Hari ini, DPRD dan Pemkab Inhil Akan dititipi 5 Tuntutan

Tembilahan (www.detikriau.org) – Hari ini, Selasa (20/11), Federasi Serikat Pekerja Tranportasi Indonesia (FSPTI) – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Indragiri Hilir berdampingan dengan Mahasiswa agendakan aksi damai.

Aksi damai yang dilakukan serikat buruh dan mahasiswa ini mengajukan 5 tuntutan yakni, meminta penghapusan tenaga outsourching, menolak upah rendah bagi buruh/pekerja, meminta agar segera tentukan upah layak bagi buruh/pekerja, menuntut pemerintah untuk memberikan perhatian jaminan kesehatan bagi buruh/pekerja serta menuntut pemerintah untuk menetapkan standar harga kelapa rakyat, kopra dan sawit.

Berdasarkan informasi dari sumber detikriau.org yang sangat dipercaya, aksi damai ini akan dilakukan di Gedung DPRD dan Kantor Bupati Inhil dimulai pada pukul 08.00 Wib. (dro/*0)




Rabu Mendatang, Tim Sembilan Dipastikan Bertolak Ke Jakarta

Tembilahan (www.detikriau.org) – Empat orang perwakilan petani kelapa Hibrida yang tergabung dalam Tim Sembilan didampingi Pemkab Inhil beserta Komisi II DPRD Inhil dipastikan akan segera bertolak ke Jakarta. Keberangkatan untuk menemui Dirjen Pertanian Republik Indonesia ini diagendakan akan dilaksanakan pada hari Rabu, 21 November mendatang.

“Insyaalah hari rabu mendatang kita sudah bertolak ke Jakarta. Kita tentunya berharap banyak agar semua usaha dan jerih payah ini akan memberikan hasil sesuai yang diharapkan. Kita mohon do’a, terutama dari seluruh petani kelapa di Inhil,” Ungkap Ketua Tim Sembilan, Mahyudin kepada detikriau.org di Tembilahan, senin (19/11)

Dalam agenda pertemuan nantinya, walau tetap persoalan harga kelapa yang menjadi titik perhatian utama namun Tim Sembilan juga akan menyempatkan mempertanyakan beberapa persoalan lainnya seperti persoalan kredit petani Pir Trans, kanalisasi, termasuk pertanggungjawaban asuransi atas musibah kebakaran kebun.

Dijelaskan Mahyudin yang saat itu didampingi oleh beberapa orang anggota Tim Sembilan lainnya, mereka memiliki keyakinan, perjuangan yang mereka lakukan saat ini nantinya bukan hanya semata berdampak kepada petani kelapa hibrida tetapi akan memberikan manfaat bagi petani kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir secara keseluruhan.”Selama ini Pemkab Inhil selalu membangakan nama besar sebagai pemilik perkebunan kelapa terluas, namun sayangnya proteksi terhadap petani kelapa sendiri khususnya jaminan kepastian harga belum nampak mendapatkan perlindungan secara nyata. Oleh karenanya kami berharap perjuangkan kami saat ini mendapatkan dukungan penuh dari petani kelapa secara keseluruhan.” Harap Mahyudin.

Diakhir pembicaran, Mahyudin juga menyatakan bahwa perjuangan yang mereka lakukan selama ini termasuk rencana keberangkatan ke Jakarta rabu mendatang juga telah mereka komunikasikan dengan Asian and Pacific Coconut Community (APCC) yang berkantor di kawasan Kuningan Jakarta.  Organisasi Negara-negara penghasil kelapa kawasan Asia Pasifik ini menurut Mahyudin juga menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan. (dro/*0)




BPBD Inhil Peroleh 1 Unit Mobil Damkar Handal

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil memperoleh satu unit mobil pemadam Kebakaran (Damkar) baru. Diharapkan dengan adanya armada baru ini BPBD dapat lebih mampu menangani musibah Kebakaran yang cukup sering terjadi.

Armada damkar ini memiliki kelebihan dari mobil damkar lainya yang telah dimiliki oleh BPBD Kabupaten Inhil. mobil rekanan new Sentosa ini memiliki pamen roll dan elektrik monitor yang membuat mobil tersebut dapat beroperasi dengan kemudi otomatis. bahkan dengan memiliki selang dengan panjang total 80 meter dan tembakan air sejauh 60 meter dinilai efektif untuk menjangkau pelosok lokasi kebakaran padat penduduk.

“Kita berharap dengan adanya armada baru ini kita dapat lebih efektif dalam menangani bencana yang terjadi di daerah kita ini,” jelas Kepala BPBD Kabupaten Inhil, Anwar Nawang yang diwawancarai saat menyaksikan demo mobil damkar tersebut Senin, (19/11).

Pihak rekanan dari New Sentosa, Dedi menjelaskan, mobil tersebut hanya membutuhkan waktu dua menit untuk menyedot 4000 liter air. Hal ini tentunya dinilai dapat menghemat waktu dalam penanganan bencana yang terjadi khususnya kebakaran.

Anuar Nawang juga mengatakan, selama ini BPBD memang banyak mendapat keluhan dari masyarakat terkait penanganan bencana yang terjadi, namun hal ini dinilai wajar karena BPBD juga tidak memiliki sarana dan prasarana yang jumlah dan kemampuanya yang memadai. Namun pihaknya berharap dengan adanya tambahan armada baru ini  dapat lebih membantu jalannya penanganan bencana menjadi lebih baik.

Kedepan, Anwar juga berencana akan melakukan penambahan armada lagi untuk melengkapi kekurangan fasilitas yang dimiliki BPBD saat ini.

“jika memang bisa kita akan ajukan penambahan tahun depan, minimal untuk rekondisi lah agar fasilitas kita dapat mengcover bencana dengan lebih baik. Karena dalam penanganan bencana tentunya tidak hanya petugas nya saja tetapi fasilitas seperti armada damkar ini juga sangat penting, jika fasilitasnya apa adanya ya penanganan bencana nya juga akan kurang optimal,” pungkasnya.(dro/*0)




Ubah Citra Sebagai Centeng, POL PP Inhil Taja Diklat

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Senin, 19 November 2012 Bupati Inhil yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, H. Eddiwan Shasby membuka secara resmi acara Diklat Banpol PP Desa / Kelurahan Angkatan IV Se – kabupaten Inhil yang berlangsung di Aula Hotel Telaga Puri Tembilahan.

Bupati Inhil dalam sambutannya yang dibacakan Eddiwan Shasby menyampaikan bahwa keberadaan Satuan Polisi Pamong Praja nyaris dilupakan. POL PP baru diingat saat Pemerintah akan melakukan penertiban terhadap berbagai pelanggaran Perda dan kebijakan Kepala Daerah.

Pasalnya sosok Aparat Polisi Pamong Praja hanya dinilai dari apa yang tampak dalam kehidupan sehari-hari bukan pada fungsi atau tugas pokoknya. Bahkan ditambahkan Bupati dalam Rilis pidatonya, Tidak jarang masyarakat melihat dengan sinis akan tugas yang diemban Polisi Pamong Praja serta menganggapnya sebagai Centeng. kehadiran Polisi Pamong Praja tidak lebih dari sebuah Kelembagaan Sipil yang telah kehilangan kewibawaannya ditengah-tengah kwalitas penegakan ketertiban dan keamanan yang digalakkan oleh Pemerintah.

Begitu kurang bersahabatnya pandangan orang terhadap sosok Aparat Polisi Pamong Praja sehingga apapun keberhasilan yang telah dicapai sering kali tidak memperoleh respon masyarakat yang proporsional. Oleh karenanya, Polisi Pamong Praja semakin ditantang untuk lebih meningkatkan kemampuannya dalam mengatasi berbagai masalah sosial yang kian komplek khususnya terhadap fungsi dan tugas pokok Polisi Pamong Praja.

Dalam kontek perubahan kedepan menjadi sangat penting untuk melibatkan kalangan masyarakat  luas, dalam penegakkan Peraturan
Daerah dan kebijakan Kepala Daerah dengan berusaha menjadi sosok Polisi Pamong Praja yang kreatif yang lebih mengedepankan komunikasi persuasif dan humanis dalam menjalankan tugasnya mengayomi masyarakat, serta  menjadikan masyarakat sebagai mitra kerja.

Bupati juga menyampaikan harapan dengan diadakannya Diklat Banpol PP ini dapat memberikan tambahan bekal pengetahuan, keterampilan dan keahlian sehingga dapat menjadi Aparatur yang tangguh, handal dan berwibawa guna mamantapkan sikap, semangat dan pengabdian maksimal untuk kepentingan masyarakat.

Kepada tenaga instruktur Bupati mengharapkan agar dapat memberikan materi terbaik kepada peserta untuk dijadikan dasar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang tinggi, sehingga bermanfaat bagi diri sendiri dan bermanfaat pula bagi unit kerja.

Diakhir kata Bupati berpesan agar peserta dapat lebih memahami dan hayatilah tugas pokok dan fungsi  sebagai Anggota Satpol-PP. kemudian mampu mencipatakan hubungan kerjasama yang terpadu dan serasi dengan dinas terkait dan aparat penegak hukum lainnya. Mampu menghadapi tantangan yang timbul dengan bijaksana, tingkatkan introspeksi diri dan selalu berlapang dada serta diharapkan mampu menjadi tauladan bagi sesama rekan kerja dan juga dalam kehidupan sehari hari.

Diklat ini berlangsung mulai tanggal 19 hingga 26 November 2012 yang diikuti sebanyak 60 orang dari utusan kecamatan se Kab.Inhil. (dro/*0)




Kondisi Jembatan Penghubung Desa Sungai Dusun Rusak Parah

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kondisi jembatan Desa Sungai Dusun tepatnya yang menuju perkampungan yang ada di tepi sungai Batang Tuaka saat ini rusak parah. Apalagi disaat pasang naik, dimana papan jembatan terbawa arus air hingga tidak bisa dilewati oleh warga yang ada disana.

Seperti yang terjadi akhir pekan kemaren, dimana pasang tinggi dan intensitas curah hujan yang cukup tinggi dimana seluruh badan jembatan digenangi oleh air. Bahkan hampir seluruh papan yang ada diatas badan jembatan hanyut dibawa oleh arus air,

Akibatnya, warga disana yang kebetulan ingin bepergian terpaksa harus menunggu air surut ataupun meminta bantuan warga lainnya untuk mengangkat kenderaan roda dua mereka kalau ingin melewati jembatan tersebut. “Beginilah kalau kondisi air sedang pasang, kita tidak bisa melintas,” ujar Ulai salah seorang warga Sungai Dusun kepada detikriau.org akhir pekan kemaren.

Ia menambahkan, kerusakan jembatan tersebut sudah berlangsung sekitar 6 bulan belakangan ini. Warga sudah berusaha untuk memperbaikinya, tapi karena matrial yang digunakan terbuat dari kayu dan dibuat seadanya, saat pasang tinggi kembali kerusakan terjadi.

Untuk itu menurutnya warga sangat mengharapkan dilakukan perbaikan oleh pihak terkait, demi kemudahan dan kelancaran arus orang dan barang. Sebab jembatan tersebut adalah akses satu-satunya yang bisa ditempuh lewat jalur darat.(dro/*3)




DKP INHIL SERAHKAN BANTUAN POMPONG

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Indragiri Hilir menyerahkan satu unit pompong (kendaraan air bermesin diesel. red) bantuan dari Pemkab Inhil bagi Kelompok Bunga Tanjung Desa Tanjung lajau Kecamatan Kuindra. Bantuan ini diterima secara langsung oleh ketua kelompok, Sahroni di Tembilahan, Senin (19/11).

 

Kepala DKP Inhil, Saripek melalui Penjabat Pemeriksa Barang, Bu Emi berpesan agar bantuan ini dirawat dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya.” Yang paling penting kita berpesan agar bantuan ini tidak dipindahtangankan apalagi dijual. Dengan diberikannya bantuan ini, penerima tentunya diharapkan juga dapat mempergunakan sebagaimana seharusnya.” Pesan Bu Emi yang saat itu didampingi oleh beberapa Staf DKP Inhil dan Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Inhil, Herwanissitas.

 

Ketua FPKB DPRD Inhil, Herwanissitas menyatakan bahwa pompong bantuan ini merupakan salah satu aspirasi masyarakat yang berhasil diperjuangkan FPKB. Apa yang diberikan kepada masyarakat ini adalah sesuatu yang memang sangat dibutuhkan terutama dalam memperoleh penghasilan.”Bantuan pompong ini hanya bersifat lanjutan karena sebenarnya satu paket dengan bantuan alat tangkap yang berhasil kita perjuangkan dan sudah kita salurkan bagi 310 orang nelayan Desa Sungai Bela dan Desa Sungai Dusun belumlama ini. Kita tentunya berharap, agar apa yang telah kita perjuangkan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat penerima sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Kita juga berpesan agar masyarakat dapat mensyukuri apa yang sudah mereka dapatkan agar juga mendapatkan barokah dari Allah swt,” Pesan Herwanissitas

 

Dalam Kesempatan yang sama, Ketua Kelompok Bunga Tanjung Desa Tanjung lajau Kecamatan Kuindra, Syahroni mengucapkan rasa syukur atas terkabulnya permohonan yang sangat mereka harapkan. Menurut syahroni, dengan pompon bantuan ini tentunya akan dapat lebih memperluas peluang bagi mereka untuk memperoleh pemasukan bagi kelompok terutama keluarga masing-masing anggota.” Tak ada kata lain, Alhamdulillah. Bantuan pompong ini tentunya akan menjadi sumber utama penghasilan kami. Sebagai masyarakat kecil, mendapatkan bantuan seperti ini jelas sebuah berkah yang jelas harus kami syukuri,” Ungkap Syahroni.

 

Ditambahkan Syahroni, dengan kerusakan tanggul yang dikelola PT STI di Desa Tanjung lajau yang kondisinya sudah semakin parah menyebabkan kebun kelapa yang mereka miliki terkena imbas intrusi air laut. Akibatnya, sumber utama penghasilan mereka dari perkebunan kini sudah tidak bisa menjadi harapan lagi. Dengan adanya bantuan pompon ini menurutnya akan menjadi andalan mereka untuk memperoleh penghasilan bagi keluarga. (dro/*0)