Secara Lisan, 4 Balon Nyatakan Siap Ikuti Debat Kandidat

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – 8 oktober 2012 mendatang, Ikatan Alumni STAI Auliaurrasyidin Tembilahan agendakan debat kandidat Bakal Calon (Balon) Bupati Inhil untuk periode 2013-2018 mendatang.  Emapat kandidat sudah nyatakan kesiapan.

‘Secara lisan, 4 kandidat sudah menyatakan kesediaan. Kita masih tunggu kandidat lainnya. Versi kita, ada 9 balon yang akan turun berlaga di Pilkada mendatang,” Ungkap Ketua panitia debat, Aswandi, S.Hi didampingi Sekretaris, M. Yusuf, S.Pdi, Senin (24/9) di Tembilahan.

Agenda debat bersempena peringatan hari sumpah pemuda ini dinilai Aswandi sebagai moment tepat. Pemuda merupakan ujung tombak perubahan sekaligus pemimpin masa depan.

“dengan kegiatan ini, kita berharap dapat menawarkan sosok pemimpin Inhil kedepan melalaui Visi dan Missi yang mereka paparkan.” Kata Aswandi.

4 kandidat Balon versi IKA STAI yang sudah menyatakan kesiapan untuk hadir yakni, Drs Kemas Yusferi (Direktur PDAM Tirta Indragiri), Drs H. Abdul Aziz, DR H Ramli Walid, MSi, dan Abdul Wahid Ketua DPW PKB Provinsi Riau.(dro/2*)




Dalih Takut Timbul Gejolak, Kecamatan dan Desa Enggan Tebus Raskin

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Pengurangan jatah Beras miskin (raskin) oleh pemerintah pusat, ternyata menimbulkan kekhawatiran di Pihak Kecamatan dan Desa, Khususnya Kabupaten Indragiri Hilir. Pihak Kecamatan dan Desa khawatir dengan adanya pengurangan ini akan menimbulkan gejolak terutama  masyarakat yang tidak lagi mendapatkan jatah raskin tersebut.

“Kita tidak mengambil raskin lagi. Biasanya kita dijatahi 40 ton sekarang hanya tinggal separohnya. Kita khawatir nanti dalam penyaluran masyarakat tidak puas,” ujar Camat Batang Tuaka, Sutriadi kepada Wartawan.

Terkait permasalahan ini, Kabag Perekonomian Setdakab Inhil, Drs Sirajuddin menghimbau kepada Pihak Kecamatan dan Desa tidak perlu takut untuk mengambil jatah pembagian raskin tersebut dengan alasan timbulnya gejolak masyarakat. Menurutnya permasalahan tersebut hanya perlu disiasati dengan cara memberikan penjelasan serta mempublikasikan secara terbuka nama-nama warga penerima. Permasalahan menurutnya  justru akan terjadi jika pembagian raskin tersebut benar-benar ditiadakan.

“Jangan takut. Yang penting berikan penjelasam kepada masyarakat terkait adanya pengurangan jatah Raskin serta publikasikan secara tranparan“ Ujar Sirajuddin.

Tidak ditebusnya jatah Raskin ini oleh pihak Kecamatan mulai menuai keluhan masyarakat. Mereka mengaku kini kesulitan memenuhi kebutuhan pakan keluarga.

“Saya tidak tahu kenapa saat ini tidak ada lagi raskin. Padahal selama ini kita sangat terbantu.” Ungkap warga Sialang Jaya, Marwiyah belum lama ini. (dro/2*)




Kejar Target, Kecamatan Keritang Buka 5 posko Perekaman e-KTP

INHIL (www.detikriau.org) – Keterlambatan proses perekaman data di Kecamatan Keritang disebutkan lebih disebabkan keterbatasan peralatan. Guna mengejar ketertinggalan, pihak Kecamatan membuka 5 posko pelayanan.

“Dari 48 ribu wajib KTP, kita baru menyelesaikan perekaman data sekitar 10 ribu jiwa. Dengan terus bekerja keras, kita optimis dapat menyelesaikan sebelum batas waktu berakhir,” Ungkap Camat Keritang, Ahmad Ramani kepada detikriau.org, senin (24/9)

Menurut A. Ramani, dari lima posko pelayanan, dua diantaranya berada di Ibu Kota Kecamatan, Kotabaru Reteh. Tiga lainnya di Desa Teluk Kelasa, Desa Kuala Lemang dan Desa Desa Pancur.”Memaksimalkan waktu, kita juga sedang agendakan untuk lakukan perekaman hingga malam hari,” Pungkas A. Ramani. (dro/1*)




Aksi Damai mahasiswa UNISI Peringati Hari Tani Nasional Diwarnai Air Mata Dewan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Seorang Anggota Komisi II DPRD Inhil tak mampu membendung tetesan air mata. Aksi peringati hari Tani Nasional yang digalang Mahasiswa Universitas Islam Indragiri (UNISI) di gedung DPRD Inhil, senin (24/9) membuatnya terharu. Bahkan dalam pertemuan di ruang Banggar  itu, Anggota Dewan ini duduk dan memposisikan diri dibarisan mahasiswa.

Dalam aksi damai ini, Puluhan Mahasiswa meminta Dewan khususnya Komisi II memerhatikan kesejahteraan para petani salah satunya Petani Kelapa yang kian hari dinilai kian melarat.

Koordinator Lapangan (Korlap) Mahasiswa, Jumiardi nyatakan saat ini kondisi petani khususnya petani kelapa semakin jauh dari kesejahteraan. Padahal menurutnya, hampir 70 persen masyarakat Inhil adalah petani Kelapa dan dikenal dengan perkebunan kelapa terluas di Indonesia. Sayangnya, hasil yang diperoleh tidak sebanding dengan kerja keras yang harus dikorbankan petani.

“ Dengan memperingati Hari Tani Nasional ini, kita meminta para anggota Dewan untuk dapat mendesak pemerintah segera memperhatikan kesejahteraan petani. permasalahan harga kelapa hingga saat ini belum memihak petani. Padahal permasalahan ini sudah cukup lama membuat petani menderita,” ujar Jumiardi.

Terharu, salah seorang anggota Komisi II DPRD Inhil tak mampu membendung kucuran air mata. Ia sontak berdir dan bergabung dengan barisan mahasiswa. Edy harianto laki-laki bertubuh besar dan berambut putih ini dengan nada suara bergetar memohon agar ketua Komisi II DPRD Inhil untuk menanggapi persoalan ini dengan serius.

“hari ini saya tidak diposisi Dewan. Saya bicara atas nama rakyat khususnya petani kelapa. Saya mohon segera selesaikan persoalan yang menyangkut persoalan ratusan ribu masyarakat Inhil ini,” Pinta Edy harianto.

Ditambahkan Edy, dengan kondisi saat ini, banyak para petani yang memilih untuk menjadi buruh kasar dari pada bergantung kepada hasil kebun kelapa. Hal ini menununjukan permasalahan ini sudah sangat serius dan mengancam kelangsungan hidup petani Inhil.(dro/1*/0*)




Camat Ancam Bertindak Tegas Penyelewengan Raskin

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Camat Tembilahan Hulu mengancam akan bertindak tegas dan menyeret ke jalur hukum jika nantinya dalam penyaluran Beras Miskin (Raskin) disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Ia berharap Raskin akan tepat sasaran dan disalurkan secara merata.

Pernyataan ini disampaikan Camat, M. Yusuf MP dalam rapat bersama unsur Upika bertempat di Wisma Ananda Parit VII Kecamatan Tembilahan Hulu.”jatah Raskin sekarang berkurang artinya penerimapun juga akan berkurang.Oleh karena itu saya berharap raskin ini harus disalurkan dengan benar. Jika ada yang coba-coba bermain, kita akan bertindak tegas ,” Ujar Camat.

Untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan, Camat mengaku sudah meminta pihak Kelurahan untuk melakukan pengawasan secara langsung dilapangan terhadap pembagian raskin tersebut.”kita juga berharap agar masyarakat turut serta melakukan pengawasan dan segera melaporkan ke pihak Kecamatan jika menemukan adanya kecurangan.(dro/0*)




Disiram Hujan, Hotspot Nihil

Tembilahan (www.detikriau.org) – Setelah sempat dijubeli kabut asap dalam beberapa waktu belakangan ini, hari ini, Ahad (22/9) Kabupaten Indragiri Hilir tidak lagi terpantau adanya hot spot.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kab. Inhil, Anwar Nawang melalui telepon selularnya, Ahad (22/9). “Hari ini Inhil bebas dari hot spot. Namun meskipun begitu, kita tetap lakukan pantauan dan siaga untuk antisipasi kejadian serupa kembali berulang,” Ujar Anwar

Dari pantauan, walaupun tidak pekat seperti beberapa hari sebelumnya, kabut asap masih terlihat menyelimuti udara kota Tembilahan. Memudarnya kepulan kabut asap ini diduga disebabkan curah hujan yang cukup lebat yang menyirami kota Tembilahahan pada malam hingga menjelang pagi hari ini.(dro/0*)