Perlu Regenerasi Kepemimpinan di Tubuh NU

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebagai salah satu organisasi besar yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir, PC Nahdatul Ulama (NU) perlu melakukan regenerasi kepemimpin. Sudah saat NU Inhil meski dipimpin oleh tokoh-tokoh muda yang memang kompeten dalam rangka menjawab tantangan yang dihadap umat Islam kedepan.

Sebagimana mana diketahui, akan dilaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) PC NU Kabupaten Indragiri Hilir yang rencananya akan dilaksanakan pada 12-13 Januari mendatang. Berkembang di tengah masyarakat Nahdiyin tuntutan perlunya regenerasi dalam tampuk pimpinan NU.

“Kita sangat berharap kedepan NU dipimpin oleh tokoh-tokoh muda yang memang berkompeten, terutama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi di tengah umat Islam saat ini,” ujar Firmansyah AMa, salah seorang tokoh muda Inhil, Senin, (7/1).

Ketika disinggung siapa tokoh muda yang dinilai pantas dalam memimpin NU, Firmansyah mengungkapkan, salah satunya adalah ustad Efendi LC. Yang bersangkutan menurutnya, punya kapabilitas untuk memimpin organisasi semacam NU. Apalagi yang bersangkutan memang dikenal sebagai ulama yang memang tidak diragukan keilmuannya di daerah ini.

“Masih banyak sebenarnya tokoh-tokoh muda yang layak dan mampu dalam memimpin NU. Tinggal saja apakah memang dikalangan warga NU sendiri apakah memang ingin mempercayakan kepemimpinan NU kepada yang bersangkutan atau tidak,” tambah Firmansyah yang dikenal sebagai aktivis kemasyarakatan ini.

Dalam kesempatan ini, ia berpesan kepada kepengurusan NU kedepan nantinya, agar roda organisasi dapat dijalankan sesuai dengan koridur visi misi yang diemban NU. Jangan sampai organisasi NU dibawa ke dalam polotik praktis, yang tentunya akan berdampak kurang sehat bagi kepentingan organisasi.

“Saya cuma minta nantinya, NU jangan dilibatkan dalam politik parktis hanya untuk kepentingan kalangan tertentu. Hal semacam itu tentunya akan sangat tidak baik, bagi perkembangan NU kedepan sebagai sebuah organisasi,” tambahnya.(dro/*2)




Samsurizal Awi Pantas Pimpin NU Inhil

NUTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pelaksanaan Konferensi Cabang (Kofercab) PC NU Kabupaten Indragiri Hilir yang rencananya akan dilaksanakan pada 12-13 Januari mendatang, memunculkan banyak kandidat. Salah satunya adalah nama H Samsurizal Awi, salah seorang tokoh masyarakat yang low profil dan selama ini kenyang dalam memimpin berbagai organisasi di daerah ini.Pernyataan ini disampaikan oleh seorang tokoh pemuda Inhil yang juga mantan Ketua Ikatan Pemuda Nahdatul Ulama periode 2005-2007, Hidayat Hamid SPdI, kepada Vokal, Ahad, (6/1) di Tembilahan.

Menurut Hidayat, salah satu hal yang sangat menarik dari kepribadian  Samsurizal Awi adalah sikap keseharian yang dekenal sangat low profil. “Tentunya sebagai organisasi kemasyarakatan yang sangat berpengaruh di Inhil, dibutuhkan tokoh seperti itu. Sehingga kedepan organisasi NU semakin mampu memberikan kontribusi positif bagi umat dan juga Inhil,” ujar Hidayat Hamid yang juga diketahui sebagai Ketua Ikatan Alumni (IKA) STAI Auliaurrasyidin Tembilahan.

Dikatakannya lebih jauh, pengalaman yang bersangkutan dalam memimpin berbagai organisasi seperti Ketua Bazda Kabupaten saat ini, pernah aktif dalam kepengurusan IPNU serta juga menjabat sebagai Sekretaris Mabicab Pramuka Inhil tentu menjadi nilai tambah. Harus diakui, peranan seseorang yang mengerti dalam sebuah organisasi sangat penting bagi perkembangan organisasi.

Katanya lagi, di dalam menjalankan sebuah organisasi tentunya tidak mudah. Jangan sampai sebuah organisasi malah dipimpin oleh orang yang tidak punya latar belakang organisasi yang baik. Akibat yang timbul, berapa banyak organisasi yang hanya punya nama, tapi tidak jelas visi dan misi yang mereka emban.

“Salah satu penyebab kenapa ada organisasi yang tidak jelas program dan apa kontribusi mereka selama ini bagi kemajuan daerah, dikarenakan kelemahan pemimpin mereka yang tidak punya latar belakang organisasi yang baik. Tentunya NU sebagai organisasi umat yang sangat berpengaruh, jangan sampai terjadi seperti yang saya sebutkan di atas tadi,” tukasnya.

Selain itu nilai tambah dari Samsurizal Awi, yang bersangkutan punya kemapanan ekonomi. Tidak bisa dipungkiri, persoalan finansial sering menjadi persoalan yang cukup mengganggu roda organisasi. Jalannya sebuah organisasi, sangat berpengaruh dengan persoalan pendanaan yang dimiliki.

“Kita tidak bisa pungkiri, roda organisasi akan berjalan sesuai dengan harapan kalau memang dipimpin oleh orang yang secara finansial memadai. Bukan berarti, finansial menjadi landasan utama. Tapi itulah fakta yang ada di lapangan selama ini,” pungkas Hidayat.(dro/*2)




Sepanjang 2012, 20 Nyawa Melayang di Jalan Raya

Kecelakaan lalu lintas
Kecelakaan lalu lintas

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Terhitung sejak januari hingga desember 2012, Polres Inhil mencatat sebanyak 45 kasus Kecelakaan lalu lintas (Laka lalin) dan 20 korbannya meninggal dunia.

Selain korban meninggal, 24 korban lainnya mengalami luka berat dan 34 mengalami luka ringan dengan total kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 64 juta lebih. Kedepan untuk meminimalisir terjadinya laka lalin, Satlantas Polres Inhil akan lebih menggitakan sosialisasi dan impelmintasi UU No.2 tahun 2009.

“Agar tumbuhnya kesadaran pengguna jalan untuk mematuhi aturan, Kita akan terus melakukan sosialisasi undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan. Kita yakin, kalau kesadaran masyarakat sudah tumbuh sejak dini maka hasilnya angka kecelakaan dan pelanggaran lalin akan menurun dengan sendirinya,” ujar Kasat Lantas Polres Inhil, AKP Karyono.(dro/*1)




Sepanjang Tahun 2012, 3.248 Kendaraan di Tilang

Gambar ilustrasi petugas polisi lalu lintas saat melakukan razia
Gambar ilustrasi petugas polisi lalu lintas saat melakukan razia

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sepanjang tahun 2012, di wilayah hukum Polres Inhil, sebanyak 2.348 kendaraan ditilang akibat melakukan berbagai macam pelanggaran lalu lintas, baik kendaraan roda dua maupun roda empat keatas.

Kendaraan roda dua tercatat sebanyak 2.041. Kendaraan roda empat 135 serta kendaraan roda enam sebanyak 172.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, melalui Kasat Lantas Polres Inhil, AKP Karyono. Menurut mantan Kasat Lantas Polres Indragiri Hulu (Inhu), untuk mengatasai hal tersebut pihaknya secara bertahap terus melakukan upaya-upaya sosialisasi UU No. 2 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

“Bentuk kegiatanya pendidikan kepada masyarakat khusus dibidang lalu lintas (Dikmas Lantas). Dan rekayasa lalu lintas yang bersipat terbatas,”katanya, Jumat (4/1).

Satlantas Polres Inhil, melakukan penyuluhan dan penerangan lalu lintas (lalin) kepada masyarakat pemakai jalan baik yang terorganisir maupun yang tidak melalui penyebaran brosur atau leflet tentang himbauan tertib lalin.

Dijelaskan Kasatlantas, Kebanyakan pelanggaranya tidak melengkapi kendaraan dengan surat-surat serta tidak memakai helm untuk kendaraan roda dua.

Berdasarkan pantauan dilapangan, kesadaran masyarakat untuk mengenakan pelapis kepala seperti helm saat mengendarai sepeda motor masih terbilang rendah. Umumnya pada sore dan malam hari.(dro/*1)




Petani Desa Pabenaan Hentikan Secara Paksa 5 Alat Berat PT BPLP

Foto; riauterkini.com
Foto; riauterkini.com

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Petani Desa Pabenaan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (3/1), hentikan secara paksa operasional lima unit alat berat PT Bumi Palma Lestari Persada (BPLP). Petani menuding, aktifitas peremajaan lahan perkebunan sawit perusahaan tersebut mengakibatkan penyebaran ratusan hama kumbang yang menghancurkan lahan perkebunan kelapa petani.

Menurut keterangan salah seorang petani Desa Pembenaan, Sanuk, aksi yang mereka lakukan tersebut untuk mencegah semakin meluasnya kerusakan kebun kelapa milik petani.

“Kerja alat berat perusahaan ini terpaksa kami hentikan, kami minta jaminan pihak perusahaan. Kalau akibat bekas tumpukan penumbangan sawit mereka akan merusak pohon kelapa kami, maka mereka harus siap menanggung ganti rugi,” ujar Sanuk, kepada wartawan, Kamis (3/1).

Sementara itu, Camat Keritang, Ahmad Ramani, ketika dikomfirmasi, aksi puluhan warga petani merupakan sebuah bentuk kekesalan.

“Ya, saya sudah mendapat laporan, namun sampai saat ini saya belum mengetahui secara pasti sampai dimana persoalan ini. Nanti akan saya akan coba telusuri terlebih dahulu,”  ujar Camat singkat, melalui telepon selularnya, Kamis (3/1).(dro/**)




21 Anggota Polres Inhil Diberikan Reward dan Punishment

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebanyak 21 Satuan dan Kapolsek di jajaran Polres Inhil menerima Reward atas keberhasilannya dalam menyelesaikan beberapa tindak kejahatan. Selain itu bagi mereka yang dianggap gagal menjalankan tugas dengan baik maka diberikan Punismehent.

Dikatakan Kapolres Inhil, AKBD Dedy Rahman Dayan, usai kegiatan yang disertai dengan upacara kenaikan pangkat sebanyak 173 Anggota polres inhil, kamis (3/1). pengharagaan dan sangsi diberikan kepada anggota dalam rangka meningkatkan kedisiplinan ketika menjalankan tugas sebagai pengayom masyarakat.

“Penilaian ini kita lakukan secara objektif. Kalau memang mereka bagus maka akan kita berikan nilai bagus. Begitu pula sebaliknya, tidak ada diskriminasi,”ungkapnya.

Reword dan Punishment, juga bertujuan untuk memberikan apresiasi bagi setiap anggota agar terus meningkatkan kenerja. Maka itu kalau personil tersebut ternyata gagal melaksanakan tugas, tentu siap untuk menima sanksi.

“Itu sangat berpengaruh pada karir mereka nantinya. Hasilnya akan baik apa bila sesuatu yang dikerjakan dengan baik,” tukasnya

Sementara itu, Kapolsek Tembilahan Iptu A.R Tarigan, salah seorang peneriman gelar Kapolsek Trengginas menyebutkan. Reward yang diberikan pimpinan kepadanya adalah sebuah pengharagaan tinggi.

“Apapun alasanya, sebagai anggota kami tetep harus menjalankan tugas sesuai ketentuan yang telah diamanatkan, baik melalui undang-undang maupun perintah pimpinan,” sebutnya.(dro/*1)