Wabup Sampaikan Tanggapan LKPj Bupati Inhil 2011

TEMBILAHAN  (detikriau.org)-Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H Rosman Malomo, memberikan tanggapan terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Inhil atas LKPj Bupati Inhil, tahun anggaran 2011, dalam sidang Paripurna DPRD Inhil, Rabu (19/9).

Dikatakan Rosman, Pemkab Inhil akan berupaya memberikan penjelasan terhadap berbagai tanggapan yang sudah disampaikan oleh masing-masing fraksi dalam sidang Paripurna sebelumnya. Salah satunya tanggapan itu, seperti yang sudah disampakan Fraksi Golkar.

Pemerintah daerah telah melakukan koordinasi terhadap berbgai kegiatan yang akan maupun yang sudah dikerjakan dengan tujuan menghindari kesalahan serupa dan menidaklanjuti segala rekomendasi atas semua hasil pemeriksaan. Karena semuanya sangat erat kaitan dengan kinerja pemerintah.

Wabup membenarkan akan adanya beberapa ritribusi daerah yang belum tercapai, seperti ritribusi izin tera ulang. Hal ini disebabkan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia (SDM) yang menjadi pelaksana belum terdapat di Inhill. “Insya Allah kedepan segala sesuatunya akan tersedia demi  penerimaan daerah,”jelas Rosman.

Mengenai pajak, keberhasilannya kata Wabup, akan disertakan bersama akurasi data kepada wajib pajak. Berdasarkan akurasi data tersebut, dapat dipetakan bersama potensi pajak, baik yang mengalami kenaikan maupun yang mengalami penurunan. Dalam penagihan pajak daerah yang dilaksanakan melalui ketentuan opser acecsmen maupun wajib pajak diri sendiri.

“tidak dapat dipungkiri adanya beberapa objek pajak yang tidak tercapai target pada akhir tahun anggaran. Hal ini disebabkan sulitnya petugas menemukan objek pajak, dikarenakan oleh wajib pajak itu pindah alamat, wajib pajak fiktip, tutup usaha. Masalah ini sangat merugikan dalam target penetapan pajak daerah.”terangnya.

Beberapa penjelasan lain yang disampaikan Wabup terhadap pandangan umum fraksi  terkait pengelolaan keuangan dan aset daerah, infrastruktur, peningkatan kesejahteraan masyarakat serta revitalisasi sektor-sektor vital.(dro/*1)




140 Personil Disiapkan Untuk Berikan Pengamanan Angkutan JCH

TEMBILAHAN (detikriau.org)_– Sebanyak  140 petugas yang terdiri dari Dinas Perghubungan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Pemadam Kebakaran, Polri dan TNI disiapkan untuk menjalankan tugas pengamanan angkutan Jemaah Calon Haji (JCH).

787 JCH akan di angkut ke Embarkasi Batam melalui Bandara Indragiri dengan menggunakan pesawat Aviastar sebanyak 18 kali penerbangan. Keberangkatan awal pada tanggal 26 September 2012 sebanyak 2 kali penerbangan pada pukul 09.00 WIB. Kemudian selanjutnya pada tanggal 27 September 2012 dan 1 sampai 2 Oktober 2012.

“Kita sudah siapkan 140 petugas gabungan untuk mengamankan angkutan haji musim haji tahun 2012 ini,”ungkap Kepala Dinas Perhubungan Inhil, H Pahrolrozy, kemarin.

Dia berharap saat pengangkutan JCH tersebut tidak ada masalah yang bisa menghambat, baik dari gangguan cuaca maupun kendala teknis lainya. Sehingga semua dapat berjalan sesuai dengan rencana. Dalam pengangkutan JCH, lanjut Pahrolrozy, pihaknya hanya bersipat memfasilitasi antara pihak maskapai dengan Kantor Kementrian Agama (Kemenag).

Ketika ditanya mengenai fasilias yang terdapat didalam Bandara, dikatakan mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diseprindag) ini, semuanya sudah disiapkan secara maksimal. “Semua kita upayakan secara maksimal termasuk masalah antisipasi ramainya pihak keluarga JCH yang akan mengantar maupun menjemput. “Pungkas Fahrolrozy.(dro/*1)




Tangani Kabut Asap, BPBD lakukan Rapat Koordinasi

Tembilahan (www.detikriau.org) –Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),  Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri Hilir (Kab. Inhil) serta BPBD Provinsi Riau dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, rabu (19/9) melakukan rapat koordinasi terkait persoalan semakin meluasnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Kepala BPBD Kab. Inhil, Anwar Nawang menyatakan bahwa salah satu langkah yang kini sedang dilakukan adalah dengan melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa yang daerahnya terpantau keberadaan titik api. Sdangkan penanganan melalui hujan buatan sedang dalam pembahasan. Hambatan terbesar menurutnya dikarenakan banyaknya jumlah titik api serta sebaran dalam areal yang cukup luas.”pantauan satelit, wilayah kita terpantau sebanyak 23 titik api.,” Ujar Anwar Nawang.

Anwar Nawang dalam kesempatan itu juga membenarkan bahwa sebahagian besar titik api, khususnya di Kecamatan Gaung berada di areal perkebunan miliki perusahaan swasta.

Menurut kapten pilot Helikopter, Yusak, tebalnya kabut asap yang menyebabkan terbatasnya pandangan. Bahkan diakuinya, ketinggian terbang hanya lebih kurang 65 meter dari pemukaan daratan.”kondisi seperti ini cukup mempersulit melakukan pemantauan lewat udara,” Ujar Yusak.(dro/0*)




Akhir Tahun Ini Program Jampersal Sentuh Hingga Pedesaan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Selama ini program Jaminan Persalinan (Jampersal) hanya terfokus di kota Tembilaha ibu kota Kabupaten Indragiri Hilir. Kondisi itu tentunya, cukup menyulitkan warga Inhil lainnya yang tiggal di kecamatan dan juga pedesaan. Untuk itu, Kedepan Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil akan mengupayakan program ini juga bisa sampai kepedesaan.

Ungkapan tersebut disampaikan oleh Kadis Kesehatan Inhil Rasul Alim, Rabu (19/9) di ruangan kerjanya.  Guna  merealisasikan wacana tersebut, Diskes sudah memanggil bidan desa dalam rangka mempersiapkan perizinan praktek para bidan.

“kita berharap paling lambat akhir tahun ini, program Jampersal tersebut sudah bisa berjalan hingga ketingkat desa. Makanya kita sudah melakukan upaya yang dianggap penting dalam mempersiapkan realisasi program tersebut,” katanya.

Dengan program yang pembiayaannya berasal dari pusat tersebut selama ini dirasakan  sangat membantu kaum ibu yang ingin melahirkan. Karena mereka tidak akan dipungut biaya persalinan kecuali pembelian popok dan susu bayi yang memang dibebankan kepada orang tua bayi.(dro/2*)




Rapat Paripurna DPRD Inhil, Sejumlah Fraksi Berikan pandangan

 TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sejumlah fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memberikan pandangan umum terhadap pidato pengantar Bupati Inhil, tentang pertanggung jawaban pelaksanaan APBD 2011 yang digelar Senin (17/9) di Ruang Paripurna DPRD Inhil.

Fraksi- fraski di DPRD Inhil ini, melakukan pemandangan umum terkait predikat yang diraih Pemkab Inhil, terkait pengelolaan keuangan dan aset daerah, infrastruktur, peningkatan PAD serta peningkatan kesejahteraan masyarakat terkait revitalisasi sektor-sektor vital.

Beberapa pemandangan khusus lainnya yang terbagi antara lain saran, himbauan dan kritikan datang dari fraksi-fraksi yang ada di DPRD Inhil, diantaranya yang menjadi  kritik dewan seperti peningkatan PAD serta pengelolaan keungan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Seperti yang disampaikan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Inhil, mereka mengkritiki tentang keterlambatan penyampaian dan pembahasan laporan pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran tahun sebelumnya yang tahun ini hal serupa kembali terulang.

Demikian juga dengan beberapa fraksi lainya, mereka lebih menekan dan meminta penjelasan terkait pidato pengantar kepala daerah pada agenda sidang paripurna sebelumnya.

Rapat paripurna tersebut selain dihadiri, kalangan anggota dewan dan unsur pimpinan dewan, seperti H Jubair Malomo dan H Muslimin, juga dihadiri tamu undangan dari lingkungan Pemkab Inhil, unsur muspida dan tamu undangan lainya. .(dro/*1)




Warga Binaan Ikuti Pelatihan Las dan Pembuatan Batako

TEMBILAHAN (www.detikria.org) – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan  (LP) Kelas IIA Tembilahan, mendapat kesempatan mengikuti keterampilan mengelas dan pembuatan batako. Kegiatan ini merupakan kerjasama LP Kelas II A Tembilahan dengan Pemkab Inhil melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Yayasan Puspita Antariksa Jakarta.

Dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Indragiri Hilir (Inhil) H Rudiansyah, faktor yang menjadi penghalang serta penyebab warga binaan tidak memiliki kesempatan diantaranya disebabkan mereka tidak bisa berbuat secara bebas karena masih terikat akan hukum.

” Tentunya dengan Pelatihan Keterampilan mengelas dan Pembuatan Batako ini akan menjadi bekal bagi warga binaan setelah nantinya kembali kedalam kehidupan bermasyarakat.,”ungkap Rudiansyah saat mebuka pelatihan dan berharap agar warga binaan dapat menyerap semua ilmu yang diberikan dalam pelatihan nantinya.(dro/*1)