Murid SDN 010 Bayas Jaya Timba Ilmu di Ruang Kelas Berdinding Plastik

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebahagian murid SD 010 Desa Bayas Jaya Kecamatan Kempas kini terpaksa belajar diruang kelas berdindingkan plastik. Kondisi ini disebabkan terbengkalainya pengerjaan akibat keterbatasan waktu.

“dengan  338 siswa, idealnya ruang belajar yang kita butuhkan sebanyak 12 ruang. Kita baru memiliki delapan buah. Makanya bangunan ruang kelas yang belum rampung ini kita pergunakan. Walaupum seadanya, yang penting proses belajar mengajar tetap bisa berjalan dengan lancar,” Ujar Kepala Sekolah SDN 010 Desa bayas Jaya, Razali memberikan konfirmasi kepada detikriau.org melalui sambungan telepon, Ahad (22/9).

Pengakuan Razali tidak terselesaikannya pengerjaan ruang belajar ini oleh rekanan disebabkan keterbatasan waktu pengerjaa. Ia berharap, pihak pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kab. Inhil dapat segera melanjutkannya.

Terkait persoalan ini, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Indragiri Hilir, Fauzar berjanji untuk menindaklanjuti.”Sekarang hari minggu, saya belum bisa cek. Tapi setahu saya pengerjaan ruang kelas itu bersumber dari dana DAK 2011. Kalau memang belum selesai, kegiatannya akan diteruskan pada anggaran perubahan tahun 2012 ini. Besok (senin 23/9 .red) akan saya coba cek.” Jawab Fauzar.(dro/0*)




Dewan Minta Kec. Gaung Berikan jaminan Ketersediaan Listrik dan Air

Dalam Rangka Pelaksanaan Kegiatan MTQ Tingkat Kabupaten Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Selama berlangsungnya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Inhil ke 42 di Kecamatan Ganung, Oktober 2012 mendatang, diharapkan pelayanan listrik dan Air PDAM dapat maksimal.

Harapan tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Inhil Feriandy. Menurut dia, tidak ada alasan khusus jika selama diselenggarakanya even ke agamaan itu pasokan listrik dan air tidak aman. Maka dari itu, diharapkan pihak kecamatan harus mampu memberi jaminan, bahwa listrik dan air selama MTQ tidak akan ada masalah.

PLN Gaung didasarkan data yang diterima, ketersediaan listrik PLN sebanyak 300 KW dengan daya maksmial tersalurkan 265 KW. Dengan beban puncak 240 KW, kelebihan sebesar 15 KW menurut politisi dari partai Golkar ini tentunya belum mampu memberikan jaminan.

“Paling tidak kita minta  selama kegiatan itu berlangsung pasokan listrik dan air disana bisa tersedia  24 jam penuh,”tuturnya sambil mengatakan selama ini litrik di Gaung hanya hidup 14 jam dalam satu hari satu malam.

Sementara itu, Camat Gaung Nurmansyah mengatakan sejauh ini pasokan listrik dan air tidak ada masalah. Hasil koordinasi, PLN akan menyediakan tambahan mesin khusus untuk MTQ.  “Saat ini kondisi listrik yang ada  bisa dikatakan aman demikian juga dengan air PDAM,”tandasnya.(dro/*1)




Okober 2012, Panitia Desk Pilkada DPC PKB Inhil Laksanakan Konvensi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sesuai jadwal, oktober 2012 mendatang, Panitia Desk Pilkada DPC PKB Inhil memasuki tahap konvensi. Ditahapan ini, 5 Balon terdaftar akan perebutkan 74 suara yakni 34 suara dipengurusan DPC plus 2 suara utusan masing-masing PAC dari 20 Kecamatan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris panitia Desk Pilkada, Herwanissitas kepada detikriau,org.” Hasil survey oleh LP3i kini sudah dalam proses pengiriman dari DPP ke DPC. Tahapan berikutnya, konvensi. Sesuai jadwal akan kita laksanakan di bulan oktober mendatang. Kini kita sedang matangkan semua persiapannya,” Jelas Herwanissitas, Kamis (20/9)

Ditambahkan Herwanissitas, konvensi adalah tahapan akhir yang akan dilakukan dari keseluruhan proses deskpilkada di tingkat DPC. Seluruh hasilnya kembali akan dikirimkan oleh DPC ke DPP untuk dilakukan tahapan selanjutnya.”Konvensi merupakan tugas akhir panitia DeskPIlkada di tingkat DPC. Tahapan selanjutnya, Fit and Profer Test, Kontra Politik dan Kontribusi, Penetapan Bakal Calon sampai penerbitan SK berada di ranah DPP. Artinya, Balon yang nantinya terpilih dan mengantongi SK DPP yang akan diusung DPC PKB Inhil menjadi Balon Bupati Inhil periode 2013 – 2018,”Pungkas Herwanissitas.

Untuk diketahui, sampai batas akhir pendaftaran Balon Bupati di Desk Pilkada DPC PKB Inhil, 16 Juli 2012 pukul 16.00 Wib yang lalu, 5 nama secara resmi telah mendaftarkan diri. Dari 5 nama ini, tiga nama dari kader PKB yakni, Ketua DPW PKB Riau, Abdul Wahid, Ketua Dewan Tanfizs DPC PKB Inhil, Dani M Nursalam dan Bendahara Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPW PKB Riau, Zainal Abidin serta dua nama balon lainnya berasal dari birokrat yakni, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, H.M. Wardan dan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau, H.M. Ramli Walid. (dro/0*/1*)




Disperindag Diminta Awasi Timbangan Pengusaha Kopra

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta melakukan pengawasan timbangan para perusahaan penampung kopra.

Demikian disampaikan Ketua Komisi II DPRD Inhil yang membidangi  Pembangunan dan Keuangan, Ir Junaidi, Kamis (20/9) menurut dia, tindakan tidak terpuji segelintir pengusaha nakal seperti ini sudah cukup banyak merugikan masyarakat .

“Disperindag kita minta melakukan pengawasan timbangan, baik sistem maupun tenaga operator yang terdapat pada perusahaan tersebut,,” pinta Junaidi,.

Lanjut Junaidi, kalau masalah itu tidak diperhatikan maka dia kawatir dampaknya sangat dirasakan para petani kelapa. Sebab, selain kini harga jual kopra yang sangat rendah, petani juga harus menanggung kerugian akibat sistem timbangan yang tidak akurat atau dengan sengaja adanya permainan.

 

Ditambahkan Junaidi, pihaknya sudah sering menerima laporan dari petani kelapa. Asumsi yang timbul, memang ada perusahaan-perusahaan nakal yang dengan sengaja mencari keuntungan dari sisi timbangan yang tidak akurat.(dro/1*)




Rasul Alim: Kondisi Kabut Asap Belum Berbahaya Untuk Kesehatan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Kab. Inhil) menilai kabut asap yang kini melanda kota Tembilahan belum berbahaya bagi kesehatan. Kesimpulan ini diambil berdasarkan pengujian kualitas sampel udara yang dilakukan.

Pernyataan ini disampaikan Kadiskes Inhil, Rasul Alim kepada detikriau.org saat ditemui di Kantor Bupati Inhil, Kamis (20/9).” Hasil pengujian yang kita lakukan baru-baru ini menunjukkan kualitas udara belum berbahaya bagi kesehatan. Walaupun seperti itu, kita tetap menyarankan khususnya kepada  Anak-anak balita untuk mengurangi beraktifitas diluar rumah” Ujar Rasul Alim

Ditambahkan Rasul, kondisi kabut asap saat ini masih dinilai belum terlalu pekat. Kondisi yang dianggap mengkhawatirkan menurut Rasul jika jarak pandang sudah dibawah 50 meter.” Oleh karenanya hingga saat ini kita belum memberikan masker kepada masyarakat,” Sebut Rasul.

Berdasarkan pantauan detikriau.org di Kota Tembilahan, kabut asap terlihat cukup pekat. Hari ini, Kamis (20/9) cuaca kota Tembilahan terlihat agak mendung. Dua buah Helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat terlihat hilir mudik melakukan pantauan dan tindakan penanganan titik api dibeberapa kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir. (dro/0*)

                                          




11 Warga Negara Belanda Pulang Kampung ke Tembilahan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – laki-laki paruh baya dengan bahasa Indonesia terpatah-patah ini begitu bersemangat berkisah pengalaman masa-masa kecilnya.  sekali-kali ia terdiam, matanya menerawang jauh mengingat kenangan lama. Perlahan suara yang keluar dari mulut Warga Negara Belanda ini pun semakin sayup. Disudut matanya, mengalir setitik air dan menetes dikulit pipi yang sudah tampak semakin mengeriput.

Herman Tahafary, laki-laki berusia 80 tahunan ini mengaku sengaja mengunjungi kota Tembilahan. Dalam kunjungan yang disebutnya pulang kampung ini, ia didampingi oleh 5 orang saudara kandung (Edwar Tahafary, Julius Tahafary, Johana Tahafary, Rita Tahafary dan Leon Kols Tahafari) dan 1 orang keponakan (Lota Hester Huwae Tahafary) serta 4 orang dari keluarga Nunumete (Hanock Nunumete, Edward Nunumete, Johan Nunumete dan Ghisi Nunumete) . Kesebelas orang keturunan ambon, Maluku ini mengaku kini bertempat tinggal di Denhag, Belanda.

69 tahun silam, tepatnya di tahun 1943, Herman Tahafary mengaku orang tuanya (Tahafary. Red) yang tergabung dalam tentara rekruitmen Belanda bertugas di Tembilahan sebagai peniup terompet pasukan. Ia sempat mengecam pendidikan hingga kelas lima Sekolah Rakyat (SR) di Kota Tembilahan.  Di tahun 1948, keluar keputusan yang mengharuskan seluruh tentara yang direkruitmen Belanda untuk pulang ke daerahnya masing-masing.

Hanya saja saat itu, masih menurut Herman Tahafary, karena sulitnya tranportasi, mereka tidak bisa pulang ke Ambon, Pasukan Belanda membawa keluarganya pulang ke negeri Belanda. Awalnya hanya dibenarkan untuk jangka waktu 5 bulan namun akhirnya kebijakan itu kembali berubah lagi dan mereka dibenarkan untuk menetap di Belanda.

Di Negara Kincir angin itu, keluarga Tahafary ditempatkan disebuah camp bekas tahanan orang-orang Yahudi.”Saat itu saya sudah cukup besar dan mengerti. Kehidupan sangat sulit. Kita sama sekali tidak dibekali dengan persediaan makanan,” Kisah Herman Tahafary kepada detikriau.org  saat bertemu disebuah warung minum jalan Gadjah Mada Tembilahan, rabu (19/9) kemaren.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, orang tuanya mau tidak mau harus mencari nafkah. Mereka bekerja apa saja. Dari seluruh upah yang diterima setiap harinya, mereka masih dikenakan potongan penghasilan sebesar 60 persen,” Kira-kira penghasilan orang tua saya 1 gulden per hari. Uang itulah yang dicukupkan untuk makan seluruh keluarga.” Kata Herman Tahafary yang mengaku saat itu ia baru memiliki dua orang saudara kandung.

Berpuluh tahun di Negara orang, kenangan masa-masa kecil Herman Tahafary sewaktu di Tembilahan sangat sulit untuk ia lupakan. Semakin hari, kerinduan itu semakin memuncak di dalam lubuk hatinya. Herman mengaku selama ini selalu mendapatkan informasi mengenai kota Tembilahan melalui internet.”saya sering browsing dibeberapa media online mencari tahu tentang kota Tembilahan. Saya sungguh tidak percaya, Tembilahan yang dulunya hanya sebuah kampung kecil, kini sudah demikian maju. Bahkan menurut informasi terakhir penduduknya lebih dari 600 ribu jiwa. itu sudah melebihi penduduk di Denhag,” Tutur Herman dengan sekali-kali lepas tertawa dari mulutnya dan kembali air matanya tergenang.

Mengaku Masa Kecil Takut Dengan Hantu Kuntilanak

Kisah Herman tahafary, sewaktu masih bersekolah di SR (sekarang bangunan Sa’adah Jalan Kartini Tembilahan. red), untuk menuju sekolah, dari Asrama Tentara (yang diakuinya disekitar jalan Sudirman) ia harus melewati pohon beringin yang sangat besar ( ia menunjuk kira-kira posisinya disekitar taman disamping Mapolres Inhil saat ini.red). Setiap kali melintas pohon beringin besar itu, ia mengaku selalu takut. Karena menurut kisah penduduk, dipohon beringin itu dihuni hantu kuntilanak,”Dulu seingat saya di Tembilahan ini hanya ada sedikit jalan dan nama jelannyanyapun tidak pernah ada. Sebahagian besar kampung Tembilahan masih  hutan. Orang-orang bilang, itu hantu kuntilanak senang sama anak laki-laki. Makanya setiap kali melintasi pohon beringin itu, saya selalu lari terbirit-birit,” Kisah Herman dan sontak tawa renyai lepas dari mulutnya.

Hermanpun terus berkisah dan sekali-kali diselingi beberapa komentar dari saudara-saudaranya. Menurut Herman, keluarga nunumete yang kini ikut bersamanya dulunya juga orangtuanya bertempat tinggal di Tembilahan.”Sampai hari ini, kartu penduduk belanda adik saya Julius yang memang dilahirkan di Tembilahan masih mencantumkan nama kota Tembilahan sebagai tempat kelahirannya.”Ucap Herman dengan nada suara tertangkap penuh rasa kebanggaan setiap kali menyebutkan nama kota Tembilahan. (dro/0*)