Hasil Kajian Tetapkan Kemuning Sebagai Ibukota, Kec Enok Urung Ikut Bergabung ke Insel

Anggota DPRD Inhil Asal Kecamatan Enok, Edy Hariyanto Sindrang
Anggota DPRD Inhil Asal Kecamatan Enok, Edy Hariyanto Sindrang

Tembilahan (www.detikriau.org) – Meskipun tetap mendukung rencana pemekaran Kabupaten Indragiri Selatan, dengan alasan utama rentang kendali, Kecamatan Enok nyatakan menarik diri untuk bergabung dengan Insel.
Pernyataan ini disampaikannya oleh Anggota DPRD Inhil asal Kecamatan Enok, Edy Hariyanto kepada detikriau.org saat ditemui diruang Komisi II gedung DPRD Inhil Jalan HR Subrantas, Tembilahan. Kamis (21/2).
Dikatakan Edy Harianto yang akrab dipanggil Edy Sindrang ini, keputusan ini diambil setelah semakin menguatnya dukungan beberapa fraksi di DPRD Inhil untuk tetap mendukung hasil kajian dengan menetapkan Kecamatan Kemuning sebagai Ibukota Insel.
“Dalam rapat bersama seluruh Kepala Desa dan Lurah Sekecamatan Enok termasuk Ketua DPPK Insel Kecamatan Enok dan Tokoh masyarakat pertengahan 2012 yang lalu, kita sudah bersepakat akan menolak untuk bergabung jika Ibukota Insel tetap di Kecamatan Kemuning. Dan ini sudah menjadi keputusan,” Tegas Edy Sindrang.
Dilanjutkan Edy, secara pribadi dirinya tidak mempermasalahkan penetapan Ibu Kota Kabupaten Insel. Hanya saja, sebagai wakil rakyat ia  dibebani kewajiban untuk memikirkan masa depan Masyarakat yang telah memilihnya. Prinsip untuk bergabung dengan Insel tentunya demi harapan lebih baik kedepannya terutama untuk kepentingan masyarakat.
Ditetapkannya Kemuning sebagai Ibukota, menurut Edy adalah sebuah keputusan yang tidak adil terutama bagi warga Kecamatan Enok. Jika pemekaran Insel terwujud dan Enok ikut bergabung, artinya untuk menuju ke pusat Ibukota, masyarakat Enok setidaknya membutuhkan waktu tempuh 4 hingga 5 jam apalagi dengan kondisi infrastruktur jalan yang sangat memprihatinkan seperti saat ini.
“Sementara jika tetap bergabung dengan Inhil, untuk menuju Ibukota Kabupaten Inhil, Tembilahan, hanya dibutuhkan waktu maksimal 1 jam. Artinya bukankah lebih baik kita tetap bergabung dengan Inhil?. Lagipula jika Kec Enok urung bergabung, dengan 5 Kecamatan yang masih mendukung, Insel tetap memenuhi persyaratan untuk dimekarkan.” Ujarnya.
Diakhir pembicaraan, Edy menyampaikan apa yang ia ungkapkan ini bukan didasari dari perasaan ego tetapi semata demi masyarakat kedepannya. bicara masalah pemekaran menurutnya bukan bicara untuk tujuan 1 atau 2 hari tetapi untuk tujuan kedepan yang sangat panjang.
“Jadi, seharusnya sejak awal seluruhnya harus dipertimbangkan dengan matang agar kepentingan masyarakat diseluruh kecamatan Insel akan terakomodir dengan adil demi tercapainya pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat seperti apa yang di cita-citakan dari suatu pemekaran .” Pungkas Edy Sindrang.(dro/*0)




Eksodus Tenaga Kerja, DP4 Inhil diperkirakan Berkurang Sebanyak 8000 Jiwa

Kadisdukcapil Inhil, Dianto Mampanini
Kadisdukcapil Inhil, Dianto Mampanini

Tembilahan (www.detikriau.org) — Data Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) kabupaten inhil di perkirakan akan berkurang sebanyak 8.000 jiwa. Pengurangan pemilih di kecamatan pelangiran kabupaten indragiri hilir ini disebabkan adanya eksodus tenaga kerja dari salah satu perusahaan tanpa melakukan pemberitahuan. Sementara datanya masih tercatat di Disdukcapil Inhil.

“Perihal ini diketahui saat melakukan pemutakhiran pendataan DP4 untuk pilkada inhil.” Ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Inhil, Dianto mampanini, rabu (20/2)

Hingga saat ini ditambahkannya, pemutakhiran DP4 yang dilakukan di 20 kecamatan di kabupaten indragiri hilir masih terus dilakukan. Data DP4 sesuai agenda akan diserahkan kepada pihak KPUD Inhil Maret 2013 mendatang. (dro/*3)




Hingga Hari Ke Tiga, 18 Caleg Daftar ke DPC PKB Inhil

pkbTEMBILAHAN(www.detikriau.org)  – Sejak dibukanya pendaftaran calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) oleh DPC PKB Inhil (18 Februari 2013. red), sebanyak 18 bakal calon legislatif telah mengambil formulir.

Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPC PKB Inhil, Handoyo menyebutkan, dari 18 caleg tersebut dua diantaranya nyaleg ke Provinsi Riau. Sedangkan sisanya berasal dari lima daerah pemilihan (Dapil) Inhil.

“Minat untuk menjadi caleg dari Partai kami lumayan besar,” jelasnya Rabu (20/2).

Handoyo, menjelaskan, jumlah pendaftar dipastikan akan terus bertambah sampai batas akhir pendaftaran 10 Maret mendatang. Menurutnya PKB memberikan kesempatan untuk kader dan pemuda pemudi terbaik dari berbagai lapisan masyarakat untuk bisa bersaing dalam Pileg 2014 mendatang.

Hal formal yang harus dipenuhi dalam pendaftaran adalah surat permohonan pendaftaran, surat keterangan lulus pendidikan terakhir, fotocopy KTP, foto, bukti kartu tanda anggota Partai. Adanya persyaratan terakhir ini membuat orang diluar partai harus lebih dahulu mendaftar sebagai kader Partai.

“Setelah penutupan tahapan pendaftaran, tim dari DPC PKB Inhil akan melakukan seleksi untuk caleg yang akan diusung. Kami akan memastikan bacaleg yang akan diusung benar-benar memiliki kualitas dan kemampuan untuk menjadi wakil rakyat,” ujarnya.

18 caleg tersebut  masing-masing berasal dari dapil 1, dua orang, dapil 2, empat orang, dapil 3, dua orang, dapil 4, empat orang dan dapil 5, enam orang.(dro/*1)




Panitia Lokal MTQ Kabupaten Inhil Ke-43 Kec Mandah di Bentuk

Camat Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir, M. Nazar, S.Sos
Camat Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir, M. Nazar, S.Sos

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Panitia Pelaksana Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang ke-43, pekan kemarin sudah terbentuk. Sesuai Surat Penunjukan Pelaksanaan (SPP) LPTQ Kabupaten Inhil Nomor 02/LPTQ/I-2013, tahun ini Kecamatan Mandah di tunjuk sebagai penyelenggara MTQ tahun 2013.

Rapat pembentukan panitia lokal Kecamatan Mandah tersebut dipimpin langsung oleh Camat Mandah, M Nazar,  dengan dihadiri oleh UPIKA, KUA, UPTD, Kepsek, LPTQ Kecamatan, MUI, Kades/lurah, Forum RT/RW kecamatan Mandah, SPSI, Ojek, Majlis Taklim,, BKMT, Tokoh masyarakat, Tokoh agama, Tokoh pemuda dan Tokoh wanita.

Dalam rapat tersebut, terpilih sebagai  Ketua Umum, M Nazar S.Sos yang juga merupakan Camat Mandah, Sekretaris, Umar Hamdy  SPt yang menjabat sebagai Kasi PMD Kecamatan Mandah, dan Bendahara, Ramayulis yang menjabat sebagai Staf Camat Mandah.

Ketua Umum Panitia Lokal, M Nazar, kemarin, mengatakan, panitia yang telah dibentuk nantinya harus mampu melaksanakan kegiatan MTQ dengan perencanaan dan pengorganisasian secara matang. Diharapkan pelaksanaan MTQ yang juga sebagai Syi’ar Islam ini akan dapat berjalan sukses.

Selain itu, ia juga menyebutkan, dengan adanya kegiatan MTQ akan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kandungan isi Alquran.

“Kepanitiaan ini diharapkan dapat mengetahui tugasnya masing-masing, sehingga MTQ kabupaten akan terlaksana tepat waktu dan tepat sasaran,” harapnya.

MTQ tingkat Kabupaten Inhil ke-43 ini direncanakan akan digelar di Lapangan Bola Kali Hariah Mandah, Jalan Datuk Khasim, Hariah Mandah. Kegiatan  akan dilaksanakan pada akhir April 2013 hingga  awal Mei 2013.(dro/**)




Dalami Dugaan Korupsi Tanggul, Kajari Inhil Agendakan Pemeriksaan Pejabat Disbun

korupsiTEMBILAHAN(www.detikriau.org)– Kejaksaan Negeri Tembilahan, dalam waktu dekat ini meagendakan pemeriksaan terhadap pejabat Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), terkait dugaan pembangunan tanggul di Dusun Berongos dan Desa Bekawan, Kecamatan Mandah.

Pihak kejaksaan Negeri Tembilahan juga telah melakukan pemeriksaan terhadap Kepala parit Dusun Berongos, Masnur dan Kepala Desa Bekawan, M Nur. Menurut pihak kejaksaan, pemeriksaan itu terkait laporan adanya pembangunan tanggul yang diduga menyalahi ketentuan.

“Kami akan lakukan pemeriksaan kepada pejabat Dinas Perkebunan Inhil untuk mendalami penyelidikan terhadap kasus ini,” ungkap Kepala Kejaksaan Negri Tembilahan, Ferziansyah Sesunan melalui Kepala Seksi (Kasi) , Ifan pekan kemarin kepada wartawan.

Lanjutnya, saat menerima pengaduan warga Desa Bekawan terkait kasus dugaan pembangunan tanggul tersebut, pihaknya langsung meresponya dengan terjun langsung mengecek ke lokasi di Dusun Berongos, Desa Bidari Tanjung Datuk (sebelumnya masuk wilayah Desa Bekawan).

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan terhadap rekanan kontraktor dan Kepala Desa Bekawan, M Nur dan beberapa Kepala Parit setempat.  Pihaknya kembali meagendakan untuk melakukan pemeriksaan kepada dinas terkait. “Keduanya, Kepala Desa Bekawan, M Nur dan Kepala Parit Dusun Berongos, Masnur sudah kita periksa,” katanya.

Diakuinya, setakat ini, memang baru petani Desa Bekawan yang melaporkan dugaan pembangunan tanggul fiktif tersebut. Sementara dari keterangan yang diperoleh bahwa ada sekitar 9 paket pembangunan tanggul di Disbun Inhil yang tidak dikerjakan alias fiktif.

Kepala Dinas Perkebunan Inhil, H Kuswari, menegaskan bahwa pembangunan tanggul tersebut tidak fiktif. Ia hanya menyebutkan rekanan yang mengerjakan proyek itu tidak mengerjakan, padahal sudah mengambil uang muka sebagai tahap awal akan dimulainya pengerjaan.(dro/*1)




Inhil Masih Belum di Temukan Penyakit Flu Singapura

Gambar ilustrasi pasien penderita penyakit Flu Singapura
Gambar ilustrasi pasien penderita penyakit Flu Singapura

TEMBILAHAN(www.detikriau.org) – Meski akhir-akhir ini masyarakat dibeberapa daerah dihebohkan dengan merebaknya penyakit Flu Singapura, namun Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (inhil) hingga saat ini belum menerima laporan kasus tersebut.

Demikian dikatakan Kepala Diskes Inhil, Rasul Alim, di ruang kerjanya Senin (17/2). Menurut dia, jika diberbagai daerah se Inhil telah ditemukan jenis penyakit-penyakit aneh biasanya pihak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) langsung memberikan laporan baik tertulis maupun lisan.

“Alahamdulillah, sampai sekarang kita belum menemukan penyakit itu. Biasanya selama ini kalau terjadi penyakit yang agak aneh, tim kita dilapangan langsung melaporkanya. Artinya daerah kita belum terdeteksi adanya penyakit yang sempat menghebohkan beberapa daerah lain,”kata mantan Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan ini.

 

Meski demikian, dia tetap menegaskan kepada bawahanya agar pro aktif mencari informasi baru, terutama jika menyangkut masalah kesehatan masyarakat. Kalau memang ada yang mencurigakan, petugas kesehatan bisa langsung melakukan tindakan penanganan awal.

Kalau memang didapatai penyakit semacam itu ada langkah-langkah intensif yang akan dilakukan. Bisanya lanjut  Rasul, gejala penyakit Flu Singapora, hampir menyerupai dengan kasus Flu Burung yang beberapa waktu lalu juga sempat menggemparkan.

Selain itu dia juga meminta masyarakat terbuka dan selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan setempat. Dan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati selama musim Pancaroba semacam ini dengan selalu menjaga daya tahan tubuh, salah satunya menjaga asupan makanan yang sehat dan bermutu.

“ Sekali lagi kita sampaikan bahwa sampai saat ini kami masih melakukan pemantaun agar tidak sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dikemudian hari,”imbuhnya. (dro/*1)

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Flu_Singapura

Flu Singapura adalah penyakit berjangkit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae (bahasa Spanyol Pico:kecil), Genus Enterovirus (non Polio). Dalam dunia kedokteran, Flu Singapura dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut (KTM). Di dalam Genus Enterovirus terdiri dari virus Coxsackie A, virus Coxsackie B, Echovirus dan Enterovirus. Penyebab KTM yang paling sering pada pasien rawat jalan adalah Coxsackie A16, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71. Berbagai enterovirus dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. KTM adalah penyakit umum yang menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun (kadang sampai 10 tahun). Orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus. Penularannya melalui kontak langsung dari orang ke orang yaitu melalui droplet, air liur, tinja, cairan dari vesikel atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung melalui barang-barang yang terkontaminasi oleh sekresi itu. Tak ada vaktor tapi ada pembawa seperti lalat dan kecoa. Penyakit KTM ini mempunyai imunitas spesifik, namun anak dapat terkena KTM lagi oleh virus strain enterovirus lainnya. Masa inkubasinya sekitar 2-5 hari. Sementara untuk waktu terekspos sampai terkena penyakit 3-7 hari.

Gejala, Mula-mula demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti sakit leher (pharingitis), tidak ada nafsu makan, pilek, ruam di bagian mulut, tangan dan kaki, dan mungkin di bagian popok. Gejala seperti flu pada umumnya yang tak mematikan. Timbul vesikel yang kemudian pecah, ada 3-10 ulcus di mulut seperti sariawan terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan. Timbul rash/ruam atau vesikel (lepuh memerah/blister yang kecil dan rata), papulovesikel yang tidak gatal ditelapak tangan dan kaki. Bila ada muntah, diare atau dehidrasi dan lemah atau komplikasi lain maka penderita tersebut harus dirawat.

Jenis virus tertentu gejalanya dapat lebih parah yaitu :

  1. Demam tinggi lebih dari 38 C selama 2 hari.
  2. Ada gejala flu, sesak napas, kejang-kejang, ulkus, seriawan pada rongga mulut, lidah, dan kerongkongan.

Jika timbul gejala seperti ini harap sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif karena dapat menyebabkan kematian. Tempo pengasingan yang disarankan adalah hingga lepuh kering.