Musim Penghujan, Jalan Poros Batang Tuaka Rusak Parah

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –  Kondisi  jalan poros Kecamatan Batang Tuaka, terutama yang terletak di Desa Sungai Raya saat ini kondisi rusak parah. Terdapat banyak lobang yang berukuran cukup besar di badan jalan yang panjangnya sekitar 5.5 KM. Kondisi itu tentunya sangat membahayakan pengguna jalan.

 

Ungkapan itu disampaikan oleh Kepala Desa Sungai Raya Sulaiman Sag, kepada Vokal, Selasa, (13/11), di Tembilahan. Dijelaskan yang bersangkutan, sejak dilakukan semenisasi pada tahun 2006 yang lalu, hingga sekarang belum pernah dilakukan perehaban sekalipun, akibatnya kerusakan ruas jalan jadi semakin parah.

 

“Kerusakan ruas jalan tersebut saat ini sangat parah. Terus terang saya terkadang merasa sedih melihat ada warga yang sampai terjatuh ketika melintas, apalagi disaat penghujan seperti sekarang ini dimana lobang-lobang besar yang ada di tengah badan jalan jadi tidak terlihat. Akibatnya ada motor yang terperosok ke lobang tersebut dan pengemudi sampai terjatuh,” ujar Sulaiman.

 

Masih menurutnya, pihaknya telah berupaya keras memperjuangkan perbaikan ruas jalan tersebut melalui Musrenbang Desa dan juga Musrenbang Kecamatan. Meski selalu dikatakan menjadi salah satu sec

ktor prioritas yang akan dilakukan perbaikan, tapi kenyataan hingga sekarang kondisi ruas jalan tidak juga dilakukan perbaikan.

 

Untuk itu dirinya mengharapkan kepada instansi terkait dalam hal ini Dinas PU dapat melakukan peninjauan dan perbaikan ruas jalan tersebut. Karena keberadaan jalan tersebut sangat vital sekali dalam rangka memperlancar arus orang dan barang di Kecamatan Batang Tuaka.

 

“Kita mengharapkan kepada Pemkab Inhil untuk dapat melakukan perehaban terhadap ruas jalan tersebut. Karena keberadaan jalan tersebut sangat vital bagi masyarakat kita,” kata Sulaiman lagi.(dro/*0)




Melalui “PB Tsunami”, Muslimin Tunjukkan Kecintaan di Bidang Olahraga

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Disela kesibukan pribadinya sebagai seorang Wakil Rakyat yang kini duduk di Gedung DPRD Inhil, H Muslimin masih menyempatkan diri memberikan perhatian pada dunia olahraga. Dengan  Club olahraga bulu tangkis yang dinamai “PB Tsunami”, Ia mampu menelorkan atlit-atlit yang sukses menunjukkan prestasi dalam beberapa kejuaraan setingkat Nasional.

Dituturkan H Muslimin, Club yang didanainya secara pribadi ini mulai didirikan tidak berselang lama setelah terjadinya peristiwa Tsunami yang meluluhlantakkan Provinsi Aceh beberapa waktu yang lalu. Semangat pembangunan kembali setelah kehancuran Aceh dijadikannya spirit untuk membangun dunia perbulutangkisan di tanah kelahirannya, Kuala Enok Kecamatan Tanah Merah.

“Alhamdulillah, PB Tsunami sendiri sudah berhasil menelorkan beberapa atlit bulu tangkis yang telah mampu menunjukkan prestasi setingkat Nasional. Beberapa kejuaraan seperti Sircuit di Bali, Open Turnamen Astec di Jakarta 2011, anak-anak asuh kita berhasil merebut juara di nomor ganda campuran dewasa dan kemudian pada open turnamen Astec 2012 kemaren, kita juga berhasil keluar sebagai juara di Ganda Putra Dewasa. Baru-baru ini kita juga mengikutkan 6 orang atlit kita dikejuaraan bulu tangkis se Provinsi Riau di Pelalawan, Atlit kita Andi Fitria juga berhasil merebut juara. Insyaallah, Kejuaraan Bulu Tangkis di Surabaya November ini kita juga akan ambil bagian.” Kisah H Muslimin baru-baru ini ketika sempat berbincang-bincang dengan detikriau.org di Gedung DPRD Inhil, jalan Subrantas Tembilahan.

Ditambahkan Muslimin, PB Tsunami mendidik atlit-altit pemula Bulu Tangkis mulai usia 5 hingga 13 Tahun. Saat ini, 15 atlit usia anak-anak dan 10 orang usia remaja mengikuti pelatihan di PB Tsunami. Sedangkan usia Dewasa, PB Tsunami memberikan fasilitas untuk diikutkan pada beberapa pertandingan.

Beberapa atlit Bulu tangkis usia Dewasa yang kini menjadi Asset PB Tsunami diantaranya, Samad, Arbain Arbi, Azri, Dwi Setiawan, Ahmad Yusuf dan Ardi Syafutra.

“PB Tsunami satu-satunya klub lokal di Kabupaten Inhil yang terdaftar di PB Nasional. Anak-anak didik lulusan kita beberapa orang masuk ke SMA Olahraga dan beberapa pusat pendidikan di tingkat Nasional. Mereka bisa diterima tentunya karena mereka dinilai telah memilliki dasar untuk mengikuti pelatihan ditingkat lanjutan.” Kata Muslimin sambil mengatakan bahwa Pola pendidikan yang diterapkan PB Tsunami sepenuhnya menyadur cara diklat bulu tangkis Nasional.

Diakhir pembicaraan, H Muslimin yang kini menjabat sebagai salah seorang Wakil Ketua DPRD Inhil dari Partai Bintang Reformasi (PBR) ini berharap apa yang dilakukannya saat ini suatu saat akan mampu melahirkan atlit bulutangkis yang mampu berprestasi dan mengharumkan nama Daerah Inhil Khususnya dan nasional pada umumnya. Ia menyatakan bahwa apa yang dilakukannya saat ini semata karena kecintaannya kepada Dunia Olahraga Bulu Tangkis. (dro/*0)




WARGA TEMBILAHAN HULU HARAPKAN PEMERINTAH BENAHI PASAR KAYU JATI

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Warga Kecamatan Tembilahan Hulu berharap Pemerintah untuk turun tangan membenahi keberadaan Pasar Kayu jati. Sebagai pasar yang saat ini cukup ramai dikunjungi pembeli, sudah selayaknya keberadaan pasar ini dapat lebih representative dalam melayani kebutuhan masyarakat setempat.

Harapan ini disampaikan oleh salah seorang warga Kecamatan Tembilahan Hulu, Fitria (30). Menurutnya, jika pasar ini dapat lebih dibenahi tentunya akan lebih memberikan kenyamanan kepada masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari.

“Terus terang, sudah tahunan saya mengandalkan Pasar Kayu Jati untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Disamping jaraknya tidak terlalu jauh, dagangan yang dijajakan pedagang semakin hari semakin lengkap.” Ujar Fitria ketika sempat berbincang dengan detikriau.org di Pasar Kayu jati, Kecamatan Tembilahan Hulu, Senin (12/11).

Namun menurut Fitria, saat ini ia merasa keberadaan Pasar Kayu Jati ini kurang mendapatkan perhatian. Disamping kondisi bangunan yang sudah terlihat semakin tidak layak, penempatan pedagang juga tidak pernah dilakukan penataan dengan lebih baik.” Ini yang saya harapkan adanya sentuhan pemerintah. Kondisi bangunan pasar ini sudah semakin tidak layak ditambah pedagang sepertinya tidak tertata dengan rapi. Mereka terlihat bebas menempatkan dagangan dimanapun yang mereka kehendaki. Akibatnya, hampir setiap hari selalu terjadi kemacetan karena jalan dijubeli oleh pedagang,” Kritik Fitria.

Apa yang disampaikan Fitria juga diamini oleh, Ahmadi (43) salah seorang warga Kecamatan Tembilahan Hulu lainnya. Ia berharap agar Pasar kayu Jati ini dapat dikelola dengan lebih baik agar dapat tampil sebagaimana layaknya sebuah pasar.” Disamping kondisi pasar yang terlihat kumuh dan sembraut, pasar Kayu jati juga terlihat kotor. Sampai hari ini saya tidak pernah sekalipun melihat ada petugas kebersihan pasar yang memungut dan membuang sampah. Akibat tidak diperhatikan, kebanyakan pedagang membuang sisa dagangan disembarang tempat. Kini tumpukan sampah hampir terlihat disemua sudut dan tentunya menjadi sarang lalat dan tumpukan bibit penyakit.”Ujarnya juga memberikan kritikan. (dro/*0)

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku




BANJIR ROB MULAI GENANGI KOTA TEMBILAHAN

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Luapan air laut yang lajim disebut banjir rob kembali melanda sejumlah kawasan dalam kota Tembilahan. Banjir tahunan yang dalam bahasa daerah Riau lebih dikenal dengan sebutan pasang keling ini hampir setiap akhir tahun sepertinya sudah menjadi langganan tetap. Kondisi ini semakin diperparah dengan tingginya curah hujan dan kurang berfungsinya drainase dalam kota.

“Pasang keling ini memang sudah lajim terjadi. Apalagi dipenghujung tahun seperti ini, biasanya curah hujan juga tinggi. Ironisnya, kondisi ini semakin diperparah dengan tidak berfungsi kebanyakan drainase yang ada di dalam kota,” Ujar Ridwan, seorang warga Tembilahan yang sempat di temui detikriau.org saat memantau terjadinya pasang keling ini di Tembilahan, Senin (12/11)

Menurut penilaian Ridwan, hampir seluruh drainase yang ada di dalam kota Tembilahan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Hal ini disebabkan penumpukan sampah yang mengakibatkan terganggunya aliran air.

“setiap bulannya saya selalu melihat petugas dari kebersihan kota melakukan pembersihan aliran drainase. Namun tentunya hal ini tidak akan bisa membuahkan hasil maksimal karena masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk ikut ambil peduli seperti misalnya kebiasaan buruk dengan membuang sampah seenaknya di dalam drainase. Akibatnya, aliran pembuangan air menuju sungai menjadi terhambat.” Kata Ridwan lagi.

Dari pantauan lapangan, beberapa badan jalan dalam kota Tembilahan mulai diluapi banjir. Seperti beberapa ruas jalan gadjah mada, Jalan Kapten Muchtar, Jalan Yos Sudarso, Jalan H. Said, Jalan Kartini, jalan telaga biru. yang lebih parahnya, kondisi jalan provinsi di parit VI Tembilahan, pasang keling yang naik bisa mencapai sebatas lutut orang dewasa. Akibatnya, jalan provinsi ini sering macet dikarenakan banyaknya kendaraan yang mogok akibat terendam air.(dro/*0)

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku




RUSLI ZAINAL DINILAI ANAKTIRIKAN KADES INHIL

Terkait Belum Terealisasinya Bantuan Operasional Desa Tahun 2011 dan 2012

 TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Ratusan Kepala Desa (Kades) dan Lurah se-Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) geram. Mereka menuntut agar Pemerintah Provinsi Riau untuk segera merealisasikan pencairan dana operasional desa tahunan bagi Kades dan Lurah yang belum dibayarkan untuk tahun 2011 termasuk bantuan operasional tahun 2012 yang hingga hampir berakhirnya tahun ini juga belum direalisasikan.

 

Pernyataan ini disampaikan oleh Kades Sungai Berapit Kecamatan Concong, Ediyanto, S.Th.I mewakili Kades dan Lurah se Kab Inhil kepada detikriau.org, Ahad (11/11) di Tembilahan. Menurutnya, bantuan operasional ini memiliki peran yang sangat besar untuk melancarkan operasional Desa guna memberikan pelayanan kepada masyarakat.

 

“Sebahagian besar wilayah Inhil merupakan kawasan perairan. Untuk tranportasi kebanyakan melalui jalur sungai dengan biaya tranportasi yang relatif cukup tinggi. Oleh karenanya kami tentu sangat berharap banyak agar bantuan operasional itu segera diberikan,” Ungkap Ediyanto menyampaikan permintaan.

 

Dijelaskan Ediyanto, untuk tahun 2007 hingga tahun 2010 bantuan dana ini diistilahkan dengan Tunjangan atau Dana Insentif dengan nominal sebesar Rp. 10 Juta per Desa untuk tahun 2007 dan untuk tahun 2008 hingga 2010 ditingkatkan menjadi Rp. 12 juta per Desanya dan disalurkan secara tunai kepada masing-masing Kepala Desa dan Lurah dan setiap akhir tahun, sebagai pertanggungjawaban, Kades dan Lurah menyampaikan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) kepada Pemrov Riau.

 

Karena dikabarkan pengalokasian Dana yang diistilahkan sebagai Dana Insentif ini tidak memiliki dasar hukum maka mulai tahun 2011, bantuan dana ini dialihnamakan menjadi Bantuan Operasional dengan nominal hanya sebesar Rp. 6 juta per Desa.

 

“bantuan operasional untuk tahun 2011 ini berdasarkan keterangan yang kita dapat sudah disalurkan kepada seluruh Desa di 9 dari 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau, sementara 3 Kabupaten lainnya, termasuk Inhil sendiri sampai hari ini belum pernah menerima. Ini yang menjadi pertanyaan kita, kenapa kabupaten lainnya diberikan sementara kita sendiri tidak?.” Tanya Ediyanto.

 

Terkait persoalan ini ditambahakan Ediyanto, seluruh Kades dan Lurah se Kab Inhil sudah beberapa kali mempertanyakan kepada pihak Pemrov dan terakhir saat Raker Kades dan Lurah Se Provinsi Riau baru-baru ini di Pekanbaru. Namun Ediyanto mengaku mereka kembali harus menelan rasa kekecewaan karena tidak diberikan keterangan secara jelas apa yang menjadi penyebabnya.

 

”Kami hanya ingin tau kebenarannya seperti apa? Kenapa Kami tidak diberikan sementara Desa di kabupaten lainnya menerima?

Apakah tidak ada kebijakan lain? Terus terang kami merasa seperti teranaktirikan padahal Gubernurnya masih orang Inhil,” Tegas Ediyanto dengan nada suara kecewa sambil menjelaskan bahwa untuk bantuan operasioan tahun 2012, hingga hampir berakhirnya tahun ini juga belum direalisasikan oleh pihak Pemrov Riau.

 

Menindaklanjuti persolan ini, Ediyanto mengaku bahwa seluruh Kades/Lurah se kabupaten Inhil sudah bersepakat untuk kembali mempertanyakan melalui surat resmi. Direncanakan surat ini akan langsung ditujukan kepada Gubernur Riau, Rusli Zainal paling lambat tanggal 15 November mendatang dengan tembusan kepada beberapa intansi terkait dengan harapan agar dana operasional tersebut dapat segera diberikan sekaligus  sebagai antisipasi bantuan dana operasional tahun 2012 juga juga tidak bernasib sama.

 

“Kami berharap Pemprov Riau dapat memberikan kejelasan dan segera merealisasikan dana operasinal desa yang belum kami terima di tahun 2011 dan 2012 ini,” pungkasnya.

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku




Mahyudin: Saya Agak Kecewa Dengan Solusi yang ditawarkan Bupati Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tawaran yang disampaikan Bupati Inhil, Indra M Adnan Kepada Petani terkait anjloknya harga kelapa Inhil menuai kritikan. Petani menilai apa yang disampaikan Bupati bukan sebuah solusi.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Petani Kelapa Hibrida di tiga Kecamatan (Kelompok 9), Mahyudin kepada detikriau.org melalui sambungan telepon selularnya. Ahad (11/11). Menurut Mahyudin, Usulan agar petani menggalakkan Industri rumah tangga dengan membuat Gula merah dan Minyak pada akhirnya akan bernasib sama dengan perumpamaan bisnis HP china yang dicontohkan.

“Saya agak kecewa dengan pernyataan Bupati kemaren. Masak iya kelapa disamakan dengan hp china, ini namanya bukan solusi. Apalagi dengan menyuruh petani untuk bikin gula merah dan minyak. Kalau semua petani mau bikin gula merah dan minyak apa pemda mau nampung?”Kritik Mahyudin mengomentari pernyataan Bupati usai mengunjungi stand pameran MTQ ke 42 Inhil, di Desa Kuala Lahang, Kecamatan Gaung, kemarin.

Ditambahkan Mahyudin, Jika semua petani bikin gula merah dan minyak, dikonotasikan dengan bisnis hp china yang disampaikan Bupati, sama artinya nantinya gula merah dan minyak akan menjadi murah juga karena kebanjiran dipasaran dan kembali akan senasib dengan hp china. “Kasihan petani” Pungkas Mahyudin.

Sebelumnya, Usai mengunjungi stand pameran MTQ ke-42 di Kec Gaung, Bupati mengaku prihatin dengan kondisi harga kelapa yang terjadi saat ini. Menurut Bupati kondisi ini semata disebabkan terjadinya krisis ekonomi dunia.

Bupati mencontohkan seperti jual beli handpone (HP), kalau Negara Cina banyak memproduksi HP maka secara otomatis pula harganya akan murah. Sebab, barangnya terdapat dimana-mana hingga kepenjuru dunia. Kondisi seperti ini menurut Bupati menjadi gambaran produksi kelapa saat ini yang banjir dipasaran sehingga harga anjlok.

Pemerintah juga tidak memiliki kewenangan untuk menaikan atau menurunkan harga kelapa. Namun, salah satu solusi adalah membuat industri-industri kecil rumah tangga. Seperti membuat gula merah dan minyak goreng kelapa.“Inilah yang harus dilakukan sekarang. Semua berjalan, sambil menunggu harga kelapa membaik kembali,” saran Bupati.

Tidak ada satu pihakpun di Dunia ini, kata Indra yang meninginkan turunnya harga kelapa, terlebih Pemerintah apalagi pedagang, sebab, secara otomatis jikalau harga kelapa naik dan mahal, mereka juga akan menjual mahal. Lalu bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat.

“Saya rasa kita tidak perlu ribut apalagi saling menyalahkan. Karena, semua diantara kita adalah pekerja yang menginginkan hal yang terbaik. Mari kita duduk bersama, berdiskusi untuk menyelesaikan persoalan ini,” ajak Bupati saat itu. (dr/*0)

 

 

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku