Ratusan Hektar Hutan dibiarkan Gundul, PT.BDL Masih Ngotot Pingin Caplok Lahan Rakyat

Warga Desa Sungai Empat Kecamatan GAS Ancam Adukan ke Dewan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Warga Desa Sungai Empat Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) meminta pihak PT. Bina Duta Laksana (BDL) untuk tidak lagi merambah lahan yang dimiliki masyarakat. Minta Perlindungan, warga berencana akan mengadukan ke Dewan.

Menurut pengakuan tokoh pemuda masyarakat Desa Sungai Empat, Suharman (35), awal beroperasionalnya PT. BDL (sekira tahun 2006), pemilik lahan di tujuh batang parit terbuai oleh janji manis akhirnya rela menyerahkan sebahagian lahan mereka kepada perusahaan. Kompensasinya, masyarakat pemilik lahan menerima sagu hati Rp. 5 juta per batang parit yang diistilahkan sebagai uang pembinaan.

Kemudian perusahaan membatasi sebahagian lahan dari 7 batang parit (1 batang parit, 500 x 3500 m, lebih kurang 175 Ha. red) dengan parit kecil. Namun sayangnya, 6 tahun berlalu dan setelah hutan alam itu ludes, ratusan hektar lahan masyarakat itu dibiarkan gundul.

“Dulu masyarakat kita berencana ingin menanam tanaman  produktif seperti pohon sagu. Tapi begitu perusahaan masuk, kita diimiing-imingi dengan berbagai janji. Masyarakat kita tertarik dan menitipkan surat kepemilikan lahan mereka kepada perusahaan dengan imbalan uang pembinaan. Tapi kita heran, setelah hutan alam itu ludes, mereka tidak pernah menanaminya kembali. sekarang, mereka malah kembali ingin menggarap sisa lahan yang kita miliki,” Ungkap Suharman kepada wartawan, Senin (24/9) kemaren.

Ditambahkan Suharman, sisa lahan masyarakat (sekira 500 x 2000 m / batang parit) itu dikatakan perusahaan akan dijadikan hutan lindung dan hutan tanaman kehidupan. Masyarakat merasa keberatan, karena sisa areal lahan yang dulunya sudah digarap masyarakat itu sama sekali tidak layak lagi dijadikan hutan lindung karena memang sudah tidak bisa dikatakan hutan.”Ratusan hektar areal yang diserahkan masyarakat saja tidak mereka Tanami. Sekarang mereka malah ingin menggarap sisa lahan kita. Inikan tidak masuk akal. Kalaulah kami setuju. Lantas dimana lagi masyarakat desa  kami yang notabenenya sebagai petani bisa mendapatkan nafkah hidup?” Tanya Suharman.

Dalam kesempatan itu, Suharman yang didampingi dua orang temannya,  juga nyatakan bahwa selama ini keberadaan perusahaan sama sekali tidak ada memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Tenaga kerja tempatan yang bekerja di PT. BDL hanya ada satu dua orang. Sementara berbagai janji seperti pembangunan tempat pendidikan, rumah ibadah dan berbagai fasilitas umum lainnya juga hanya bualan kosong. “Sebahagian areal yang sudah mereka garap, biarlah, kami rela saja walaupun cukup sedih dengan kondisi hutan yang sudah luluh lantak. Tolong sisa lahan yang kini dimiliki masyarakat jangan diganggu gugat lagi. Masyarakat juga ingin hidup” Pinta Suharman

Diakhir pembicaraan. Suharman menyatakan akan tetap memperjuangkan nasib masyarakat desanya. ia bersama masyarakat desa Sungai empat lainnya berencana akan mengadukan persoalan ini ke pihak DPRD Inhil.

Hingga berita ini dirilis, detikriau.org belumberhasil melakukan komfirmasi dengan manajemen perusahaan PT. Bina Duta Laksana (BDL).(dro/0*)




LSM PINTA PEMKAB INHIL AWASI KETAT PENGERJAAN PROYEK SEMENISASI JALAN

Kepala DInas Diminta Jangan Hanya Duduk Manis Terima Laporan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Ketua LSM Gemilang Serumpun meminta Pemkab Inhil melalui Dinas terkait untuk mengawasi secara ketat pengerjaan proyek semenisasi jalan terutama yang berada di pedesaan. Ia menduga banyak proyek yang tidak dikerjakan sesuai bestek.

“Kalaulah pengerjaan dikerjakan sesuai aturan, bisa dipastikan kualitas paling tidak cukup baik dan bisa bertahan lama. Kenyataannya, bukan satu dua kita temui proyek semenisasi jalan, didesa bahkan didepan hidung kita sendiri, belum diserahterimakan sudah rusak disana-sini. Ini ada apa?”Ungkap Indra kepada detikriau.org, Selasa (25/9)

Dikisahkan Indra, Kemaren saat ia melintas di jalan Desa Sungai Luar Menuju Desa Rambaian ia sempat menyaksikan pelaksanaan pengerjaan proyek semenisasi jalan. Secara kasat mata indra mengaku menyaksikan adukan semen sangat jelas terlihat masih berwarna coklat pertanda campuran semen yang tidak mencukupi.”saya yakin adukan itu paling banyak pasirnya. Sedangkan semen dan batu,hiasan doang. Tolong ini dijadikan perhatian serius. Proyek yang notabenenya didanai dari uang saku rakyat harusnya bermanfaat maksimal untuk rakyat. Saya menduga, tangan-tanagan jahil bermain dengan mengejar keuntungan pribadi dan mengabaikan kualitas pekerjaan.

Diakhir pembicaraan, Indra meminta dinas terkait untuk memeriksa dan turun sendiri melakukan pantauan.”Mbok itu pimpinan dinas terkait jangan hanya duduk menunggu laporan. Kalau tidak punya waktu,  lakukan kunjungan secara acak dibeberapa lokasi. Tapi kunjungannya jangan ungumpet-ngumpet. Bawa wartawan. Saya jamin kesalahan yang ditemui akan seabrek-abrek.”Pungkas Indra (dro/0*)




Wabup Lepas 445 JCH Kloter 09

Tembilahan (www.detikriau.org) — Selasa, 25 September 2012 Wakil Bupati Indragiri Hilir H. Rosman Malomo melepas Jema’ah Calon Haji (JCH) Kab. Inhil Kloter 09 Tembilahan yang dilaksanakan di Mesjid Agung Al-Huda Jln Jend.Sudirman Tembilahan.

Wabup dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagaimana yang  diketahui bersama , Ibadah Haji adalah satu rukun Islam yang tentunya memiliki nilai yang sangat luhur dan mulia. Allah SWT menjanjikan pahala surga bagi mereka yang menunaikan ibadah haji
dengan sempurna, yakni haji yang mabrur.

“Saya juga memohon, ditengah-tengah do’a saudara untuk diri pribadi, untuk keluarga, dan untuk handai taulan, jangan lupa mendo’akan keselamatan dan masa depan bangsa dan Negara kita, wabil khusus untuk Kabupaten Indragiri Hilir, semoga didalam menjawab tantangan yang tidak ringan di masa depan ini, mendapatkan jalan dan kemudahan dari Allah SWT, sehingga masa depan kita lebih baik dari sekarang, dan dapat membangun hari esok yang lebih baik.” Kata Wabup

Kepala Staf Haji Kab. Inhil Drs.H. Azhari , MA dalam laporannnya menyampaikan bahwa jumlah JCH Kloter 09 berjumlah  445 orang, Jamaah calon Haji tertua atas nama Abd,Gafur Bin H. Sidik 90 Tahun, sedangkan Jamaah Calon Haji termuda atas nama Liansyah Bin
masran yang berusia 18 Tahun. (fsl)




5 Kades di Kecamatan Batang Tuaka di Lantik

Inhil (www.detikriau.org) – Bupati Inhil, H. Indra Muchlis Adnan diwakili Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan pemerintahan Desa (BPMPD), H. Edy Syafwannur melantik lima Kepala Desa di Kecamatan Batang Tuaka. Senin (24/5).

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan H. Edy Syafwannur, memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya pesta demokrasi di kelima Desa tersebut.

Bupati mengajak agar semua perbedaan pola pandang selama Pilkades dikesampingkan. Sebab ketika Kepala Desa telah terpilih, saatnya bagi warga Desa untuk bersatu menyatukan visi demi membangun Desa.

Kelima Kepala Desa yang dilantik adalah Kepala Desa Sialang Jaya, H. Ali, Kades Gemilang, Sarmadi, Kades Tasik Jaya, Harliyan, Kades Tanjung Siantar, Syamsul Anam dan Kades Simpang Jaya, Marbawi.

Dalam kegiatan ini juga sekaligus dilaksanakan pelantikan kepengurusan Forum RT/RW se Kecamatan batang Tuaka. Mendampingi H. Edy Syafwannur juga tampak beberapa pejabat dilingkungan Setdakab Inhil dan salah seorang Anggota DPRD Inhil, H. Agussalim. (dro/0*)




Tingkatkan Kopetensi Bidang Pemerintahan dan Pertahanan, 4 Camat Ikuti Diklat

TEMBILAHAN (detikriau.org)– Guna meningkatkan kopetensi di bidang pemerintahan dalam negeri dan pertahanan, empat Camat di Indragiri Hilir (Inhil) menjalankan diklat pola 300 jam selama satu bulan di Pusat Persenjataan Infantri (Pusnif) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) di Bandung.

Koordinator tim, Camat Keritang Ahmad Ramani, menjelakan selama menjalani diklat tersebut pihaknya dan beberapa orang camat, selain dibekali dengan pengetahuan tentang ilmu pemerintahan dalam Negeri mereka juga mendapatkan materi semi meliter.

“Diklat ini memang diperuntukan kepada kami para camat yang bukan memilki dasar ilmu pemerintahan. Ini peserta gelomang kedua.
gelombang pertama sudah dilaksanakan beberapa bulan kemarin yang diikuti sebanyak enam camat,” ungkap Ahmad Ramani, saat dihubungi melalui tepeon genggamnya kemaren.

ke empat Camat tersebut yakni Camat Keritang, Ahmad Ramani, Camat Reteh, Kamren, Camat Sungai Batang, M Rafi dan Camat Gaung Anak Serka (GAS) R.Anuar.(dro/1*)




Enggan Tinggal Didesa dan Dinilai Miskin, Generasi Muda Ogah Jadi Petani

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Keberadaan kelembagaan kelompok tani dan petani setidaknya akan menghasilkan generasi baru ‘petani muda’ yang diharapkan nantinya akan menjadi motor penggerak perbaikan disektor pertanian  khusunya peningkatan produksi. Namun sayangnya niat ini cenderung tergerus. Profesi sebagai petani kurang mendapat minat dihati generasi muda. Jumlah areal pertanian belakangan semakin berkurang disebabkan pengalihfungsian lahan.

“Harus kita akui, minat generasi muda semakin hari semakin menurun untuk meneruskan profesi sebagai petani. Kesejahteraan petani dianggap kurang menjanjikan dibandingkan dengan profesi lainnya.” Ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir, Wiryadi diruang kerjanya, senin (24/9)

Generasi muda menilai, nasib sosok seorang petani yang setiap harinya harus bermandikan lumpur seringkali termarjinalkan. Disaat harga pasaran pangan naik, petani juga tidak menikmati keuntungan. Sebaliknya disaat harga pangan turun, petani kembali harus menjadi korban dengan sulitnya memperoleh sarana dan prasarana pertanian.

Persoalan lain yang menyebabkan minimnya minat generasi muda untuk menekuni profesi sebagai petani dinilai Wiryadi disebabkan secara umum seorang petani hidup dan tinggal dipedesaan dengan standar kehidupan dibawah garis kemiskinan.

Masih menurut Wiryadi, kondisi seperti ini harus menjadi perhatian semua pihak. Berdasarkan data statistik, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kab. Inhil dalam rentang waktu 15 tahunan terakhir menunjukkan kontribusi terbesar disumbang oleh sector pertanian. Artinya, masyarakat Kab. Inhil lebih dari 70 persennya menggantungkan hidup disektor pertanian.

Data lainnya juga menunjukkan bahwa Kab. Inhil selama ini masih sebagai pemberi kontribusi teratas pemenuhan kebutuhan beras di Provinsi Riau. Generasi petani tidak boleh hilang. Bukti menunjukkan bahwa sector pertanian yang selama ini menjadi sumber ekonomi terbesar masyarakat Inhil. Jadi sekali lagi generasi petani harus terus dipertahankan.

“Upaya yang saya nilai harus dilakukan adalah kembali memperkenalkan kepada anak-anak usia dini khususnya dijenjang bangku sekolah mengenai dunia pertanian. Kemudian memberikan dorongan alih teknologi menggunakan peralatan pengolahan lahan seperti hand tractor dan Hydro Tiler yang akan mempermudah pekerjaan petani termasuk peralatan-peralatan pengolahan produksi pasca panen seperti power threser.” Papar Wiryadi.

Disamping itu semua, diteruskan Wiryadi, petani juga perlu diberikan alokasi anggaran berimbang bagi tercapainya kepemilikan peralatan termasuk sarana dan prasarana lainnya. Juga pemberian kemudahan akses perbankan untuk mendapatkan modal.

Pemerintah juga dikatakan Wiryadi harus terus menggenjot agar generasi muda kembali berminat menekuni profesi sebagai petani dengan cara lainnya seperti mendorong berdirinya SMK pertanian serta mengemas program study yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh petani.”Kita berharap dengan semua usaha ini kedepannya penghasilan petani akan mampu duduk dalam strata ekonomi menengah dan Kab. Inhil akan menjadi eksportir pertanian khususnya komodity beras terbesar.” Harap Wiryadi. (dro/0*)