Presiden KSPSI Buka dan Resmikan Konferda I KSPSI dan Musda Ke II FSPTI Se Provinsi Riau di Tembilahan

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gena Nena Wea, SH menyebutkan bahwa seorang pemimpin organisasi harus mampu menjadi  pembela kepentingan anggota dan amanah, jika ini tidak tidak dimiliki, sebaiknya dilengserkan.

Pernyataan ini disampaikannya saat membuka sekaligus meresmikan Konferda I KSPSI dan Musda ke II SPTI Provinsi Riau bertempat di Gedung Engku Kelana Tembilahan, sabtu (20/10)

“Semoga musyawarah ini akan menghasilkan pemikiran-pemikiran yang baik demi kemajuan organisasi kedepan sekaligus melahirlan pemimpin yang bertanggungjawab kepada anggota dan amanah. Jika dua syarat itu tidak dimiliki seorang pemimpin, sebaiknya diberhentikan saja,” tegas Putra mantan Mentri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, jacob Nua Wea ini disambut tepuk tangan peserta.

Menurut Ketua Umum Panitia Pelaksana, Ir. Mangasa Panjaitan. Pelaksanaan rapat ini sudah terjadi sebanyak 5 kali penundaan. ”Kegiatan ini awalnya kita agendakan akan dilaksanakan di Pekanbaru, namun 3 kali rencana itu selalu batal. Kemudian rencana itu dialihkan ke Kab, Inhil dan juga sempat 2 kali mengalami penundaan. Ini rencana yang ketiga kalinya di Inhil dan syukur dapat terlaksana dengan baik.” Ujarnya.

Ditambahkan Ir. Mangsa Panjaitan yang juga menjabat sebagai Sekjend DPP FSPTI-KSPSI dalam pidatonya ini, terjadinya dualisme kepemimpinan di tubuh FSPTI-KSPSI ini banyak menyebabkan penundaan berbagai agenda organisasi. Akibat dari semua itu, 10 kepengurusan DPD diseluruh Indonesia telah mengalami penggantian. ’saya juga berharap dalam konferda dan musda ini akan menelorkan pemikiran baru yang berguna bagi organisasi,” Harapnya.

Konferda I KSPSI dan Musda ke II SPTI Provinsi Riau di Tembilahan ini diikuti oleh 8 kepengurusan DPC tingkat Kabupaten se Provinsi Riau. Dalam acara pembukaan ini, Presiden KSPSI juga sempat menyerahkan bantuan mesin faxcimile secara simbolis serta sebagai bentuk penghargaan kepada DPC FSPTI-KSPSI Kab. Inhil sebagai tuan rumah, Presiden KSPSI menjanjikan akan memberikan seperangkat peralatan komputer sebagai sarana penunjang kegiatan organisasi. (dr0/*0)




Saling Klaim lahan, Warga Desa Kayu Raja Hampir Bentrok dengan Pekerja PT.WKS

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Puluhan warga Desa kayu Raja Kecamatan Keritang hampir saja terlibat adu otot dengan pekerja PT. Wira Karya Sakti (PT.WKS). Kejadian ini dipicu akibat konflik lahan milik warga dengan perusahaan. Sabtu (20/10/12).

Berdasarkan informasi warga, sebelumnya, Kamis (18/10), salah seorang warga Desa Kayu Raja sempat terlibat perkelahian. Hal ini disebabkan  warga tersebut dilempar menggunakan sebilah kayu oleh salah seorang pekerja PT. WKS (Provinsi Jambi) karena dinilai melakukan aktivitas diatas areal lahan milik perusahaan.

“hari ini, Sabtu (20/10), sekira pukul 15.00 Wib, pertikaian itu hampir saja kembali berulang” Ujar seorang Warga Desa Kayu Raja kepada wartawan melalui sambungan selularnya.

Camat Kecamatan Keritang, A. Ramani ketika dikomfirmasi wartawan melalui telepon selularnya membenarkan adanya kejadian ini. Menurutnya, kejadian itu sudah bisa diredam.” Benar, kejadiannya kemaren, tapi sudah berhasil selesaikan. Kondisi saat ini sudah kondusif  tapi entahlah kedepannya,”Kata Camat.

Sayangnya pihak kepolisian Polsek Keritang ketika dikomfirmasi mengaku belum  mendapat laporan tentang hal ini. Namun menurutnya kalau persoalan konflik lahan ini memang sudah terjadi cukup lama.

Untuk diketahui, konflik lahan anatara warga Desa kayu Raja termasuk beberapa Desa lainnya di Kecamatan Reteh sudah cukup lama terjadi. Persoalan klaim lahan Desa dengan tetangganya Provinsi jambi dan Kabupaten Indragiri Hulu yang berlangsung sudah cukup lama hingga saat ini tidak kunjung ada penyelesaian.

Diharapkan Pemkab Inhil untuk segera menuntaskan persoalan konflik lahan warga Desa Kayu Raja dengan PT. WKS (Jambi) ini termasuk konflik lahan warga Desa Pancur dengan PT. Palma Satu (Kab. Inhu). Jika dibiarkan berlarut-larut tidak menutup kemungkinan hal ini akan menjadi batu api terjadinya komplik yang lebih meluas.(dro/*0)

 

 




Wabup Buka Kegiatan Pelatihan Peningkatan Mutu Guru TPA/MDA

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku
Tembilahan (www.detikriau.org) — Wabup Inhil, H. Rosman Malomo membuka Pelatihan Peningkatan Mutu Guru
TPA/MDA di Hotel Nuria Tembilahan, Jum’at (19/10/12). Turut hadir pada Acara Pembukaan ini beberapa Pejabat Eselon di Lingkungan Pemkab. Inhil.

Kegiatan yang ditaja oleh Kemenag Indragiri Hilir ini diikuti 50 Peserta, yang merupakan Guru TPA/MDA se-Kab. Inhil. Sementara itu,
Pelatihan yang direncakan akan ditutup pada hari Minggu ini akan diisi oleh 4 Narasumber yang berasal dari Pekanbaru.

Dalam sambutannya, Wabup menyatakan Pemkab Inhil menyambut baik dengan diadakannya kegiatan ini. Sebab menurut Wabup, minat membaca Qur’an di kalangan anak remaja di Kab. Inhil belakangan ini cukup memprihatinkan. Diperlukan kegiatan-kegiatan seperti ini untuk meningkatkan mutu pendidikan agama demi menyelamatkan generasi penerus bangsa.(dro/rls.humas)




Dewan Sarankan Pemkab Inhil Buat Gudang Penampung Kopra

TEMBILAHAN (detikriau.org)– Untuk mengantisipasi terjadinya monopoli harga kopra oleh pihak perusahaan, kalangan dewan menyarankan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) membuat gudang  penampung komoditi kopra.

Dengan dibuatnya gudang, menurut Dewan monopoli harga dapat diatasi. Sebab, gudang-gudang tersebut berfungsi untuk menampung jumlah kopra dengan sekala besar. Sehingga, disaat harga kopra sedang turun, gudang tersebut bisa menimbun kopra dari para petani kelapa.

“Oleh sebab itu pihak perusahaan tidak bisa semaunya menaikan dan menurunkan harga kopra. Kita bisa mematok harga sesuai dengan pangsa pasar yang saat itu berlaku,” sebut Irwandi, anggota Komisi II DRPD Inhil yang membidangi masalah ekonomi dan keuangan ini.

Selama ini lanjutnya, harga kopra di Inhil tidak ada kepastian yang wajar. Naik dan turun bisa terjadi sewaktu-waktu, kapan saja pihak perusahaan itu mau. Maka dari itu, dengan dibangunya gudang terrsebut monopoli harga yang selama ini terjadi kedepan tidak akan terulang kembali.

“Seharunya saran ini bisa dipertimbangkan pihak pemerintah. Sebab, kami kawatir kalau masalah ini tidak segera diatasi harga kelapa semakin tidak menentu dan bisa merugikan para petani,”ungkapnya.

Dikatakanya lagi, gudang-gudang tempat penampung kopra itu bisa saja dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Sehingga secara langsung juga bisa diawasi oleh lembaga DPR.(dro/*1)




Penempatan Pedagang Pasar Pagi Akan dilakukan dengan Cara Undi

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Penempatan pedagang yang nantinya akan mempergunakan bangunan baru pasar pagi jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan akan dilakukan secara undi. Hal ini dilakukan demi mempertimbangkan rasa keadilan dan menepis adanya kabar penempatan pedagang terkesan dibisniskan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kab. Inhil, Rudiansyah kepada detikriau.org belum lama ini ketika sempat ditemui di gedung DPRD Inhil, jalan Subrantas, Tembilahan.

“penempatan pedagangnya akan kita lakukan dengan cara undi. Tidak benar kalau perindag mendapatkan keuntungan dalam proses ini. Kalau memang ada bahasa miring kearah itu, saya juga tidak menampik, mungkin saja ada oknum yang bermain. Tapi sekali lagi itu tentunya secara individu bukan kedinasan,” Tegas Rudiansyah

Ditambahkan Rudiansyah, pendataan pedagang dilakukan sebelum masa dirinya menjabat sebagai kepala Disperindag dan itu ditegaskannya diluar pertanggungjawabannya. Namun ia berjanji akan melakukan seleksi agar siapapun nantinya pedagang yang menempati bangunan baru setelah perehaban bangunan lama pasar pagi ini benar adalah pedagang yang dulunya berdagang di pasar pagi. “Kalau nantinya ada kelebihan kios ataupun los, maka pemilihannya juga akan dilakukan secara tranparan dan sekali lagi kita tidak akan mencari keuntungan karena memang hal itu sudah menjadi ketentuan,” jawab Rudiansyah

Dalam kesempatan itu, mantan Kabag Ekonomi Setdakab Inhil ini juga menghimbau agar masyrakat jangan mau terbuai bujuk rayu dari siapapun yang katanya bisa menjamin untuk mendapatkan los maupun kios.”Tolong ini dijadikan perhatian karena secara pribadi saya tidak pernah memerintahkan untuk melakukan hal ini,” Pinta Rudiansyah. (dro/*0)




Selain Wabup dan Sekda, Jum’at Bersepeda Dihadiri Ketua KOSTI Riau

TEMBILAHAN (detikriau.org)- Ketua Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Provinsi Riau, M Fazar, turut memeriahkan Jumat bersepada di Tembilahan. Kegiatan tersebut juga diikuti Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo dan Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM.

Ketua Komunitas Sepeda Ontel Tembilahan Sekitarnya (KOMETS), H Erwin pada kesempatan itu menyebutkan, selain pihaknya kegiatan itu juga dimeriahkan oleh berbagai komunitas sepeda di Tembilahan. Seperti komunitas sepeda lipat dan komunitas sepeda fixi.

“Kedepan kita berharap kegiatan ini tidak hanya dimeriahkan oleh kalangan pejabat dan komunitas sepeda, tetapi diikuti oleh seluruh kalangan. Selain itu kita juga berharap anggota Korpri dan PNS dilingkungan Pemkab Inhil dapat mengendarai sepeda ke kantor masing-masing,”ungkap Erwin yang juga Sekretaris Korpri Inhil ini, Jumat (19/10)

Dia juga berharap, rutinitas bersepeda dikemas sebagai bentuk mengkampanyekan hemat energi, mengurangi polusi dan menyambut Tembilahan Go Green. Kemudian hadirnya berbagai komunitas untuk memeriahkan Jumat bersepeda, lanjut Erwin, merupakan sebuah respon yang bagus. Sebab, baru dicanagkan sepekan silam, Jumat bersepeda di Tembilahan sudah mampu menarik perhatian banyak kalangan dari Inhil dan luar Inhil.

“Bisa kita lihat, cukup banyak antusias masyarakat menghadiri kegiatan ini. padahal baru dicanagkan Pak Sekda pekan kemarin, tapi jumlah pesertanya sudah luar biasa,”

Sebelumnya menurut Sekdakab membiasakan pola hidup sehat secara terpadu yang berintegrasi dengan kebiasaan hidup merupakan langkah agar dapat membawa efek positif baik langsung terhadap diri, orang lain maupun lingkungan secara umum. Dimana manfaat bersepeda katanya, selain bermanfaat bagi kesehatan, dapat juga melakukan penghematan bahan bakar dan mengurangi polusi udara.(dro/*1)