PLN Tembilahan Defisit 800 KW Pemadaman 5 Banding 1

Picture 020TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – pelaksanaan over hole serta adanya gangguan pada lima pembangkin mesin sewa PLN Rayon Tembilahan, mengakibatkan terjadi defisit hingga 800 KW dan terpaksa dilakukan pemadaman dengan  durasi 5 banding 1.

Sejauh ini menurut pihak PLN, belum ada kepastian kapan akan berakhirnya durasi pemadaman hingga tiga sampai lima jam dalam satu hari satu malam. Sebab, masih menunggu Spare part mesin yang didatangkan atau dipesan di Negara tetangga, Singapore.

Kita masih menunggu onderdil yang sudah dipesan,”ungkap Kepala PLN Rayon Tembilahan Husnul, Jumat (11/1) kemaren kepada detikriau.org.

Beberapa mesin sewa milik PLN Rayon Tembilahan yang mengalami over hole dan gangguan itu, seperti milik PT Tiga Bintang, PT Bima Golden,  PT Mega Power, dam milik PT Kurnia Abadi. Memang diakui Husnul, kerusakan pada beberpa unit mesin sewa sudah terjadi sejak Desember 2012 kemarin. Namun yang paling amat dirasakan warga, saat bulan Januari ketika mulai masuknya musim panas seperti ini.

“Desember 2012 yang lalu, warga Tembilahan juga banyak yang berlibur. Sehingga saat sudah menentap dan sudah menjalankan aktifitas kembali seperti sekarang pemakaian listrik kembali mengalami peningkatan,”katanya.

Dari totoal defisit sekitar 800 KW, PLN sendiri memiliki daya mampu sekitar 11.060 MW. Lalu dengan adanya kerusakan pada mesin-mesin tersebut, terpaksa dilakukan pemadaman bergilir. Sesuai intruksi, pemadaman listrik memang tidak boleh melebihi hingga tiga jam dalam satu kali 24 jam.

“Tapi kalau kita lakukan seperti itu, saya rasa durasi pemadamanya bisa lebih cepat seperti 2 banding 1 (dua hari hidup, satu kali mati, red),”tukasnya.

Saat ditanya mengenai sanksi atau finalti kepada beberpa perusahaan sewa, Husnul menyebutkan didalam kontrak kerjasama pihaknya dengan beberapa perusahaan tersebut semuanya sudah jelas. Apalagi kalau pihak perusahaan tidak bisa memenuhi kuota listrik sesuai kesepakatan.

“Biasanya sanksi yang diterapakan dalam kontrak lebih kepada sanksi financial. Mereka harus membayar ketentuan,”papar Husnul, sambil menyebutkan segala kontrak dan ketentuan sudah diatur oleh PLN  cabang di Rengat, Inhu.(dro/*1)




Air PDAM Tirta Indragiri Kembali Mampet, Warga mengeluh

indexTEMBILAHAN – Setelah sempat normal beberpa pekan kemarin, kali ini warga jalan Trimas Tembilahan kembali mengeluhkan distribusi air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri.

Menurut salah seorang pelanggan PDAM, pihaknya tidak mempersoalkan kalau kualitas air tidakerlalu bagus. Namun mereka sangat kerepotan kalau sumber air yang berasal dari PDAM mengalami gangguan distribusi.

Akibat mampetnya suplai air PDAM, warga harus melungkan waktu lebih untuk menutupi kebutuhan air keperluan rumah tangga mereka. Warga harus rela mengangkut air dari rumah tetangga yang memiliki sumur bahkan tempat ibadah seperti masjid dan musholah.

“Terus terang, kalau tidak salah sudah hampir satu bulan ini air PDAM kurang lancar. Bagi kami biarlah airnya kurang bersihr asal lancar .lagian untuk apa bersih kalau macet,”ungkap Ita, warga jalan Trimas Tembilahan Jumat (11/1).(dro/*1)




SMP 2 Perigi Raja Miris, Bangunan Rusak juga 8 Tahun Tanpa Guru Mate-Matika dan IPA

Anggota DPRD Inhil dari Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Zulkarnaen.
Anggota DPRD Inhil dari Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Zulkarnaen.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Ketersediaan guru di sebuah sekolah tentunya menjadi salah satu poin penting sebagai tolak ukur kesiapan sekolah tersebut dalam memberikan ilmu pengetahuan kepada murid. Namun tidak demikian dengan sekolah SMP 2 Perigi Raja Kecamatan Kuindra, Kabupaten Inhil. Selama Dealapan tahun terakhir, sekolah tersebut sama sekali tidak memiliki guru Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

“persoalan ini seharusnya menjadi perhatian Dinas Pendidikan, bagaimana kita dapat menciptakan generasi penerus yang mampu bersaing jika persyaratannya tidak terpenuhi,” ucap Anggota DPRD Inhil Zulkarnain menyampaikan keluhan Kepala Sekolah SMP 2 Desa Perigi Raja yang diterimanya saat reses di daerah tersebut kemaren.

Selain itu, Zulkarnain juga menyampaikan kondisi bangunan sekolah yang dinilai sudah tidak layak dan perlu untuk segera mendapatkan perbaikan.(dro/*0)




Pertanyakan SK 628, Komisi II DPRD Inhil Bertandang ke DPRD Provinsi Riau

Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ir Junaidi
Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ir Junaidi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tindaklanjuti persoalan harga kelapa, Komisi II DPRD Inhil, Kamis (10/1) laksanakan pertemuan dengan Komisi B DPRD Provinsi Riau.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ir Junaidi melalui sambungan telepon selular kepada detikriau.org, “Pertemuan itu barusan selesai. Menyikapi persoalan ini, Komisi B Provinsi Riau berjanji akan segera agendakan untuk memanggil satker terkait.”Ujar Junaidi.

Menurut penjelasan Junaidi, kedatangan Komisi II DPRD Inhil bertandang ke Komisi B Prov Riau dimaksudkan untuk mempertanyakan surat tertulis yang pernah disampaikan beberapa waktu sebelumnya. Dalam surat tertulis itu, DPRD Inhil memintakan kepada DPRD Prov Riau untuk mempelajari dan melakukan telaah atas SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan (Menhutbun) nomor 628 tahun 1998, tentang rumusan harga kelapa.”Kewenangan untuk melakukan itu berada pada pihak Provinsi.” Sebut Junaidi.

Diakhir pembicaraan, Junaidi juga sempat menyampaikan bahwa agenda pertemuan hari ini juga sekaligus melakukan sinkronisasi terkait Perda CSR Provinsi dengan Kabupaten. (dro/*0)




Dewan Pinta Pemerintah Lebih Selektif Pertimbangkan Usulan Kemitraan Investor dengan Masyarakat

Politisi Partai Golkar Inhil, H Yusuf Said
Politisi Partai Golkar Inhil, H Yusuf Said

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dewan kembali mengingatkan agar Pemerintah Kabupaten Indragiri untuk lebih selektif dan mengedepankan sikap kehati-hatian terhadap investor yang akan melakukan kemitraan dengan masyarakat. Semua ini dimaksudkan untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya persoalan dikemudian hari.

Pernyataan ini disampaikan oleh Politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar), H Yusuf Said. Menurutnya, sebelum memberikan restu, Pemkab sebaiknya melakukan kajian apa dampak untung dan rugi sebuah kemitraan yang akan dijalin dengan masyarakat .”Artinya kemitraan yang ditawarkan itu harus benar-benar jelas termasuk hasil yang akan didapat masyarakat serta tanggungjawab yang harus mereka penuhi,” Ungkap Yusuf Said kepada detikriau.org saat berbincang di gedung DPRD Inhil, rabu (9/1) kemaren.

Masih menurutnya, akibat ketidakhati-hatian, bukan satu dua persoalan yang pernah terjadi atas dampak dari sebuah kemitraan, sebut saja, persoalan Koperasi dengan PT Agro Sari Mas, PT BDL dengan Masyarakat serta berbagai persoalan-persoalan lainnya. Dewan juga berharap, sebelum memutuskan suatu rencana kemitraan, pihak Pemerintah sejak awal sebaiknya juga memintakan pertimbangan kepada pihak Dewan. Jangan setelah persoalan timbul, nantinya Dewan juga yang menjadi sasaran masyarakat.

“kalau memang dari hasil analisa dan kajian kemitraan yang ditawarkan itu sama-sama memberikan keuntungan kedua belah pihak, kita tentunya pasti akan setuju,” Pungkas Yusuf Said. (dro/*0)




Baca Surah Yasin, Warga Inhil Sambut Arba Musytamir

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Rabu, (9/1), warga diberbagai pelosok Kabupaten Inhil menyambut hari Arba Musytamir (Rabu Musytamir_red) dalam rangka menolak bala dan musibah yang kemungkinan akan menimpa. Kegiatan ini dilakukan dengan melaksanan pembacaan surah Yasin di mesjid dan surau.

Pantaun dibanyak mesjid dan surau, pelaksanaan pembacaan Surah Yasin dilaksanakan sebelum pelaksanaan Shalat Dzuhur. Acara ini juga biasanya diringi dengan berbagai makanan yang akan diserahkan kepanitian mesjid dan surau untuk dimakan usai pelaksanaan pembacaan surah Yasin.

“Kegiatan semacam ini memang sudah rutin diadakan di Inhil. Salah satu permohonan yang kita panjatkan kepada Allah adalah agar kita terhindar dari musibah yang akan menimpa kita ditahun ini,” ujar Izal salah seorang warga Gunung Daek, (9/1).

Masih menurut yang bersangkutan kegiatan semacam ini rutin dilaksanakan pada setiap Rabu terahir dibulan Syafar (kelender Hijriah _red). Konon katanya, Rabu terahir di bulan itu adalah bulan panas dimana banyak musibah dan bala diturunkan Allah kepada umat manusia yang tidak mengindahkan seruan dan ajaranNya.

“Agar kita terhindar dari musibah seacam itu, makanya kita isi dengan pembacaan Alquran, terutama Surah Yasin. Harapan kita selaku orang yang beriman, agar kita terhindar dari bala,” katanya.

Ungkapan senada juga diucapkan Ana warga Concong Tengah Kecamatan Concong. Pada Rabu terahir di bulan Syafar masyarakat di kampungnya memang selalu menyelenggarakan kegiatan semacam ini. Pada tahun ini, dirinya membuat beraneka kue untuk dimakan bersama warga yang melaksanakan peringatan Arba Musytamir.

“Bukan hanya saya, asih banyak kaum ibu yang membuat berbagai kue untuk dimakan bersama-sama usai pembacaan Surah Yasin di mesjid dan surau,” ujarnya.

Tradisi semacam ini memang terus berkembang dan dipertahankan oleh masyarakat Inhil. Dalam setiap tahunnya bukan hanya Arba Musytamir yang diperingati, tapi juga ada tradisi bubur Asyura yang biasanya jatuh dan diperingati pada 10 Muharram. (dro/*2)