Tanggul Jebol, Ribuan Hektar Kebun Warga Kec Reteh Terendam

indexTEMBILAHAN (www.detikriau.org) Ribuan hektar kebun kelapa warga Desa Sungai Terap, Kecamatan Reteh, mengalami kerusakan yang berlangsung cukup lama. Masalah ini timbul akibat jebolnya tanggul mekanik yang disebabkan terjangan air laut yang merambah hingga ke lokasi perkebunan paling dalam.

Dampak dari itu, sat ini kondisi perkebunan kelapa warga di tiga batang parit mengalami kerusakan yang cukup serius dan tidak dapat menghasilkan lagi. Masalah ini harus mendapatkan perhatian oleh pemerintah, jika tidak maka kerugian materi akan lebih meluas.

Camat Reteh, Kamrin, mengatakan, bahwa rusaknya lahan yang terletak di tiga batang parit tersebut, akibat jebolnya tanggul penahan, sehingga air laut naik kelahan perkebunan terutama saat-saaat pasang dalam. Awalnya menurut informasi lahan perkebunan disana dalam keadaan baik.

Namun setelah saluran atau kanal yang dibuat oleh PT Pulau Sambu itu mengalami kerusakan dan itulah awal terjadinya musibah yang menimpa masyarakat petani di kawasan itu.

“Yang pasti kami sangat mengharap perhatian pemerintah, agar bisa membangun tanggul kembali. Sebab, hari demi hari dampak ekonominya akan sangat dirasakan oleh warga yang hanya menggantungkan hidup dari kebun kelapa disana,”keta Kamrin, mantan camat kemuning itu.

Saat ditanya kapan terjadinya kerusakan tanggul tersebut, dia mengatakan sudah cukup lama bahkan sebelum dirinya menjabat sebagai camat di Reteh. Untuk mengatasinya permasalah ini sudah sering disampaikan melalui Musawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) kabupaten.

Namun karena dana yang dibutuhkan cukup besar, dia yakin kabupaten tidak akan bisa mengatasi secara total dan perlu adanya dukungan Pemrov Riau serta pemerintah pusat. Yang lebih memprihatinkan, warga petani disana sudah banyak yang meninggalkan lokasi tersebut.

“Salah satu jalan, pihak swasta (investor) juga bisa memabantu. Kebun yang sudah keritis bisa diganti dengan menanam kelapa sawit. Kita rasa langkah ini bisa menjadi pertimbangan, meski dengan dana yang besar,”imbuhnya.

Kerusakan kebun tidak hanya dirasakan oleh warga Reteh secara umum, tapi juga sudah dirasakan warga kecamatan tetangga seperti Kecamatan Keritang. Apalagi kondisi pasang semakin tahun semakin membesar. “Imbasanya juga dirasakan warga Sungai Keluang, Pulau Ruku, Kecamatan Keritang,” imbuhnya.(dro/*1)




DPD II Golkar Inhil Agendakan Orientasi Fungsionaris Partai

Sekaligus Diserangkaikan Dengan Kegiatan Jalan Santai Bersama “Kawan Annas”

golkarTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tanggal 9 – 10 Februari 2013 mendatang, DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Indragiri Hilir akan menjalankan orientasi fungsionaris Partai. Agenda yang akan dihadiri secara langsung oleh Ketua DPD I Golkar Riau ini dalam rangka melakukan penjaringan terhadap Kader Partai yang akan ikut bertarung para Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014 mendatang.

Dalam agenda yang sebelumnya direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 16-17 Februari 2013 tersebut, diserangkaikan dengan kegiatan jalan santai bersama “Kawan Annas”. DPD II Golkar Inhil menjanjikan ribuan kupon kepada seluruh peserta yang terbuka untuk umum pada Agenda yang akan mensosialisasikan Annas sebagai Ketua DPD I Golkar Riau dan Sekaligus sosialisasi sebagai salah satu Balon Gubernur Riau 2013-2018 mendatang.

“Majunya jadwal kegiatan ini setelah kita konsultasikan dengan Ketua DPD I Golkar Riau dalam pertemuan kita pada sebuah Agenda di Kab Inhu baru-baru ini.”Ujar Ketua DPD I Golkar Inhil, H Raus Walid kepada detikriau.org, Senin (21/1)

Untuk kegiatan Orientasi Fungsionaris Partai Golkar ditambahkan Raus, setiap pengurus di Tingkat Kecamatan dimintakan untuk mengikut sertakan masing-masing 5 Kader Partai, 2 Pria dan 3 Wanita. Kegiatan orientasi ini sebuah persyaratan wajib bagi setiap kader. Setiap peserta yang dinyatakan lulus akan mendapatkan sertifikat yang nantinya dijadikan salah satu persyaratan untuk ikut dalam pileg 2014 mendatang dari Partai Golkar.

“Jalan santai bersama Annas, sebuah upaya kita untuk memperkenalkan Annas Mamun sebagai Ketua DPD I Golkar Riau dan sekaligus memperkenalkan beliau sebagai salah satu Cagubri 2013-2018 mendatang. Kegiatan ini terbuka secara umum,” Pungkas Raus.(dro/*0)




Tembilahan Hulu Kandidat Terkuat Tuan Rumah MTQ ke 43

Gambar Ilustrasi Pelaksanaan MTQ
Gambar Ilustrasi Pelaksanaan MTQ

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) —  Kecamatan Tembilahan Hulu hampir dipastikan akan menjadi tuan rumah perhelatan Mushabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Kabupaten Inhil Ke 43. Keyakinan ini diperoleh dengan telah dikantonginya 17 dukungan dari 20 Kecamatan serta ketersediaan berbagai sarana pendukung.

Pernyataan ini disampaikan Camat Kecamatan Tembilahan Hulu, H Yusuf Maga, Senin (21/1). Menurut Camat, Perhelatan seni baca Al-Qur’an ini nantinya direncanakan berlokasi di lapangan sepak bola Parit VII Tembilahan Hulu.

“Astaka akan kita bangun persis dilapangan sepak bola menghadap ke arah jalan. Kita akan sadur penataan seperti MTQ tingkat Provinsi Riau beberapa waktu lalu di Kab Inhu. Dimana seluruh stand Dinas dan Kecamatan diposisikan disepanjang pinggiran badan jalan,” Ungkap Camat sambil menerangkan ketetapan lokasi ini belum final dan bisa berubah jika nantinya dari hasil rapat persiapan didapati lokasi yang lebih representative.

Dalam kesempatan itu, disamping mengedepankan kedekatan Kec Tembilahan Hulu dengan Ibu kota Kabupaten, Tembilahan serta kemudahan jalur tranportasi, Camat juga memberikan beberapa pertimbangan lainnya yang menyebabkan Kecamatan yang dipimpinnya ini dinilainya layak untuk dijadikan tuan rumah seperti ketersediaan pemondokan termasuk pertimbangan bahwa Kecamatan Tembilahan Hulu memang belum pernah menjadi tuan rumah perhelatan MTQ tingkat Kabupaten Inhil. (dro/*6)




Demi Partai, Pak Wo Tawarkan Islah Kepada Kelompok Penggagas Musdalub

Ketua DPD II Partai Golkar Inhil, H Raus WalidTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Ketua DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengajak kelompok penggagas musdalub untuk melakukan islah. Menurutnya, Kepentingan partai harus lebih didahulukan dalam rangka menghadapi Agenda Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2013 dan Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 mendatang.

Permintaan ini disampaikan oleh Ketua DPD II Golkar Inhil, H Raus Walid ketika dimintai tanggapan terkait panasnya isu Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) yang sempat menghembuskan angin tidak sedap akan adanya upaya “pengkudetaan” terhadap kepemimpinnya ditubuh Partai berlambang pohon beringin Inhil ini. Senin (21/1)

Menurut Raus yang hingga saat ini juga masih menjabat sebagai Ketua DPRD Inhil, keinginan sekelompok kader yang melakukan langkah pengupayaan Musdalub dinilainya sesuatu yang wajar dalam dunia politik. Hanya saja ia berpendapat, menjelang perhelatan akbar yang akan menjadi sebuah batu uji Golkar kedepan, disaat seperti ini, kepentingan pribadi dan kelompok menurutnya haruslah dinomor duakan.”Itu semua sah-sah saja. Hanya saja menurut hemat saya jangan saat-saat seperti ini. Menjelang pertarungan terbesar merebut kepercayaan masyarakat, selayaknya seluruh kader untuk lebih merapatkan barisan bukan berpecah belah,” Jawab ketua DPD II Golkar Inhil yang akrab dipanggil pak Wo ini mengelak dengan bahasa bijak.

Masih menurutnya, upaya apapun yang ingin dilakukan sekelompok orang di internal Partai Golkar Inhil terhadap kepemimpinannya disikapinya dengan lapang dada dan pikiran dingin. Ia bahkan mengajak dan membuka pintu kepada pihak-pihak tersebut untuk melakukan “islah”. “Sesuai perintah Ketua DPD I Partai Golkar Riau, hingga hari ini saya tetap menjalankan roda partai. Sekali lagi saya mengajak, demi besarnya partai Golkar, marilah kita kembali bergandengan. Jangan jadikan Agenda besar yang akan kita hadapi tidak lama lagi ini hanya untuk kemenangan pribadi ataupun segelintir kecil kelompok orang. Tapi jadikan Agenda besar ini sebagai sebuah kemenangan  partai secara utuh.” Ajak Raus. (dro/*0)




September 2013, PLTU Parit 23 Diperkirakan Mulai Oprasi

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) –September mendatang, diperkirakan satu unit mesin PLTU Parit 23 Tembilahan yang berkafasitas 7 MW sudah beroprasi. Hal ini didukung pada proses pembangunanya yang telah memasuki pengerjaan pada bagian pondasi.

“Ini baru perkiraan. Mudah-mudahan dapat terealisasi sesuai harapan,”Ujar Manajer PLN Rayon Tembilahan, Husnul kemarin.

Ditambahkannya, berkemungkinan untuk tahap awal, disamping untuk memenuhi kebutuhan sendiri, sebagian daya akan disalurkan bagi daerah yang benar-benar belum dialiri listrik.

“Masalah jaringan dari Parit 23 hingga PLTD gunung Daek kini dalam tahap pengerjaan. Semuanya dilakukan secara bertahap, karena menyangkut dengan pembebasan lahan warga,” papar Husnul.

Dipastikan jika proyek PLTU ini sudah bisa dioperasionalkan secara maksimal tentu dampaknya akan sangat dirasakan oleh sebahagian besar masyarakat Inhil khususnya kota Tembilahan dan sekitarnya. (dro/*1)




Kodim Inhil Fasilitasi Penekenan MoU dan Pelelangan Parkir Kota Tembilahan

Dandim F.V Tarigan didampingi Kadishub Inhil dan beberapa intasi terkait berfoto bersama beberapa perwakilan pengelola parkir usai acara pelelangan parkir di Makodim 0314 Inhil,  jumat (18 jan 2013)TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Komandan Distrik Militer (Dandim) 0314 Indragiri Hilir (Inhil), Letkol Inf Firalta Paksana Tarigan, menggelar kegiatan penandatangan nota kesepakatan dan pelelangan beberapa titik lahan parkir diwilayah kota Tembilahan. Kegiatan tesebut merupakan tindak lanjut Kodim yang sebelumnya menyatakan diri untuk siap membantu pemerintah daerah dalam menertipkan perparkiran di Tembilahan dan sekitarnya.

Kegiatan yang digelar di Markas Kodim 0314 Inhil, dihadiri oleh seluruh unsur muspida terkait, kepolisian resort Inhil, dan seluruh perwakilan pengelola parkir yang ada ditembilahan dan sekitarnya.

Sesuai dengan kesepakatan semua pihak pada pertemuan sebelumnya, Pengelolaan parkir yang akan dikelola oleh Primer Koperasi Angkatan Darat (Primkopad), pengelolaan beberapa titik parkir yang dianggap strategis seperti,  Kahuripan (Jl Pasar Tengah), lokasi Pasar Ikan (Jl Yos Sudaraso) dan Air Mancur (Jl Jendral Sudirman), dilakukan dengan sistim lelang. Pengelolaan tersebut akan diprioritaskan kepada pengelola yang dapat memberikan harga kontrak tertinggi dalam satu tahun kedepan.

Dandim F.V Tarigan didampingi Kadishub Inhil dan beberapa intasi terkait berfoto bersama beberapa perwakilan pengelola parkir usai acara pelelangan parkir di Makodim 0314 Inhil,  jumat (18 jan 2013)
Dandim F.V Tarigan didampingi Kadishub Inhil dan beberapa intasi terkait berfoto bersama beberapa perwakilan pengelola parkir usai acara pelelangan parkir di Makodim 0314 Inhil, jumat (18 jan 2013)

“Artinya siapa yang mampu memberikan retribusi yang lebih tinggi tanpa memaksakan diri, itu lah yang disepakati calon pengelola parkir yang berhak menjadi pengelola,” Jelas Dandim.

Dandim juga menjelaskan, dalam pengelolaan lahan parkir tersebut para pengelola juga diwajibkan untuk mentaati peraturan yang ditandatangi dalam bentuk MOU yang dibentuk berdasarkan perda yang berlaku dan masukan dari beberapa intansi terkait. Hal ini guna menghindari terjadinya permasalahan dikemudian hari yang dapat merugikan semua pihak.

“Tidak ada satupun kepentingan atau keuntungan kita disini, kita hanya ingin membantu mewujudkan keinginan pemerintah daerah. Dan disini pun kita bersama sama dengan beberapa pihak terkait, jadi bukan Primkopad saja,” jelasnya.

Sementara itu Kadishubkominfo Kabupaten Inhil, Pahrolrozy menghimbau kepada seluruh pengelola khususnya pemenang lelang parkir, agar dapat mengetahui peraturan yang akan disepakati antara pihak Primkopad dan pengelola.

“Kita bersama instansi keamanan lain tetap akan bertindak tegas terhadap pengelola yang melakukan pelanggaran,” jelasnya.(dro/Ms)