BPBD Inhil Peroleh 1 Unit Mobil Damkar Handal

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil memperoleh satu unit mobil pemadam Kebakaran (Damkar) baru. Diharapkan dengan adanya armada baru ini BPBD dapat lebih mampu menangani musibah Kebakaran yang cukup sering terjadi.

Armada damkar ini memiliki kelebihan dari mobil damkar lainya yang telah dimiliki oleh BPBD Kabupaten Inhil. mobil rekanan new Sentosa ini memiliki pamen roll dan elektrik monitor yang membuat mobil tersebut dapat beroperasi dengan kemudi otomatis. bahkan dengan memiliki selang dengan panjang total 80 meter dan tembakan air sejauh 60 meter dinilai efektif untuk menjangkau pelosok lokasi kebakaran padat penduduk.

“Kita berharap dengan adanya armada baru ini kita dapat lebih efektif dalam menangani bencana yang terjadi di daerah kita ini,” jelas Kepala BPBD Kabupaten Inhil, Anwar Nawang yang diwawancarai saat menyaksikan demo mobil damkar tersebut Senin, (19/11).

Pihak rekanan dari New Sentosa, Dedi menjelaskan, mobil tersebut hanya membutuhkan waktu dua menit untuk menyedot 4000 liter air. Hal ini tentunya dinilai dapat menghemat waktu dalam penanganan bencana yang terjadi khususnya kebakaran.

Anuar Nawang juga mengatakan, selama ini BPBD memang banyak mendapat keluhan dari masyarakat terkait penanganan bencana yang terjadi, namun hal ini dinilai wajar karena BPBD juga tidak memiliki sarana dan prasarana yang jumlah dan kemampuanya yang memadai. Namun pihaknya berharap dengan adanya tambahan armada baru ini  dapat lebih membantu jalannya penanganan bencana menjadi lebih baik.

Kedepan, Anwar juga berencana akan melakukan penambahan armada lagi untuk melengkapi kekurangan fasilitas yang dimiliki BPBD saat ini.

“jika memang bisa kita akan ajukan penambahan tahun depan, minimal untuk rekondisi lah agar fasilitas kita dapat mengcover bencana dengan lebih baik. Karena dalam penanganan bencana tentunya tidak hanya petugas nya saja tetapi fasilitas seperti armada damkar ini juga sangat penting, jika fasilitasnya apa adanya ya penanganan bencana nya juga akan kurang optimal,” pungkasnya.(dro/*0)




Ubah Citra Sebagai Centeng, POL PP Inhil Taja Diklat

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Senin, 19 November 2012 Bupati Inhil yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, H. Eddiwan Shasby membuka secara resmi acara Diklat Banpol PP Desa / Kelurahan Angkatan IV Se – kabupaten Inhil yang berlangsung di Aula Hotel Telaga Puri Tembilahan.

Bupati Inhil dalam sambutannya yang dibacakan Eddiwan Shasby menyampaikan bahwa keberadaan Satuan Polisi Pamong Praja nyaris dilupakan. POL PP baru diingat saat Pemerintah akan melakukan penertiban terhadap berbagai pelanggaran Perda dan kebijakan Kepala Daerah.

Pasalnya sosok Aparat Polisi Pamong Praja hanya dinilai dari apa yang tampak dalam kehidupan sehari-hari bukan pada fungsi atau tugas pokoknya. Bahkan ditambahkan Bupati dalam Rilis pidatonya, Tidak jarang masyarakat melihat dengan sinis akan tugas yang diemban Polisi Pamong Praja serta menganggapnya sebagai Centeng. kehadiran Polisi Pamong Praja tidak lebih dari sebuah Kelembagaan Sipil yang telah kehilangan kewibawaannya ditengah-tengah kwalitas penegakan ketertiban dan keamanan yang digalakkan oleh Pemerintah.

Begitu kurang bersahabatnya pandangan orang terhadap sosok Aparat Polisi Pamong Praja sehingga apapun keberhasilan yang telah dicapai sering kali tidak memperoleh respon masyarakat yang proporsional. Oleh karenanya, Polisi Pamong Praja semakin ditantang untuk lebih meningkatkan kemampuannya dalam mengatasi berbagai masalah sosial yang kian komplek khususnya terhadap fungsi dan tugas pokok Polisi Pamong Praja.

Dalam kontek perubahan kedepan menjadi sangat penting untuk melibatkan kalangan masyarakat  luas, dalam penegakkan Peraturan
Daerah dan kebijakan Kepala Daerah dengan berusaha menjadi sosok Polisi Pamong Praja yang kreatif yang lebih mengedepankan komunikasi persuasif dan humanis dalam menjalankan tugasnya mengayomi masyarakat, serta  menjadikan masyarakat sebagai mitra kerja.

Bupati juga menyampaikan harapan dengan diadakannya Diklat Banpol PP ini dapat memberikan tambahan bekal pengetahuan, keterampilan dan keahlian sehingga dapat menjadi Aparatur yang tangguh, handal dan berwibawa guna mamantapkan sikap, semangat dan pengabdian maksimal untuk kepentingan masyarakat.

Kepada tenaga instruktur Bupati mengharapkan agar dapat memberikan materi terbaik kepada peserta untuk dijadikan dasar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang tinggi, sehingga bermanfaat bagi diri sendiri dan bermanfaat pula bagi unit kerja.

Diakhir kata Bupati berpesan agar peserta dapat lebih memahami dan hayatilah tugas pokok dan fungsi  sebagai Anggota Satpol-PP. kemudian mampu mencipatakan hubungan kerjasama yang terpadu dan serasi dengan dinas terkait dan aparat penegak hukum lainnya. Mampu menghadapi tantangan yang timbul dengan bijaksana, tingkatkan introspeksi diri dan selalu berlapang dada serta diharapkan mampu menjadi tauladan bagi sesama rekan kerja dan juga dalam kehidupan sehari hari.

Diklat ini berlangsung mulai tanggal 19 hingga 26 November 2012 yang diikuti sebanyak 60 orang dari utusan kecamatan se Kab.Inhil. (dro/*0)




Kondisi Jembatan Penghubung Desa Sungai Dusun Rusak Parah

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kondisi jembatan Desa Sungai Dusun tepatnya yang menuju perkampungan yang ada di tepi sungai Batang Tuaka saat ini rusak parah. Apalagi disaat pasang naik, dimana papan jembatan terbawa arus air hingga tidak bisa dilewati oleh warga yang ada disana.

Seperti yang terjadi akhir pekan kemaren, dimana pasang tinggi dan intensitas curah hujan yang cukup tinggi dimana seluruh badan jembatan digenangi oleh air. Bahkan hampir seluruh papan yang ada diatas badan jembatan hanyut dibawa oleh arus air,

Akibatnya, warga disana yang kebetulan ingin bepergian terpaksa harus menunggu air surut ataupun meminta bantuan warga lainnya untuk mengangkat kenderaan roda dua mereka kalau ingin melewati jembatan tersebut. “Beginilah kalau kondisi air sedang pasang, kita tidak bisa melintas,” ujar Ulai salah seorang warga Sungai Dusun kepada detikriau.org akhir pekan kemaren.

Ia menambahkan, kerusakan jembatan tersebut sudah berlangsung sekitar 6 bulan belakangan ini. Warga sudah berusaha untuk memperbaikinya, tapi karena matrial yang digunakan terbuat dari kayu dan dibuat seadanya, saat pasang tinggi kembali kerusakan terjadi.

Untuk itu menurutnya warga sangat mengharapkan dilakukan perbaikan oleh pihak terkait, demi kemudahan dan kelancaran arus orang dan barang. Sebab jembatan tersebut adalah akses satu-satunya yang bisa ditempuh lewat jalur darat.(dro/*3)




DKP INHIL SERAHKAN BANTUAN POMPONG

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Indragiri Hilir menyerahkan satu unit pompong (kendaraan air bermesin diesel. red) bantuan dari Pemkab Inhil bagi Kelompok Bunga Tanjung Desa Tanjung lajau Kecamatan Kuindra. Bantuan ini diterima secara langsung oleh ketua kelompok, Sahroni di Tembilahan, Senin (19/11).

 

Kepala DKP Inhil, Saripek melalui Penjabat Pemeriksa Barang, Bu Emi berpesan agar bantuan ini dirawat dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya.” Yang paling penting kita berpesan agar bantuan ini tidak dipindahtangankan apalagi dijual. Dengan diberikannya bantuan ini, penerima tentunya diharapkan juga dapat mempergunakan sebagaimana seharusnya.” Pesan Bu Emi yang saat itu didampingi oleh beberapa Staf DKP Inhil dan Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Inhil, Herwanissitas.

 

Ketua FPKB DPRD Inhil, Herwanissitas menyatakan bahwa pompong bantuan ini merupakan salah satu aspirasi masyarakat yang berhasil diperjuangkan FPKB. Apa yang diberikan kepada masyarakat ini adalah sesuatu yang memang sangat dibutuhkan terutama dalam memperoleh penghasilan.”Bantuan pompong ini hanya bersifat lanjutan karena sebenarnya satu paket dengan bantuan alat tangkap yang berhasil kita perjuangkan dan sudah kita salurkan bagi 310 orang nelayan Desa Sungai Bela dan Desa Sungai Dusun belumlama ini. Kita tentunya berharap, agar apa yang telah kita perjuangkan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat penerima sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Kita juga berpesan agar masyarakat dapat mensyukuri apa yang sudah mereka dapatkan agar juga mendapatkan barokah dari Allah swt,” Pesan Herwanissitas

 

Dalam Kesempatan yang sama, Ketua Kelompok Bunga Tanjung Desa Tanjung lajau Kecamatan Kuindra, Syahroni mengucapkan rasa syukur atas terkabulnya permohonan yang sangat mereka harapkan. Menurut syahroni, dengan pompon bantuan ini tentunya akan dapat lebih memperluas peluang bagi mereka untuk memperoleh pemasukan bagi kelompok terutama keluarga masing-masing anggota.” Tak ada kata lain, Alhamdulillah. Bantuan pompong ini tentunya akan menjadi sumber utama penghasilan kami. Sebagai masyarakat kecil, mendapatkan bantuan seperti ini jelas sebuah berkah yang jelas harus kami syukuri,” Ungkap Syahroni.

 

Ditambahkan Syahroni, dengan kerusakan tanggul yang dikelola PT STI di Desa Tanjung lajau yang kondisinya sudah semakin parah menyebabkan kebun kelapa yang mereka miliki terkena imbas intrusi air laut. Akibatnya, sumber utama penghasilan mereka dari perkebunan kini sudah tidak bisa menjadi harapan lagi. Dengan adanya bantuan pompon ini menurutnya akan menjadi andalan mereka untuk memperoleh penghasilan bagi keluarga. (dro/*0)




Silang Pendapat, Interior Gerai Global Distribution Tembilahan Terancam Berantakan

Samsudin Terima Tantangan Direktur CV Surya Abadi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Samsudin, pemilik usaha Givsum Sejahtera Bersama merasa dibodohi, setelah menyelesaikan pekerjaan, pemberi kerja ternyata enggan melunasi sisa uang pembayaran. Sebagai bentuk protes, ia berencana membongkar kembali seluruh hasil kerjanya dan menuntut penyelesaian melalui jalur hukum.

 

Menurut penuturan Samsudin, Awalnya ia menerima penawaran pekerjaan dari Romy, pemilik CV Surya Abadi di Rengat Kabupaten Indragiri Hulu melalui telpon. Setelah diadakan negosiasi masalah harga, pengerjaan pemasangan Givsum di Gerai Global Distribution milik PT Telkomsel di Jalan KH Dewantara, Tembilahan itu disepakati dengan nilai pekerjaan sebesar Rp. 110 ribu per M2.

 

Sebagai tanda jadi, Romy melalui orang suruhannya, Agus memberikan uang muka sebesar Rp. 500 ribu kemudian diberikan lagi Rp. 200 ribu.

Untuk memenuhi pembayaran pembelian material dan upah pekerja, Samsudin kembali memintakan uang kepada Romy dan kembali dikirim Romy melalui rekening senilai Rp. 5 jt. Permasalahan timbul setelah seluruh pekerjaan selesai dikerjakan. Berdasarkan perhitungan biaya sesuai kesepakatan dengan volume pekerjaan, Samsudin memintakan pembayaran Rp. 23 juta lebih.

 

“Romy keberatan. Ia menilai biaya yang saya tagih ini terlalu besar bahkan ia dengan lantang menyatakan saya melakukan pemerasan. Tentu saja saya merasa kaget. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan fisik yang sifatnya bisa dihitung. Volume pekerjaan diperhitungkan dengan harga kesepakatan. Jadi dimana letaknya saya melakukan pemerasan?” Ungkap Samsudin menyampaikan keluhan kepada Detikriau.org di Tembilahan, Sabtu (16/11)

 

Melalui beberapa kali pembicaraan via Telpon, Romy berkeberatan karena ia memperhitungkan volume pekerjaan hanya satu sisi. Padahal untuk pemasangan dinding, menurut samsudin, pemasangan dilakukan pada dua sisi.

 

“ Ini yang membuat kita berbeda pendapat, tetapi yang membuat saya sangat kecewa, Romy tidak pernah mau membicarakan persoalan ini secara langsung. Beberapa kali saya mencoba mendatangi ke Rengat, ia selalu tidak bersedia bertemu dan terkesan mengelak. Semua pembicaraan hanya dilakukan via sambungan telepon dan bahkan teleponnya sendiri tidak selalu berada dalam keadaan hidup hingga saya merasa kewalahan.,” Keluh Samsudin

 

Sementara saat ini ditambahkan Samsudin, ia terus diburu pihak pemasok material termasuk upah pekerja yang belum dibayarkannya. Sebagai sebuah usaha yang dijalankannya dengan modal pas-pasan, ia mengaku tidak memiliki sumber pendanaan yang lebih.” Saya orang kecil pak, uang senilai itu kemana harus saya cari? Jika pekerjaan ini lancar, sisa lebihnyalah yang sedikit-sedikit saya kumpulkan untuk bertahan dan membiayai kebutuhan rumah tangga. Demi Tuhan, saya tidak pernah berniat untuk menipu apalagi memeras. Sebagai perantau, saya ingin mencoba membangun hidup dinegri orang dan mendapatkan rezky dengan kucuran keringat dan berharap mendapatkan rezky yang  halal” Ucap Samsudin denngan suara lirih.

 

Karena merasa tidak ada pilihan, Samsudin akhirnya memutuskan untuk membongkar kembali apa yang sudah ia kerjakan. Niat itu sudah dilakukannya secara bertahap dan diawali akhir pekan kemaren. direncanakan ia kembali akan menyelesaikan pembongkaran pada senin (18/11). Menurut Samsudin, tekatkanya untuk mengambil kembali apa yang masih menjadi haknya ternyata malah mendapatkan ancaman. Ia mengaku dikirimi sms oleh Romy apabila itu dilakukan maka dirinya akan dilaporkan ke polisi karena dianggap telah mencemarkan nama baik.” Kalau mau bongkar, sekalian semuanya pak, jangan tanggung-tanggung. Berkali-kali saya sampaikan akan bayar sesuai harga pasaran di Rengat. Sekali lagi saya tawarkan kepada Bapak untuk bayar sesuai harga pasaran. Kasihan saya lihat Bapak uring-uringan seperti ini. Nanti saya laporkan Bapak masalah pengrusakan dan pencemaran nama baik. Tambah dalam nanti kerugian Bapak.. kalau saya, uang segitu saya anggap kalah judi saja pak. Makasih.” Tulis pesan singkat Romy kepada Samsudin yang diperlihatkan kepada Detikriau.org.

 

Terkait persoalan ini, Romy, Direktur CV Surya Abadi ketika dikomfirmasi Detikriau.org melalui pesan singkat, Sabtu (16/11) menulis balasan,” Saya akan bayar sesuai harga pasaran. Malu rasanya uang segitu nggak bayar. Dalam hidup saya pantang memakan hasil tenaga orang. Tapi siapa yang mau bayar harga 1 disuruh bayar 2?,” Jawab Romy.

 

Ahad (17/11), Romy kembali menghubungi Detikriau.org melalui sambungan telpun secara langsung. Romy kembali menyatakan keberatan karena Samsudin menghitung volume pekerjaan pada dua sisi. Ia juga dengan tegas menyatakan bahwa dirinya merasa diperas.

 

Dalam kesempatan komfirmasi itu, Detikriau.org mempertanyakan ucapaan Samsudin bahwa ia tidak bersedia menemui dan berbicara langsung dan terkesan menghindar termasuk ancaman akan membuatkan laporan. Romy membenarkan.

 

“kalau memang pak Samsudin membongkar pekerjaan, artinya saya akan rugi dan saya akan tuntut karena juga telah mencemarkan nama baik saya. untuk apa saya menghindar. Pembicaraan seperti itu saya nilai tidak perlu bertemu langsung. Sekali lagi bukan saya menghindar, saya ada kesibukan dengan pekerjaan yang nilainya ratusan juta di Pekanbaru. Saya juga merasa diperas. Coba anda komfirmasikan ke usaha sejenis di Air Molek dan Rengat, ini pemerasan. Masak ia pekerjaan dihitung dua sisi. Sekali lagi kalau sesuai saya pasti akan bayar.”Ungkap Romy berdalih.

 

Ketika hal ini kembali dikomfirmasikan Detikriau.org kepada Samsudin, Ia menyatakan tetap akan melanjutkan niatnya, bahkan ia mengaku karena merasa tidak bersalah, ia memang meminta Romy untuk melaporkan atau jika itu tidak dilakukan maka dirinya yang akan membuatkan pengaduan kepihak kepolisian untuk mencari keadilan. ‘Sekali lagi ini pekerjaan fisik dan volume pekerjaan bisa diopname secara langsung. Kalau memang Romy berniat baik, kenapa ia tidak bersedia bertemu secara langsung dan mencarikan solusi terbaik. Bukan seperti ini. Saya terpaksa karena akibat pekerjaan ini saya juga mendapatkan tekanan dari pihak pemasok barang dan pekerja. Saya bukan orang mampu pak. Ia bisa menganggap kehilangan uang sebesar itu dengan istilah kalah judi, saya tidak. Uang itu memiliki nilai yang sangat besar bagi saya dan keluarga. Sebelum ia mengancam akan memperkarakan, saya juga sudah berencana untuk melakukan itu. saya tunggu, kalau Romy tidak menggugat, saya yang akan menggugat untuk meminta keadilan. Saya merasa terhina karena dianggap pemeras.”Pungkas Samsudin.




IKA STAI Dan LSM PERAN Taja Diskusi keIslaman

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)- Bersempena dengan tahun baru Hijriah 1434, Ikatan Alumni (IKA) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) AuliaurrasyidinTembilahan, bekerja sama dengan LSM Perjuangan Anak Negeri (PERAN) akan mengadakan diskusi publik tentang keIslaman yang rencana waktu pelaksanaan Jumat, 23 November mendatang.

“Insyaallah kita akan menggelar kegiatan diskusi publik tentang keIslaman. Kegiatan ini diharapkan mampu menambah wawasan masyarakat Inhil, terutama kalangan generasi muda akan ilmu-ilmu keIslaman, sehingga nantinya mampu diimplementasikan di dalam kehidupanmereka sehari-hari,” ujar Ketua IKA STAI kepada detikriau.org, akhir pekan kemaren.

Ia menambahkan, kegiatan ini nantinya juga sebagai ajang silaturrahmi antar sesama masyarakat kota Tembilahan. Apalagi saat ini kita berada di bulam Muharram,sudah sepantasnya masyarakat Muslim melakukan intropeksi diri, salah satunya adalah dengan jalan mengkaji nilai-nilai keIslaman seperti diskusi yang dilaksanakan seperti ini.

Masih menurut Hidayat, adapun mereka yang nantinya menajdi pembicara dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Inhil, dari akademisi STAI dan juga dari Fron Pembela Islam (FPI). “Sesuai dengan rencana, jumlah peserta nantinya sekitar 200 orang,” tambahnya.

Sementara itu Ketua LSM PERAN Firmansyah AMa, dalam kesempatan berbeda mengungkapkan, sudah sepantasnya kita selakuumat Islam menyemarakkan kegiatan keIslaman seperti ini. karena ini akan menjadi masukanyangsangat berarti bagi jiwa spritual dalam rangka mengarungi kerasnya kehidupan dunia saat ini.

“Saat ini kita sering merasa disibukkan dengan berbagai urusan kedunian yang sangat menyita waktu kita. Pengaruh moderenisasi dan westernasi telah merasuk hampir seluruh kalangan masyarakat kita. Untuk itu tentunya ada semacam upaya nyata yang harus dilakukan agar kita tidak terjerumus pada moderenisasi dan westernisasi yangsalah kaprah, salah satunya adalah mengkaji nilai nilai keIslaman seperti ini,” ungkapnya.

Berkaitan dengan isu miring bahwa kegiatan ini ada nuansa politiknya, yangbersangkutan dengan tegas membantahnya. Menurutnya kegiatan ini murni sebagai wujud kepedulian kita selaku seorang Muslim dalam rangka “Amar Ma’ruf Nahi Munkar”. (dro/*3)