Indonesia Berada di Peringkat Ke-100 bersama 11 Negara Terkorup di Dunia

--TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Transparency International mendapatkan hasil CPI Indonesia tahun 2011 berada pada angka 3,0 yang secara kuantitas naik 0,2 dibanding tahun 2010 yang berada pada 2,8,” kata Jaksa Agung RI, Basrief Arif dalam amanat tertulis yang dibacakan Kepala Kejaksaan Negeri Tembilahan, Ferziansyah Sesunan SH pada peringatan Hari Anti-Korupsi Internasional, Senin (10/12).

Menurut Kejagung dalam amanat tertulisnya pada peringatan Hari Anti Korupsi Internasional yang jatuh pada tanggal 9/12 kemaren, korupsi sudah dinilai sebagai musuh bersama masyarakat dunia, ‘The Common Enemy’ yang telah menjangkit hampir ke semua negara di dunia ini.

Kepala Kejaksaan Negeri Tembilahan, Ferziansyah Sesunan, SH menyematkan pin bertulisan Generasi Anti Korupsi kepada dua orang perwakilan mahasiswa UNISI.
Kepala Kejaksaan Negeri Tembilahan, Ferziansyah Sesunan, SH menyematkan pin bertulisan Generasi Anti Korupsi kepada dua orang perwakilan mahasiswa UNISI.

Bahkan tindakan korupsi tersebut, sudah berlangsung sejak zaman kekaisaran Romawi hingga di zaman adidaya seperti saat ini, dan termasuk juga telah merasuk ke wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan melihat praktik korupsi yang sudah begitu berkembang, sejalan dengan perkembangan teknologi dengan modus yang kian canggih dan kompleks hingga bersifat lintas negara, maka pemerintah Indonesia membuat sebuah rencana aksi sebagai sebuah strategi nasional untuk memberantas korupsi yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.

Strategi nasional pemberantasan korupsi 2010-2015 itu, memiliki visi atau tujuan untuk terbangunnya tata pemerintahan yang bebas dari praktik korupsi, dengan daya dukung kapasitas pencegahan dan penindakan serta sistem integritas yang terkonsolidasi secara nasional, melalui sejumlah langkah strategis.

Langkah strategis itu, kata Jaksa Agung, dilakukan melalui pencegahan, penegakan hukum, harmonisasi peraturan perundangan, kerja sama internasional dan penyelamatan aset hasil korupsi, pendidikan dan budaya anti korupsi serta mekanisme laporan.

Menurut Jaksa Agung, dalam beberapa tahun terakhir, penindakan terhadap kejahatan korupsi meningkat tajam. Ibaratnya tak ada koruptor yang bisa lepas dari jeratan hukum, meskipun demikian, masih ada juga yang bersembunyi, berkelit, buron.

Dia mengatakan, ada sejumlah permasalahan yang mempengaruhi pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia, yaitu, belum seimbangnya penegakan hukum dengan upaya pengembalian aset negara yang hilang.

Untuk penting adanya sinkronisasi antara upaya penegakan hukum dan pengembalian aset negara yang hilang.

Dia mengatakan, besarnya harapan masyarakat yang tidak diimbangi dengan optimalisasi kinerja aparat penegak hukum yang profesional, proporsional serta berhati nurani, telah berakibat terhadap menurunnya kepercayaan penegakan hukum itu sendiri.

Oleh karena itu, diperlukan upaya mengatasi berbagai permasalahan dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi, dengan perbaikan dan pembenahan institusional, koordinasi dan sinkronisasi antara institusi penegak hukum serta institusi terkait agar terus bersinergi dengan tetap mengedepankan harmonisasi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Peringatan hari anti korupsi internasional yang dilaksanakan di lapangan upacara jalan Gadjah Mada Tembilahan yang dilaksanakan oleh Universitas Islam Indragiri (UNISI) bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Tembilahan disamping dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tembilahan, Ferziansyah Sesunan, SH beserta segenap jajajaran juga tampak dihadiri oleh Kapolres Inhil yang diwakili Kabag ops, Kompol Sugeng harianto, SH, Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf SFP tarigan dan puluhan civitas akademisi Unisi Tembilahan.

Usai peringatan yang digelar dengan pelaksanaan upacara. Kegiatan dilanjutkan dengan menyebarkan stiker himbauan anti korupsi kepada masyarakat khusunya masyarakat kota Tembilahan.

Tujuan peluncuran CPI oleh TI setiap tahun adalah untuk selalu mengingatkan bahwa korupsi masih merupakan bahaya besar yang mengancam dunia. Tahun ini CPI mengukur tingkat korupsi dari 183 negara, dengan rentang indeks antara 0 sampai dengan 10, di mana 0 berarti negara tersebut dipersepsikan sangat korup, sementara 10 berarti negara yang bersangkutan dipersepsikan sangat bersih. Dua pertiga dari negara yang diukur memiliki skor di bawah lima, termasuk Indonesia.

CPI adalah sebuah indeks gabungan. Indeks ini dihasilkan dari penggabungan hasil 17 survei yang dilakukan lembaga-lembaga internasional yang terpercaya. CPI mengukur persepsi korupsi yang dilakukan politisi dan pejabat publik.

Dalam indeks tersebut Indonesia berada di peringkat ke-100 bersama 11 negara lainnya yakni Argentina, Benin, Burkina Faso, Djobouti, Gabon, Madagaskar, Malawi, Meksiko, Sao Tome & Principe, Suriname, dan Tanzania. Sementara untuk kawasan Asia Tenggara, skor Indonesia berada di bawah Singapura (9,2), Brunei (5,2), Malaysia (4,3), dan Thailand (3,4).

Dengan skor CPI Indonesia sebesar 3,0, naik sebanyak 0,2 dari tahun sebelumnya pada skor 2,8pesan yang bisa ditangkap dari hasil ini adalah tidak ada perubahan yang signifikan dalam hal upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.(dro/*0)




Dua Seniman Inhil Terima Anugerah Seni Prestasi

ilustrasi seniTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dua orang seniman asal Kabupaten Indragiri Hilir mampu meraih prestasi tinggi dalam ajang penilaian Anugrah Seni Prestasi tajaan Dinas pariwisata Provinsi Riau yakni pada bidang seni lukis dan teater.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kab. Inhil, H Mukhtar T melalui Kabid Budaya, Raja Indra Maulana kepada detikriau.org di Tembilahan, Ahad (9/12). Menurut Raja Indra Maulana, kedua orang seniman itu adalah, Subiyanto, dari Sanggar Lukis Pidada untuk seni lukis dan Raja Musa Hitam dari Sanggar Bunga Rampai dari Pulau Kijang untuk seni teater.

“Alhamdulillah, kedua seniman kita ini mampu meraih penilaian terbaik dan tentunya akan melambungkan nama Kabupaten Inhil dari sisi seni,” Jelas Kabid Budaya Disporabudpar Inhil, Raja Indra Maulana yang ianya dalam ajang penilaian beberapa tahun sebelumnya juga pernah meraih prestasi tertinggi dalam bidang seni tari melalui sanggar Citra Sebati.

Ditambahakan R Indra Maulana, penghargaan yang diberikan dalam ajang Anugrah Seni Prestasi tajaan Dinas pariwisata Provinsi Riau ini adalah sebuah penghargaan yang diberikan kepada seniman secara perorangan. Kegiatan ini pertama kali diadakan pada tahun 2005 yang lalu dan sejak itu setiap tahunnya dilakukan penilaian kepada pelaku seni yang mengabdikan diri pada seni Musik, Sastra, Lukis, Tari dan Theater.(dro/*0)




Fokus Ornop Agendakan Mubes Ke II

Rapat Panitia Pelaksana Mubes Ke II Fokus Ornop, Sabtu (8-12-2012)TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Diagendakan, sabtu (22/12) mendatang, Forum Komunikasi Organisasi Non Pemerintah (Fokus Ornop) Kabupaten Indragiri Hilir akan melaksanakan Rapat Bersama ke II dalam rangka pemilihan kepengurusan baru sekaligus penyampaian laporan Pertanggungjawaban, Sekjend Fokus Ornop dan Presidium periode sebelumnya.

Keputusan ini diambil setelah dilakukan musyarawah panitia pelaksana yang dilaksanakan di Tembilahan, sabtu (8/12). “Insyallah, kepastian waktu ini yang kita tetapkan secara bersama-sama dalam rapat kepanititan hari ini tidak akan mengalami perubahan lagi. Karena hal ini harus kita segerakan mengingat masa bhakti kepengurusan 2010 – 2012  sudah  hampir berakhir.” Ungkap Ketua Panitia Pelaksana Mubes II Fokus Ornop Kab Inhil, Indra Gunawan kepada detikriau.org di Tembilahan, sabtu (8/12).

Dijelaskan Indra, Mubes Ke II Fokus Ornop nantinya akan dilaksanakan di Aula Wisma Aulia, Tembilahan. Sampai hari ini panitia masih menggesa beberapa persiapan termasuk melakukan komunikasi dengan beberapa anggota.”Persiapan saya rasa tidak ada masalah lagi. Karena beberapa anggota berkedudukan di luar kota Tembilahan, ini sedang kita komunikasikan.” Imbuh Indra.

Fokus Ornop adalah sebuah organisasi yang didirikan untuk pertama kalinya pada awal 2010 yang lalu. Sampai saat ini, Fokus Ornop  telah beranggotakan sebanyak 33 Organisasi Kemasyarakatan dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang ada di kab Inhil.

Mubes II Fokus Ornop nantinya kembali akan dilakukan pemilihan kepengurusan untuk periode dua tahun mendatang. Tata tertib dan semua aturan pelaksanaannya tertera di dalam AD/ART Organisasi.”Semua anggota (LSM dan Ormas.red) memilki hak suara. Untuk LSM maupun Ormas yang baru terbentuk dan belum mendaftarkan diri sebagai anggota juga akan kita undang namun mereka hanya diundang untuk menghadiri tetapi belum memiliki hak suara.”Pungkas Indra Gunawan mengakhiri.(




Pacu Sampan Leper, Upaya Lestarikan Budaya Tempatan

--TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, H Indra Muchlis Adnan yang diwakili Asisten Dua Setdakab Inhil, H Syafrinal Hedy membuka secara resmi pelaksanaan Iven pacu sampan leper di Sungai Getek Desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka. Ahad (9/12)

Bupati dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II berharap kegiatan sampan leper ini disamping dapat mengangkat peluang dari sisi Wisata, juga diharapkan dapat mengenang dan sekaligus melestarikan budaya masyarakat tempatan.” Sampan leper adalah alat tranportasi masyarakat lokal yang dipergunakan secara turun temurun sejak dahulu. Alat tranportasi yang didesign familiar dengan kondisi alam dan geografis alam Inhil khususnya warga sungai getek tentunya menjadi suatu asset Budaya yang patut kita banggakan dan harus kita jaga kelestariannya. Kegiatan yang kita lakukan setiap tahunnya ini adalah dalam rangka mencapai maksud itu.” Ujar Bupati

Asisten II bersama beberapa orang unsur Muspida dan Pejabat saat mengikuti kegiatan sampan leper.Ditambahkan Bupati, Iven Pacu Sampan leper merupakan salah satu iven yang masuk dalam agenda wisata Provinsi dan saat ini dinilai cukup banyak mendapatkan perhatian dan diminati oleh masyarakat sehingga diperlukan penanganan secara lebih serius agar keinginan masyarakat untuk membudayakan kegiatan ini dapat terus berlanjut.”Kita juga tentunya berharap dengan kegiatan ini dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Riau khususnya ke Kabupaten Indragiri Hilir serta pada akhirnya akan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat tempatan,”Imbuh Bupati.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kab. Inhil, H Mukhtar T ketika dikomfirmasi disela kegiatan mengungkapkan bahwa semangat dan pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat dalam kegiatan ini adalah dengan kondisi alam kab inhil yang terbilang begitu berat, orang tua kita dulu mampu berinofasi dan bekerja keras dengan menciptakan sebuah alat tranfortasi yang mampu menyesuaikan dengan kondisi alam. Alat tranportasi air kayuh dengan bagian bawah datar ini, mampu melaju dengan baik di atas air dan diatas lumpur. “Buah karya leluhur kita yang menjadi tradisi secara turun temurun ini tentunya perlu kita jaga kelestariannya. Jangan sampai ia punah dan terlupakan,” Ujar Mukhtar T.

Iven yang bertemakan “Dengan kegiatan sampan leper, kita tingkatkan perekonomian lokal menuju inhil Berjaya dan gemilang 2025” ini selain dihadiri oleh Bupati yang diwakili Asisten II Setdakab Inhil, H. Syafrinal Hedy, Kadisporabudpar, H Mukhtar T, juga tampak dihadiri oleh Unsur Muspida dan beberapa pejabat dilingkungan Setdakab Inhil.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari utusan organisasi kemasyarakatan, organisasi pemuda, Mahasiswa dan Umum dengan mempertandingkan nomor perorangan dan beregu.(dro/*0)




KADISPORABUDPAR INHIL BUKA KEGIATAN PELATIHAN KEPEMIMPINAN PEMUDA DPK KNPI.

DPK KNPI INHIL (1)TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Indragiri Hilir, Mukhtar T membuka secara resmi kegiatan pelatihan kepemimpinan yang dilaksanakan oleh DPK KNPI Inhil.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Wisma Kemuning Muda, Tembilahan, sabtu (8/12), selain menghadirkan Kadisporabudpar Inhil selaku nasrasumber juga diisi oleh Anggota DPRD Inhil dari PPP, Ir Syahruddin yang sekaligus mantan Ketua DPK KNPI Inhil, Tokoh pemuda Drs M Juhri Jusuf serta Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPK Inhil, Mulian Gazali.

Kadisporabudpar Inhil, Mukhtar TKetua panpel, Hidayat hamidDPK KNPI INHILDalam penyampaian kata sambutannya, Kadisporabudpar,  Mukhtar T menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah kegiatan yang sangat bermanfaat khususnya bagi kalangan pemuda sebagai cikal bakal pemimpin dimasa yang akan datang.

”Semoga kegiatan seperti ini dapat berlanjut secara kontinue, Pemkab tentunya akan sangat mengapresiasi karena KNPI selama ini mampu menunjukkan perannya sebagai salah satu wadah penempa diri kaum muda ,”Ujar Mukhtar T

Ketua KNPI Inhil, Hj Sultastri yang diwakili oleh Wakil Ketua I DPK KNPI Inhil, Malian Gazali mengungkapkan bahwa kegiatan pelatihan kepemimpinan ini merupakan kegiatan kali kedua yang pernah dilaksanakan oleh kepengurusan DPK KNPI Inhil yang akan berakhir pada Oktober 2013 mendatang ini. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya penyegaran pemikiran khususnya dalam bingkai ke KNPI-an.

“Kegiatan ini merupakan upaya DPK KNPI Inhil peningkatan potensi dan kemampuan para pemuda serta bagian menumbuh kembangkan karakter, memperkokoh jati diri pemuda sebagai calon pemimpin dan mendorong pemuda sebagai pelopor semangat kebangsaan,” Ujar Malian Gazali.

Ketua Panpel,Hidayat Hamid dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan kepemimpinan yang bertemakan ‘Metamorfosa kader muda, menuju masa depan kepemimpinan bangsa’ yang diikuti sebanyak 40 orang peserta ini merupakan program KNPI Inhil bekerjasama dengan Disporabudpar.

Dengan pelatihan ini diharapkan dapat menjadi modal dasar tentang kepemimpinan, meningkatkan karakter serta mendorong semangat kepemudaan dalam kebhinekaan.(dro/*0)




Camat Se- Inhil Teken Fakta Integritas Anti Korupsi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)– Dalam mengupayakan pencegahaan tindak pidana korupsi, Bupati Inhil H. Indra Muchlis Adnan, didampingi Sekda Kab. Inhil, H. Alimuddin, melakukan pertemuan dengan Camat se-Kabupaten Indragiri Hilir, Rabu malam 5 Desember 2012, di Aula Bappeda Kab. Inhil.

Agenda pertemuan ini adalah untuk menyepakati komitmen bersama yaitu anti terhadap tindak pidana korupsi antara Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Kecamatan se-Kabupaten Indragiri Hilir, lewat penandatangan fakta integritas yang dilakukan seluruh Camat se-Kab Inhil, minus Camat Tembilahan Kota dan Camat Kempas yang berhalangan hadir.

Pertemuan Bupati dengan camat se Inhil di Aula Kantor BappedaDalam kesempatan ini, Bupati memberikan kesempatan kepada Pers yang hadir untuk mendengarkan isi dari fakta integritas tersebut yang dibacakan langsung oleh perwakilan Camat  yaitu Camat Reteh, Kamren, S.Sos.

Sementara itu, dalam sambutannya Bupati meminta komitmen yang disepakati lewat penandatangan fakta integritas ini benar-benar dapat dijaga dan dipertanggungjawabkan. “Ini merupakan komitmen kita bersama, ini juga merupakan wujud dari keseriusan Pemkab Inhil untuk mencegah dan memberantas tindak pidana korupsi. Hendaknya kita dapat sama-sama menjaga dan saling kontrol”, pesan Bupati.(dro/rls)