Hasil Pertandingan Futsal

Pertandingan

Group

Skor

Pertandingan Kamis, 6/9/2012    
Papua vs Jawa Tengah

A

7 – 7

Riau vs Sumatra Utara

B

1 – 2

Nusa Tenggara Timur vs DKI Jakarta

C

0 – 3

Gorontalo vs Sumatra Selatan

A

5 – 7

Kalimantan Selatan vs Jawa Barat

B

1 – 1

Sulawesi vs Sumatra Barat

C

5 – 7

 

Pertandingan Minggi, 9/9/2012

Sumatra Selatan vs Papua

A

5 – 6

Jawa Barat vs Riau

B

8 – 5

Sumatra Barat vs Nusa Tenggara Timur

C

5 – 3

Jawa Tengah vs Gorontalo

A

3 – 4

Sumatra Utara vs Kalimantan Selatan

B

0 – 0

DKI Jakarta vs Sulawesi Selatan

C

7 – 3

     
     
     
     



Futsal, Riau Kembali Harus Akui Kehebatan Lawan

Takluk di Tangan Jabar Dengan Skor 5-8

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Kontingen Futsal Jawa Barat melakukan sujud syukur setelah berhasil menumbangkan tim tuan rumah, Riau dengan skor telak, 8-5. Pertandingan ke delapan ajang PON XVIII Riau anatara Jabar dan tuan rumah, Riau ini bermain dalam tempo waktu cepat dan saling serang. Kekalahan ini diakui pelatih tuan rumah, jimmy matulesi bahwa mutu individu pemain Jabar lebih unggul dari Tim Riau.

Setelah dalam laga ke-5 pertandingan hari pertama, Kamis (6/9), Tim Jabar mendapat skor imbang ketika menghadapi Tim Kalimantan Selatan. Kini tim yang berjulukan Maung Bandung ini berhasil meraih kemenangan.

Dibabak pertama pertandingan, Jabar berhasil unggul dengan skor 3-1. Dalam babak pertama ini, Tim Futsal Riau teerlihat tidak dapat berbuat banyak. Permainan cenderung dilakukan bertahan dan serangan balik yang dibangun selalu berhasil dimentahkan di jantung pertahanan Jabar. Riau hanya mampu meraih satu angk lewat tendangan pemain bernomor punggung 10, Novriandi.

Di jeda waktu kedua, tim Futsal tuan rumah, Riau di menit ke 22 berhasil memperkecil ketertinggalan lewat gol yang disarangkan pemain nomor punggung 4,Novri.

Kejebolan satu angka di awal babak kedua ini membuat tim Jawa barat dengan pelatih Panca ini tidak mau kalah. Mereka kembali membangun serangan. Dimenit ke 26 atau 4 menit setelah jala mereka berhasil digoyang Tim Riau, Jabar kembali berhasil menyarangkan si kulit bundar dan merubah skor menjadi 4-2.

Tidak kalah semangat, Tim Riaupun tidak mau ketinggalan, di menit ke 26 itu juga berselisih hanya hitungan detik, Riau kembali berhasil menggetarkan jala gawang Jabar yang dikawal M. Bagus lewat pemain nomor 8-nya, Rendra Febrianto dan skorpun kembali berubah menjadi 4-3.

Kejar mengejar angka dari kedua tim ini terus saling berganti. Namun kemudian, secara berturut-turut dengan jeda waktu yang tidak terlalu jauh, Jabar berhasil merobek jala gawang Riau sebanyak 3 kali secara berturut-turut.

Dengan skor 7-3, riau rupanya belum patah semangat. Dimenit ke 38 hanya berselisih waktu hitungan detik, Riau kembali berhasil menambah dua angka dan skor berubah menjadi 7-5. Namun akhirnya perlawanan yang dipertontonkan Tim Riau dikandangnya sendiri kembali harus menelan kekecewaaan. Dibabak akhir, Jabar kembali berhasil menyarangkan satu gol lagi lewat pemainnya bernomor punggung 7, Andriana. Skor 8-5 utuk kemenagan Jabar ini bertahan hingga peliup panjang dibunyikan wasit.

Usai pertandingan, pelatih Tim Riau yang sempat dikomfirmasi wartawan menyatakan bahwa kekalahan yang kembali mereka alami hari ini akibat skill secara individu yang dimiliki pemain Jabar lebih tinggi dibandingkan anak-anak asuhnya.

Kemenangan tlak 8-5 dari tuan rumah Riau ini membuka peluang bagi Jabar untuk menjuarai group B. sedangkan Riau dengan mengantongi dua kali kekalahan terancam akan masuk kotak.(fsl)




Hari Ini, Laga Futsal Kembali di Lanjutkan.

Wasit Pengganti Hanya Kantongi SK PB PON. Kontingen Ragukan Keabsahan hasil Pertandingan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Setelah sempat tertunda selama dua hari, laga cabang olahraga (cabor) futsal PON XVIII riau dipastikan, minggu (9/9) kembali akan dilanjutkan.

“Besok pertandingan akan kembali dilanjutkan. Laga awal sekira pukul 09.00 wib,” Ujar Anggota Bidang Pertandingan Sub PB PON Inhil, Afrizal kepada wartawan usai rapat yang dilakukan bertempat diruang rapat lantai tiga gedung kantor Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kab. Inhil. Sabtu (8/9)

Dalam rapat yang berlangsung sejak pukul 22.00 hingga 23.50 Wib yang dilaksanakan secara tertutup ini, disamping diikuti  12 orang wasit pengganti juga dihadiri oleh manajer dan official kontingen dari 12 provinsi.

Kontingen asal NTT dan Sulawesi Selatan seusai rapat menyatakan bahwa mereka menilai legalitas wasit pengganti tidak jelas.”para wasit pengganti ini hanya mengantongi SK dari PB PON. Kita nilai tentu legalitas kepemimpinan mereka patut untuk dipertanyakan termasuk keabsahan hasil pertandingan nantinya. Yang jelas menurut penilaian kami, laga perdana Cabor Futsal PON XVIII ini telah cacat,” Ujar sumber memberikan pernyataan. (fsl)




Penarikan 31 Perangkat Pertandingan Cabor Futsal Buah Ancaman PSSI

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Penarikan 31 orang perangkat pertandingan yang terjadi pada Cabang Olahraga Futsal PON XVIII Riau di Tembilahan dipastikan adalah buah ancaman yang dilayangkan PSSI kepada Panitia Pelaksana Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON). Permasalahan ini akibat terjadinya dualisme kepemimpinan, yakni  PSSI dibawah kepemimpinan Djohar Arifin dan PSSI  La Nyalla Mattalitti.

Dari informasi yang berhasil dirangkum detikriau.org. sebelumnya, PSSI dibawah kepemimpinan Djohar Arifin sudah melayangkan ancaman kepada PB PON untuk menarik semua perangkatnya apabila beberapa Tim yang tidak mengantongi rekomendasi dari pengurus provinsi PSSI tetap diikut sertakan dalam ajang PON ke XVIII. “Kita minta PB PON hanya mempertandingkan Tim yang mendapatkan rekomendasi dari Pengprov PSSI yang sah,”Ujar Sekjend PSSI Djohar Arifin,  Hadiyandra, Jum’at (6/9) kemaren.

Tim yang tidak mengantongi rekomendasi dari Pengprov PSSI yang sah menurut kubu Djohar Arifin itu adalah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Jambi dan juga termasuk Tim Provinsi Jawa Barat. “Kami harus bersikap tegas karena aturan PON sendiri juga tidak Professional. Akreditasi pemain sudah turun sejak dua bulan yang lalu, tapi masih ada Tim yang dibatalkan main dan disuruh play off,”Ungkapnya.

Oleh karena itu, PSSI melarang seluruh perangkat yang berada dibawahnya untuk memimpin pertandingan yang melibatkan Tim yang tidak mendapatkan rekomendasi dari Pengprov PSSI yang sah.

Untuk diketahui, cikal bakal permasalahan disebabkan adanya aturan yang dikeluarkan PB PON yang mengharuskan semua tim yang akan ikut berlaga di ajang PON XVIII untuk mendapatkan rekomendasi dari Pengprov PSSI.

Ada beberapa Pengprov yang sebelumnya kepengurusan PSSI-nya sudah diambil alih oleh PSSI Djohar karena bergabung dengan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) dibawah pimpinan Nyalla Mattalitti, ternyata masih ikut mengirimkan Tim.

Sangat disayangkan, seharusnya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebagai badan olahraga tertinggi ditanah air yang berhak menentukan regulasi dan menetapkan tim mana saja yang berhak tampil ternyata harus mendapatkan intervensi dari PSSI dengan celah masuk keharusan adanya surat rekomendasi dari PSSI bagi setiap Tim yang akan ikut bertanding. (dro/jpnn)




Indonesia Akan Mengenang, Futsal Lahir di Tembilahan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Biar apapun yang terjadi yang jelas semua orang Indonesia pasti akan mengenang sejarah bahwa Cabang Olahraga (Cabor) Futsal dalam Laga PON pertama kali dilaksanakan di Kota Tembilahan.

Penilaian positif ditengah berbagai polemik yang kini terjadi dalam ajang laga futsal PON XVIII Riau ini terlonar dari mulut seorang pria asal Provinsi Papua, Ony Robert yang juga menjabat sebagai pelatih Tim Futsal Papua kepada detikriau.org.

“Bagi kita tidak ada masalah. Bagi kami yang penting bisa bertanding siapapun wasitnya. Persoalan yang kini terjadi menurut penilaian saya semata hanya disebabkan kisruh ditubuh PSSI sendiri,”Ungkap Ony Robert saat ditemui detikriau.org disela-sela latihan di gedung venue futsal komplek Indragiri sport center, Tembilahan, Jum’at (8/9)

Dalam kesempatan itu, Ony Robert malah memberikan penilaian dari sisi positif. Ia berharap laga Futsal yang baru pertama kali dipertandingkan dalam ajang PON ini akan sukses. “nanti semua orang Indonesia terutama pencinta olahraga Futsal akan selalu mengenang dan membicarakan bahwa Futsal PON lahir di Tembilahan,” Ujarnya dengan mimik wajah optimis. (fsl)




Muhtar T Pertegas Kondisi Venue Futsal Dalam Keadaan Baik dan Siap pakai

Pemberitaan Beberapa Media dinilai Terlalu Berlebihan               

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kondisi lapangan venue Futsal dalam keadaan baik dan siap pakai, pemberitaan beberapa media tentang bocornya atap dan adanya rembesan air dari bawah dinilai sebagai pemberitaan yang terlalu berlebihan.

Hal ini disampaikan Sekretaris Sub PB PON Inhil, Muhtar T dalam konfrensi Pers digedung LAMR, sabtu (8/9/2012).”Saya sendiri yang menjumpai rekanan pelaksana dan melakukan tinjauan. Saat itu sudah kita pastikan kondisi lapangan venue dalam keadaan baik dan siang harinya juga sudah kembali bisa difungsikan. Namun saat itu, Badan Futsal Nasional demi mempertimbangkan safety dan keadilan sehingga diambil kebijakan untuk melakukan penundaan seluruh jadwal laga yang sedianya akan dilaksanakan hari itu,” Jelas Muhtar T menjawab pertanyaan detikriau.org terkait persoalan isu yang cukup menyita perhatian beberapa media nasional ini. Sabtu (8/9).

Ditambahkan Muhtar T, ia juga sempat membaca sebuah pemberitaan media cetak yang menyatakan bahwa hari itu lapangan tergenang air dan banjir. Secara pribadi, Muhtar T menyatakan bahwa  dirinya tidak mengetahui dari mana media mendapatkan informasi yang dinilainya terlalu berlebihan. Bahkan kembali Muhtar mempertegas, kebocoran atap apalagi rembesan dari bawah adalah sebuah informasi yang sama sekali tidak benar.”. Sebelumnya sudah kita perjelas bahwa penyebab basahnya beberapa bagian lapangan disebabkan tempias hujan disertai hembusan angin yang cukup kencang. menyikapi kejadian jum’at (6/9), saya sudah mintakan rekanan untuk melakukan pemeriksaan secara berulang-ulang pada bagian atap..”Tegas Muhtar T sambil meminta rekanan wartawan yang ikut hadir dalam konfrensi pers yang juga dihadiri oleh Anggota Bidang Pertandingan Sub PB PON Inhil, Afrizal dan Panita Pertandingan PB PON Riau, H. Supri untuk mengklarifikasi persoalan ini.

Dari pantauan langsung detikriau.org, jum’at (6/9) yang lalu, memang diakibatkan guyuran hujan yang cukup deras dan tiupan angin yang kencang menyebabkan beberapa bagian dari lapangan terlihat basah. Hanya saja tidak terlihat adanya genangan air. Petugas hanya melakukan pengeringan pada bagian atas dan beberapa bagian matras lapangan dilepas untuk dikeringkan.(fsl)