Jaga Marwah Inhil, Manajemen PERSIH Diminta Bayarkan Penuh Hak Pemain

PERSIH bukan hanya sekedar PERSIH tetapi PERSIH menyandang dan mempertaruhkan Marwah dan Nama Baik Inhil”

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Indragiri Hilir, Herwanissitas meminta agar manajemen PERSIH membayarkan secara penuh apa yang telah menjadi hak pemainnya. Dinilainya, Coreng diwajah PERSIH bukan hanya mencoreng pengurus namun akan mencoreng nama dan Marwah Inhil secara keseluruhan.

“Memang harus kita akui, kini PERSIH tidak lagi mendapatkan suntikan dana melalau APBD tetapi saya tau, PERSIH juga mendapatkan berbagai sumber pemasukan dari para Donatur seperti perusahaan-perusahaan yang ada di Inhil serta berbagai sumber lainnya. Jadi apa benar PERSIH sudah tidak memiliki dana lagi?” Tanya Sitas panggilan akrab Ketua Fraksi PKB DPRD Inhil ini ketika dimintai tanggapan oleh detikriau.org terkait kasus yang dialami Zoubairou Garba Mountala.

Menurut Sitas, jika benar PERSIH sudah tidak memilliki kemampuan dari sisi pembiayaan, daripada mencoreng Marwah Inhil, lebih baik PERSIH tidak sok-sok an memakai pemain asing yang tentu membutuhkan biaya yang cukup besar. “Kita bisa memaksimalkan pemain-pemain lokal. Saya yakin kalau diberikan kesempatan dan dipercayai, atlit-atlit bola kita akan mempu berprestasi. Dari pada mempergunakan pemain asing dan akhirnya tidak mampu membayar, bukankah malah akan mencoreng wajah sendiri?. PERSIH bukan hanya sekedar PERSIH tetapi PERSIH menyandang dan mempertaruhkan Marwah dan Nama Baik Inhil. Saya berharap, untuk pembenahan kedepan yang lebih baik, ada baiknya keuangan PERSIH dilakukan Audit,” Ujar Sitas sambil sekali lagi mengingatkan agar tidak memepermalukan Marwah Inhil, PERSIH dimintanya untuk membayarkan secara penuh apa yang menjadi hak Zou. (fsl)




Dibayarkan Rp. 30 juta, Sisanya Dianggap Lunas

“kedepan saya berharap tidak lagi ada korban seperti apa yang dialami suami saya. Saya berharap ini akan menjadi yang terakhir”

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Usaha Zou beserta Istri Siti Hatinah untuk menuntut sisa pembayaran uang gaji sebesar Rp. 56.200.000 kepada manajemen PERSIH di Tembilahan memang membuahkan hasil. Hanya saja, dari Total haknya, manajemen hanya membayarkan sebesar Rp. 30 juta dan sisanya diminta agar Zou mengiklaskan dengan menandatangi pernyataan agar tidak lagi menuntut secara hukum kepada PERSIH.

“Saya terpaksa harus menandatangani surat pernyataan itu. Kalau tidak bersedia, uang Rp. 30 juta itupun tidak akan mereka berikan. Padahal kami sudah tidak punya biaya lagi untuk bertahan hidup. Biarlah kalau memang hanya senilai ini yang mereka sanggupi, sisanya terpaksa harus saya ikhlaskan walupun dengan perasaan yang sangat-sangat kecewa,”Ungkap Zou.

Menurut penilaian Zou, dalam negosiasi itu ia memperkirakan pihak Manajemen PERSIH mengetahui secara persis ketidakberdayaan dirinya untuk ngotot meminta pembayaran penuh. Tidak menerima apa yang ditawarkan manajemen PERSIH berarti ia harus siap untuk berperkara. “Mereka memang menantang saya untuk membawa ke jalur hukum kalau tidak bersedia menerima apa yang mereka tawarkan. tapi sekali lagi saya katakan mereka tahu secara persis kondisi saya. Mana mungkin kami sanggup membawa persoalan ini ke jalur hukum. Berperkara dengan hukum berarti kami harus memerlukan tambahan waktu dan biaya. Kami tidak memiliki kesanggupan untuk itu. Walaupun hati berontak tetapi dengan mempertimbangkan putri 4 tahun saya yang kini masih menunggu di Jakarta dan Istri saya dalam kondisi hamil 2 bulan, saya terpaksa mengiklaskan,” Ungkap Zou dengan pandangan mata tidak percaya.

Diakhir pembicaraan Zou hanya berpesan untuk membangun sebuah klub bola secara professional haruslah ditangani oleh personil yang benar-benar memahami dan mencintai olahraga bola serta memiliki kepedulian dengan pemain. Zou juga berharap agar pengurus memahami bahwa mengurus Tim Bola sangat berbeda dengan Politik. Ia berharap agar urusan Bola tidak digiring hanya demi kepentingan politik.

Istri Zou, Siti Hatinah, wanita kelahiran Jawa Barat ini berharap agar apa yang dialami suaminya hari ini kedepannya tidak kembali berulang. “kedepan saya berharap tidak lagi ada korban seperti apa yang dialami suami saya. Saya berharap ini akan menjadi yang terakhir. Biarlah hasil sebahagian keringat suami saya itu kita iklaskan untuk pembenahan PERSIH kedepannya,” Ungkapnya mengakhiri. (fsl)




Zou Bantah Disebut Ingkar Janji

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Zou membantah pernyataan yang dilontarkan manajemen PERSIH kalau dirinya mengingkari kontrak kesepakatan yang sudah di tandatangani. Ketidakhadirannya untuk kembali memperkuat PERSIH sejak putaran kedua di solo, diakuinya semata karena rasa kekecewaan dirinya akan janji yang tidak dipenuhi manajemen PERSIH. Kamis (26/7) malam.

Sanggahan ini disampaikan Zou ketika dipertanyakan wartawan terkait tudingan manajemen melalui Manajer PERSIH, RM Sudinoto yang menyebutkan bahwa seharusnya Zou tidak bisa menuntut hak-haknya dikarenakan telah ingkar janji. “Zou sudah ingkar janji, seharusnya ia yang malah dikenakan denda kepada PERSIH. Tetapi karena PERSIH peduli kepada pemainnya, kita akan coba cari jalan yang adil untuk menyelesaikan persoalan ini,” Jawab Sudinoto ketika ditemui wartawan belum lama ini di Kantor Camat Tembilahan.

Menurut pemain asal Kamerun yang bernama lengkap Zoubairou Garba Mountala, apa yang ditudingkan manajemen PERSIH kepada dirinya dinilai sebagai sebuah tindakan pemutarbalikan fakta. Di dalam perjanjian kontrak, seharusnya pembayaran gaji kepada pemain harus dibayarkan setiap bulannya. Namun selama putaran pertama, Zou mengaku hanya dibayar pihak manajemen sebesar RP. 10 juta. “saya baru mendapatkan pembayaran pada bulan ke empat. Itu juga hanya Rp. 10 juta. Ketika saya meminta pembayaran hak saya secara penuh, manajemen saat itu bersedia dan menjanjikan akan menyelesaikan semua hak saya diawal putaran kedua di solo,” Ujar Zou.

Ditambahkan Zou, di solo, ternyata manajemen kembali ingkar janji. Dari total sisa haknya sebesar Rp. 71.200.000, manajemen hanya memberikan sebesar Rp. 15 juta dan sisanya kembali dijanjikan dengan waktu yang tidak jelas.”Ini yang membuat saya sangat kecewa. Bola adalah satu-satunya mata pencaharian saya. Dari hasil bola saya menghidupi anak dan istri. Kalau hasil keringat satu-satunya ini tidak diberikan, bagaimana saya bisa bekerja secara total? Alasan ini yang membuat saya merasa sudah tidak nyaman lagi di PERSIH.”Ungkap Zou dengan bahasa Indonesia dengan cukup fasih sambil mempertanyakan dirinya atau PERSIH yang terlebih dahulu mengingkari janji.(fsl)




Jalin Silaturhmi Dengan Masyarakat, Pemkab Inhil Lakukan Safari Ramadhan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Memasuki  malam ke tujuh (7) bulan Ramadhan 1433 H, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengadakan Safari Ramadan di Kecamatan Tempuling, tepatnya Kamis (26/7), di Masjid Nurul Iman, Kelurahan Pangkalan Tujuh.  Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Inhil ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo bersama jajaran Sekretariat Daerah kabupaten (Setdakab) Inhil.

Dalam sambutannya, Wabup, H Rosman Malomo mengatakan, tujuan dari safari ramdhan adalah untuk menjalin silaturrahmi antara pemerintah dengan masyarakat Kabupaten Inhil khusunya. “Kegiatan yang merupakan agenda Pemerintah Kabupaten Inhil setiap tahunnya ini dilakukan guna mempererat jalinan silaturahmi antara Pemerintah dengan masyarakat,” ujar Wabub.

Selain itu, pada kesempatan yang sama, Wabup juga menyinggung mengenai Provinsi Riau akan menjadi tuan rumah PON XVIII 2012 pada September 2012 mendatang. “Pada pelaksanaan PON XVIII 2012 pada September mendatang Riau dipercaya sebagai tuan rumah, dan Inhil dipercaya menjadi tuan rumah Cabang Olahraga (Cabor) Futsal. Oleh karena itu, atas nama pemerintah, saya berharap kita sama-sama untuk mensukseskan event Nasional tersebut,” himbau Wabup.

 

‎​ H Akhmad Khusairi Lc. ‎​Dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa bulan ramadhan adalah bulan yang mulia, yang penuh dengan rahmat, tetapi tergantung bagaimana cara menyambut bulan ramadan tersebut. “Persiapan dalam menyambut bulan Ramadhan dapat dilakukan dengan berbagai cara , diantaranya persiapan fisik dengan cara melakukan latihan puasa pada bulan syakban, persiapan rohani dengan memperbanyak zikir dan doa, persiapan materi karena pada bulan Ramadhan banyak keperluan dan dianjurkan perbanyak sedekah, terakhir persiapan ilmu, terutama tentang ilmu ibadah puasa,” jelasnya.

 

Pada kesempatan itu, Wabup juga menyerahkan bantuan Pemerintah Daerah Kabupaten Inhil kepada Masjid Nurul Iman.  ‎​Acara syafari Ramadhan yang di hadiri oleh para pejabat di lingkungan Pemkab Inhil tersebut, ditutup dengan shalat Dzuhur berjamaah di Masjid Nurul Iman. (Am)




INHIL TERPANTAU DUA TITIK API

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sampai saat ini masalah Karhutla di Kabupaten Inhil masih belum selesai, buktinya dari hasil pantauan satelit NOAA 18, yang sudah dilakukan oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri Hilir, pada Rabu (25/7) kemarin, untuk di Kabupaten Inhil masih terpantau adanya 3 titik api (Hotspot).

Menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri Hilir Drs.Darussalam MM, untuk jumlah titik api yang sudah terpantau oleh satelit, sesuai dengan data ada 2 titik api

Dari jumlah 2 Hotspot yang dimaksud Kepala BLH Inhil, terjadi untuk satu titik api terpantau di Desa Simpang Kateman Kecamatan Pelangiran, kemudian satu titik api lagi terpantau di Desa Pelanduk Kecamatan Mandah

“Dari hasil data pantauan satelit NOAA. Pada Rabu (25/7) kemarin, untukKabupaten Indragiri Hilir terpantau adanya 2 titik api, yang tersebar pada dua desa di dua Kecamatan. Yaitu Kecamatan Pelangiran dan Kecamatan Mandah” kata Drs.Darussalam MM

Lebih jauh dikatakan Kepala BLH   bahwa sampai sejauh ini, petugas BLH dilapangan masih turun kelokasi untuk mencari sumber titik api tersebut, jika memang nanti terdapat sumber api yang ditimbulkan secara sengaja oleh perusahaan misalnya, tentu akan diberikan sanksi yang tegas

“ Kita masih belum tahu asal sumber api, sebab petugas kita masih mendatangi lokasi, yang jelas jika memang api itu berasal dari lahan perusahaan dan sengaja dibakar tentu akan kita tindak tegas” ujarnya

Meskipun demikian pihaknya mengaku akan terus konsisten untuk melakukan pemantauan secara intensif, untuk menghindari jangan sampai ada kabut asap di Kota Tembilahan, seperti kejadian-kejadian sebelumnya

Pada kesempatan ini, Darussalam juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir, terutama yang mempunya lahan kebun untuk tidak melakukan secara sengaja melakukan pembakaran lahannya, yang nantinya bisa berakibat fatal dan menggganggu kesehatan lingkungan,  akibat kabut asap yang timbul adanya kebakaran seperti yang terjadi belum lama ini, pungkasnya. (Tn)




Buka Bersama Pelajar SMP Indra Praja

TEMBILAHAN ( www.detikriau.org) — Rabu, 25 Juli 2012 Kelas VIII 1 dan Kelas IX 1 SMP Negeri 01 Indra Praja Tembilahan menggelar acara buka bersama yang diadakan diMushalla Jl. Prof.M.Yamin Tembilahjan. Acara ini diisi degnan pengajian dan tausiya Ramadhan yang disampaikan oleh Kamaludin yang merupakan juga salah seoarang Guru pada sekolah tersebut.

Dalam tausiyahnya, Kamaludin menyampaikan tentang keutamaan bulan suci ramadhan serta ia berharap agar bulan ramadhan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pelajar untuk melakukan berbagai amal ibadah wajib maupun sunat.

“Amal ibadah yang dilakukan dalam bulan suci ramadhan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT,” Pesan Kamaludin.

Kegiatan buka bersama ini merupakan acara rutin tahunan. Setiap harinya akan diisi oleh pelajar kelas berlainan secara bergantian. Acara ini juga dihadiri oleh wali kelas dan beberapa orang majelis guru. Usai berbuka bersama, acara dilanjutkan dengan pelaksanaan sholat magrib secara berjamaah. (wai/humas Pemkab Inhil)