Masyarakat Inhil dibawah Ancaman Serangan Filariasis

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Berdasarkan data Direktorat pengendalian penyakit bersumber binatang Direktur Jendral (Ditjen) pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan Kementrian Kesehatan (kemenkes) Republik Indonesia (RI), Kabupaten Indragiri Hilir masuk sebagai daerah endemis dari 334 Kab/Kota se Indonesia tempat berkembang biaknya semua jenis nyamuk yang dapat menyebabkan penyakit kaki gajah.

Dalam rapat Koordinasi Lintas Sektor di Kab. Inhil dalam rangka Advokasi dan Sosialisasi Program Eleminasi Filariasis (penyakit Kaki Gajah), Kamis (1/11) di Aula gedung Kantor Bupati Inhil, Seluruh penduduk di Kab. Inhil mulai usia 2 hingga 65 tahun diwajibkan untuk meminum obat anti filariasis secara massal. Obat ini sebagai obat untuk membunuh cacing filaria yang terdapat didalam tubuh manusia yang disebarkan melalui gigitan nyamuk.

di kabupaten indragiri hilir, berdasarkan data ditjen pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan kemenkes RI, sejak tahun 2010 lalu, sebanyak 120 orang telah terkena wabah filariasis/ penyakit kaki gajah.

“Tadi kita sudah menandatangani kesepakatan antara pemerintah dan DPRD Inhil untuk mendukung kegiatan ini. Saat ini jumlah penderita sudah menunjukkan angka yang cukup fantastis, sudah ratusan. Apa yang kita jalankan saat ini tidak sekedar melakukan sosialisasi  tetapi langsung melakukan upaya pencegahan dan pengobatan penyakit filariasis ini terhadap masyarakat,” Tegas Bupati Inhil, Indra M Adnan ketika dimintai komfirmasi usai kegiatan, kamis (1/11)

Menurut Bupati, saat ini yang menjadi masalah bukannya penderita filariasisnya tetapi masyarakat lainnya yang belum terjangkit. Dikhawatirkan, dari data yang ada, penyakit ini cukup menjadi ancaman bagi masyarakat Inhil. makanya perlu memberikan dukungan penuh untuk kegiatan ini dan ini juga menjadi tugas wartawan untuk mensosialisasikannya agar mendapat respon dan dukungan penuh dari masyarakat.” Tegas Bupati.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (diskes) di Kabupaten Indragiri Hilir, penderita filiariasis terdapat di  Kecamatan batang Tuaka, Desa Sungai Piring 2, Tasik Raya 2, Gemilang Jaya 1, Sialang Jaya 7, Sungai Dusun 8, Sungai Luar 11, Sungai Rawa 5, Sungai Junjangan 9, dan Kuala Sebatu 9.

Kecamatan Mandah, Desa Khairah Mandah 1, Bente 3, dan Batang Tumu 4. Kecamatan Pelangiran Desa Pelangiran 1, Kecamatan Kemuning, Desa Kemuning Muda 3, Kecamatan Tempuling, Desa Sungai Salak 2, Mumpa 1. Kecamatan GAS desa Teluk Pinang 1, Kecamatan Kuindra desa Sapat 1 dan Kecamatan Pulau Burung Desa Pulau Burung 1. Total 66 penderita.

“terjadinya perbedaan data kita sebanyak 66 penderita dengan data ditjen pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan kemenkes RI sebanyak 120 penderita disebabkan data mereka merupakan data tahun 2010 yang lalu. Kita data terbaru tahun 2012. Selisih data itu, penderitanya sudah meninggal dunia,” Ujar Kadiskes Inhil Rasul Alim. (dro/*0)

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku




DPC PKB Inhil Tekankan Bupati Kedepan Harus Memiliki Komitmen Jelas Angkat Harkat Petani Kelapa

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Indragiri Hilir menyebutkan bahwa salah satu point dalam kontrak politik mereka, Bupati kedepan harus memiliki komitmen yang jelas untuk mengangkat harkat petani kelapa Inhil.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Dewan Tanfizs DPC PKB Inhil, Dani M Nursalam, S.Pi saat ditemui di Kantor DPRD Inhil, Kamis (1/11). Menurut Dani, DPC PKB Inhil juga menekankan agar calon pemimpin hari ini jangan ada hubungan dengan “pengusaha-pengusaha kelapa seperti Sambu atau yang lainnya” jika mereka memiliki hubungan khusus  apalagi ada bau-bau seperti bahasa yang banyak beredar saat ini diluaran, saat mereka terpilih sebagai pemimpin, tentunya akan menyulitkan dirinya untuk mengeluarkan kebijakan secara tegas. “Kita tidak ingin ini terjadi. makanya ini menjadi salah satu syarat yang kita mintakan kepada Bakal Calon yang akan memintakan dukungan kepada kita agar mampu berbuat lebih banyak memperbaiki tataniaga kelapa ini,” Tegas Dani M Nursalam

Saat ini menurut Dani, cukup banyak perusahaan yang bergerak sebagai penampung hasil produksi petani kelapa. Tetapi nyatanya juga tidak bisa memberikan perubahan yang positif terhadap kehidupan masyarakat petani.

Bahkan Dani menilai Pemerintah cenderung begitu mudah percaya dengan alasan pembenaran yang disampaikan pihak perusahaan. Jika perusahaan menerangkan adanya penurunan harga kelapa dipasaran dunia diiringi dengan penurunan harga beli kelapa petani, Pemerintah percaya saja. ”tentunya aneh. Masak pemerintah hanya diam, menerima dan percaya begitu saja sebelum mendapatkan informasi yang jelas akan kebenarannya?. Jika Pemkab tidak mampu untuk mengecek kebenaran harga itu, bukankah ada pemrintah provinsi dan Pusat yang masih bisa dimintai bantuan untuk mengakses hal itu? tapi selama ini, hal itu tidak pernah dilakukan.”Ujar Dani.

Dengan kondisi terpuruknya harga kelapa saat ini, menurut Dani pemerintah harus bergerak cepat dan tepat untuk mencari jalan keluar terbaik. Menurut hematnya, pemerintah harus berpikir bagaimana bisa membuat perusahaan daerah yang memang khusus menangani persoalan kelapa dan tentunya dikelola oleh orang-orang yang benar-benar professional dan bukan hanya didasari kedekatan dengan penguasa.

Dalam kesempatan ini Dani juga menjawab akan banyaknya desakan masyarakat untuk mencabut izin operasional PT. Pulau Sambu, Dani menilai bisa saja jika memang berdasarkan fakta keberadaan perusahaan ini tidak memberikan kontribusi yang jelas bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat petani kelapa. “Kenapa tidak, kalau memang benar, tentunya pemerintah perlu mengkaji ulang keberadaan mereka termasuk PT.Pulau Sambu sendiri,” Pungkas Dani. (dro/*0)

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku




Tingkatkan Daya Saing Petani Inhil, DTPHP Lakukan Program Revitalisasi RMU dan Himbau Penggunaan Merk Dagang Sendiri

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir berupaya untuk memenuhi kebutuhan beras Bulog Inhil. Sayangnya hingga saat ini produksi beras petani setempat belum mampu memenuhi standar kualitas yang dimintakan.

“Dari informasi yang kita terima, Bulog setidaknya mampu menampung produksi beras petani hingga 800 ton per tahunnya. Peluang besar ini belum sepenuhnya mampu untuk dimanfaatkan oleh petani dikarenakan kualitas beras yang dihasilkan belum memenuhi standar yang dimintakan bulog,” Ungkap Kepala DTPHP Inhil, Wiryadi saat ditemui diruang kerjanya, kamis (1/11).

Salah satu persyaratan kualitas yang harus dipenuhi, beras patah maksimal hanya sebanyak 35 persen sementara beras hasil produksi petani setempat  masih terbilang jauh dari persyaratan yang dimintakan.

Penyebab terjadinya beras patah ditambahkan wiryadi diantaranya saat pemanenan, kematangan buah padi tidak seragam dan ketika  digiling akan mudah patah. Kemudian turunnya kualitas juga bisa  disebabkan penumpukan padi. Beras panen yang belum mencapai usia matang maksimal ditambah kelembapan di daerah kita yang cukup tinggi akan mudah menyebabkan padi terserang jamur. Ketika digiling. Disamping juga beras mudah patah, warnanya akan menjadi kemerah-merahan. Penyebab lainnya, beras patah lebih  disebabkan mesin penggilingan yang kondisinya sudah tidak layak.

“untuk mengatasi itu, terutama RMU yang tua dan semestinya memang sudah tidak layik pakai, kita sudah melakukan program revitalisasi. Tahun anggaran 2011 kemaren, kita sudah mendapatkan 4 RMU baru yang kita tempatkan di Kecamatan Batang Tuaka. 3 di Desa Sebatu dan 1 di Desa Sungai Luar,”Terang Wiryadi

Bantuan RMU ini pengelolaannya diberdayakan kepada Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA). Untuk 1 RMU target lahan minimal yang kita persyaratkan sebanyak 75 Ha sawah.

Beras Produksi Inhil Banyak Dipasarkan diluar Daerah

Berdasarkan penelitian yang dilakukan DTPHP Inhil, 3 sampel dari 37 total jumlah RMU di Desa Sebatu Kecamatan Batang Tuaka, produksi beras yang dijual ke luar daerah lebih kurang sebanyak 60 ton perbulan dan hanya sebanyak 8 Ton disalurkan untuk kebutuhan inhil.

Jika 34 RMU lainya di Desa Sebatu perbulannya manjual 3 ton beras saja keluar Inhil artinya ada tambahan 102  Ton beras produksi petani yang dipasarkan keluar.

Berdasarkan keterangan petani, penampung hanya mematok harga Rp. 6.300 per Kg di lokasi pengapalan di Desa Pulau Palas untuk semua jenis beras. tetapi petani lebih memilih harga ini dibandingkan memasok kepada penampung di pasaran lokal karena sering mengalami kesulitan pembayaran dalam jumlah besar.

Beras asal Inhil ini kemudian dikirim ke Medan, Pekanbaru dan Kabupaten tetangga Rengat. Iapun menduga, beras hasil produksi lokal ini setelah dipoles ulang dan dikemas, sebahagian kembali dipasok untuk kebutuhan pasaran Inhil.

“Makanya disamping mentargetkan untuk memenuhi kebutuhan beras Bulog, kita juga mulai memberikan arahan kepada petani untuk berani menjual beras dengan merk mereka sendiri. Paling tidak, dengan beredarnya beras dengan merk sendiri disertai pencantuman lokasi asal beras yang jelas, pembeli akan mendapat informasi langsung. Harapannya petani tidak lagi tergantung kepada tangan kedua dalam pemasaran. kedepan jika kualitas bisa dijaga baik tentu akan mendapatkan pasar sendiri dan akan berimbas dengan naiknya harga yang diharapkan akan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.” Pungkas Wiryadi.(dro/*0)

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku




Bupati Inhil Bertindak Selaku Irup Penutupan Operasi TMMD ke – 89

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Selasa (30/10) kemaren bertempat dilapangan sepak bola Desa Benteng Kecamatan Sungai Batang berlangsung upacara penutupan kegiatan TMMD ke-89. Bertindak selaku inspektur upacara Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, H. Indra Muchlis Adnan.

Dalam amanatnya, Panglima Komando Daerah Militer I/BB, Mayjend TNI Lodewijk F Paulus selaku penanggungjawab keberhasilan TMMD yang dibacakan oleh Bupati menyampaikan bahwa berkat kerja keras dan kesungguhan dari segenap unsure komando dan pelaku TMMD ke – 89 serta keikutsertaan seluruh elemen masyarakat akhirnya kegiatan ini saya nilai berhasil dengan baik. Untuk itu panglima menyampaikan ucapan  terimakasih serta memberikan penghargaan yang tinggi kepada instansi pemerintah daerah, warga masyarakat serta semua pihak baik yang terlibat secara langsung maupun tidak.

Palinglima menyampaikan harapan semoga niat baik dan kerja keras ini mendapatkan ridho dan diberikan balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa. Dikatakan panglima, jika dalam kegiatan ini terdapat beebrapa kekurangan dalam pelaksanaannya akan menjadi catatan dan bahan evaluasi untuk perbaikan dimasa yang akan datang.

Beberapa kekuarngan itu menurut panglima lebih disebabkan karena kondisi alam yang dibeberapa waktu belakangan ini sudah memasuki musim penghujan termasuk adanya beberapa sarana pendukung yang belum sepenuhnya dapat diatasi. Namun ia berkeyakinan dengan kesungguhan dan kerja keras itu sasaran yang ditargetkan telah dapat dicapai.

Ditambahkan panglima dalam amarannya itu, selama lebih kurang tiga minggu pelaksanaan kegiatan TMMD, Instansi pemerintah dan masyarakat dirasakan telah terjalin rasa kebersamaan dalamupaya menyelesaikan kegiatan ini. Kebersamaan ini diharapkannya dapat terus langgeng untuk lebih meningkatkan kemanunggalan TNI dan Rakyat dalam rangka memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa.

Dalam kesempatan ini, Panglima juga menyampaikan permohonan ma’af apabila selama pelaksanaan TMMD ke 89 ini terdapat tutur kata maupun tingkah laku prajurit yang kurang berkenan dihati masyarakat.

Diakhir kata, panglima juga menyampaikan bahwa ada beberapa atensi dan harapan sebagai tindak lanjut program TMMD yakni, tumbuhnya rasa kebersamaan yang diharap dapat terjalin hubungan emosional yang harmonis, kesadaran jiwa gotong royong yang didasari rasa kesetiakawanan serta rasa kekeluargaan dan toleransi yang tinggi.

Panglima juga berpesan agar masyarakat dapat terus merawat hasil dari kegiatan fisik yang telah dibangun agar usia pakainya dapat lebih lama dan memberikan manfaat yang lebih panjang kepada masyarakat. Terakhir, Panglima juga berpesan agar kemanunggalan TNI Rakyat dapat lebih dimantapkan.

Upacara penutupan TMMD ke 89 ini diikuti oleh Unsur Muspida, Pejabat, Camat beserta Upika, Kodim 0314 Inhil, Polres Inhil, SSK TMMD, Damkar, Satpol PP, Ormas, Pramuka, Pelajar, Linmas / Wanra serta masyarakat lainnya. Dalam acara itu juga dilakukan penandatanganan prasasti dan serah terima operasi TMMD ke 89 TA 2012 kemudian dilanjutkan dengan peninjauan kelokasi TMMD ke 89 yang juga diikuti oleh Bupati berserta rombongan. (dro/rls)




WAKAPOLDA RIAU SIDAK KE POLRES INHIL

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Wakapolda Riau, Kombes Pol Drs Agus Sofyan Abadi, rabu (31/10) melakukan Inpeksi mendadak (Sidak) ke Mapolres Inhil. Disamping sebagai bentuk silaturahmi, sidak ini juga dimaksudkan guna melihat secara langsung sejauhmana arahan-arahan yang telah diberikan dapat dilaksanakan ditingkat bawah.

“yang jelas kunjungan ini sifatnya silaturahmi dengan seluruh anggota di Mapolres Inhil termasuk pemberian motifasi. Disamping itu tentunya kita ingin melihat lebih dekat sejauhmana pelaksanaan berbagai arahan-arahan yang telah diberikan dari atasan,” Ujar Wakapolda kepada wartawan dalam kunjungannya di Mapolres Inhil, rabu (31/10).

Ditambahkan Wakapolda, hasil kunjungan yang bisa dikatakan sidak ini, ia menilai Polres Inhil telah menjalankan arahan yang diberikan dengan baik serta sesuai dengan aturan yang telah digariskan.

Sementara itu ditempat terpisah, Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, SIK, M.Si mengatakan bahwa kunjungan Wakapolda beserta beberapa pejabat Polda Riau lainnya merupakan kunjungan Supervisi terkait pelaksanaan Wasrik sekaligus melakukan tinjauan sejauhmana pelaksanaan atas tugas-tugas yang diberikan serta menyampaikan beberapa pengarahan-pengarahan yang dinilai sangat penting dan harus diketahui oleh seluruh anggota Polres Inhil.

‘Dalam kunjungan kali ini, Wakapolda berpesan agar seluruh personil di Polres Inhil untuk terus membina hubungan yang baik dengan masyarakat serta memberikan pelayanan seutuhnya secara cepat kepada masyarakat,” Pungkas Kapolres. (dro/*0)

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku




Polres Inhil Turunkan Petugas Labfor di Lokasi Kebakaran Jln Jendral Sudirman

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Polres Inhil, hari ini, rabu (31/10) menurunkan Tim Forensik ke lokasi peristiwa kebakaran yang terjadi pada minggu (28/10) kemaren di TKP Jalan Jendral Sudirman Lorong Cendrawasi I dan Gang Percetakan. Labfor ini suatu kewajiban untuk dilaksanakan guna melakukan olah TKP.

“Tujuannya jelas untuk melakukan penyelidikan atas penyebab dan asal titik api. Setiap terjadinya peristiwa kebakaran, kita berkewajiban untuk menghadirkan Labfor guna melakukan olah TKP,” Jelas Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, SIK, M.Si kepada detikriau.org di Tembilahan, Rabu (31/10)

Ditambahkan Kapolres, hasil dari penyelidikan Labfor ini  tergantung dari olah TKP beserta alat-alat bukti pendukung yang ditemui dilapangan. Jika bisa diselesaikan lebih cepat tentunya akan lebih baik.

Dalam kesempatan ini, Kapolres juga menghimbau kepada masyarakat agar lebih dapat untuk mengantisipasi semaksimal mungkin berbagai hal yang mungkin menjadi penyebab timbulnya musibah kebakaran, terutama dalam mempergunakan listrik yang harus benar-benar  mempertimbangkan beban dengan kemampuan intalasi yang ada. (dro/*0)

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku