Ribuan Pelajar Kawal Kedatangan Api PON

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sesuai jadwal, Api PON tiba di kantor Bupati Inhil, Jum’at (7/7).  Api PON akan diinapkan di Kantor Bupati Inhil dan kemudian akan dibawa ke Venue Futsal pada selasa 11 september 2012 malam sekira pukul 19.30 Wib  menjelang pembukaan PON XVIII secara serentak dan kembali disemayamkan di Venue Futsal hingga akhir pelaksanaan PON XVIII Riau.

Dari pantauan, kirab api PON tiba di Halaman Kantor Bupati Inhil sekira pukul 10.00 Wib dibawah pengawalan ribuan pelajar  serta arak-arakan  boneka gajah, macan, Burung Garuda, Kuda Sembrani, reog ponorogo dan marching band pelajar setingkat SD. Rombongan disambut oleh Bupati  yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Indragiri Hilir, H. Alimuddin RM, Ketua DPRD Inhil, H. Raus Walid, Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, S.IK, Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf Rudolf TS Manoppo dan beberapa unsur Muspida lainnya. Melalui Kasdim 0314 Inhil, mayor Inf Edy Yanto, api PON diserahkan kepada Sekdakab Inhil untuk kemudian disemayamkan.

Untuk diketahui, API PON XVIII diambil dari api tertua ladang minyak di Minas Riau. Kemudian, pada tanggal 6/9 kemaren, Api PON diserahkan secara langsung oleh Gubernur Riau, Rusli Zainal kepada Bupati Inhil yang saat itu diwakili Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo bertempat di lapangan bola kaki Chevron, minas. di hari yang sama, Api PON langsung diberangkatkan ke Kabupaten Indragiri Hilir.

Di tiga Kecamatan yang dilewati menjelang sampai ke Kota Tembilahan  yakni Kecamatan Kempas, Kecamatan Tempuling dan Kecamatan Tembilahan Hulu dilakukan penyambutan oleh Unsur Pimpinan Kecamatan setempat beserta masyarakat dan juga dilaksanakan kirab.(Am)




Kisruh Sulsel vs Sumbar, Keputusan Berada di Komdis

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sekretaris Badan Futsal Nasional, Efraim Ferdinand Bawole nyatakan jika memang ada komplin terhadap pelaksanaan pertandingan harusnya disampaikan secara tertulis. Atas dasar surat keberatan tersebut, komisi disiplin nantinya yang akan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan berbagai telaah serta kajian dalam suatu musyawarah.

Pernyataan ini disampaikannya menjawab pertanyaan detikriau.org terkait adanya protes Ketua  dan Pelatih kontingen Futsal Provinsi Sulawesi Selatan dalam laga tanding dengan Tim Futsal Sumatra Barat kemaren malam, kamis (6/9) sesaat setelah gelar konprensi pers tentang penundaan seluruh jadwal pertandingan futsal pada jum’at (7/9/2012).

“Kalau memang ada komplin tentunya nanti mereka akan menyampaikan secara tertulis. Tadi malam, seluruh wasit kita review ulang untuk memintakan keterangan mengenai pertandingan-pertandingan yang telah dilakukan termasuk hal-hal kejadian tertentu.” Jelas Efraim. Jumat (7/7/2012)

Ditambahkan Efraim, rencananya hari ini, jum’at (7/7) komisi disiplin akan bertemu untuk mengambil keputusan terkait beberapa hal yang harus diputuskan mengenai dispilin pertandingan dilapangan. Termasuk kalau memang adanya komplin, nantinya komisi disiplin yang akan mengeluarkan putusan.

Secara pribadi ia nyatakan cukup menyayangkan akan terjadinya hal tersebut. Terlepas dari itu semua, masih menurut Effraim, mungkin saja dalam kondisi seperti ini siapapun kadang-kadang bisa terlepas kendali.”Mungkin hari ini ada hikmahnya juga. Ada kesempatan kita untuk mereview pertandingan hari pertama guna melakukan perbaikan dalam pertandingan hari-hari berikutnya. Yang jelas, kita berharap pelaksanaan pertandingan futsal ini dapat terlaksana dengan sukses.”Pungkas Effrain Frdinand Bawole.(fsl)




Laga Akhir Hari Pertama Berbuah Protes

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Laga ke 6 dihari pertama pertandingan Cabor Futsal PON XVIII Riau diwarnai aksi protes. Kontingen Sulawei Selatan kritik kepemimpinan wasit.

Menurut penjelasan Manajer kontingen futsal Sulsel, Dani Anggoro, dirinya menyayangkan keputusan wasit yang juga memberikan kartu merah kepada anak asuhnya. Padahal menurut dirinya, kerusuhan yang sempat terjadi di menit ke 16 babak kedua itu diawali dari pukulan yang dilayangkan pemain Tim futsal sumbar yang berakibat anak asuhnya roboh.

“Kok malah pemain kita juga diberikan kartu merah? Ini keputusan yang tidak masuk akal.” Kritik Dani Anggoro.

Selain persoalan itu, pelatih Tim Sulsel, Lidemar Halide juga menilai adanya kecurangan waktu pertandingan. Mereka menilai waktu tidak sesuai dengan seharusnya. Ia menyatakan dengan tegas akan membawa persoalan ini kepada Komisi Disiplin Pertandingan dan Panitia Cabang Futsal PON XVIII Riau.

“Ini kejadian dilaga hari pertama. Kita berharap Komdis tindaklanjuti kejadian ini agar jangan sampai terjadi lagi kedepannya,” Sampaikan Lidemar Halide.

Sementara itu, Dewan Hakim Pertandingan, Anang Suryana menilai pemberian kartu merah kepada kedua pemain dinilainya sebagai keputusan yang tepat.”Protes adalah suatu yang wajar. Tapi menurut saya keputusan wasit pertandingan tadi sudah cukup baik,” Jawabnya. (Am/y)




Hadapi Tuan Rumah, Sumut Cukup Puas dengan Skor 1 – 2

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –  Meski Tim futsal Sumatera Utara sukses mencuri poin pada laga perdana berhadapan dengan tuan rumah Riau, di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII/2012 di Stadion Futsal Indragiri Sport Centre, Tembilahan, Kamis (6/9) dengan skor tipis 2-1. Tim Futsal asal Sumut ini tetap berikan acungan jempol terhadap pemain asal Riau.

 

Pelatih futsal Sumut, Alpinus menuturkan, kemenangan ini merupakan buah kerja keras anak asuhnya dengan semangat tinggi. Dibawah sorakan pendukung tuan rumah, tim Sumut mampu meredam serangan tim Riau, dan mampu mengendalikan permainan hingga berujung dengan kemenangan.

 

“Ini hasil kerja anak-anak. Dari pertandingan tersebut, kita tidak mudah untuk mencetak gol. Anak-anak harus kerja keras membangun serangan dan masuk ke jantung pertahanan tim Riau,” ungkapnya menanggapi hasil pertandingan itu.

Diakuinya, permainan tim Riau sangat baik. Bertindak sebagai tuan rumah, Riau memiliki semangat yang lebih tinggi. Apalagi sorakan pendukung dari tribun penonton tentunya menekan mental anak asuhnya. “Hasil 1-2 ini saya kira sudah cukup bagus,” ujarnya.

 

Sedangkan pelatih tim futsal Riau, Jimmy Matulesi menuturkan, permainan kedua tim menunjukkan kapasitas yang tidak jauh berbeda. Namun, ia menyayangkan gol kedua tim Sumut. “Saya lihat ada pelanggaran, tapi saya hargai keputusan wasit. Anak-anak tetap semangat untuk pertandingan berikutnya. Mudah-mudahan bisa meraih poin penuh,” tuturnya.(Am/e)




12 PROVINSI ADU LAGA DIHARI PERTAMA

Cabor Futsal PON XVIII Riau

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – laga dihari pertama pertandingan Cabang Olahraga (Cabor) Futsal PON XVIII Riau, Tim tuan rumah, Riau dipaksa bertekuk lutut dari Tim Sumatra Utara dengan skor tipis 1-2.  Meski kota Tembilahan di  laga Cabor yang pertama kali diperlombakan dalam ajang PON ini dibawah kelamnya kabut asap, tapi pertandingan dapat berlangsung dengan lancar.

Laga awal di Group A, Tim Futsal Papua berhadapan dengan Tim Jawa Tengah, pertandingan berakhir dengan skor imbang 7-7. Sementara itu pertandingan di Group B, Tim Futsal tuan rumah Riau yang turun dengan kostum hijau hitam harus mengakui keunggulan Tim lawan Sumatra Utara dengan skor tipis 1-2.

Di Group C,  Tim Futsal dari Nusa Tenggara Timur yang harus berhadapan dengan salah satu Tim unggulan yang digadang-gadangkan sebagian besar pencinta Futsal di Kota Tembilahan akan menjadi peraih medali Emas Cabor Futsal, DKI Jakarta, setelah mendapatkan serangan secara bertubi-tubi akhirnya harus mengakui keunggulan lawan dan terpuruk dengan skor telak 0-3.

Laga berikutnya di Group A, Tim Futsal Provinsi Gorontalo yang berhadapan dengan Tim Provinsi Sumatra Selatan menampilkan permainan dalam tempo cepat dan saling membalas serangan. Dengan kerja keras, Tim Sumatra Selatan akhirnya mampu mengunguli Tim lawan dengan skor 7-5.

Dipertandingan berikutnya, Tim Futsal Provinsi Kalimantan Selatan yang notabenenya mendapatkan dukungan besar dari warga kota Tembilahan karena hubungan kedaerahan ternyata mampu ditahan imbang oleh Tim lawan Provinsi Jawa Barat dengan skor imbang 1-1.

Laga akhir dihari pertama, Tim futsal Provinsi Sulawesi Selatan dipaksa mengaku kalah dari Tim Sumatra Barat dengan skor 5 -7. (fsl/z)




Kuasa Hukum Petani Desa Pancur Surati Bupati Inhil.

Minta Bupati Inhil Segera Mengambil Sikap Tegas

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sampai saat ini, PT.Palma belum juga mengindahkan surat yang dilayangkan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk menghentikan sementara waktu aktifitas diatas lahan sampai permasalahan kepemilikan  dengan warga setempat selesai. Bahkan dengan sikap tak ambil pusing, PT.Palma satu terus melakukan penanaman dengan pengawalan puluhan tenaga pengaman bayaran.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kuasa  Hukum Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) “Selamat” Desa Pancur Kecamatan Keritang, Zainuddin, SH.”hari ini (kamis, 6/9/12) kita sudah berkirim surat Kepada Bupati Inhil guna mengambil sikap tegas menyikapi persoalan ini,” Ungkap Acang kepada wartawan, kamis (6/9)

Surat yang dikirim tersebut juga ditembuskan kepada Kapolres Inhil, Dandim 0314/ Inhil, Ketua DPRD Inhil, Ketua Komisi I DPRD Inhil, Kepala Satpol PP Pemkab Inhil, Camat Keritang, Kepala Desa Pancur dan Ketua Gapoktan Selamat.

Ditempat berbeda, Ketua Gapoktan Selamat, Ahmad Rizal Zuhdi juga membenarkan bahwa aktifitas perusahaan masih terus berlanjut dan pengamanan dilakukan dengan tenaga pengaman bayaran. “ Terus terang saya khawatir dengan adanya tenaga pengamanan ini akan memancing keributan kedepannya.” Ujar Ahmad.(fsl)