28 Ribu Peserta Ramaikan Malam Pawai Takbir Idul Adha 1433 H

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bupati Inhil mengajak segenap lapisan masyarakat untuk merayakan Hari Raya Qurban 1433 H dengan sederhana serta dalam bingkai silaturahmi.

Pernyataan ini disampaikan Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan dalam kata pengantarnya menjelang pelepasan Pawai Takbir Idul Adha 1433 H, bertempat di Panggung Utama Jalan Jendral Sudirman Tembilahan, Kamis (25/10) malam.

“Hakikat Idul Adha pada dasarnya adalah perwujudan dari bagaimana cara kita melihat kesusahan orang lain, rela berkorban atas apa yang kita miliki tanpa mengharap imbalan apapun selain ridho dari Allah swt,” Ujar Bupati

Dalam kesempatan ini, Bupati juga mengajak segenap masyarakat untuk merayakan hari raya qurban 1433 H ini dengan cara sederhana dalam bingkai silaturhami. Ia juga mengajak untuk saling memberikan maaf, meningkatkan kepedulian terutama kepada kaun du’afa, Fakir Miskin dan Anak-anak terlantar dengan cara memberi infaq dan shadaqah sehingga mereka juga dapat merasa gembira menyambut datangnya Idul Adha.

Ketua Panitia Pelaksana, RM Sudinoto menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya. Festival Gema Takbir Hari Raya Idul Adha bertemakan “Dengan semangat Gema Takbir Hari Raya Idul Qurban 1433 H, Kita Tingkatkan Solidaritas Sekaligus Menghapus Kesenjangan Sosial. ”peserta pawai malam ini terdiri dari pelajar Siswa dan Siswi SMP dan SMA sederajat di Kota Tembilahan, Perwakilan Masjid, Mushola dan Surau. Secara keseluruhan peserta berjumlah lebih kurang 28 ribu jiwa.” Terang RM Sudinoto yang juga menjabat sebagai Camat Tembilahan ini menyampaikan laporannya. (dro/*0)
Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku




Bersempena Peringatan Idul Adha 1433H/2012M, DPC PKB Inhil Potong 3 Ekor Sapi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bersempena peringatan Hari Raya Idul Adha 1433 H/2012 M, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Fraksi PKB DPRD Inhil melaksanakan kegiatan pemotongan Hewan Kurban. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Kantor DPC PKB Inhil Jalan KH Dewantara No 2 Tembilahan, sabtu 27 oktober 2012 / 11 Zulhijah 1433 H mendatang.

“Pemotongan hewan kurban ini sebagai wujud kita untuk saling berbagai dalam keadaan apapun. Kegiatan ini semata demi mengharapkan Ridho Allah swt,” Ujar Sekretaris DPC PKB Inhil, Herwanissitas kepada detikriau.org di Tembilahan, Kamis (25/10)

Ditambahkan Herwanissitas, dengan pemotongan 3 ekor sapi ini selanjutnya dagingnya akan diberikan kepada masyarakat, terutama yang keberadaannya berdekatan dengan lingkungan kantor DPC PKB Inhil serta masyarakat lainnya di Kota Tembilahan. Pembagian daging hewan kurban ini dilakukan dengan membagikan sebanyak kurang lebih 450 buah kupon.”Untuk setiap kupon nantinya akan diberikan 1 Kg Daging. Masyarakat penerima sudah bisa melakukan pengambilan pada hari sabtu itu juga mulai pukul 12.00 hingga 15.00 Wib. Sekaligus dalam kesempatan ini saya mewakili seluruh pengurus dan Anggota DPC PKB Inhil mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1433 H.”Pungkas Herwanissitas mengakhiri. (dro/*0)




Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, DR.H.INDRA MUCHLIS ADNAN,SH,MH,MM menerima Ijazah tanda kelulusan dari Gubernur Lemhanas RI,  Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, DEA pada wisuda  PPRA XLVII Lemhannas RI 2012 baru-baru ini di Jakarta.




Dari 941 Responden, Dua Kandidat Bersaing Ketat

Hasil Sementara Jajak Pendapat 24 Jam Pertama di www.detikriau.org

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dalam 1×24 jam pertama, Terhitung sejak tanggal 23 hingga 24 okt 2012 pukul 00.00 Wib, hasil sementara jajak pendapat kandidat Bakal Calon Bupati Inhil yang dijaring detikriau.org, terdata sebanyak 941 responden dengan dukungan terkuat kepada dua kandidat Balon M Wardan dan Edy Syafwannur dengan selisih persentase dukungan tipis.
Secara keseluruhan, Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru, M Wardan mampu bertengger dirangking teratas dengan perolehan sebesar 20,62% berpaut tipis dengan Edy Syafwannur dengan dukungan sebesar 19,59%. Kemudian di posisi ke tiga, politikus dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang kini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, Rosman Malomo masih terlihat memiliki kans besar untuk tetap menjadi pemimpin Inhil kedepan dengan dukungan suara sebanyak 12,37%.
Perolehan suara sementara kandidat Balon lainnya yang menduduki posisi di rangking berikutnya secara berturut-turut juga diperoleh oleh Politisi Muda dari PPP Kab. Inhil yang kini menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kab. Inhil Agussalim dengan perolehan suara sebesar 9,28% disusul nama pemain baru yang kini masih dipercaya untuk memimpin Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri, Tembilahan, Kemas Yusferi dengan perolehan suara sebesar 8,25%.
Kemudian diposisi berikutnya disusul Mantan Ketua DPC Partai Bintang Reformasi (PBR) Kab. Inhil yang saat ini berpindah perahu dan menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat H.Syamsuddin Uti dengan perolehan sebesar 7,22% disusul Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang kini menduduki posisi sebagai Ketua DPW PKB Riau, Abdul Wahid dengan dukungan sebesar 5,15%. Untuk sementara, kandidat Balon yang menempati posisi dukungan terendah dalam 24 jam pertama ini adalah Kepala Bappeda Provinsi Riau, Ramli Walid yang juga saudara kandung Ketua DPD II Partai Golkar Kab. Inhil, Raus Walid dengan perolehan suara hanya sebesar 4,12%.
Dari total 941 responden, yang tidak memberikan suara atau Golput terdata sebesar 11,34% dan memberikan pilihan kepada nama lainnya sebesar 2,06%.(dro/*0)




Wagubri, HR Mambang Mit Kungker ke Tembilahan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Wakil Gubernur Riau (Wagubri), HR Mambang Mit, melakukan peninjauan ke Pelabuhan Bongkar Muat Parit 21 dan Venue Futsal di  Tembilahan, Rabu (24/10).

Ketika ditanya mengenai kondisi Pelabuhan Parit 21, Wagub menyatakan kondisi pelabuhan cukup baik. Hanya saja masih menunggu proses operasionalnya. Maka dari itu, pihaknya akan menindak lanjuti tentang pemindahan asset bagian laut kepada Pemkab Inhil. Kemudian setelah itu, dilanjutkan dengan proses perizinanya kepada Kementrian Perhubungan.

“Kalau tahapan ini sudah dilalui, saya kira tidak ada masalah lagi dan pelabuhan ini sudah bisa di oprasionalkan sebagaimana fungsinya,” ungkap Mambang.

Namun hal yang terpenting menurut dia adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan asset pemerintah, baik fasilitas bangunan dan infrastrutur semuanya untuk keperluan pelayanan kepada masyarakat. Tinggal bagaimana cara tepat dalam mengelolanya.

Sedangkan venue futsal, secara fisik sudah mendekati selesai. Dan berdasarkan hasil diskusi Wagubri dengan Kontraktor, akhir November 2012 mendatang bangunan itu sudah rampung secara keseluruhan. Oleh sebab itu, dengan sisa waktu yang ada dia yakin semuanya akan berjalan baik tanpa ada masalah yang berarti.

“Kalau untuk lokasi parkir, Pemkab Inhil akan memprogramkan dalam pembangunan mereka pada tahun berikutnya,” imbuhnya.

Selain bisa digunakan untuk keperluan olahraga futsal, venue tersebut dikatakan Wagubri juga bisa digunakan untuk keperluan cabang olahraga lain, seperti Volly, Badminton, Basket dan sebagainya. Namun muaranya, kata dia lagi keberadaan venue tersebut bisa melahirkan para atlit yang berprestasi dan professional. (dro/*1)

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku




Awal November, Pembangunan Rumah Bu Fauziah Mulai dikerjakan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Panitia Bedah Rumah Bu Fauziah, rabu (24/10) bertempat di Kantor Kelurahan Tembilahan Kota Kecamatan Tembilahan kembali melakukan pertemuan. Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Lurah Tembilahan Kota, Mulyadi dimaksudkan untuk membicarakan berbagai persoalan terkait rencana akan dilakukannya pengerjaan bedah rumah yang diperkirakan sudah akan berjalan awal November 2012 mendatang. 

“Benar, pertemuan ini kita agendakan untuk mendapatkan masukan terkait akan segera dilakukannya pengerjaan bedah rumah. Alhamdulillah, walaupun dinilai rencana ini berjalan agak lambat, tapi paling tidak kerja tulus dan tanpa putus asa panitia untuk membantu kesusahan saudara kita yang kurang beruntung membuahkan hasil yang baik. Kita berharap, dengan pertemuan ini kita dapat meminimalisir seminimal mungkin hambatan yang mungkin terjadi nantinya dalam masa pengerjaan,” Ujar Lurah Tembilahan Kota, Mulyadi kepada detikriau.org di Tembilahan, Rabu (24/10)

Ditambahkan Lurah, apa yang dilakukan panitia bedah rumah Bu Fauziah ini patut dijadikan contoh bagi masyarakat lainnya. Bentuk rasa kepedulian tanpa pamrih seperti ini menunjukkan bahwa rasa solidaritas dan dan sosial ditengah masyarakat khususnya kota Tembilahan dirasakan masih cukup tinggi.

Dalam kesempatan ini, Lurah mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, karena menurut pengakuannya, sebahagian besar dana yang diperlukan untuk pembangunan baru rumah layak huni ini berasal dari bantuan pemerintah melalui Bagian Kesra Setdakab Inhil disamping beberapa donatur dari masyarakat sendiri.

“Untuk kegiatan ini kita sudah membuatkan rekening tersendiri. Kita maksudkan, jika nantinya ternyata dana yang terkumpul melebihi kebutuhan yang diperlukan untuk pembangunan baru rumah kediaman Bu Fauziah, saya memimpikan kegiatan ini akan terus berlanjut kepada masyarakat kita lainnya yang kurang beruntung dan membutuhkan bantuan. Tapi ini baru sebatas wacana. Mudah-mudahan niat ini akan mendapat dukungan dari masyarakat. Sebagai catatan terpenting, setiap rupiah yang terkumpul akan dipertanggungjawabkan secara jelas,” Tegas Lurah Tembilahan Kota, Mulyadi yang saat itu didampingi oleh Ketua RT 01 Tembilahan Kota, Acmad Firdaus yang sekaligus bertindak selaku ketua panitia bedah rumah bu Fauziah dan beberapa orang anggota.

Untuk sekedar mengingatkan, Bu Fauziah (60) adalah seorang warga jalan Semampau Kelurahan Tembilahan Kota yang merupakan istri dari almarhum A. Hakim Djafri. Dari perkawinannya, ia dikaruniai 6 orang anak. Dua orang sudah berkeluarga dan saat ini tinggal di luar kota. Namun sayangnya juga tidak mampu berbuat banyak dikarenakan faktor keterbatasan ekonomi.

4 orang anak lainnya, yang kini hidup bersama dirinya semuanya mengalami gangguan mental. Untuk membiaya berbagai keperluan hidup, Bu Fauziah mengandalkan pensiunan sang suami yang dulunya adalah PNS di Kemenag Inhil serta bantuan dari masyarakat sekitar.

Ironisnya, rumah yang setiap hari menjadi payung tempat berteduh, kondisinya sudah hampir ambruk. Dikhawatirkan jika tidak segera ditangani, bangunan tua itu akan runtuh dan menjadi kubur bagi ibu dan 4 orang anak ini. (dro/*0)

 

 

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku