Jum’at, 7 Sept 2012, Api PON Tiba di Tembilahan

 

Tembilahan (www.detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, H. Indra Muchlis Adnan akan menerima Api PON XVIII pada Kamis tanggal 6 Septembar 2012 bertempat di Lapangan Bola Kaki Chevron Kecamatan Minas. Diperkirakan Api PON  tiba di Ibu Kota Kabupaten Indragiri Hilir, Tembilahan pada Jum’at tanggal 7 September 2012.

Pernyataan ini disampaikan oleh Asisten dua Setdakab Inhil, H. Syafrinal Hedy yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua tiga Bidang Sumber Daya Manusia/LO antar daerah panitia Sub PB PON XVIII Riau ketika  dikomfirmasi detikriau.org di kantor KONI Kab Inhil jalan Pendidikan Tembilahan, Sabtu (25/8).

Dari penjelasan Syafrinal Hedy, Tim Pembawa Api PON Kab. Inhil sudah bertolak ke Pekanbaru tanggal 3 september 2012 mendatang. Kemudian, gladi bersih akan dilaksanakan keesokan harinya, selasa (4/9/2012). Selanjutnya pada tanggal 6/9/2012 rombongan akan berangkat menuju Minas.

“Bupati dijadwalkan sudah menerima api PON pada Kamis tanggal 6/9 sekira pukul 10.30 Wib selanjutnya sekira pukul 12.00 akan diserahkan kepada tim pembawa Api PON dan langsung diberangkatkan menuju Kab. Inhil.” Jelas Syafrinal Hedy.

Ditambahkan Syafrinal Hedy, diperkirakan pada hari yang sama sekira pukul 19.30 Wib Api PON sudah tiba di Kecamatan Kempas dan malam itu diinapkan di Kantor Lurah Kec Kempas Jaya.

Esok harinya, Jum’at (7/9), Api PON dimulai pukul 07.30 hingga 08.15 akan dikirab dengan jarak tempuh lebih kurang sejauh 3 Km yang akan diikuti oleh 10 orang pelajar pengawal kirab beserta seluruh upika kecamatan. Selanjutnya Tim Api PON kembali menaiki kendaraan untuk menuju Kecamatan Tempuling dan Kecamatan Tembilahan Hulu kemudian meneruskan perjalanan ke Kota Tembilahan.

“Disetiap ibu kota Kecamatan yang disinggahi, seperti di Kecamatan Kempas, Api PON juga akan dikirab. Kita berharap pihak Kecamatan, disamping 10 orang pelajar pengawal kirab juga dapat mengikutsertakan peserta sebanyak-banyaknya.,” Urai Syafrinal Hedy.

Tim Pembawa Api PON diperkirakan akan memasuki kota Tembilahan sekira pukul 10.15 Wib dan dilanjutkan dengan kirab di dalam kota Tembilahan dan sudah harus tiba di Halaman kantor Bupati Inhil sebelum pelaksanaan sholat Jum,at. Api PON akan disemayamkan di Kantor Bupati Inhil sampai acara pembukaan PON XVIII yang akan dilakukan secara serentak pada tanggal 11 September 2012.

“Selasa, 11 Sept 2012 malam sekira pukul 19.30 Wib, Api PON akan di kirab menuju Venue futsal di Komplek Indragiri Sport Center untuk selanjutnya dilaksanakan upacara pembukaan distadion futsal Indragiri dan disemayamkan di stadion futsal sampai dengan akhir pelaksanaan PON XVIII di Provinsi Riau.” Pungkas Syafrinal Hedy.(fsl)




Hasil Sidak Hari Pertama, Jumlah PNS Mangkir Libur Lebaran Naik 1,22 Persen

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)–  Hasil Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Sekdakab Inhil bersama Kepala BKD Kabupaten Indragiri Hilir kemarin,  didapati  jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mangkir masuk kerja hari pertama setelah libur lebaran tercatat sebanyak 2,77 persen, jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar  1,22 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala BKD Drs.Afrizal MP, Jum’at (24/8), dikatakannya bahwa sesuai dengan  laporan yang sudah masuk dari seluruh Dinas instansi baik yang dilingkungan Pemkab maupun tingkat Kecamatan. Jumlah PNS yang tidak masuk kerja terjadi kenaikan, sebab pada tahun sebelumnya untuk tingkat kehadiran PNS yang hadir setelah liburan lebaran sebesar 98,45% namun pada lebaran 1433 H ternyata hanya 97,23%

“Untuk mereka yang kedapatan mangkir tidak masuk kerja tanpa ada alasan yang jelas, tentu akan dikenakan sanksi sesuai mekanisme kebijakan pimpinan yang berlaku ” tegas Kepala BKD Drs.Afrizal MP

Bahkan untuk membuat efek jera bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak disiplin sesuai dengan himbauan yang sudah disampaikan, maka selain sanksi sesuai dengan PP 53 juga akan diberikan sanksi lainnya sesuai dengan perintah dari atasan, tambahnya

Menurut Drs.Afrizal MP, pemberian sanksi diberikan tidak pandang bulu serta tidak memandang golongan. siapapun yang tidak masuk kerja setelah liburan panjang lebaran, tentu akan terkena sanksi

Lebih jauh, saat disinggung mengapa jumlahnya PNS yang mangkir terjadi kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Afrizal masih belum bisa menjelaskan secara rinci, tetapi pihaknya jauh hari sudah memberikan edaran sebelum memasuki hari liburan, tapi pada kenyataannya masih ada sebagian PNS yang tidak disiplin

“sebelum liburan kita sudah memberikan edaran terkait dengan batas waktu liburan, namun pada kenyataannya masih banyak PNS yang tidak disiplin. Kita tidak bisa pastikan penyebabnya. Namun yang jelas kepada mereka yang mangkir akan diberikan sanksi yang tegas” Pungkasnya. (fsl)




7 Rumah Warga Pulau Kijang Ludes di Lalap Jago Merah

Camat Salurkan Bantuan Sembako dan Pakaian

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kamis (23/8) sekira pukul 12.15 Wib, Tujuh unit rumah jalan Bunga Padi Pulau Kijang Kecamatan Reteh ludes disikat si jago merah. Penyebab kebakaran diduga diakibatkan konsleting listrik dari sebuah rumah warga yang sedang ditingalkan penghuninya.

“Api diduga berasal dari rumah warga bernama syamsuri yang pada saat kejadian sedang dalam keadaan kosong. Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir sebesar Rp. 500 juta.”Jelas Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, SIK melalui Perwira Humas, Ipda Agus Sihombing. Jum’at (24/8)

Ditambahkan Paur Humas, 7 unit rumah adalah rumah H.Abas (Alm), kemudian rumah Syamsuri, Warung Samudra Sembiring, Warung Kabul, Warung H. Kasim, Warung Kadir dalam keadaan kosong serta rumah service TV milik Wahab atau depot obat abu bakar. Api berhasil dipadamkan melalui kerjasama seluruh masyarakat.

‘Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. TKP saat ini sudah kita amankan,” Pungkas Paur Humas.

Korban Kebakaran Terima Bantuan

Korban kebakaran, Hari ini, Jum’at (24/8) mendapat bantuan berupa sembako serta beberapa pakaian bekas dari pihak Kecamatan. Penyerahan bantuan ini diberikan secara langsung oleh Camat Reteh, Kamren didampingi Lurah dan Tokoh masyarakat setempat.

“Saya berharap kepada warga yang terkena musibah kebakaran untuk tidak menilai besar dan kecilnya bantuan yang diberikan, tetapi hendaknya dinilai segi positifnya sebagai bentuk rasa kepedulian pemerintah terhadap warganya yang di timpa musibah” ujar Camat Kamren saat dihubungi via ponselnya Jum’at (24/8)

Lebih jauh Camat Reteh menjelaskan untuk sementara sebagian dari warga korban kebakaran  ada yang menginap di Posko yang sudah di sediakan oleh Pemerintah Kecamatan Reteh, tetapi sebagian juga ada yang tinggal di rumah keluarganya

“Bagi mereka yang tidak mempunyai keluarga sementara menempati di posko yang sudah kita sediakan, tetapi mereka yang punya keluarga  bermukim di tempat sanak familinya” tambah Camat Kamren

Guna meringankan beban korban kebakaran, Pemerintah Kecamatan Reteh dibantu  para pemuda dan tokoh masyarakat sudah membuka dompet peduli kebakaran, selanjutnya hasil bantuan dari para darmawan tersebut nantinya akan di berikan kepada warga yang tertimpa musibah kebakaran.(fsl)




WARGA SIMBAR BANTAH TUDINGAN FITNAH EDIZON

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tudingan fitnah oleh Edizon atas surat pengaduan yang disampaikan pihak Komite sekolah SD 008 Desa Sungai Simbar Kecamatan Kateman atas tidak hadir dirinya mengajar, memancing reaksi keras. Masyarakat desa Simbar membantah kalau surat pengaduan itu sebuah fitnah.

Pernyataan ini disampaikan oleh beberapa orang tokoh masyarakat Desa Simbar kepada detikriau.org melalui sambungan telpon dan dua lebar surat pernyataan yang dibuat secara tertulis.

Kepala Desa Sungai Simbar, A.Bakar menyatakan perasaan kekecewaan atas berbagai alasan yang dilontarkan tiga orang tenaga guru PNS yang sengaja mungkir dari tugas. Ia meminta kepada tiga guru ini untuk tidak merusak nama baik Desa Sungai Simbar. “Kalau memang tidak betah lagi di Desa kami jangan buat alasan macam-macam. Alasan sakit dan keamanan yang disampikan guru-guru tersebut menurut saya pada intinya hanya mencari-cari alasan untuk pindah. Tolong jangan rusak nama baik desa kami. Apakah salah pengaduan komite sekolah yang memang benar atas desakan orang tua murid agar anaknya dapat diberi pembelajaran dengan baik itu salah?. Semua itu bukan fitnah,” Tegas A. Bakar.

Ketua RT 01 Desa Sungai Simbar, M. Thamrin dengan tegas menyatakan juga dirinya termasuk salah seorang wali murid yang ikut memberikan tandatangan pada surat pengaduan dengan keinginannya sendiri.”Kami orang tua murid yang meminta komite untuk melaporkan hal itu kepihak UPTD di Guntung Kecamatan Kateman. Jangan membalikan fakta. Itu semua bukan rekayasa atau fitnah, yang jelas apa yang sudah diperbuat ketiga guru PNS itu sudah sangat merugikan anak-anak didik,” Kecamnya.

Ketua RT 03 Desa Sungai Simbar, H. Ismail yang juga ketua Komite SD 008 juga sangat menyayangkan tudingan fitnah yang disampaikan Edizon. Menurutnya, kalau komite tidak hadir, anak-anak tetap akan diajar oleh guru. Tetapi bagaimana jika sang guru yang tidak hadir?”jadi orang tua murid mana yang tidak resah? Saya berharap agar Kepala Dinas Pendidikan Kab. Inhil berlaku bijak. Jangan mudah menerima alasan yang dibuat guru-guru ini karena kedepan akan dijadikan contoh oleh guru-guru lainnya jika ingin pindah.” Harap H. Ismail.

Tokoh Masyarat Desa Sungai Simbar, Hasan, dengan tegas meminta pihak Disdik untuk melihat fakta bukan sekedara berita untuk menyikapi persoalan ini.” Kalau perlu Bapka-Bapak di Disdik turun langsung ke Desa Kami. Biar terang semua duduk perkara. Komite yang membuat fitnah atau mereka? Kami orang bodoh, kami orang desa namun kami tidak ingin anak-anak kami nantinya juga bodoh.” Sebbut Hasan

Tokoh Pemuda, Abd Gafur membantah kalau Desa Sungai Simbar tidak aman seperti yang dijadikan alasan oleh salah seorang dari tiga guru tersebut. Ia dengan tegas menyatakan alasan itu dilontarkan sebagai bahasa untuk meminta dipindahkan.”Ada yang katanya sakit bahkan tidak diperbolehkan keluar dari kamar. Namun anehnya, kita melihat ia berkeluyuran di Guntung dan Tembilahan. Apakah seperti ini perangai seorang guru,” Kritik Gafur.

Bahkan dalam surat bertandatangan dan berstempel yang dikirimkan tokoh masyarakat Desa Sungai Simbar kepada Vokal tersebut, Kapospol Desa Sungai Simbar Kecamatan Kateman juga memberikan pernyataan bahwa selama ia bertugas lebih kurang 4 tahun, ia menegaskan tidak ada satupun permasalahan atau gangguan kemanan yang menghambat tugas-tugas guru. Serta ia menyatakan tidak pernah mendapatkan pengaduan dari guru yang diancam, dianiaya atau tindakan intimidasi lainnya.”Jadi kalau ada guru yang merasa terancam karena kemanan, saya ingin mempertanyakan, keamanan seperti apa yang menjadin permasalahan sampai tidak masuk mengajar hinga setahun lebih?” Tanya Kapolpos. (fsl)




KABUT ASAP MULAI MENGGANGGU. INHIL TERPANTAU 7 TITIK API

Kondisi Geografis Inhil Persulit Kepolisian Lakukan Pengawasan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Hingga kamis (23/8) hampir seluruh kota Tembilahan diselimuti kabut asap. Walau dalam beberapa hari ini kota Tembilahan diguyur hujan, namun kumpalan kabut asap masih terasa cukup pekat. Data dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri Hilir dari pantauan satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), sampai selasa tanggal 22/8/2012 Kab. Inhil terpantau 7 titik api (Hotspot).

“Benar, data selasa (22/8) Kab. Inhil terpantau 7 titik api. Kecamatan Tempuling 3 titik, Desa Bayas Jaya 1 titik dan Desa Pekan Tua 2 titik, Kemudian Kecamatan Keritang tepatnya di Desa Pasar Kembang terpantau 2 titik. Kecamatan Kateman di Desa Simbar 1 titik dan terakhir Kecamatan Mandah di Desa Belaras 1 titik,” Ungkap Kepala BLH, Darussalam kepada wartawan, Kamis (24/8)

Dari pantauan Vokal, kabut asap sudah mulai terlihat sejak senin (21/8) dan hingga hari kamis (24/8) kabut asap semakin terlihat pekat. Cuaca kota Tembilahan terasa cukup dingin di tambah sejak dua hari ini sinaran matahari tidak mampu bersinar secara maksimal. Dikhawatirkan kondisi seperti ini akan rawan menimbulkan penyakit pernapasan terutama kepada anak-anak.

Kondisi Geografis Inhil Persulit Kepolisian Lakukan Pengawasan

Wakapolres Inhil, Kompol Yuniar Ari Darmawan SIK akui dengan kondisi geografis Kab. Inhil mempersulit pihak kepolisian untuk melakukan pengawasan secara maksimal. Untuk itu, ia memerintahkan kepada jajaran dibawahnya untuk melakukan kerjasama dengan steck holder terkait guna melakukan pencegahan.

“jika dalam kondisi seperti ini, apabila kita sudah mendapatkan notifikasi dari pihak terkait, maka kita segera memberikan arahan kepada seluruh Polsek untuk menjalin kerjsama dengan seluruh stack holder setempat untuk melakukan pencegahan. Yang terutama tentunya segera melakukan penyuluhan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan.”Jelas Wakapolres saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (24/8)

Untuk tindakan preventif ditambahkan Wakapolres, Kepolisian dari satuan reskrim akan melakukan patroli dalam melakukan pengawasan secara langsung terhadap pelaku pembakaran lahan. Jika memang ada pelaku yang tertangkap tangan, maka menurut Wakapolres akan di proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Namun diakui dengan luasnya wilayah Kab. Inhil serta kondisi geografis yang cukup sulit membuat pengawasan tidak bisa kita lakukan secara maksimal.




WISATA RELIGIUS, MAKAM SYECH ABDURRAHMAN SIDIQ AL BANJARI

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Mengisi masa liburan Idul Fitri 1433 H, moment wisata religius atau ziarah ke makam tuan guru syech Abdurrahman Siddiq Al Banjari (lebih dikenal dengan tuan guru sapat. red) menjadi salah satu tujuan pavorit masyarakat Inhil. Disamping berwisata, pengunjung mengaku berharap mendapatkan limpahan berkah dari Allah swt melalui ziarah ke makam  mufti kerajaan Indragiri ini.

Dengan mempergunakan kendaraan air, biasa disebut pompong oleh masyarakat tempatan (perahu kayu bermesin diesel. red), makam tuan guru syech Abdurrahman Sidiq Al Banjari yang berada di parit Hidayah Kelurahan Sapat Kecamatan Kuindra dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 1 jam dari kota Tembilahan Ibu kota Kabupaten Indragiri Hilir.

Sesampainya di dermaga parit hidayah, penziarah masih harus menempuh perjalanan darat sejauh 2,3 Km untuk menuju makan tuan guru. Disamping bisa ditempuh dengan berjalan kaki, untuk mempermudah juga tersedia kendaraan angkutan roda dua (ojek).

Sesampainya di lokasi, sebelum menuju makam tuan guru, rombongan penziarah akan menuju rumah singgah untuk memintakan doa. Kemudian biasanya mereka menyempempatkan diri untuk melakukan sholat di Masjid Al Hidayah dan sebahagian penziarah yang sengaja membawa anak-anak mereka juga menyempatkan untuk memandikan mereka di sumur yang pertama kali di buat tuan guru sapat sebagai tempat mengambil air wudhu. Dimakam tuan guru, penjiarah membacakan surah yasin dan kemudian memanjatkan doa.

“Hampir setiap tahun menjelang tibanya bulan ramadhan dan datangnya Idul Fitri saya dan keluarga menyempatkan diri untuk melakukan ziarah ke makam tuan guru. Kita tak punya tujuan lain selain berharap berkah keselamatan dari Allah. Bagaimanapun juga, tuan guru selama hidupnya berbakti dijalan Allah. Mudah-mudahan dengan berziarah ke makam beliau kita juga mendapatkan limpahan berkah,” Ujar Abdullah kepada detikriau.org, Kamis (24/8).

Abdullah juga mengatakan dengan melakukan ziarah tersebut menandakan kita mengingat perjuangan tuan guru sapat atau syech Abdurrahman Sidiq Al Banjari dalam melakukan perjuangan menegakkan syiar islam diwilayah kerjaan Indragiri. (fsl)