Inhil Masih Terpantau 3 Titik Api

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)- Kondisi wilayah Kabupaten Inhil yang beberapa pekan lalu diselimuti kabut asab tebal sudah mulai berkurang. Dari 10 Titik api tersebar dibeberapa Kecamatan yang terdata, kini hanya terpantau 3 titik api yang terdapat di 3 Kecamatan.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil, Anuwar Nawang saat dihubungi melalui ponselnya, jum’at (5/10). “Saat ini titik api kita sudah berkurang dan keadaan sudah dapat kita kendalikan, sekarang kita hanya mencatat Tiga titik api di Tiga Kecamatan,” Jelasnya.

Ke tiga titik api tersebut tercatat dikawasan Kecamatan Mandah, Kempas dan Kecamatan Gaung. Namun petugas telah melakukan upaya penjinakan yang dibantu dengan tim daerah Kecamatan masing masing.

“Kita mengerahkan petugas Kecamatan dan organisasi-organisai terkait melalui Camat yang terus melakukan koordinasi bersama kita,” sebut Nawang.(dro/0*)




Ditanyai Wartawan, Humas PT. BDL Ngacir

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Beberapa rekanan wartawan liputan Inhil sempat kecewa. Berjam-jam menunggu untuk mendapatkan komfirmasi terkait lontaran kata perusahaan “penjajah” dari masyarakat Desa Sungai Empat Kecamatan Gaung Anak Serka serta beberapa permasalahan lainnya, Humas PT. Bina Duta Laksana (BDL) bungkam dan memilih untuk mengambil langkah seribu.

Peristiwa ini terjadi usai kegiatan sosialisasi Rencana Induk Pengelolaan Lahan Gambut Provinsi Riau di Ruang pertemuan lantai III gedung Kantor Bupati Inhil, Kamis (4/10/2012).

Humas PT. BDL, M. Taufiq Hidayat yang ikut sebagai salah seorang peserta sudah sejak awal dinanti dan dicari waktu yang tepat oleh rekan-rekan wartawan untuk dimintai komfirmasi. Sayangnya sang Humas terkesan terus mengelak.

Seusai waktu isoma, Taufiq yang masuk ke Ruang BLH Inhil langsung disampiri rekan wartawan untuk memintakan izin komfirmasi. namun, Taufiq menolak. “maaf ya” ujar Taufiq.

Keengganan Taufiq untuk memberikan komfirmasi menurut pemikiran rekan-rekan wartawan dikarenakan dirinya sedang membicarakan sesuatu hal yang tidak bisa ditinggalkan dengan orang BLH dan wartwanpun bersepakat untuk kembali menunggu taufiq keluar.

Kurang lebih pukul 15.00 Wib, kegiatan sosialisasi usai dan satu persatu peserta bubar. Tidak berselang lama terlihat taufiq yang saat itu mengenakan kemeja berwarna putih dan celana panjang warna dongker melangkah meninggalkan ruang BLH dan langsung dihampiri wartawan.

“maaf pak, izin komfirmasinya mengenai tudingan masyarakat yang mengatakan PT.BDL bak perusahaan penjajah,”Ujar salah seorang wartawan.

Dari tangga lantai tiga hingga areal parkir gedung Kantor Bupati Inhil, Taufiq bungkam dan melangkah cepat dan berusaha menghindar.

“Kita cukup kecewa dengan sikap humas PT. BDL ini. Rekan-rekan hanya ingin berusaha mendapatkan komfirmasi. Seharusnya sebagai seorang Humas, pak taufiq harus menyampaikan bahasa dari perusahaan. Tapi apa boleh buat.” Kesal Zaini, salah seorang rekan wartawan.

Terkait persoalan ini, Ketua Komisi III DPRD Inhil Feriandy ketika dimintai tanggapan oleh wartawan melalui sambungan telepon selularnya juga cukup menyayangkan.” Walau kecewa, tapi mau dibilang apa, itu memang hak mereka untuk memberikan komfirmasi atau tidak. Untuk dewan sendiri, kita pastikan akan tetap panggil pihak perusahaan untuk mempertanyakan beberapa permasalahan. Namun sebelumnya Dewan akan undang BLH Inhil untuk mendapatkan beberapa masukan. Nanti kita kabari kapan pastinya.” Jawab Feriandy yang saat itu mengaku sedang berada di Kelurahan Sungai Piring Kecamatan Batang Tuaka Kab. Inhil. (dro/*0)




BLH Prov Riau Taja Sosialisasi RIPL Gambut Provinsi Riau di Tembilahan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Riau bekerjasama dengan BLH Kabupaten Indragiri Hilir (Kab. Inhil) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Rencana Induk Pengelolaan Lahan Gambut Provinsi Riau. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula kantor BLH Inhil, Lantai Tiga Gedung Kantor Bupati ini disamping diikuti oleh Satker terkait, Lembaga Swadaya Masyarakat juga tampak dihadiri oleh beberapa  perusahaan kehutanan dan perkebunan, Kamis (4/10/2012).

Dalam kata sambutnya, Bupati Inhil yang dibacakan oleh Drs. H. Mukhlis, Kabid Pengendalian Pencemaran Lingkungan BLH Kab. Inhil menyatakan bahwa Pemkab Inhil memiliki komitmen yang tinggi untuk melakukan pengelolaan konsensi Sumber Daya Alam (SDA), termasuk ekosistem gambut secara seimbang dan berkelanjutan.

Dijelaskan Bupati, terjadinya kerusakan ekosistem gambut sangat erat kaitannya dengan berbagai ancaman bencana yang dewasa ini kerap terjadi di wilayah Riau seperti bencana banjir, kekeringan, kebakaran lahan, krisis air bersih dan intrusi air laut telah menunjukkan bukti menimbulkan kerugian berbagai aspek kehidupan masyrakat.

Kealpaan untuk melakukan pengelolaan lahan gambut tanpa memperdulikan proses secara berkelanjutan juga telah mengancam sumber daya hutan dan lahan gambut yang berimplementasi langsung terhadap perubahan iklim global.

Diakhir sambutan tertulis itu, Bupati berharap melalui sosialisasi ini dapat memberikan pengetahuan yang positif yang diharapkan dapat memberikan wawasan dalam pengelolaan lahan gambut berkelanjutan dan dapat berjalan dengan lebih efektif dimasa mendatang.

Beberapa materi yang disajikan dalam beberapa sesi yakni, Kerangka Acuan dan Isi Materi Penyusunan Master Plan Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan Provinsi Riau oleh KLH RI Jakarta. Pola Pencegahan dan Perlindungan Kawasan Ekosistem Lahan Gambut Berkelanjutan oleh BLH Prov Riau. Kemudian Implementasi dan Program Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanajutan di Kab. Inhil oleh  BLH Kab. Inhil,  Dampak Kerusakan Fungsi Kawasan Gambut dan Pola Rehabilitasi dengan Penanaman Jenis Lokal oleh  P2GT UNRI, Pola Pengelolaan Water Management dalam Pemanfaatan Ekosistem lahan Gambut Berekalnjutan di Areal Konsesi Perusahaan, PT. RAPP. Serta yang terakhir, Peran Masyarakat Lokal dalam Pencegahan Kebakaran Lahan Gambut dengan Sistem Ronda oleh JIKALAHARI. (dro/*0)




Dua Balon Gubri dan Anggota DPR RI Bakal Ramaikan Debat Kandidat STAI Auliaurasyidin

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Dialog interaktif yang akan dilaksanakan oleh Ikatan Alumni (IKA) STAI Auliaurrasyidin Tembilahan, Senin, (8/10) yang akan datang, disamping menghadirkan kandidat Bakal calon (Balon) Bupati Inhil dikabarkan juga akan dihadiri dua kandidat Balon Gubernur Riau.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana Aswandi ,SHI,  “Kandidat Balon Gubri yang berencana akan hadir dalam kegiatan tersebut yakni Drs H Herman Abdullah dan H Syamsurizal. Kita sudah dapatkan komfirmasi dari kedua tim sukses mereka,” Ujar Aswandi yang saat itu didamping oleh Sekretaris Panitia M Yusuf SPdI, serta Ketua dan Sekretaris  IKA  STAI Auliaurrasyidin Hidayat Hamid SPdI, dan juga Firmansyah Ama, kepada detikriau.org, Kamis, (4/10).

Selain kedua kandidat Balon Gubri, tokoh lainnya yang berencana akan hadir nantinya adalah anggota DPR RI dari Partai Golkar H Idris Laena. Menurut Aswandi, Kesedian mereka untuk hadir dalam kegiatan ini, tentunya sebuah penghargaan yang sangat besar terutama bagi organisasi IKA STAI Auliaurrasyidin. “Bukannya mudah untuk mengumpulkan tokoh-tokoh seperti mereka didalam satu acara, apalagi hanya sebatas acara dialog. Ini suatu kebanggan buat IKA STAI.” Akui Aswandi. (dro/*2)




Cek Dokumen Amdal Perusahaan, Dewan Akan Undang BLH Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pastikan perusahaan menjalankan kewajiban dan pengawasan Amdal, Komisi III DPRD Inhil segera akan memanggil pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH). Hal ini dilakukan terkait semakin banyaknya pengaduan masyarakat atas beberapa perusahaan yang beroperasional di Kabupaten Indragiri Hilir.

 

“salah satunya terkait pengaduan masyarakat terhadap PT. Bina Duta Laksana (BDL). Kita ingin mintakan BLH memberikan penjelasan mengenai dokumen Amdal yang dimiliki perusahaan yang bergerak dibidang kehutanan itu,” Tegas Ketua Komisi III DPRD Inhil, Ir. Feriandy.

 

Dalam pertemuan nantinya tambah Feri, Dewan juga akan melihat laporan pengelolaan Amdal atapun Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) perbulanya. Hal tersebutlah nantinya akan menjadi titik fokus Komisi III dalam meproses pengaduan warga.”Bebeberapa hari ini Dewan memang diseibukkan dengan beberapa agenda. Namun kita akan upayakan pemanggilan ini secepatnya,” pungkas Feri. (dro/*1)




Kadis PU Inhil Sesalkan Rekanan Proyek Provinsi Takpernah Berkoordinasi

Emisi Debu Banyak Dikeluhkan Masyarakat

TEMBILAHAN (detikriau.org)– Dinas Pekerjaan Umum Kabaupaten Indragiri Hilir (Inhil) sayangkan sikab kontraktor pemenang tender perbaikan jalan Provinsi yang berada disekitar dalam Kota Tembilahan yang tidak pernah melakukan koordinasi.

Ungkapan tersebut, ditegaskan Kepala Dinas PU Inhil, H Tengku Edy, saat detikriau.org meminta tanggapan terkait persoalan banyaknya debu sebagai akibat aktifitas perbaikan jalan yang mendapatkan keluhan masyarakat.

“Inilah yang mau kita katakan. Sampai saat ini saja kita tidak tahu siapa perusahaan pemenang tender paket itu. Karena, mereka tidak pernah sekalipun berkoordinasi dengan pihak kita,”ungkap Tengku Edy, Rabu (3/10).

Dia juga tidak menampik kalau penimbunnan jalan Baharudin Jusuf (Telaga Biru.red)  menimbulkan debu yang banyak dikeluhakan masyarakat. Sebab, pihaknya juga sudah beberapa kali mendapat pengaduan terkait persoalan yang ada.

“Tentu kita sangat menyayangkan hal ini, padahal penimbunannya sudah berlangsung cukup lama,”keluhnya.

Berdasarkan pantauan detikriau.org dilokasi dari mulai kawasan Parit 6 sampai kawasan jalan Sungai Beringin Tembilahan, terlihat timbunan sirtu pihak rekanan menimbulkan debu. Terlebih jika saat musim panas seperti ini. (dro/*1)