Awalnya Nelayan Menduga DKP Tidak Berpihak, Pertemuan Sempat Memanas

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Inhil, H Saripek (baju kuning berpeci) didamping dua orang staff dan Kepala Desa Sungai Bela, Hasanudin  (baju coklat) sempat berbincang-bincang usai pertemuan dengan nelayan rawai.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Inhil, H Saripek (baju kuning berpeci) didamping dua orang staff dan Kepala Desa Sungai Bela, Hasanudin (baju coklat) sempat berbincang-bincang usai pertemuan dengan nelayan rawai.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pertemuan puluhan nelayan rawai dengan DKP Inhil hampir saja memanas. Pada awalnya, nelayan menduga DKP terkesan tidak berpihak atas nasib yang mereka alami.

Dalam penjelasannya, H Saripek membenarkan bahwa Pemkab Inhil telah  mengeluarkan izin operasi kepada 10 kapal nelayan andon asal tanjung balai karimun provinsi Kepulauan Riau. Sesuai ketentuan, nelayan andon yang diberikan izin beroperasi di Perairan Kabupaten Indragiri Hilir ini melakukan aktifitas diareal perairan diatas 4 mil.

“Setiap warga Negara RI berhak untuk melakukan aktivitas dimanapun di perairan seluruh wilayah republik ini. Namun tentunya ada aturan-aturan yang harus dipatuhi. termasuk 10 nelayan andon yang diberikan izin untuk beroperasional diperairan Inhil dan mereka hanya dibenarkan melakukan aktifitas diatas 4 mil,” Jelas Saripek.

Dalam kesempatan itu, H Saripek juga sempat menyampaikan bahwa setiap nelayan wajib untuk mendatakan dirinya ke Dinas Perikanan setempat dan akan diberikan kartu identitas nelayan. Jika ini tidak dilakukan, DKP tidak akan mampu berbuat banyak jika terjadi hal-hal yang merugikan. Termasuk kejadian yang seperti yang dialami nelayan rawai saat ini.

Mendengar penjelasan ini, suasana pertemuan tampak memanas. Dari penjelasan tersebut, nelayan rawai desa sungai bela yang mengaku tidak pernah mendaftar sebagai nelayan menduga DKP tidak berpihak kepada kesusahan mereka. Bahkan beberapa orang nelayan sempat berdiri dan bergerak untuk meninggalkan ruang pertemuan sambil mengancam akan mengambil tindakan sendiri atas aktifitas nelayan andon yang dinilai telah merugikan mereka.

Namun setelah diberikan pengertian, nelayan rawai yang pada mulanya terlihat emosi mulai mereda. Mereka bersedia kembali keruang pertemuan.

Dilanjutkan H Saripek, apa yang dipaparkannya adalah aturan yang harus dipatuhi oleh setiap warga Negara yang berpropfesi sebagai nelayan dan ini wajib untuk diberikan penjelasan. Kesediaan dirinya hadir ditengah-tengah nelayan sebagai bukti kepedulian DKP. Apa yang disampikannya tersebut kedepan dimintanya harus dipenuhi oleh nelayan yang hari ini belum terdaftar untuk mengantisipasi kejadian serupa dikemudian hari dan diangguki kepala oleh puluhan nelayan rawai sebagai tanda persetujuan.

“Kedepan, jika menemukan nelayan andon melakukan aktivitas dibawah 4 mil. Silahkan tangkap dan laporkan ke DKP. Kita akan berikan tindakan tegas. kalau perlu kita akan cabut izin operasional mereka.” Tegas H Saripek. (dro/*0)




Diduga Akibat Aktifitas Nelayan Andon, 19 Nelayan Rawai Sungai Bela Kehilangan Alat Tangkap.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Inhil, H Saripek (baju kuning berpeci) saat memberikan penjelasan kepada nelayan dalam pertemuan di Kantor Kepala Desa Sungai Bela
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Inhil, H Saripek (baju kuning berpeci) saat memberikan penjelasan kepada nelayan dalam pertemuan di Kantor Kepala Desa Sungai Bela

TEMBILAHAN ( www.detikriau.org ) – Puluhan Nelayan Rawai Desa Sungai Bela Kecamatan Kuindra kini tidak lagi bisa melaut. Pasalnya, alat tangkap yang menjadi sandaran mata pencaharian hidup mereka rusak dan sebahagian besar sudah hilang. Mereka menduga, kerusakan ini disebabkan aktifitas nelayan andon asal tanjung Balai Karimun Provinsi Kepulauan Riau.

Hal ini disampaikan puluhan Nelayan Rawai saat digelar pertemuan dengan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Indragiri Hilir, H Saripek, bertempat di Kantor Kepala Desa Sungai Bela, Kamis (8/2) sore.

Dikisahkan mereka, selasa (4/2) malam, 19 nelayan rawai menebar alat tangkap diperairan Tanjung Bakung, Kecamatan Kuindra. Pagi esok harinya ketika akan melihat hasil tangkapan, mereka menemukan peralatan jaring rawai mereka sudah tidak lagi berada di tempatnya. Yang tersisa hanyalah sebahagian kecil dan sudah dalam kondisi rusak.

Puluhan nelayan rawai Desa Sungai Bela saat mengikuti pertemua di kantor kepala desa.
Puluhan nelayan rawai Desa Sungai Bela saat mengikuti pertemua di kantor kepala desa.

“Semua hilang, bahkan pelampung jaring rawaipun sudah tidak ada lagi. Yang tersisa hanya sebahagian kecil dan itupun sudah terputus-putus. Kami menduga kerusakan ini disebabkan aktifitas nelayanan andon asal tanjung balai yang memang kerab beroperasi diperairan ini,” Ungkap Zailani salah seorang nelayan.

Sebagai bukti untuk memperkuat dugaan biang kerusakan tersebut, nelayan juga mengaku menemukan sobekan jaring ikan yang tersangkut disisa-sisa alat tangkap rawai. Mereka meminta Pemkab Inhil melalui DKP untuk menuntut ganti rugi yang kini mereka alami.

Menyikapi permintaan nelayan rawai Desa Sungai Bela, dalam pertemuan yang juga dihadiri Kades Sungai Bela, Hasanuddin, Anggota DPRD dari Dapil setempat, Herwanissitas, Kapolpos, Babinsa, Nelayan rawai dan puluhan masyarakat Desa sungai bela ini, Kadis KP Inhil, H Saripek menyatakan kesediaan untuk memperjuangkan tuntutan para nelayan rawai.

“Saya minta semua nelayan yang mengalami kerugian untuk di data. Termasuk tentunya bukti kerusakan. Insyallah kita akan perjuangkan.” Ucap H Saripek.

Berdasarkan laporan, 19 orang nelayan rawai Desa Sungai Bela diperkirakan mengalami kerugian masing-masing sebesar kurang lebih Rp. 2 jt.(dro/*0).




Tabib ditemukan Mengapung di Sungai Indragiri

indexTEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Asmunni alias Alang (48) warga jalan Pangeran Hidayat, Parit 14 Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan, ditemukan meninggal dunia di perairan Sungai Indragiri, tidak jauh dari rumahnya, Kamis (7/2) sekitar pukul 14.30 WIB.

Dalam keseharianya bapak beranak dua ini merupakan tulang punggung keluarga. Semasa hidupnya, almarhum berprosesi sebagai tukang obat tradisional (tabib). Dimana  pasiennya tidak hanya berasal dari sekitar Tembilahan, melainkan juga berasal dari berbagai daerah seperti Rengat dan Pekanbaru.

Menurut penuturan warga setempat, sebelum meninggal, sekitar pukul 11.30 WIB, Almarhum turun dari rumah hendak pergi mandi ke lorong Setuju, yang tidak jauh dari rumahnya. Mandi siang hari, merupakan hal rutin yang ia lakukan. Setidaknya, kata warga setempat dalam satu hari Almarhum bisa melakukan hal itu dua hingga tiga kali.

Pada hari itu Almarhum, pergi mandi cukup lama hingga berjam-jam. Padahal biasanya, tidak sampia 15 menit, Almarhum sudah kembali kerumah dan menjalankan ibadah sholat dzuhur. Kecurigaan semakin kuat, setelah anak bungsunya medatangi tempat biasa ia mandi. Disana hanya didapati perelengkapan mandi, seperti sabun dan sehelai handuk.

Setelah dipanggil beberpa kali tidak ada jawaban dari yang bersangkutan, akhirnya anak bungsu Almarhum memanggil keluarga dan para tetangga sekitar. Tanpa komando, warga langsung membantu mencari Alang. Sekita 3 jam, akhirnya Alang ditemukan tidak jauh dari sekitar tempat pemandianya, dengan kondisi sudah tidak bernyawa.

“Memang biasa pak Alang mandi di tempat itu. Sehari bisa dua hingga tiga kali. Kami sangat terkejut mendengar peristiwa ini. Padahal semassa hidupnya Almarhum suka membantu orang,” kata Rita, tetangga Almarhum.

Sewaktu hidupnya, Almarhum dikabarkan pernah mengidap penyakit ayan dan sesak nafas. Mungkin saja, saat berada didalam sungai penyakit tersebut kambuh. Senanda, Ketua RT 06 RW 07, Edycandra Hat. Menurut dia, Almarhum memilki jiwa sosial yang sangat bagus. Gampang bergaul dan mudah membantu, saat ini warga sekitar merasa sangat kehilangan.

“Kayaknya disini sudah menjadi hal biasa. Hampir setiap tahun anngota keluarga masyarakat sini yang terjatuh dan meninggal di Sungai Indragiri,”cerita Edycandra.

Dulunya, kata Edycandra, banyak orang tua-tua melakukan ritual sesembahan di Sungai Indragiri. Namun setelah para orang tua itu meninggal, ritual tersebut tidak pernah dilakukan lagi. Sehingga, korbanya beralih menjadi manusia. “Saya engak percaya, tapi inilah faktanya,”tukas Ketua RT 06 tersebut.

Sementara itu, Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, SIK,M.Si saat dihubungi melalui Paur Humas Polres Inhil, Ipda Warno, mengaku belum menerima informasi itu. Mungkin saja, menurut dia pihak keluarga tidak melaporkan masalah ini kepada pihak Kepolisian. “Kita belum dapat infonya,”ungkap Warno singkat.

Saat berita ini dirilis, Jasad korban sedang disemayamkan di rumah duka. Terlihat para keluarga shok dan menangis. Lantunan ayat yasin, dibacakan silih berganti dari keluarga dan warga yang datang melayat.(dro/*1)




Lampu Mati, PLN Kembali Meminta Maaf

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Terputusnya pasokan listrik kembali gelapkan Kota Tembilahan, Kamis (7/2) sekitar pukul 00.30 WIB hingga 02.30 WIB dini hari. Penyebabnya, adanya gangguan pada panel penyaluran 20 KV Pembangkit Tenaga Diesel (PLTD) Parit IV Tembilahan PLN Rayon Tembilahan.

Kepala PLN Rayon Tembilahan, Husnul, mengatakan, terjadinya gangguan pada panel penyaluran daya listrik kepada pelanggan tersebut merupakan hal yang tidak terduga.

“Ya, mesin kita dini hari tadi mengalami gangguan, tepatnya pada panel 20 KV PLTD Parit IV Kecamatan Tembilahan Hulu.,” ujar Husnul kepada wartawan, Kamis (7/2), di Tembilahan.

Husnul menjelaskan, pihaknya terus berupaya meminimalisir terjadinya gangguan yang ada di mesin pembangkit, agar situasi yang kerap terjadi di Kota Tembilahan hingga saat ini dapat di hindari sekaligus dirinya kembali menyampaikan permintaan maaf kepda pelanggan PLN Rayon Tembilahan atas gangguan yang dialami tersebut.

“Kta juga menghimbau kepada pelanggan untuk lebih berhemat dalam pemakaian listrik terutama saat beban puncak, juga bersama-sama menjaga instalasi kelistrikan dari tindak pencurian,” ujarnya.(dro/**)




Gerindra Inhil Syukuran Ultah Ke-5

Penasehat DPC Partai Gerindra Inhil, H Abdul Sattar Khalidi diberi kesempatan memotong tumpeng peringatan Ultah Gerindra Ke 5 didampingi Ketua DPC, Baharudin LA (Berkopiah) dan beberapa pengurus.TEMBILAHAN (www.detikriau.org) —  DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Indragiri Hilir, melaksanakan acara sukuran dalam rangka memperingati hari Ulang Tahun Partai Gerindra Ke 5, Rabu (6/2)

Dalam kegiatan yang dilaksanakan secara sederhana bertempat di Kantor DPC Partai Gerindra Inhil, Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan, Ketua DPC Gerindra Inhil, Baharudin LA menggantungkan harapan agar diusia Ke 5 ini Gerindra dapat lebih mantap dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat.

“Tiada ucapan lain, semoga diusia ke – 5 yang terbilang masih muda ini Gerindra dapat lebih mampu memberikan pengabdian dan memperjuangkan cita-cita bangsa untuk mencapai kesejahteraan rakyat Indoensia.” Ucap Baharuddin LA dalam kata sambutannya.

Penasehat DPC Partai Gerindra Inhil, H Abdul Sattar Khalidi diberi kesempatan memotong tumpeng peringatan Ultah Gerindra Ke 5 didampingi Ketua DPC, Baharudin LA (Berkopiah) dan beberapa pengurus.
Penasehat DPC Partai Gerindra Inhil, H Abdul Sattar Khalidi diberi kesempatan memotong tumpeng peringatan Ultah Gerindra Ke 5 didampingi Ketua DPC, Baharudin LA (Berkopiah) dan beberapa pengurus.

Dalam kesempatan itu, Baharuddin LA juga berharap agar segenap pengurus, kader dan simpatisan yang ikut menghadiri acara ini memanjatkan do’a kehadirat Tuhan yme agar Gerindra selalu diberikan kelapangan dan keteguhan hati dalam menapak langkah mencapai apa yang menjadi cita-cita Bangsa tersebut.

Penasehat Partai Gerindra Kab Inhil yang merupakan salah seorang tokoh dan sesepuh masyarakat kota Tembilahan, H Abdul Satar Khalidi berharap agar segenap pengurus Partai Gerindra dalam menjalankan amanah selalu berpegang teguh kepada ajaran agama. “Santunan yang diberikan kepada anak-anak yatim hari ini menunjukkan bahwa jajaran pengurus DPC partai Gerindra masih memegang amanah agama. Semoga ini memberikan sebuah keberkatan dalam perjuangan Gerindra,” Do’a H Abd Satar.

Acara syukuran secara sederhana dengan melakukan pemotongan tumpeng dilanjutkan dengan pemberiaan santunan kepada puluhan anak-anak yatim juga dilanjutkan dengan pemberiaan minuman susu sebagai sebuah gerakan yang konsisten dilakukan Partai Gerindra yang dinamai sebagai Revolusi Putih.

Disampaing pengurus DPC Partai Gerindra Inhil, Simpatisan, pengurus TIDAR, Gardu Prabowo dan Satria Muda Indonesia (SMI), acara ini juga tampak dihadiri oleh Ketua Ikatan Keluarga Jawa Riau (IKJR), H Joko Supriyono, Salah seorang Kandidat Bakal Calon Bupati Inhil yang mendaftar di Partai Gerindra, Tengku Suhandri, Aktifis Anti Korupsi dan sekaligus Tokoh Masyarakat Peduli Inhil (MPI), Zakiyun dan masyarakat kota Tembilahan.(dro/**)




Komisi II Agendakan Pemanggilan Mitra Kerja

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dalam rangka memaksimalkan pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dan lebih tetap sasaran, Komisi II DPRD Inhil, dalam waktu dekat ini meagendakan pemanggilan terhadap stakeholder mitra kerjanya.

Demikian dikatakan Ketua Komisi II DPRD Inhil, Ahmad Junaidi, Rabu (6/2). Menurut dia, agenda pemanggilan itu lebih kepada mempertegas tetang kesiapan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menjadi mitra kerja mereka. Minimal, setelah pertemuan nanti, dewan yang menjalankan fungsi kontrolnya dapat mengetahuinya.

“Kita ingin tahu sejauhmana perencanaan mereka,”ujar Politisi Partai Golkar ini.

Kata Junaidi juga, program stakeholder tersebut langsung bersentuhan dengan masyarakat dilapangan. Contohnya, segala kegiatan yang sudah diagendakan secepatnya dapat dijalankan setelah APBD bisa dugunakan. Dia tidak ingin, alasan kelasik kembali timbul.

“Desember 2012 kemarin APBD kita sudah disahkan. Jangan dijadikan alasan lagi keterlambatan sebuah pekerjaan dikarenakan lambatnya pengesahaan APBD.,”tegasnya, sambil mengatakan Eksekutif yang memanagemen segingga bisa menyesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan.

Kemudian dia meminta kepada ULP dapat bekerja keras dalam memproses sistem pelelangan yanga ada. Lalu hasilnya, buah dari pembangunan itu benar-benar dinikmati masyrakat pada tahun berjalan. Dan kalau dalam kenyataanya tidak mampu menjalankan tugas dengan baik, Junaidi menyarankan pejabat tersebut membuat surat penguduran diri, karena masih banyak oarang yang memiliki kemampan.(dro/*1)