Sepanjang 2012, 20 Nyawa Melayang di Jalan Raya

Kecelakaan lalu lintas
Kecelakaan lalu lintas

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Terhitung sejak januari hingga desember 2012, Polres Inhil mencatat sebanyak 45 kasus Kecelakaan lalu lintas (Laka lalin) dan 20 korbannya meninggal dunia.

Selain korban meninggal, 24 korban lainnya mengalami luka berat dan 34 mengalami luka ringan dengan total kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 64 juta lebih. Kedepan untuk meminimalisir terjadinya laka lalin, Satlantas Polres Inhil akan lebih menggitakan sosialisasi dan impelmintasi UU No.2 tahun 2009.

“Agar tumbuhnya kesadaran pengguna jalan untuk mematuhi aturan, Kita akan terus melakukan sosialisasi undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan. Kita yakin, kalau kesadaran masyarakat sudah tumbuh sejak dini maka hasilnya angka kecelakaan dan pelanggaran lalin akan menurun dengan sendirinya,” ujar Kasat Lantas Polres Inhil, AKP Karyono.(dro/*1)




Sepanjang Tahun 2012, 3.248 Kendaraan di Tilang

Gambar ilustrasi petugas polisi lalu lintas saat melakukan razia
Gambar ilustrasi petugas polisi lalu lintas saat melakukan razia

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sepanjang tahun 2012, di wilayah hukum Polres Inhil, sebanyak 2.348 kendaraan ditilang akibat melakukan berbagai macam pelanggaran lalu lintas, baik kendaraan roda dua maupun roda empat keatas.

Kendaraan roda dua tercatat sebanyak 2.041. Kendaraan roda empat 135 serta kendaraan roda enam sebanyak 172.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, melalui Kasat Lantas Polres Inhil, AKP Karyono. Menurut mantan Kasat Lantas Polres Indragiri Hulu (Inhu), untuk mengatasai hal tersebut pihaknya secara bertahap terus melakukan upaya-upaya sosialisasi UU No. 2 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

“Bentuk kegiatanya pendidikan kepada masyarakat khusus dibidang lalu lintas (Dikmas Lantas). Dan rekayasa lalu lintas yang bersipat terbatas,”katanya, Jumat (4/1).

Satlantas Polres Inhil, melakukan penyuluhan dan penerangan lalu lintas (lalin) kepada masyarakat pemakai jalan baik yang terorganisir maupun yang tidak melalui penyebaran brosur atau leflet tentang himbauan tertib lalin.

Dijelaskan Kasatlantas, Kebanyakan pelanggaranya tidak melengkapi kendaraan dengan surat-surat serta tidak memakai helm untuk kendaraan roda dua.

Berdasarkan pantauan dilapangan, kesadaran masyarakat untuk mengenakan pelapis kepala seperti helm saat mengendarai sepeda motor masih terbilang rendah. Umumnya pada sore dan malam hari.(dro/*1)




Petani Desa Pabenaan Hentikan Secara Paksa 5 Alat Berat PT BPLP

Foto; riauterkini.com
Foto; riauterkini.com

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Petani Desa Pabenaan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (3/1), hentikan secara paksa operasional lima unit alat berat PT Bumi Palma Lestari Persada (BPLP). Petani menuding, aktifitas peremajaan lahan perkebunan sawit perusahaan tersebut mengakibatkan penyebaran ratusan hama kumbang yang menghancurkan lahan perkebunan kelapa petani.

Menurut keterangan salah seorang petani Desa Pembenaan, Sanuk, aksi yang mereka lakukan tersebut untuk mencegah semakin meluasnya kerusakan kebun kelapa milik petani.

“Kerja alat berat perusahaan ini terpaksa kami hentikan, kami minta jaminan pihak perusahaan. Kalau akibat bekas tumpukan penumbangan sawit mereka akan merusak pohon kelapa kami, maka mereka harus siap menanggung ganti rugi,” ujar Sanuk, kepada wartawan, Kamis (3/1).

Sementara itu, Camat Keritang, Ahmad Ramani, ketika dikomfirmasi, aksi puluhan warga petani merupakan sebuah bentuk kekesalan.

“Ya, saya sudah mendapat laporan, namun sampai saat ini saya belum mengetahui secara pasti sampai dimana persoalan ini. Nanti akan saya akan coba telusuri terlebih dahulu,”  ujar Camat singkat, melalui telepon selularnya, Kamis (3/1).(dro/**)




21 Anggota Polres Inhil Diberikan Reward dan Punishment

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebanyak 21 Satuan dan Kapolsek di jajaran Polres Inhil menerima Reward atas keberhasilannya dalam menyelesaikan beberapa tindak kejahatan. Selain itu bagi mereka yang dianggap gagal menjalankan tugas dengan baik maka diberikan Punismehent.

Dikatakan Kapolres Inhil, AKBD Dedy Rahman Dayan, usai kegiatan yang disertai dengan upacara kenaikan pangkat sebanyak 173 Anggota polres inhil, kamis (3/1). pengharagaan dan sangsi diberikan kepada anggota dalam rangka meningkatkan kedisiplinan ketika menjalankan tugas sebagai pengayom masyarakat.

“Penilaian ini kita lakukan secara objektif. Kalau memang mereka bagus maka akan kita berikan nilai bagus. Begitu pula sebaliknya, tidak ada diskriminasi,”ungkapnya.

Reword dan Punishment, juga bertujuan untuk memberikan apresiasi bagi setiap anggota agar terus meningkatkan kenerja. Maka itu kalau personil tersebut ternyata gagal melaksanakan tugas, tentu siap untuk menima sanksi.

“Itu sangat berpengaruh pada karir mereka nantinya. Hasilnya akan baik apa bila sesuatu yang dikerjakan dengan baik,” tukasnya

Sementara itu, Kapolsek Tembilahan Iptu A.R Tarigan, salah seorang peneriman gelar Kapolsek Trengginas menyebutkan. Reward yang diberikan pimpinan kepadanya adalah sebuah pengharagaan tinggi.

“Apapun alasanya, sebagai anggota kami tetep harus menjalankan tugas sesuai ketentuan yang telah diamanatkan, baik melalui undang-undang maupun perintah pimpinan,” sebutnya.(dro/*1)




173 Personil Polres Inhil Dianugrahi Kenaikan Pangkat

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebanyak 173 personel di jajaran Polres Indragiri Hilir (Inhil) menerima kenaikan pangkat. Prosesi upacara kenaikan pangkat dipimpin langsung oleh Kapolres Inhil,  AKBP Dedi Rahman Dayan SIK Msi, di halaman Mapolres Inhil, Jalan Gajah Mada, Tembilahan, Kamis (3/1).

 

Dari jumlah 173  personil tersebut, terdapat satu orang berpangkat Perwira Menengah (Pamen), yakni AKP Hotasi Purba yang saat ini menjabat sebagai Kapolsek Kateman naik menjadi Kompol. Dimana proses pelantikannya akan dilakukan di Mapolda Riau.

 

Sedangkan untuk Perwira Pertama (Pama) dari Iptu menjadi AKP ada 3 orang yakni Iptu Imran Taheri S.sos kini menjabat sebagai Kasat Narkoba, kemudian Iptu Bambang Hariyanto SH, saat sebagai Kapolsek Tanah Merah, serta Iptu Mayer Silitonga sebagai Kapolsek Gaung serta dari Ipda naik menjadi Iptu terdapat 1 personil yaitu Ipda Afri yang saat ini menjabat sebagai Kapolsek Sungai Batang.

 

Kapolres Indragiri Hilir (Inhil),  AKBP Dedi Rahman Dayan SIK Msi, melalui Kabag Sumda, Kompol Suprapto Ssos Msi, mengatakan, kenaikan pangkat dalam organisasi  Kepolisian adalah mutlak namun harus tetap didukung atas kinerja yang bersangkutan. Jika mereka dalam menjalankan tugas ternyata melanggar aturan tentu akan menjadi pertimbangan dan bisa menghambat proses kenaikan pangkat itu sendiri.

 

“Untuk AKP Hotasi Purba SH, naik pangkat menjadi Kompol, dan pelantikannya akan dilakukan di Mapolda Riau. Sedangkan empat orang Pama lainnya sertijab akan digelar di halaman Polres Inhil,” kata Kompol Suprapto Ssos Msi, kepada wartawan di Mapolres Inhil, Kamis (3/1).

 

Ia menambahkan, kenaikan pangkat merupakan bentuk apresiasi yang sudah dilakukan melalui penilaian secara selektif, berdasarkan kinerja dan dedikasi pada masing-masing personil itu sendiri.

 

“Kenaikan pangkat bagi personil Polisi bukanlah suatu hal yang otomatis, namun perlu melalui proses atas prestasi yang bersangkutan, sesuai dengan dedikasi dan kinerja yang baik serta loyalitas dalam mengemban setiap  tugas,” tutur Kabag Sumda.

 

Dalam kesempatan itu, Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan SIK Msi, melalui Kabag Sumda,  Kompol Suprapto Ssos Msi juga mengingatkan kepada seluruh jajaran Polres Inhil agar tetap meningkatkan mutu kenerjanya, sesuai dengan Tupoksi Polri yakni mengayomi, melayani dan melindungi masyarakat.

 

“Selain berpangkat Perwira, jumlah personil lainnya yang naik pangkat dari Aipda menjadi Aiptu berjumlah 12 orang, lalu dari pangkat Bripka menjadi Aipda berjumlah 15 orang, kemudian dari pangkat Brigadir naik menjadi Bripka ada 9 orang, sedangkan dari pangkat Briptu naik menjadi Brigadir terdapat 42 personil, dan yang terakhir dari pangkat Bripda naik menjadi Briptu sebanyak 90 orang,” pungkasnya.(dro/*0)




Listrik Kerap Putus, Presidium Fokus Ornop Ancam Somasi PLN

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Salah seorang dewan Presidium Forum Komunikasi Organisasi Non Pemerintah (FOKUSORNOP), kabupaten Indragiri Hilir, Kemas Ibnu Sanjaya mengancam akan melakukan somasi kepada pihak PLN Rayon Tembilahan, somasi ini terkait kerap terputusnya pasokan listrik kerumah pelanggan PLN yang terjadi dalam beberapa minggu belakangan ini.

Pernyataan ini disampaikannya kepada detikriau.org di Tembilahan, Rabu (2/1/2013). Menurut Kemas Ibnu Sanjaya, putusnya pasokan listrik secara berulang-ulang ini tentunya akan menimbulkan kerugian bagi pelanggan. “saya rasa kita pasti akan mentolerir jika putusnya pasokan listrik masih pada batasan yang wajar. Saat ini, hampir setiap hari pemutusan itu terjadi dan secara berulang-ulang dengan interval waktu yang cukup lama. Ini tentunya sangat merugikan pelanggan.”Ujar Kemas.

Menurut Kemas, pemadaman secara mendadak ini belum termasuk pemadaman secara bergilir yang diberlakukan pihak PLN dengan interval waktu 5 hari hidup dan 1 hari mati. Ia sangat menyayangkan kondisi yang terjadi saat ini. Menurutnya, disaat pelanggan telat melakukan pembayaran, sudah menjadi ketetapan, sebagai sanksi, pelanggan pasti akan dikenai denda keterlambatan. Namun disaat hak pelanggan tidak terlayani, pihak PLN hanya merasa cukup dengan  menyampaikan permintaan maaf.” Inikan namanya tidak adil. Kalau berani memberikan sanksi kepada pelanggan yang lalai memenuhi kewajiban, PLN juga harus berani untuk diberikan sanksi karena telah lalai dalam memberikan pelayanan,” Tegas Kemas.

Sebelumnya, manajer PLN Rayon Tembilahan, Husnul menyatakan bahwa pemadaman bergilir yang dikenakan kepada pelanggan diakibatkan terjadinya defisit daya yang disebabkan rusaknya salah satu unit mesin pembangkit sewa di pltd parit IV Tembilahan..”Mohon maaf atas terganggunya pelayanan kami. Telah terjadi gangguan pada pangkal pelayanan kami di PLTD parit IV kecamatan Tembilahan Hulu sehingga system padam total. Mudah-mudahan dapat segera diatasi,” pesan singkat Husnul ke Handphone detikriau.orgl setelah terjadinya dua kali pemutusan pasokan listrik, selasa (1/1/2013) malam. (fsl)