PNS BOLEH PERGUNAKAN MOBIL DINAS UNTUK LEBARAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Indragiri Hilir tidak memberikan larangan bagi Pegawai Negri Sipil (PNS) yang ingin mempergunakan mobil dinas untuk keperluan berlebaran. Setda hanya meminta agar asset Negara itu dijaga dan dirawat dengan baik.

Pernyataan ini disampaikan Setda baru-baru ini di Tembilahan kepada Wartawan. “Tapi hal ini lebih saya tekankan kepada PNS yang memang tidak memiliki mobil pribadi,” Ujar Setda.

Momen lebaran ditambahkan Setda adalah momen yang paling tepat untuk menjalin silaturahmi seperti kepada orang tua, sanak family serta kerabat. Kalau memang pejabat tidak memiliki mobil pribadi tentunya tidak ada masalah jika memang mereka mau mempergunakan mobil dinas. “Saya hanya berepesan agar selalu berhati-hati. Rawatlah mobil itu sebagaimana layaknya merawat harta benda sendiri. Serta saya himbau jangan mengganti plat nomernya dengan plat hitam,” Pesan Setda.  (Am)




IDUL FITRI, PEDAGANG PAKAIAN KEBANJIRAN REZKY

Tembilahan (www.detikriau.org) – Idul Fitri 1433 H hanya tinggal menghitung jari. Sudah menjadi kebiasaan, hampir semua masyarakat merayakan hari kemenangan ini dengan sesuatu yang baru, termasuk pakaian. Kondisi seperti ini menyebabkan pedagang pakaian jadi setiap tahunnya meraup untung lebih.

Berdasarkan pantauan, dalam minggu terakhir bulan ramadhan ini, lapak pedagangan pakaian kebanjiran pengunjung. Bahkan pengunjung  rela berdesakan untuk memilih sendiri pakaian lebaran untuk keperluan mereka.

“Sudah menjadi rutinitas pak. Setiap menjelang tibanya Idul Fitri, saya menyempatkan diri untuk mencarikan pakaian baru untuk anak-anak. Kalaupun tidak bisa banyak, satu atau dua helai saja sudah cukup. Yang penting anak-anak bisa merasakan kegembiraan dalam perayaan Idul Fitri yang hanya satu kali dalam setahun ini, “Ujar Wardiah, seorang ibu yang sempat berbincang-bincang dengan detikriau.org disebuah kios pakaian.

Rian, seorang pemuda usia belasan tampaknya juga tidak mau kalah. Pemuda bertubuh putih kurus ini terlihat sibuk membolak-balik helai demi helai celana jeans. “Untuk lebaran pak. Kebetulan besok saya sudah mau pulang ke kampung. Makanya hari ini saya sempatkan untuk membeli sedikit pakaian.”Ujar bujangan tanggung yang mengaku berasal dari Mandah ini.

Budin, seorang pedagang di plaza Tembilahanpun mengakui mendapat sedikit kelebihan rezky. Walau tidak banyak namun iapun mensyukuri rezky yang diberikan Tuhan kepada dirinya.” Alhamdulillah. Dibandingkan hari biasa, memang setiap menjelang lebaran kita ada sedikit kelebihan rezky dari hasil dagangan. Walau tidak terlalu besar tapi Alhamdulillah keuntungan ini paling tidak juga dapat memenuhi kebutuhan lebaran saya dan keluarga,” Ucapnya dengan tersenyum (Am)




PAWAI TAKBIRAN KEMBALI AKAN DIMERIAHKAN FESTIVAL FLOWER

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Seperti tahun sebelumnya, untuk menyambut datangnya hari raya Idul Fitri, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) kembali akan melaksanakan pawai takbiran dan festival flower.

Pernyataan ini disampikan oleh Asisten II Setdakab Inhil, H. Syafrinal Hedy yang juga menjabat sebagai Ketua PHBI Kab. Inhil dalam rapat terkait dib alai Utama Kantor Bupati Inhil, kemaren. Menurut Asisten II, pawai takbiran dan festival flower ini rencananya akan diikuti oleh perwakilan, Masjid, Surau, Dinas-dinas dan Pelajar.

“festival flower kali ini merupakan kegiatan kedua kalinya dilaksanakan di Inhil setelah perayaan Idul Fitri tahun sebelumnya. Dalam festival ini, kendaraan mobil yang menjadi peserta pawai akan dihiasi dengan rangkaian bunga.” Jelas Asisten II

Untuk pelaksanaan, rute yang sudah ditetapkan yakni diawali dari jalan jendral sudirman menuju masjid Al- Huda, jalan H. Abdul Manaf, Jalan Batang Tuaka, Jalan Telaga Biru, Jalan M boya dan berakhir di jalan Gadjah Mada. (Am)




TUNTUT PERBAIKAN, FAKRI ORASI DI GEDUNG DPRD INHIL

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sejumlah masyarakat Inhil yang tergabung dalam Forum Aspirasi Komunikasi Rakyat Inhil (Fakri), senin (13/8) melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil. Aksi ini dilakukan guna mendesak pemkab Inhil untuk melakukan perbaikan dibeberapa sektor yang hingga sekarang dinilai masih menjadi penyebab kesengsaraan masyarakat.

Dalam demo tersebut, bebeara orator bergantian menyuarakan agar DPRD Inhil dapat mendesak Pemkab Inhil untuk melakukan perubahan dibeberapa sektor yakni, Infra Struktur, Meningkatkan Mutu Pendidikan, Kesehatan, Harga Kopra dan Pemekaran Daerah.

Seperti yang disampaikan Bambang, salah seorang orator Fakri yang mengatakan, hingga saat ini 80 persen jalan-jalan yang ada di Kabupaten Inhil masih belum tertangani dengan baik. Menurutnya hal ini sangat mengganggu sektor-sektor yang lain dan menghambat majunya perekonomian daerah.

Selain itu, masalah Kopra yang dinilai masih membuat petani kopra inhil sengsara juga disebutkan didalam deretan panjang orasi para pengunjuk rasa tersebut.

“Kami sebagai masyarakat meminta agar masalah ini tidak hanya sekedar dijanjikan lagi, tetapi segera di realisasikan. sudah berapa lama kami sebagai masyarakat hidup dikondisi yang seperti ini, jalan rusak dan harga kopra yang semakin hari semakin mencekik para petani kita. Untuk itu kami mohonkan kepada para Dewan agar mendesak Pemerintah untuk segera melakukan perubahan,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Inhil, Zubair Malomo didampingi oleh anggota  Komisi II mewakili DPRD Inhil hadir menemui para pengunjuk rasa. Zubair Malomo mengatakan bahwa semua aspirasi tersebut akan ditampung dan dilaporkan kepada Pemerintah untuk segera dapat ditindak lanjuti dalam rangka memeberikan pelayanan kepada masyarakat.

“tentunya apapun yang menjadi aspirasi kawan kawan kita ini merupakan suara kita semua sebagai masyarakat Inhil. Oleh sebab itu aspirasi ini akan kita sampaikan langsung kepada pihak eksekutif yang bertanggung jawab atas programnya,” jelasnya.

Aksi ini turut mendapat pengamanan oleh puluhan anggota kepolisian dari Polres Inhil yang berjaga-jaga didepan Kantor DPRD Inhil.(fsl)




Tinggalkan Usaha Dagang Demi Beternak Itik

TEMBILAHAN (www.detikriau.or) – Bosan menjadi pedagang, Yusman (38) memilih untuk menekuni bisnis ternak itik. Berkat keuletan dan kerja kerasnya, usaha ini kini semakin berkembang. Bermula dari 3 ekor, kini ratusan butir telur setiap hari menjadi pengisi pundi-pundi ekonomi keluarga.

“Alhamdulillah, awalnya saya lakoni usaha ini hanya sekedar hoby. Namun setelah saya tekuni, saya nilai hasil yang bisa diraih cukup menjanjikan. Makanya saya berkeinginan untuk menjalankan usaha ini dengan lebih serius.” Ungkap Yusman ketika disambangi  di kediamannya, jalan sungai beringin gg. Madrasyah, Tembilahan, Senin (13/8)

Menurut pengakuan Yusman, walau belum terbilang besar, kini dari 160 ekor indukan, setiap harinya ia sudah mendapatkan 110 hingga 120 butir telur. Per tiga puluh butir, dihargai pedagang senilai Rp. 50 rb. Artinya, setiap hari ia mengantongi uang penjualan telur Rp. 180 hingga Rp. 200 ribu. Setelah dikurangi biaya pakan yang rata-rata senilai Rp. 75 ribu perhari, paling tidak ia mengaku masih mendapatkan keuntungan minimal Rp.100 ribu setiap harinya. Dengan usaha yang dinilainya cukup menjanjikan ini, Yusman berkeinginan kedepan akan mengembangkan usaha ini lebih serius dengan menambah jumlah ternaknya.

Kini, ditambahkan Yusman, ternak itiknya tidak lagi hanya sekedar fokus untuk menghasilkan telur konsumsi. Bermodal dari bekal keikutsertaan dirinya dalam study banding ke peternak itik di Provinsi Kalimantan Selatan pada awal juli 2012 yang lalu bersama-sama Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kab. Inhil. Ini mulai mencoba menerapkan ilmu yang didapatkannya.

“dari pengalaman study banding, saya memilliki tambahan pengetahuan bahwa disamping memproduksi telur konsumsi, peternakan juga bisa memproduksi telur tetas serta pemeliharaan itik pedaging. Kini saya sedang mendalaminya mana yang lebih menguntungkan untuk diterapkan untuk daerah kita.” Ujar Suami dari Nurfarida ini mengakhiri. (fsl)




PO DILARANG NAIKAN TARIF ANGKUTAN LEBARAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkiminfo) Kabupaten Indragiri Hilir, H. Fahrolrozy menegaskan larangan menaikkan tariff anggkutan kepada pengusaha angkutan lebaran.  Keharusan ini bisa dilakukan dalam kondisi tertentu.

“ Kenaikan tariff angkutan tidak akan kita benarkan. Namun untuk situasi tertentu, seperti misalnya suatu PO menyediakan armada angkutan sebanyak 8 unit dihari biasa dan untuk kebutuhan angkutan lebaran, dengan membludaknya penumpang serta diperlukan tambahan armada, mereka kita izinkan untuk mempergunakan kendaraan plat hitam dan izin sementara akan kita berikan. Serta jika memeang diharuskan untuk melakukan penaikan tariff, mereka sebelumnya sudah harus memberitahukan ke Dishubkominfo,” Ujar Fahrolrozy dalam rapat persiapan koordinasi penyelenggaraan angkutan lebaran terpadu tahun 2012 di Balai Utama Kantor Bupati Inhil, pecan lalu di Tembilahan.

Dalam pertemuan itu, Mantan Kadisdik Inhil ini juga menghimbau agar seluruh Stack Holder, khusunya pihak syahbandar agar sebelum memberikan ijin pelayaran harus benar-benar melakukan pemeriksaan secara berulang untuk menghindari terjadinya kecelakaan yang sama-sama tidak diingini.

“Sebab, kejadian dalam bentuk apapun selama arus mudik dan balik lebaran menjadi tanggung jawab pemrintah daerah. Oleh karenanya jangan gampang memberikan izin . bisanya untuk tujuan ke ke Batam,  kendaraan speedboat penuh sesak bahkan ada penumpang yang  duduk diatas atap. Ini tentunya akan rawan menimbulkan kecelakaan,”tegas Pahrolrozy.

Mulai H-3 hingga H+ ditambahkan Fahrolrozy, seluruh kendaraan berat dilarang untuk beraktifitas terkecuali pengakut material untuk penunjang PON. Ia juga berharap agar seluruh Posko Koordinasi dimasing-masing unit kerja perhubungan sudah terbentuk dan dapat melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksi masing-masing.

Untuk pengamanan lebaran, telah dibentuk sebanyak 16 posko yang tersebar diseluruh Kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir. Untuk Posko dalam kota Tembilahan, Dishubkominfo juga melengkapi dengan fasilitas layanan internet,” Pungkas Fahrolrozy. (Am)