkan bantuan. “Saya hanya merasa heran saja, kalau saya punya bengkel yang bagus dan peralatan baik, untuk apa saya memohonkan bantuan. Justru karena kondisi ketidakberdayaan inilah yang terpaksa membuat saya untuk mencoba mencari uluran tangan.”Keluhnya. (Am)




3 PRODI UNISI TEMBILAHAN KANTONGI AKREDITASI

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Mahasiswa 3 Program Studi (prodi)  Universitas Islam Indragiri (UNISI), Tembilahan mulai dapat menarik nafas lega. Hal ini disebabkan SK Akreditasi ketiga prodi itu sudah mendapatkan pengesahan.

Ketiga prodi itu yakni, Budidaya Perairan, No. SK 017 Tahun 2012, kemudian Ilmu Hukum, No. SK 020 Tahun 2012 dan terakhir Teknik Sipil. No. SK 019 Tahun 2012. Ketiga Prodi ini terakreditasi dengan peringkat C.

Kepala Bidang Perencanaan Akademik UNISI, Akbar ketika dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya membenarkan akan hal ini. “ Benar, SK ketiga prodi itu sudah terbit. Tanggal pastinya saya kurang ingat. Tapi kalau pastinya bisa di chek langsung secara online di situs ban-pt.kemendiknas.go.id. bahkan dalam waktu dekat, tiga prodi lagi SK-nya akan segera menyusul,” Jelas Akbar menjawab komfirmasi.

Sutanto, Mahasiswa Hukum UNISI menyambut gembira dengan kabar terbitnya SK Akreditasi ini. Ia berharap kedepan semua prodi yang ada di UNISI juga akan terbit SKnya.”Alhamdulillah. dengan terbitnya SK Akreditasi ini tentunya menjadi kabar yang sangat menggembirakan. Saya berharap kedepan seluruh prodi yang ada di UNISI juga akan mendapatkan Akreditasi agar UNISI dapat lebih memiliki daya saing,” Ujar Sutanto. (fsl)




PESERTA DARI 20 KECAMATAN IKUTI PENDIDIKAN PASKIBRAKA 2012

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebanyak 31 peserta utusan dari 20 kecamatan se-Kabupaten Inhil mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar Kepemimpinan Paskibraka tahun 2012, yang ditaja Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Inhil, di aula Wisma Kemuning Muda Tembilahan, Kamis (2/8).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memaksimalkan persiapan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-67, yang dilaksanakan di Kabupaten Inhil pada tanggal 17 Agustus 2012 mendatang.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Kadisporabudpar) Inhil, H Mukhtar T dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, para peserta pelatihan ini merupakan remaja-remaja pilihan yang lolos seleksi untuk menjadi Paskibraka Inhil tahun 2012.

“Para peserta pelatihan ini tentunya kita persiapkan dari siswa sekolah tingkat SLTA se-Kabupaten Inhil. Mereka (peserta, red) telah melalui proses penyaringan yang ketat oleh orang-orang yang berkompeten dibidangnya. Jadi, para peserta ini bukanlah titipan, karena latihan yang harus mereka lakukan cukup berat dan memerlukan kecerdasan, fisik yang kuat serta kesehatan,” tutur Mukhtar.

Oleh karena itu, ia berharap melalui Pendidikan dan Pelatihan Dasar Kepemimpinan Paskibraka ini akan tumbuh tekad, semangat dan keinginan yang kuat di dalam lubuk hati setiap anggota Paskibraka untuk memberikan yang terbaik bagi tanah air yang tercinta.

“Kita harapkan para peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya, tingkatkan kepercayaan diri dan jagalah kesehatan, karena upacara ini adalah untuk memperingati hari kemerdekaan, sehingga akan tercermin rasa nasionalisme yang dimana saat ini sudah mulai pudar dan terkikis zaman,” tambahnya.

Kapten Arh Sugiono, narasumber dari Kodim 0314/Inhil menjelaskan, bahwa untuk teknis latihan akan dilakukan setelah pembukaan tersebut selesai dilaksanakan, yakni mulai dari dasar kepelatihan PBB, sampai mengarah ke masalah formasi.

“Kita sudah membagi waktu pelatihan ini, yaitu 4 hari pelatihan dasar, 3 hari pelatihan formasi khusus barisan 17 dan 8, kemudian selebihnya kita gabungkan dengan pasukan 45 yang terdiri dari anggota TNI dan Polri,” terang Sugiono didampingi Ipda Juarto, anggota Polres Inhil.

Sementara itu, terkait dengan kondisi puasa saat ini, ia mengatakan, bahwa sesuai target latihan yang efektif akan dilaksanakan selama 13 hari, dan dengan kondisi sekarang tentunya latihan akan dimaksimalkan, supaya peserta Paskibraka berhasil dalam pelaksanaan pengibaran bendera nanti.

“Untuk pagi hari, kita jadwalkan latihan dimulai pada pukul 07.00 sampai 10.30 Wib. Sedangkan sore harinya, akan dimulai pukul 13.15 hingga 17.00 WIB,” imbuhnya




Rumah Pimpinan PNB Unit Tembilahan Kosong Melompong

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Rumah berwarna hijau disebuah perumahan jalan sungai beringin milik pimpinan unit Platon Niaga Berjangka (PNB) Unit Tembilahan, Suprianto terlihat sudah kosong. Bagian pintu depan terbuka lebar. Menurut keterangan tetangga, seluruh harta benda dirumah putra kelahiran Bekawan Kecamatan Mandah 25 tahun lalu dengan cara kredit itu sudah dikosongkan beberapa orang sejak tadi pagi.

“Tadi pagi saya lihat banyak orang yang mendatangi rumah itu dan mereka mengosongkan semua isinya. Tapi kami tak berani menegur karena mereka kelihatan marah-marah,” Ujar seorang warga perumahan yang enggan menyebutkan namanya kepada detikriau.org, Kamis (2/8).

Menurut warga yang mengaku masih tetangganya ini, meski ia mengetahui Supriyanto pimpinan di PNB tapi ia enggan untuk ikut berinvestasi.” Saya memang pernah bicara dan juga diajak untuk berinvestasi. Tapi karena saya nilai investasi ini sangat tidak masuk akal, saya tidak berminat.” Jelasnya.(fsl)




PIMPINAN PT.PLATON NIAGA BERJANGKA DIKABARKAN RA’IB, NASABAH JARAH ASSET PERUSAHAAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Puluhan Nasabah PT. Palton Niaga Berjangka (PNB) unit Tembilahan menyerbu dan menjarah asset milik perusahaan. Perbuatan ini mereka lakukan dikarenakan tidak ada kejelasan pengembalian investasi sejak dikabarkan menghilangnya pimpinan PNB unit Tembilahan sejak semingguan yang lalu.

“Saya investasikan sekitar seratus jutaan lebih. Baru dua bulanan saya sempat menerima pembayaran bunga dan sekarang tak tau gimana nasib investasi saya,” Ujar Uj, seorang Nasabah yang telihat sibuk melepas sebuah monitor layar datar didinding kantor PNB beralamat jalan sungai beringin Tembilahan ini.

Dijelaskan Uj, ia mendapatkan informasi mengenai hal ini tadi pagi dari seorang temannya yang juga ikut berinvestasi. “teman saya seharusnya sudah mendapatkan pembayaran bunga sejak 3 hari yang lalu. Tapi tak juga dibayarkan. Menurut karyawan PNB, pimpinan tidak berada ditempat. Setelah beberapa hari tidak kunjung ada kepastian. Ketika kami desak. Karyawan mereka kelihatan bingung. Daripada harta banyak hilang makanya kami ambil aja asset yang masih ada nilainya,” Tegas Uj.

Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum detikriau.org. investasi yang ditanamkan nasabah beragam. Mulai puluhan hingga milyaran rupiah. Diperkirakan seluruh investasi masyarakat mencapai puluhan milyar. “yang jelas dari perhitungan sementara, yang langsung ke pimpinan saja jumlahnya mencapai 21 M. tadi kita sudah hubungi ke PNB Jakarta, kepastiannya besok. Tapi nasabah kita sepertinya sudah tidak bisa menahan diri,” Ujar AR, seorang broker PNB Unit Tembilahan menjawab komfirmasi detikriau.org sambil memberikan nomor handphone pimpinan PNB Unit Tembilahan, Supriyanto. Sayangnya nomor Handphone yang diberikan AR ketika coba dihubungi sudah tidak aktif.

Berdasarkan komfirmasi wartawan ke pihak kepolisian Polsek Tembilahan Kota, sampai jam 14.00 Wib tadi belum ada warga yang membuatkan laporan. (fsl)




WARGA DESA RAMBAIAN HARAPKAN PEMKAB INHIL TUNTASKAN MASALAH TAPAL BATAS DESA

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)-Warga Desa Rambaian Kecamatan Gaung Anak Serka meminta agar Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dapat segera menyelesaikan permasalahan tapal batas antara Desa Rambaian dengan tiga desa lainnya yang berada di wilayah Kecamatan Batang Tuaka.

Sekretaris Kecamatan GAS, Nurdin mengatakan, bahwa saat ini warga Desa Rambaian sudah mulai resah, karena permasalahan tapal batas tersebut. Pasalnya, beberapa hari yang lalu sudah ada tiga alat berat yang mulai mengerjakan lahan milik warga setempat.

“Yang jelas, kedatangan tiga alat berat yang sedang mengerjakan lahan milik warga desa Rambaian belum mendapatkan ijin dari aparat desa dan kecamatan setempat. Oleh karena itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan kita sudah melakukan mediasi membicarakan masalah itu,” tutur Nurdin kepada wartawan, Rabu (1/8).

Dijelaskannya, dari hasil mediasi yang sudah dilakukan tersebut didapat beberapa keputusan, diantaranya meminta kepada Bupati Inhil untuk mengambil alih penyeselesaian dari permasalahan tapal batas antara Desa Rambaian Kecamatan GAS dengan Desa junjangan, Desa Kuala Sembatu dan Desa Pasir Mas Kecamatan Batang Tuaka.

Selanjutnya, untuk mencegah terjadinya bentrok warga dan hal-hal yang tidak diinginkan terkait dengan permasalahan tapal batas tersebut, maka menjelang adanya ketetapan resmi dari Pemkab Inhil, pihak Kepolisian dalam hal ini Polsek GAS diminta untuk menjaga dan mengamankan lokasi yang bermasalah saat ini.

“Menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, diharapkan kepada warga dari kedua belah pihak untuk bisa menahan diri dan mempercayakan penyelesaian permasalahan ini kepada Pemkab Inhil,” imbuhnya. (fsl)