DEWAN DESAK PEMKAB UNTUK TEGAS, Pasar Guntung Harus Segera dioperasionalkan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Proyek Pasar Sungai Guntung Kecamatan Kateman yang dibiayai melalui anggaran tahun jamak APBD Inhil 2006 s/d 2009 senilai 13 Milyar lebih sampai hari ini belum juga difungsikan. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kab. Inhil, Rudiansyah menyatakan belum juga dipergunakannya bangunan ini dikarenakan belum dilakukan serahterima dari kontraktor pelaksana kepada Pemkab Inhil.

“Kita akui seharusnya tahun 2010 yang lalu bangunan pasar ini sudah diseraterimakan, tapi memang sampai hari ini belum juga direalisasikan. Informasinya, kontraktor pelaksana belum melakukan serahterima dikarenakan masih berharap mendapatkan eskalasi,” Ujar Kadiseperindag baru-baru ini ketika sempat bertemu di kantor Bupati Inhil di Tembilahan

Ditambahkan Rudiansyah, terkait persoalan ini, Dinas Perindag juga sudah melakukan koordinasi dengan Sekda Inhil. Disperindag dimintakan sekda untuk melakukan koordinasi dengan bagian hukum setdakab Inhil untuk mengambil langkah terbaik.” Sesuai arahan, kita sudah sarankan kepada pihak kontraktor pelaksana untuk membawa persoalan ini ke jalur hukum tapi mereka tidak bersedia dan masih ngotot memintakan eskalasi. Kita memang sedang mengupayakan untuk segera menyelesaikan persoalan ini agar asset ini dapat segera bisa dimanfaatkan masyarakat sebagaimana seharusnya,” kata Rudiansyah.

Ditempat terpisah, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Inhil, Herwanissitas meminta dengan cara apapun Pemkab harus segera mencarikan penyelesaian persoalan ini.

Menurut Herwanissitas, Dalam pembahasan KUA-PPAS APBD 2013 bersama Disperindag pihaknya sudah tegas menekankan agar penmanfaatan fasilitas umum seperti pasar Guntung, yang saat ini belum berfungsi untuk  segera di fungsikan

“Kan sudah banyak anggaran yang di keluarkan untuk itu. Artinya pasar-pasar yang belum berfungsi harus di fungsikan se segera mungkin.,” ungkapnya

Tidak ada alasan, kalau pihak kontraktor masih meminta PHO dan FHO. Semua itu, menurut Sitas bisa di berikan apabila massa kerjanya telah habis dan massa pemeliharaan juga telah habis dalam jangka waktu enam bulan. Sedangkan untuk pasar Guntung waktunya sudah lewat.

Di katakanya perkara pihak kontraktor menginginkan ekskalasi, cukup beda dengan urusan yang ada saat ini. Sebab hari ini dia menilai banguinan pasar Guntung sudah bisa di PHO dan bisa di manfaatkan, kenapa tidak di lakukan. Padahal harapan masyarakat pasar ini dapat segera di oprasikan.

“Tidak ada alasan untuk tidak mengoprasikanya. Apalagi sudah miliaran rupiah dana yang di gelointorkan untuk pasar itu,”katanya

Jika tidak segera di fungsikan sebagai mana harapan masyarakat, maka tanggapanya akan menjadi jelek. Bahkan dia pernah menyatakan, kalau memang diperlukan hal-hal yang sangat di butuhkan untuk pemungsian pasar Guntung, Dewan siap mengaggarkan kembali.

“Dari tugas dan fungsi Komisi II tentang ekonomi dan keungan kita berhak menyampaikan pernyataan. Sekali lagi dinas harus tegas agar pasar ini bisa di oprasikan secepatnya,”Tegas Sitas.(dro/*0)




Wartawan dan Polres Inhil Kembali Bentrok

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Kembali, institusi Polri dan wartawan liputan Indragiri Hilir (Inhil) terlibat bentrok. Namun bentrok kali ini akan terjadi di lapangan hijau dalam pertandingan sepak bola persahabatan dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi.

Sebelumnya, pada laga persahabatan futsal antara tim futsal, Polres Inhil mampu mengalahkan tim futsal wartawan Inhil. Tapi kali ini, kekalahan tersebut di yakini pihak jurnalis tidak akan terulang khususnya di lapangan hijau. Karena mereka tidak mau dipermalukan untuk ke dua kalinya.

Apapun judulnya, namun pertandingan kali ini dikatakan rekan-rekan wartwan dan pihak kepolisian adalah sebuah pertandingan dalam rangka menjalin hubungan baik. “Sebelumnya kami dan rekan-rekan dari kepolisian juga telah mengagendakan kegiatan ini. Apapun hasilnya nanti, bagi kita pertandingan besok adalah dalam rangka membangun komunikasi melalui olehraga,”ungkap kordinator tim wartawan Inhil, M.Zaini, Jumat (23/11).

Mungkin menurut Zaini, selama menjalankan tugas, ke dua lembaga ini di bebani dengan tanggung jawab yang besar dan disertai berbagai persoalan, sehingga dengan berolahraga bisa merepressing aktifitas yang telah di lalui. Lalu dengan harapan terjalin sebuah kerja sama yang baik pula.

“Kita berharap dapat melakukan komunikasi yang baik. Karena, pada dasarnya media dan pihak penegak hukum adalah mitra yang merupakan satu kesatuan yang saling membutuhkan,”kata Zaini sambil mengatakan pertandingan ini akan dilasanakan di Stadinon Beringin Tembilahan, Sabtu (24/11).

Semenarata itu Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, mengatakan laga persabatan antara pihaknya dengan awak media, selain untuk menjalin sebuah komunikasi juga menjaga kebugaran tubuh agar selalu sehat dan terus dapat menajalankan tugas.

“Tentunya dalam berolahraga kita dituntut untuk bisa mematuhi ketentuan yang ada. Kemudian melatih kerja sama tim. Namun yang terpenting kita bisa memberi satu sama lain khusnya dibidang olehraga,” katanya.

Kemudian lanjut Kapores, pekerjaan seorang wartawan baik itu media cetak dan media elektronik tidak serta pihak kepolisian terdapat persamaan, yakni tetap bekerja selama  24 jam. Karenanya, memerlukan ketahan fisik yang baik dan sehat, sehingga dapat mendukung segala aktifitas yang ada.

“Menang dan kalah dalam olahraga yang akan kita gelar besok, itu hal yang biasa, namun  yang terpenting adalah berolah raga mencari kesegaran dan kebugaran. Kemudian sebagai sarana menjalin hubungan baik antara media dan Polres Inhil,” pungkasnya.(dro/*1)




PENGUKUHAN DAN PELANTIKAN PENGURUS HIMPAUDI KAB INHIL PERIODE 2012 – 2016

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Ahad (23/11), bertempat di Aula Hotel Rahman Satu dilaksanakan acara pelantikan kepengurusan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Cabang Kabupaten Indragiri Hilir. H Ruslan diberikan kepercayaan untuk menakhodai HIMPAUDI periode 2012 – 2016.

Pantauan lapangan, Pelantikan kepengurusan sekaligus penandatanganan naskah pelantikan HIMPAUDI  Kab Inhil periode 2012 – 2016 ini dilakukan oleh Wakil Ketua HIMPAUDI Provinsi Riau, Bu Dinawati yang disaksikan secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab Inhil, H Fauzar, Ketua Panitia Pelaksana, H Azhari beserta seluruh tenaga pendidik dan kependidikan anak usia dini se kab inhil.

Dalam amarannya, Wakil ketua HIMPAUDI Provinsi Riau beramanat agar pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan roda organisasi dengan baik. Sebagai sebuah organisasi yang membekali generasi penerus bangsa dalam usia dini, HIMPAUDI diharapkan dapat bekerja serius dan maksimal dalam memberikan pengabdian.

”Saya mengajak seluruh pihak agar lebih peduli terhadap masa depan anak, dengan bersama-sama mengembangkan fikiran, tenaga dan dayaguna demi membina generasi penerus bangsa ini,”terangnya.

Sekaligus dalam kesempatan ini, ia juga mengucapkan apresiasinya kepada pengurus terpilih serta mengajak pengurus baru terus meningkatkan kinerjannya guna memajukan PAUD di Indonesia khususnya Riau.

Usai pelantikan kepengurusan, acara yang diagendakan akan berlansung selama dua hari ini akan dilanjutkan dengan rapat pengurus guna merumuskan program kerja HIMPAUDI. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 90 orang peserta yang terdiri dari tenaga pendidikan dan kependidikan anak usia dini se kab inhil. (dro/*0)




Esok, Tim Sembilan Temui Dirjen Kementan RI di Jakarta

Pemkab Inhil diwakili Kadisbun. Komisi II DPRD Inhil, belum ada kejelasan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Esok, Kamis (22/11) sekira pukul 10.00b Wib, Perwakilan Petani Kelapa Hibrida Pola Pir Trans Kecamatan Kateman, Pulau Burung dan Teluk Belengkong ( yang tergabung dalam Tim Sembilan) diagendakan akan melakukan pertemuan dengan Dirjen Kementrian Pertanian RI di Jakarta.

Informasi ini disampaikan oleh Ketua Tim Sembilan, Mahyudin S.Pdi melalui sambungan telepon selular kepada detikriau.org, rabu (21/11). Dijelaskan Mahyudin, sesuai kesepakatan, disamping persoalan harga kelapa, Tim Sembilan juga mengagendakan untuk mempertanyakan beberapa persoalan lainnya.

“Alhamdulillah, kita sudah tiba di Jakarata. Terkait rencana pertemuan dengan Dirjen Kementan, kita sudah mendapatkan konfirmasi. Insyaalah besok sekira pukul 10.00 Wib,” Ujar Mahyudin.

Dijelaskan Mahyudin, dalam pertemuan nantinya, mereka akan mendesak agar Dirjen Kementan mencabut SK 628 tahun 1998. Karena SK ini dinilai sudah tidak relevan. SK 628 hanya memasukkan 3 produk turunan kelapa kedalam rumusan harga (dc, cno dan bungkil. Red) Sementara, 3 produk olahan lainnya (santan, arang tempurung dan air kelapa) tidak dimasukkan. Kita mendesak, jika ini tidak diakomodir dan Sambu Group masih enggan membeli kelapa dengan harga layak, kita meminta sambu sebaiknya hengkang.

Tim Sembilan juga menilai bahwa Proyek Perkebunan Kelapa Hibrida Pola Pir Trans di Inhil merupakan sebuah proyek gagal dan mulai ditinggalkan petani. Hal ini disebabkan, masih banyaknya kebun yang belum rampung, kebakaran lahan dan kini semakin diperparah dengan terus anjloknya harga jual kelapa petani. Disamping persoalan itu, kita juga akan menyampaikan tentang kerusakan kanalisasi, tanggul pengairan yang jebol dan beberapa persoalan lainnya.

“Gagalnya proyek Perkebunan Kelapa Hibrida Pola Pir Trans ini menyebabkan banyaknya kredit macet. Kita Nilai BNI Juga harus bertanggungjawab karena cukup banyak kebun yang belum layak dikonversi sudah dikonversi dan imbasnya, petani tidak mampu mebayar kredit,” Kata mahyudin lagi.

Tim Sembilan juga menuding Askrindo selaku pihak Asuransi pendamping tidak bertanggungjawab karena tidakjelasnya kalim asuransi atas terbakarnya kebun potani. Dengan semua alasan ini, Tim Sembilan meminta pemerintah pusat untuk melakukan Rescheduling dan kalau mungkin penghapusan kredit.

“Sebagai pendamping, kita juga sudah mendapatkan komfirmasi Kadisbun Inhil, Kuswari sudah bertolak ke Jakarta sekira pukul 17.00 Wib untuk hadir bersama-sama di Dirjen Kementan esok. Namun dari DPRD Inhil, hingga kini kita belum mendapatkan komfirmasi.” Pungkas Mahyudin.

Empat orang perwakilan petani yang menghandiri pertemuan dengan Dirjen Kementan esok yakni, Mahyudin (Ketua Tim Sembilan), Dani Triyono (Sekretaris Tim Sembilan), Dasiman ( Kades SP 1 RSTM) dan Susiswanto (Kades SP 5 GHS 2). (dro/*0)




Bupati lantik FKO Tingkat SLTA Se Kab Inhil dan Sosialisasikan Penggunaan Obat Filariasis

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Rabu (21/11) bertempat di Gedung Tasik Gemilang Tembilahan, Bupati Inhil, H Indra Muchkis Adnan melantik Forum Komunikasi Osis dan sekaligus pemberian obat Filariasis dikalangan pelajar setingkat SLTA se Kab Inhil. Acara ini turut dihadiri oleh unsur muspida dan pejabat dilingkungan Setdakab Inhil dan pelajar se Kab. Inhil.

Dalam kesempatan itu, Bupati dalam sambutannya menyatakan bahwa filariasis atau penyakit kaki gajah sudah mewabah di Kab Inhil. Oleh karenanya, untuk mengatasinya diperlukan perhatian yang lebih intens. “Saya berharap kepada seluruh peserta yang hadir saat ini khususnya FKO SLTA se Kab Inhil yang baru dilantik untuk bersedia menjadi agen-agen yang diharapkan dapat mensosialisasikan tentang pentingnya pencegahan penyakit ini.”Pinta Bupati.

Diakhir sambutannya Bupati juga secara langsung menyampaikan kalimat ajakan kepada seluruh peserta untuk secara bersama-sama meminum obat filariasis yang telah diberikan.(rls Pemkab Inhil)




KPPBC Tembilahan Gelar Soft Lounching Kantor Modern

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kantor Pelayanan Pajak Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe A3 Tembilahan, Rabu (21/11) menggelar Soft laounching Kantor Modern. Acara yang dilaksanakan di Aula Sri Gemilang ini dihadiri oleh Pejabat Kantor Pusat Dirjen Bea dan Cukai (DJBC), Kanwil DJBC Riau dan Sumbar yang diwakili Kabid Fasilitasi Kepabeanan dan Cukai Kanwil Riau dan Sumbar, R. Evy Suwartanyo, Unsur Muspida, Instansi Vertikal, Tokoh masyarakat, Pengguna jasa dilingkungan kerja KPPBC A3 Tembilahan dan seluruh pegawai KPPBC.

Dalam sambutannya, Kepala KPPBC Tipe A3 Tembilahan, Zaky Firmansyah menuturkan bahwa Soft Lounching ini sesungguhnya hanya satu dari beberapa rangkaian proses reformasi birokrasi di tubuh Kementrian Keuangan, khususnya DJBC. Proses ini juga dikatakan adalah sebuah starting point yakni dimulainya paradigma baru pada kantor pelayanan DJBC yang berada di Tembilahan.

‘Proses reformasi di tubuh Kementrian Keuangan khususnya DJBC telah berlangsung sejak tahun 2002 yang lalu dan terus berlanjut hingga saat ini. Reformasi birokrasi ini bertujuan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, peningkatan kinerja, pelayanan dan kepercayaan public. Sedangkan yang menjadi pilar landasan reformasi birokrasi ini yakni penataan organisasi, penyempurnaan proses bisnis, peningkatan disiplin dan manajemen SDM,”Parar Zaky Firmansyah.

Kantor Modern, ditambahkannya merupakan kantor pelayanan DJBC yang nantinya akan memberikan pelayanan prima dan pengawasan yang efektif kepada penggunaa jasa kepabeanan dan cukai dengan mengimplementasikan cara kerja yang cepat, efisien, tranparan serta responsive terhadap kebutuhan pengguna jasa yang tentunya dengan dukungan dari instansi terkait.

Dijelaskan Zaky Firmansyah lebih jauh, bertranformasinya KPPBC Tipe A3 Tembilahan menjadi kantor modern ditempuh melalui beberapa tahapan. Dimulai dari penyusunan strategi, pra implementasi, masa uji coba, tahapan implementasi serta tahapan pasca implementasi nantinya. Saat ini, KPPBC tipe A3 Tembilahan telah berada dalam tahapan implementasi yang ditandai dengan softlounching kali ini. “maka sejalan dengan terlaksananya acara ini, nomenklatur kantor yang semula bernama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Tembilahan menjadi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Tembilahan.” Tegas Zaky.

Diakhir kalimat, ia berharap kedepan KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan akan lebih mampu memberikan pengawasan dan pelayanan terbaik kepada industri, perdagangan dan masyarakat sehingga dapat mendukung peningkatan kinerja dan citra Dirjen Bea dan Cukai.

Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Inhil, Indra Muchlis Adnan yang dibacakan oleh Asisten satu Setdakab Inhil, Said Ismail, berharap dengan menjadi kantor modern, KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan dapat lebih mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa sehingga mampu mendukung terjadinya percepatan pertumbuhan ekonomi.”kita tentunya berharap, kesejahteraan masyarakat dapat terwujud dengan salah satu upayanya adalah jalinan kerjasama yang baik, terciptanya kondisi yang kondusif sehingga pelaksanaan pembangunan dapat terus berlanjut dalam suadana yang aman.” Ujar Bupati sambil mengucapkan selamat atas pelaksanaan softlounching yang dilaksanakan ini.(dro/*0)