Penderita DBD Menurunan dibandingkan Tahun 2011

DBDTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Penderita penyakit DBD tahun 2012 hampir bisa dipastikan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pernyataan disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, Rasul Alim kepada detikriau.org, jum’at (14/12). Menurutnya, penurunan ini tidak terlepas dari semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya arti menjaga kebersihan lingkungan dan berperilaku hidup bersih dan sehat.

Tahun 2011 silam, jumlah suspect DBD tercatat sebanyak 150 pasien dan 82 diantaranya dinyatakan positif. Menjelang berakhirnya tahun 2012, memasuki akhir minggu kedua dibulan Desember, suspect DBD yang tercatat hanya sebanyak 90 kasus dan 42 pasien dinyatakan positif. “berakhirnya tahun 2012 hanya tinggal hitungan minggu. Dengan semua data tercatat, kita berkesimpulan penderita DBD tahun ini hampir bisa dipastikan mengalami penurunan. Alhamdulillah,” Ujar Rasul Alim.

Rasul berpendapat, dengan semakin berkurangnya jumlah penderita DBD tahun ini bisa diartikan bahwa masyarakat sudah semakin mengerti akan pentingnya arti menjaga kebersihan lingkungan dan berperilaku hidup bersih dan sehat. Hal ini ucap Rasul tentunya tidak terlepas dari gencarnya sosialisasi yang dilakukan jajaran dibawah pimpinannya.

Meski Inhil terdata sebagai salah satu daerah endemis nyamuk aedes aegypti jika adanya kepedulian dan kerjasama baik dari seluruh masyrakat selalu menjaga kebersihan lingkungan ia berkeyakinan tahun mendatang pasien penderita DBD akan terus berkurang.”mudah-mudahan suatu saat Inhil bisa dinyatakan bebas DBD. Saat ini kita hanya berupaya untuk bekerja secara maksimal untuk terus mensosialisasikan akan pentingnya kebersihan dan melakukan berbagai upaya pencegahan.”Imbuh Rasul

Diakhir pembicaraan, mantan direktur RSUD Puri Husada Tembilahan ini juga berpesan kepada seluruh masyarakat untuk lebih menggiatkan kegiatan kebersihan seperti pelaksanaan bhakti sosial dan menjaga terus menerus kebersihan lingkungan termasuk menggiatkan 3 M, menguras, menutup dan menimbun. (dro/*)




Bupati Inhil Haramkan Segala Bentuk Pungutan Liar

Inspektorat Harus Tingkatkan Pengawasan,

Bupati Inhil Indra Muchlis Adnan menegaskan larangan pungutan liar dalam bentuk apapun di seluruh jajarannya. Inspektorat pun diminta meningkatkan pengawasan.

ilustrasiTEMBILAHAN-Seluruh instansi pemerintah di Inhil diperingatkan untuk tidak melakukan lagi pungutan ‘sukarela’, khususnya di lembaga yang langsung berhubungan dengan pelayanan publik.

Peringatan ini disampaikan Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan, menurutnya tidak ingin lagi mendengar atau mendapati adanya pungutan ‘tak jelas’ alias ‘terserah’ di institusi melayani kepentingan publik, karena ini bagian praktek korupsi.

“Mulai saat ini tidak (sejak dicanangkan Zona Anti Korupsi di Inhil) tidak ada lagi pungutan yang tidak jelas, semua pungutan yang dilakukan harus transparan dan jelas mengacu kepada ketentuan yang berlaku,” ungkap Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan baru-baru ini.

Terangnya, bagi mengawasi terhadap kemungkinan terjadinya penyimpangan dan pungutan tak jelas di lembaga pelayanan publik, maka ia meminta Badan Inspektorat Inhil melakukan pengawasan ketat, sehingga memperkecil dan menekan potensi terjadinya penyimpangan di lapangan.

“Saya minta Inspektorat melakukan pengawasan, kalau perlu turunkan tim ke lembaga pelayanan publik untuk memantau sejauhmana pelayanan publik berjalan sesuai ketentuan berlaku,” tegasnya.

Beliau berpesan, kepada siapa saja yang melihat praktek menyimpang dan pungutan tak jelas dalam pelayanan publik, maka segera laporkan kepadanya. Ia berjanji akan memberikan sanksi kepada oknum yang melakukannya.

Pengamatan di beberapa kantor/ instansi Pemkab Inhil terpasang baleho bertuliskan Zona Anti Korupsi dan Anda memasuki Zona Anti Korupsi.(mar/rtc)




Banjir Pasang semakin Tinggi, Kota Tembilahan Terancam Tenggelam

kawasan jalan provinsi parit VI Kecamatan Tembilahan hulu sudah mulai terlihat terendam banjir tahunan. disaaat kondisi pasang puncak, ketinggian banjir pasang dikawasan ini bisa mencapai diatas 50 cm.
kawasan jalan provinsi parit VI Kecamatan Tembilahan hulu sudah mulai terlihat terendam banjir tahunan. disaaat kondisi pasang puncak, ketinggian banjir pasang dikawasan ini bisa mencapai diatas 50 cm.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sudah bisa dipastikan, disetiap penghujung tahun hampir seluruh bagian kota Tembilahan akan tergenang oleh banjir pasang. Bahkan beberapa tahun belakangan, Kondisi banjir yang lajim disebut banjir rob ini ketinggiannya semakin meningkat. Semua ini diduga akibat semakin gundulnya kawasan hutan.

“Banjir rob seperti ini memang sudah lajim terjadi. apalagi dipenghujung tahun seperti ini dengan curah hujan tinggi. Yang menjadi kekhawatiran kita, ketinggian pasang setiap tahunnya semakin meningkat. Kita menduga kondisi seperti ini disebabkan semakin gundulnya kawasan hutan,” Ungkap Mul (40) warga jalan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan kepada detikriau.org di Tembilahan, Kamis (13/12).

Menurut Mul, hilangnya secara drastis jumlah kawasan hutan di Kabupaten Inhil tidak bisa terlepas akibat pembalakan liar yang cukup marak terjadi dalam beberapa tahun yang lalu. Disamping itu, pembukaan kawasan pemukiman baru dan areal perkebunan juga memegang peranan yang cukup siginifikan. “Tanpa adanya upaya perbaikan dan pengawasan ketat, dikhawatirkan dalam beberapa tahun mendatang bisa saja terjadi seluruh kawasan kota Tembilahan akan terendam oleh banjir pasang yang semakin meninggi.” Ujar Mul berpendapat.

Indra, warga parit 15 Kecamatan Tembilahan lainnya berpendapat disamping kerusakan kawasan hutan juga disebabkan tidak lancarnya drainase khususnya yang berada di dalam kawasan perkotaan akibat tumpukan sampah rumah tangga dan aktifitas warga lainnya.

Menurut Indra, kerja keras dan tanpa kenal waktu yang dijalankan petugas kebersihan tidaklah akan memberikan dampak perubahan yang berarti tanpa diiringi dengan kesadaran masyarakat terutama dalam menjaga kawasan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarang tempat terutama didalam aliran drainase.

“Disamping peran yang ditunjukkan petugas kebersihan kota yang kita nilai sudah cukup baik, agar lebih maksimal tentunya perlu kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah disembarang tempat. Kalau mau kota kita baik dan terhindar dari banjir, haruslah masyarakat sendiri yang memiliki kemauan dan kesadaran untuk melakukan berbagai antisipasi,” Saran Indra.

Dari pantauan, kondisi banjir pasang atau juga sering disebut pasang keling ini memang semakin tahun terlihat ketinggiannya semakin meningkat. Hampir seluruh kawasan kota Tembilahan akan tergenang air disaat pasang tinggi. Bahkan dibeberapa kawasan pemukiman penduduk disepanjang aliran sungai banjir pasang bahkan sampai menggenangi rumah penduduk.(dro/*0)




Harga Kopra Terus Anjlok, Petani Kelapa Kembali Menjerit

Primadona perkebunan kelapa masyarakat inhil ini semakin kehilangan daya tarik. kini ratusan ribu petani kelapa Inhil terancam hidup dalam kemiskinan.
Primadona perkebunan kelapa masyarakat inhil ini semakin kehilangan daya tarik sejak harga jual yang semakin anjlok. kini ratusan ribu petani kelapa terancam hidup dalam kemiskinan.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Berbagai upaya yang dilakukan petani kelapa Inhil untuk mengangkat harga jual hasil panen mereka belum mampu berbuah manis. Bahkan beberapa waktu belakangan ini harga kopra semakin mengalami kemerosotan. Harga yang sebelumnya mencapai 500 hingga 600 ribu perpikul (100kg. red) kini anjlok dibawah 200 ribu.

Hal ini disampikan oleh Ambok salah seorang petani kelapa di Kecamatan Enok melalui sambungan telepon selular kepada detikriau.org, Kamis (13/12). Menurut pengakuan Ambok, harga kopra ditingkat pengepul kini berada pada kisaran harga Rp. 120 hingga Rp. 170 ribu per pikul. Keterpurukan harga kopra yang semakin diperparah dengan semakin melonjaknya kebutuhan hidup dirasakan semakin membuat petani kelapa  terpuruk dalam kesusahan.

“Hampir semua petani kelapa saat ini semakin kehilangan gairah untuk mempertahankan sandaran hidup dari hasil perkebunan kelapa. Penghasilan dibandingkan biaya kebutuhan hidup semakin tidak seimbang. Kami tidak tau lagi apa yang harus kami berbuat walau hanya untuk sekedar bertahan hidup,” Ungkap Ambok.

Untuk memenuhi kebutuhan anak dan tiga orang putra-putinya, Ambok mengaku saat ini ia terpaksa harus bekerja apa saja. Dia hanya berharap agar persoalan ini dapat segera teratasi.”mudah-mudahan pemerintah aau siapa saja yang peduli dengan kesusahan petani kelapa dapat segera mencarikan jalan terbaik terutama tentunya mengupayakan harga kopra kembali ke harga semula setidaknya harga dapat sebanding dengan kebutuhan hidup,” Harap Ambok.

Lain Ambok lain pula dengan Ujang, buruh tani kelapa Kecamatan Batang tuaka ini mengaku sejak anjloknya harga kelapa, ia tidak lagi bisa bergantung hidup dari komodity unggulan masyarakat Inhil ini. Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, ia kini mengaku terpaksa turun melaut sebagai nelayan serabutan.”Apa ajalah bang. Petani yang memiliki lahan perkebunan kelapa sendiri saja kini semakin menjerit apalagi saya yang hanya sebatas buruh tani.”Tutur Ujang saat bertemu detikriau.org di pasar getek Desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka saat memasarkan hasil tangkapan ikannya baru-baru ini.

Peralatan tangkap ikan dan perahu kayuh yang dipergunakannya saat ini diakui Ujang juga milik tetangganya. Hasil yang diperoleh, sebahagian akan disetorkannya sebagai imbalan untuk peralatan yang dipergunakannya mengais rezky. “Kebetulan tetangga saya itu kini mendapat kelapangan dari usaha lainnya. Karena peralatan ini tidak terpakai, saya bisa pinjam dengan imbalan sebahagian hasil tangkapan ikan saya. Tapi kalau dapatnya hanya cukup untuk kebutuhan saya, ia tidak mau mengambil bagian. Alhamdulillah Tuhan masih memberikan saya jalan,” Puji syukur Ujang ditengah kesempitan hidup yang kini idalaminya.(dro/*0)




Perbaikan Kerusakan Dermaga parit 21 Sudah Mulai Dikerjakan

arsip 451TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kerusakan Dermaga Pelabuhan parit 21 akibat terserempet kapal pembawa material kini sudah mulai diperbaiki. Seluruh biaya perbaikan ditanggung oleh pihak pemilik kapal.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Indragiri Hilir, H Fahrolrozy kepada wartawan, rabu (12/12).

“Pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut telah berkomitmen untuk memperbaiki kerusakannya. Saat ini sudah mulai dikerjakan,” Jawab Fahrolrozy.

Dermaga parit 21 Tembilahan-Inhil-Riau
Dermaga parit 21 Tembilahan-Inhil-Riau

Kejadian yang mengakibatkan kerusakan Dermaga Pelabuhan Parit 21 Tembilahan terjadi pada Kamis (29/11) yang lalu. Dimana, saat itu dermaga terserempet oleh kapal dari Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri, yang membawa bahan material berupa pasir dan kerikil untuk pengerjaan perbaikan jalan dari Desa Sungai Luar menuju Sungai Piring, Kelurahan Batang Tuaka.

Sebelum kejadian, Kapal sedang berlabuh disekitar lokasi pelabuhan. Entah apa sebabnya, pancang yang dipergunakan sebagai tempat tambatan tali kapal tiba-tiba saja tumbang dan tali terlepas. Akibatnya, kapal hanyut terseret arus dan menyerempet dermaga.

Akibat kejadian itu, 1 tiang pancang di sebelah ujung kanan Dermaga patah serta bagian lantai mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 3 meter.(dro)




Rosman Malomo Hadiri Malam Pisah Sambut Kajati Prov Riau

Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo (kiri) saat memberikan cinderamata dari Pemkab Inhil pada Malam Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau, H. BabulKhoir di Pekanbaru
Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo (kiri) saat memberikan cinderamata dari Pemkab Inhil pada Malam Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau, H. Babul
Khoir di Pekanbaru

Tembilahan (www.detikriau.org ) –Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, H. Rosman Malomo saat menghadiri acara Malam Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau, H. Babul Khoir, dengan Pemerintah Provinsi Riau, Selasa 11 Desember 2012, di Balai Serindit, Kediaman Gubernur Riau, Pekanbaru.

Terlihat pada foto, Wabup Inhil memberikan cinderamata kepada mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Riau yang kini bertugas di Kejaksaan Agung, H. Babul Khoir, sebagai kenang-kenangan dari Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir.(rls Humas Pemkab Inhil)