Melalui Proses Cesar, Adlan Dikarunia Anak Kembar Tiga

Graphic1TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Adlan suami dari Suryani, Warga Desa Sungai Buluh Kecamatan Kuindra tidak pernah menduga. Kelahiran istrinya yang ketiga lewat proses persalinan cesar membuat ia langsung dikaruniai tambahan tiga buah hati.  

Dengan wajah berbinar-binar menatap dua putra dan satu putri mungil kelahiran ketiga kali istrinya ini ketika ditemui detikriau.orh di Rumah Bersalin Nilam Sari, Jalan H Sadri Tembilahan, Adlan sempat memanjatkan puji syukur atas karunia Tuhan kepada dirinya.

Tiga Buah Hati Adlan dan Suryani yang lahir melalui proses cesar di RSUD Puri Husada Tembilahan. rabu (9/1)
Tiga Buah Hati Adlan dan Suryani yang lahir melalui proses cesar di RSUD Puri Husada Tembilahan. rabu (9/1)

“Alhamdulillah, saya tidak pernah menduga akan dikaruniai rezky besar hari ini. Dengan tambahan 3 anak sekaligus ini berarti kami sudah dikarunia titipan dari Allah sebanyak 5 orang anak. Saya tidak ingin berkata banyak selain panjatan puji syukur,” Ungkap Adlan dengan sekali-kali tersenyum sambil mengatakan kelahiran 2 putra dan 1 putri barunya ini lewat proses cesar di RSUD Puri Husada Tembilahan, Rabu (9/1) sekira pukul 11.00 Wib.

Dijelaskan Adlan, diusia kandungan 8 bulan, saat dilakukan pemeriksaan, ia sebenarnya sudah mengetahui bahwa anak yang ada dalam kandungan istrinya kembar. Hanya saja saat itu, berdasarkan keterangan petugas medis hanya kembar dua.

“ Memang dikeluarga saya dan istri juga ada yang lahir kembar. Tapi kembar tiga, baru pertama kali ini terjadi di keluarga kami,” Kata Adlan yang saat itu didampingi temannya, Kepala Desa Sungai Laut, Amirudin dan Anggota DPRD Inhil dari PKB, Herwanissitas. (dro/*0)




Kontraktor Proyek Multiyears Janjikan Segera lakukan Penimbunan Jalan Pendidikan

kondisi-ruas-jalan-pendidikan-tembilahan-yang-dipenuhi-lumpur-dan-lubang-mengangga-yang-rawan-menimbulkan-kecelakaan-bagi-pengguna-jalan-warga-berharap-pemkab-inhil-untuk-segera-melakuk1TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Banyaknya keluhan masyarakat akan kerusakan parah ruas Jalan pendidikan yang diakibatkan aktifitas mobilisasi material dua proyek multiyears (UNISI dan Islamic Centre. Red) mendapatkan tanggapan. Pemkab Inhil melalui Dinas pekerjaan Umum meminta kontraktor pelaksana untuk segera melakukan perbaikan.

Permintaan ini disampaikan oleh Kepala Dinas PU, Tengku Edy akhir pekan kemaren kepada wartawan..” Perbaikan jalan itu seharusnya memang dilakukan karena memang kontraktor pelaksana sebelumnya sudah pernah membuat komitmen untuk itu,” Ujar Tengku Edy.

Terkait hal ini, General Manajer Proyek UNISI PT Jaya Kontruksi Mandala Pratama Total Bangun Persada KSO, Arif menyatakan dalam waktu dekat pihaknya akan mengupayakan untuk melakukan penimbunan ruas jalan pendidikan yang kini diakuinya dipenuhi lubang dan berlumpur.

“Untuk sementara kita akan lakukan penimbunan sedangkan perbaikan secara menyeluruh baru akan kita lakukan setelah kontrak kerja kita berakhir (Desember 2013.red), artinya setelah tidak akan ada lagi mobilisasi material kita melintasi ruas jalan ini.” Jawan Arief kemaren.

Sebelumnya, dalam pemberitaan di media ini, rabu (2/1/2013) yang lalu, warga jalan pendidikan menyampaikan keluhan akan parahnya kerusakan ruas jalan Pendidikan akibat mobilisasi material proyek multiyears. Saat itu, mereka menyampaikan harapan agar pihak Pemkab Inhil untuk segera melakukan perbaikan.

” Kerusakan jalan ini tentu menghambat aktifitas kami, dalam satu bulan ini, saya sudah dua kali terjatuh karena jalanan licin dan berlumpur. Kami minta tolong pemerintah untuk lakukan perbaikan setidaknya ditimbun agar kami sedikit bisa beraktifitas dengan normal,” Harap Iwan, salah seorang warga jalan pendidikan menyampaikan keluhan kepada detikriau.org saat itu. (dro/*0)




Komisi II DPRD Inhil Agendakan Kunjungan ke Perkebunan Kelapa Petani di Dua Kecamatan

Terkait Kerusakan Perkebunan Kelapa Petani Akibat Serangan Hama Kumbang yang diduga berasal dari  Aktifitas Peremajaan Kebun Sawit PT Bumi Palma Lestari Persada (BPLP)

Wakil Ketua Komisi II DPRD Inhil, H Bakri H Anwar
Wakil Ketua Komisi II DPRD Inhil, H Bakri H Anwar

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –Komisi II DPRD Inhil segera akan melakukan kunjungan ke lokasi serangan hama kumbang di areal perkebunan kelapa milik masyarakat di beberapa desa dari dua kecamatan di kab Inhil.

‘Kita berencana dalam minggu ini juga akan berkunjung secara langsung ke lokasi. Kita belum bisa memberikan komfirmasi apa-apa karena sampai hari ini kita belum dapat menghubungi pihak perusahaan,” ujar Wakil Ketua komisi II DPRD Inhil, H Bakrie H Anwar kepada Vokal diruang komisi II gedung DPRD Inhil, selasa (8/1) kemaren

Dijelaskan H Anwar, dalam kunjungan nanti, Dewan ingin menyaksikan secara langsung kerusakan yang diakibatkan hama kumbang serta mengumpulkan berbagai informasi terkait penyebab timbulnya hama ini.

Berdasarkan informasi terakhir yang diterima di lapangan, saat ini serangan hama kumbang tersebut terus meluas ke wilayah perkebunan kelapa lainya dan membuat resah para petani kelapa setempat. Pasalnya serangan hama tersebut kini tidak hanya menyerang daun pohon kelapa yang berusia tua namun juga menyerang daun kelapa yang berusia muda, sehingga menyebabkan kelapa tidak dan berpotensi merugikan petani kelapa yang saat ini telah menjerit karena rendahnya harga jual kelapa mereka.

Seperti yang disampaikan Abdul Rasyid, selaku kepala Desa Pengalehan Kecamatan Enok.

“Saat ini serbuan kumbang semakin mengganas, sehingga pohon kelapa para petani mengalami kegundula pada daunya. Hal ini juga diakui tidak hanya terjadi pada daun pohon kelapa yang telah berusia tua, tetapi juga terhadap daun pohon yang masih muda. Hingga saat ini kerusakan itu telah mencapai 10 kilometer, kerusakan ini terus menyebar ke wilayah-wilayah kebun kelapa petani lain yang ada di Desa kami ini,” ungkapnya.

Hasanuddin, petani Desa Pabenaan Kecamatan Keritang menduga bahwa kemunculan hama kumbang ini diakibatkan peremajaan kelapa sawit milik PT BPLP.” Kebun kelapa kita sudah rusak, semua ini diakibatkan banyaknya batang pohon kelapa sawit membusuk yang berserakan diareal perkebunan sawit PT BPLP,” Tuding Hasanudin.

Permasalahan ini menurut hasanudin sudah pernah disampaikan petani kepada pihak perusahaan hanya saja perusahaan mengelak dan mengatakan ini hanya sebuah musibah.”Kita tahu persis hama kumbang ini diakibatkan peremajaan kelapa sawit perusahaan. Kita akan menuntut ganti rugi,’Tegasnya.

Berdasarkan informasi, kerusakan perkebunan kelapa terjadi di Desa pengalehan, Desa Pusaran dan Desa Sungai Rukan Kecamatan Enok, sedangkan Kecamatan Keritang, kerusakan terjadi di Desa pabenaan dan Desa sanglar.

Hingga berita ini dirilis, belum idapat konfirmasi dari pihak humas PT BPLP, karena saat dihubungi, telepon pribadi Irsan selaku Humas PT BPLP dalam keadaan tidak aktif.(dro/*0/rls)




Kesadaran Masyarakat Masih Kurang Hadiri Sidang Tilang

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dari 2.348 perkara tilang yang di putus Pengadilan Negeri (PN) Tembilahan sepanjang tahun 2012, ternyata masih minimnya kesadaran masyarakat untuk mengikuti proses sidang.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua PN Tembilahan Djoni Witanto, kemarin. Menurutnya, disamping pelangga meski banyak perkara tilang sepeda motor akibat berbagai pelanggaran, namun tidak kalah juga dengan jumlah kendaraan angkutan barang yang tidak bisa menunjukan kelengkapan kendaraaan.

“Proses sidangya, masyarakat kita berikan pemahaman. Agar kedepan mereka bisa mentaati aturan dan ketentuan, seperti kestandaran kendaraan itu sendiri,” jelasnya.

Umumnya kendaraan roda dua melakukan pelanggaran atas kelengkapan surat-surat, knalpot, spion, helm dan surat izin mengemudi (SIM). “Seputar kelengkapan kendaraan. Saya rasa tidak rumit, mereka cukup hadir dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan serupa,”ujar Djoni.(dro/*1)




Perlu Regenerasi Kepemimpinan di Tubuh NU

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebagai salah satu organisasi besar yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir, PC Nahdatul Ulama (NU) perlu melakukan regenerasi kepemimpin. Sudah saat NU Inhil meski dipimpin oleh tokoh-tokoh muda yang memang kompeten dalam rangka menjawab tantangan yang dihadap umat Islam kedepan.

Sebagimana mana diketahui, akan dilaksanakan Konferensi Cabang (Konfercab) PC NU Kabupaten Indragiri Hilir yang rencananya akan dilaksanakan pada 12-13 Januari mendatang. Berkembang di tengah masyarakat Nahdiyin tuntutan perlunya regenerasi dalam tampuk pimpinan NU.

“Kita sangat berharap kedepan NU dipimpin oleh tokoh-tokoh muda yang memang berkompeten, terutama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi di tengah umat Islam saat ini,” ujar Firmansyah AMa, salah seorang tokoh muda Inhil, Senin, (7/1).

Ketika disinggung siapa tokoh muda yang dinilai pantas dalam memimpin NU, Firmansyah mengungkapkan, salah satunya adalah ustad Efendi LC. Yang bersangkutan menurutnya, punya kapabilitas untuk memimpin organisasi semacam NU. Apalagi yang bersangkutan memang dikenal sebagai ulama yang memang tidak diragukan keilmuannya di daerah ini.

“Masih banyak sebenarnya tokoh-tokoh muda yang layak dan mampu dalam memimpin NU. Tinggal saja apakah memang dikalangan warga NU sendiri apakah memang ingin mempercayakan kepemimpinan NU kepada yang bersangkutan atau tidak,” tambah Firmansyah yang dikenal sebagai aktivis kemasyarakatan ini.

Dalam kesempatan ini, ia berpesan kepada kepengurusan NU kedepan nantinya, agar roda organisasi dapat dijalankan sesuai dengan koridur visi misi yang diemban NU. Jangan sampai organisasi NU dibawa ke dalam polotik praktis, yang tentunya akan berdampak kurang sehat bagi kepentingan organisasi.

“Saya cuma minta nantinya, NU jangan dilibatkan dalam politik parktis hanya untuk kepentingan kalangan tertentu. Hal semacam itu tentunya akan sangat tidak baik, bagi perkembangan NU kedepan sebagai sebuah organisasi,” tambahnya.(dro/*2)




Samsurizal Awi Pantas Pimpin NU Inhil

NUTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pelaksanaan Konferensi Cabang (Kofercab) PC NU Kabupaten Indragiri Hilir yang rencananya akan dilaksanakan pada 12-13 Januari mendatang, memunculkan banyak kandidat. Salah satunya adalah nama H Samsurizal Awi, salah seorang tokoh masyarakat yang low profil dan selama ini kenyang dalam memimpin berbagai organisasi di daerah ini.Pernyataan ini disampaikan oleh seorang tokoh pemuda Inhil yang juga mantan Ketua Ikatan Pemuda Nahdatul Ulama periode 2005-2007, Hidayat Hamid SPdI, kepada Vokal, Ahad, (6/1) di Tembilahan.

Menurut Hidayat, salah satu hal yang sangat menarik dari kepribadian  Samsurizal Awi adalah sikap keseharian yang dekenal sangat low profil. “Tentunya sebagai organisasi kemasyarakatan yang sangat berpengaruh di Inhil, dibutuhkan tokoh seperti itu. Sehingga kedepan organisasi NU semakin mampu memberikan kontribusi positif bagi umat dan juga Inhil,” ujar Hidayat Hamid yang juga diketahui sebagai Ketua Ikatan Alumni (IKA) STAI Auliaurrasyidin Tembilahan.

Dikatakannya lebih jauh, pengalaman yang bersangkutan dalam memimpin berbagai organisasi seperti Ketua Bazda Kabupaten saat ini, pernah aktif dalam kepengurusan IPNU serta juga menjabat sebagai Sekretaris Mabicab Pramuka Inhil tentu menjadi nilai tambah. Harus diakui, peranan seseorang yang mengerti dalam sebuah organisasi sangat penting bagi perkembangan organisasi.

Katanya lagi, di dalam menjalankan sebuah organisasi tentunya tidak mudah. Jangan sampai sebuah organisasi malah dipimpin oleh orang yang tidak punya latar belakang organisasi yang baik. Akibat yang timbul, berapa banyak organisasi yang hanya punya nama, tapi tidak jelas visi dan misi yang mereka emban.

“Salah satu penyebab kenapa ada organisasi yang tidak jelas program dan apa kontribusi mereka selama ini bagi kemajuan daerah, dikarenakan kelemahan pemimpin mereka yang tidak punya latar belakang organisasi yang baik. Tentunya NU sebagai organisasi umat yang sangat berpengaruh, jangan sampai terjadi seperti yang saya sebutkan di atas tadi,” tukasnya.

Selain itu nilai tambah dari Samsurizal Awi, yang bersangkutan punya kemapanan ekonomi. Tidak bisa dipungkiri, persoalan finansial sering menjadi persoalan yang cukup mengganggu roda organisasi. Jalannya sebuah organisasi, sangat berpengaruh dengan persoalan pendanaan yang dimiliki.

“Kita tidak bisa pungkiri, roda organisasi akan berjalan sesuai dengan harapan kalau memang dipimpin oleh orang yang secara finansial memadai. Bukan berarti, finansial menjadi landasan utama. Tapi itulah fakta yang ada di lapangan selama ini,” pungkas Hidayat.(dro/*2)