Progress ?, Pernyataan Sekda atau Ikhsan Sabri kah yang Benar

Tembilahan (www.detikriau.org) — Dalam kunjungan ke Venue Futsal, senin (3/8) sore, Sekdakab Inhil menyatakan bahwa Progress baru mencapai 76,8 persen. Anehnya, sehari sebelumnya, ahad (2/8)  Manajer Proyek Venue PON, Iksan Sabri dengan lagak tenaga professional dengan bangga melontarkan Progress sudah mencapai 78 hingga 79 persen.

“”Kemajuan pekerjaan 1 hingga 1,5 persen setiap harinya. Saat ini progress sekira 78 atau 79 persen, kalau hanya fungsional, hari ini pun sudah bisa dipergunakan.”Kata Ikhsan dengan nada suara sedikit kesal kepada rekan wartawan karena disebutnya setiap hari dipertanyakan masalah progress pengerjaan. Ahad (2/9) kemaren.

Pernyataan Plin Plan dan tidak ada kejelasan ini tentunya akan menjadi tanda-tanya dan menimbulkan kecurigaan masyarakat. Pengerjaan yang digesa hanya sekedar target fungsional dengan konsep minimalis apakah akan mampu menjamin kualitas juga tidak akan minimalis?. (fsl)




Ketua Sub PB PON XVIII Inhil Yakini Pertandingan Futsal Akan Berjalan Lancar

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Meskipun Venue PON XVIII Cabang Futsal belum rampung 100 persen, Sekdakab Inhil, Alimuddin sekaligus menjabat sebagai Ketua Harian Sub PB PON XVIII di Riau optimis pelaksanaan pertandingan futsal dapat berjalan dengan lancar.

“Laporan terakhir, progress Venue PON Futsal mencapai 76,8 persen, tapi saya optimis pelaksanaan pertandingan akan dapat berjalan dengan lancar,” Ujar Sekdakab Inhil dalam kunjungan ke Venue PON, senin (3/9)

Ditambahkan Sekda, guna kelancaran pertandingan, pada bagian dinding Venue yang masih terbuka akan ditutupi mempergunakan baliho.

Saat ini, kondisi pengerjaan Venue msih terus digesa untuk melakukan finishing untuk fungsional. Untuk bagian luar Venue, pada bagian tertentu saat dilaksanakan pertandingan PON juga akan dilakukan pekerjaan-pekerjaan ringan yang prinsipnya tidak akan mengganggu pelaksanaan PON.(fsl)




HIV/AIDS, 11 MENINGGAL DUNIA, 4 MASIH BERUSIA BALITA

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Penularan penyakit mematikan HIV/AIDS sudah semakin mengkhawatirkan, dari 47 penderita yang terdata, sampai akhir Agustus 2011 sudah 11 orang yang meninggal dunia. Dari jumlah itu, 4 orang penderita masih berusia balita.

‘Penderita tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir. Mereka semua sudah dinyatakan positif mengidap penyakit mematikan itu.”Ungkap Direktur RSUD Puri Husada, Dr. Irianto kepada wartawan kemaren.

Ditambahkan Dr. Irianto, penyebaran penyakit ini sebahagian besar ditularkan melalui hubungan sex dan sebahagian dari factor kelahiran yang didapatkan dari kedua porang tuanya. Oleh karena itu, ia menghimbau kepada masyarakat untuk tidak takut memeriksakan kesehatan mengingat setiap penderita yang terjangkit HIV/AIDS tidak bisa langsung terlihat gejalanya, namun baru akan diketahui setelah 3 hingga 4 tahun kemudian.

“Saya berharap masyarakat mau memeriksakan kesehatannya, jangan takut dan malu, karena siapa tahu kita sudah terjangkit penyakit tersebut. Makanya pada hari ini kita sudah mulai melakukan pemeriksaan, baik terhadap karyawan di RSUD Puri Husada Tembilahan ataupun instansi-instansi lainnya yang ada di Kabupaten Inhil,” pungkasnya. (fsl/ek)




Hingga Akhir Agustus 2012, 6 Terserang DBD, 1 Meninggal

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sampai akhir agustus 2012 kemaren, terdata sebanyak 6 orang warga Kabupaten Indragiri Hilir terserang penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD) dan satu orang meninggal dunia.

Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, Dr. Irianto kepada wartawan kemaren. Dua dari pasien itu yakni,M Tayib (14) dan Siti Aisyah (6) yang merupakan anak dari pasangan suami istri, Mukti (50) dan Siti Rohai (44), warga Jalan Grilya Parit 8, Gang Cendana, Tembilahan. “Ke dua pasien kakak dan adik yang kini ditangani secara medis di RSUD PH Tembilahan ini memang sudah positif DBD. Kita terus melakukan perawatan intensif kepada pasien,” tegas Dr. Irianto

Ditambahkan Dr. Irianto, secara tupoksi, penanganan kemunculan DBD merupakan tugas dari Dinas Kesehatan dan pihak RSUD hanya menanganan perawatan dan pengobatan terhadap pasien.”Masa inkubasi DBD 3 hingga 15 hari. orang yang tertular penyakit ini bisa dikelompokkan diantaranya,  bentuk abortif, penderita tidak merasakan suatu gejala apapun, dengue klasik, penderita mengalami demam tinggi selama 4 – 7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit. Kemudian,  dengue haemorrhagic fever (Demam berdarah dengue/DBD) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung, mulut, dubur, dan terakhir adalah dengue Syok Sindrom, gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok atau presyok pada bentuk ini sering terjadi kematian,” jelasnya.

Untuk menghindari dari serangan penyakit DBD, Dr. Irianto menyarankan diantaranya adalah dengan menggunakan lotion anti nyamuk dan menghindari tempat-tempat yang berkemungkinan banyak terdapat nyamuk. Menimbun sampah yang cenderung menampung air, menaburkan bubuk abate pada tempat-tempat genangan dan penampungan air serta selalu menyemprot tempat-tempat yang menjadi tempat bersarangnya nyamuk dengan obat semprot nyamuk.

“pencegahan secara massal di lingkungan setempat bisa dilakukan dengan bekerja sama dengan RT/RW, Kelurahan bersama Puskesmas setempat dengan melakukan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN), fogging, atau memutuskan mata rantai pembiakan Aedes aegypti dengan  Abatisasi,” pungkasnya.(fsl/ek)




MERIAHKAN PON: SEKDAKAB INHIL AJAK MASYARAKAT TURUT BERPARTISIPASI

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Guna memeriahkan helat pesta olahraga bertaraf Nasional yang baru kali pertama diadakan di kota Tembilahan Ibu Kota Kabupaten Indragiri Hilir, Sekdakab Inhil mengajak seluruh masyarakat Inhil khususnya kota Tembilahan untuk berpartisipasi. Partisipasi ini bisa dilakukan dengan memasang spanduk, umbul-umbul dan baleho yang bernafaskan melayu Riau.

“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat Inhil khususnya kota Tembilahan untuk bersama-sama ikut memeriahkan suasan helat PON XVIII Riau ini dengan berpartisipasi memasang umbul-umbul khusunya dilingkungan tempat tinggalnya masing-masing dan kepada instansi pemerintah maupun swasta juga memasang spanduk maupun baleho yang tentunya bernafaskan melayu Riau,” Pesan Sekda

Ditambahkan sekda, berdasarkan surat edaran dari Gubernur Riau, H.M. Rusli Zainal, pemasangan berbagai atribut untuk memeriahkan PON XVIII Riau ini berlaku sampai tanggal 30 September 2012 mendatang. “Partisipasi ini tentunya sebagai bentuk kerjasama pihak pemerintah dan seluruh masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang baik, ” Tutup Sekda. (Am)




157 Tim Gabungan, Kawal Helat PON XVIII Riau Cabang Futsal

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tim Gabungan pengamanan PON XVIII Riau Cabang Futsal akan melaksanakan apel pasukan bersama. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada rabu (5/9) mendatang bertempat dihalaman kantor Mapolres Inhil.

Personel pengamanan gabungan yang terdiri dari Anggota POLRI, Prajurit TNI dan Satpol PP sudah mulai bekerja sejak tanggal 2 September kemaren hingga 25 September mendatang.

“157 anggota siap untuk melakukan pengamanan demi suksesnya pelaksanaan PON XVIII,” Jawab Kabag Ops Polres Indragiri Hilir, Kompol Sugeng Hariyanto, SH,” Kepada Wartawan kemaren.

Ditambahkan Kabag Ops, dari 157 petugas pengamanan itu terdiri dari 142 dari kesatuan POLRI, 10 anggota Satpol PP dan 5 Prajurit TNI yang akan melakukan pengamanan pada tempat-tempat pemondokan peserta, Venue Futsal dan pengamanan rute perjalanan serta tempat-tempat latihan masig-masing kontingen. (fsl)