Hingga Hari Ke Tiga, 18 Caleg Daftar ke DPC PKB Inhil

pkbTEMBILAHAN(www.detikriau.org)  – Sejak dibukanya pendaftaran calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) oleh DPC PKB Inhil (18 Februari 2013. red), sebanyak 18 bakal calon legislatif telah mengambil formulir.

Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPC PKB Inhil, Handoyo menyebutkan, dari 18 caleg tersebut dua diantaranya nyaleg ke Provinsi Riau. Sedangkan sisanya berasal dari lima daerah pemilihan (Dapil) Inhil.

“Minat untuk menjadi caleg dari Partai kami lumayan besar,” jelasnya Rabu (20/2).

Handoyo, menjelaskan, jumlah pendaftar dipastikan akan terus bertambah sampai batas akhir pendaftaran 10 Maret mendatang. Menurutnya PKB memberikan kesempatan untuk kader dan pemuda pemudi terbaik dari berbagai lapisan masyarakat untuk bisa bersaing dalam Pileg 2014 mendatang.

Hal formal yang harus dipenuhi dalam pendaftaran adalah surat permohonan pendaftaran, surat keterangan lulus pendidikan terakhir, fotocopy KTP, foto, bukti kartu tanda anggota Partai. Adanya persyaratan terakhir ini membuat orang diluar partai harus lebih dahulu mendaftar sebagai kader Partai.

“Setelah penutupan tahapan pendaftaran, tim dari DPC PKB Inhil akan melakukan seleksi untuk caleg yang akan diusung. Kami akan memastikan bacaleg yang akan diusung benar-benar memiliki kualitas dan kemampuan untuk menjadi wakil rakyat,” ujarnya.

18 caleg tersebut  masing-masing berasal dari dapil 1, dua orang, dapil 2, empat orang, dapil 3, dua orang, dapil 4, empat orang dan dapil 5, enam orang.(dro/*1)




Panitia Lokal MTQ Kabupaten Inhil Ke-43 Kec Mandah di Bentuk

Camat Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir, M. Nazar, S.Sos
Camat Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir, M. Nazar, S.Sos

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Panitia Pelaksana Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang ke-43, pekan kemarin sudah terbentuk. Sesuai Surat Penunjukan Pelaksanaan (SPP) LPTQ Kabupaten Inhil Nomor 02/LPTQ/I-2013, tahun ini Kecamatan Mandah di tunjuk sebagai penyelenggara MTQ tahun 2013.

Rapat pembentukan panitia lokal Kecamatan Mandah tersebut dipimpin langsung oleh Camat Mandah, M Nazar,  dengan dihadiri oleh UPIKA, KUA, UPTD, Kepsek, LPTQ Kecamatan, MUI, Kades/lurah, Forum RT/RW kecamatan Mandah, SPSI, Ojek, Majlis Taklim,, BKMT, Tokoh masyarakat, Tokoh agama, Tokoh pemuda dan Tokoh wanita.

Dalam rapat tersebut, terpilih sebagai  Ketua Umum, M Nazar S.Sos yang juga merupakan Camat Mandah, Sekretaris, Umar Hamdy  SPt yang menjabat sebagai Kasi PMD Kecamatan Mandah, dan Bendahara, Ramayulis yang menjabat sebagai Staf Camat Mandah.

Ketua Umum Panitia Lokal, M Nazar, kemarin, mengatakan, panitia yang telah dibentuk nantinya harus mampu melaksanakan kegiatan MTQ dengan perencanaan dan pengorganisasian secara matang. Diharapkan pelaksanaan MTQ yang juga sebagai Syi’ar Islam ini akan dapat berjalan sukses.

Selain itu, ia juga menyebutkan, dengan adanya kegiatan MTQ akan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kandungan isi Alquran.

“Kepanitiaan ini diharapkan dapat mengetahui tugasnya masing-masing, sehingga MTQ kabupaten akan terlaksana tepat waktu dan tepat sasaran,” harapnya.

MTQ tingkat Kabupaten Inhil ke-43 ini direncanakan akan digelar di Lapangan Bola Kali Hariah Mandah, Jalan Datuk Khasim, Hariah Mandah. Kegiatan  akan dilaksanakan pada akhir April 2013 hingga  awal Mei 2013.(dro/**)




Dalami Dugaan Korupsi Tanggul, Kajari Inhil Agendakan Pemeriksaan Pejabat Disbun

korupsiTEMBILAHAN(www.detikriau.org)– Kejaksaan Negeri Tembilahan, dalam waktu dekat ini meagendakan pemeriksaan terhadap pejabat Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), terkait dugaan pembangunan tanggul di Dusun Berongos dan Desa Bekawan, Kecamatan Mandah.

Pihak kejaksaan Negeri Tembilahan juga telah melakukan pemeriksaan terhadap Kepala parit Dusun Berongos, Masnur dan Kepala Desa Bekawan, M Nur. Menurut pihak kejaksaan, pemeriksaan itu terkait laporan adanya pembangunan tanggul yang diduga menyalahi ketentuan.

“Kami akan lakukan pemeriksaan kepada pejabat Dinas Perkebunan Inhil untuk mendalami penyelidikan terhadap kasus ini,” ungkap Kepala Kejaksaan Negri Tembilahan, Ferziansyah Sesunan melalui Kepala Seksi (Kasi) , Ifan pekan kemarin kepada wartawan.

Lanjutnya, saat menerima pengaduan warga Desa Bekawan terkait kasus dugaan pembangunan tanggul tersebut, pihaknya langsung meresponya dengan terjun langsung mengecek ke lokasi di Dusun Berongos, Desa Bidari Tanjung Datuk (sebelumnya masuk wilayah Desa Bekawan).

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan terhadap rekanan kontraktor dan Kepala Desa Bekawan, M Nur dan beberapa Kepala Parit setempat.  Pihaknya kembali meagendakan untuk melakukan pemeriksaan kepada dinas terkait. “Keduanya, Kepala Desa Bekawan, M Nur dan Kepala Parit Dusun Berongos, Masnur sudah kita periksa,” katanya.

Diakuinya, setakat ini, memang baru petani Desa Bekawan yang melaporkan dugaan pembangunan tanggul fiktif tersebut. Sementara dari keterangan yang diperoleh bahwa ada sekitar 9 paket pembangunan tanggul di Disbun Inhil yang tidak dikerjakan alias fiktif.

Kepala Dinas Perkebunan Inhil, H Kuswari, menegaskan bahwa pembangunan tanggul tersebut tidak fiktif. Ia hanya menyebutkan rekanan yang mengerjakan proyek itu tidak mengerjakan, padahal sudah mengambil uang muka sebagai tahap awal akan dimulainya pengerjaan.(dro/*1)




Inhil Masih Belum di Temukan Penyakit Flu Singapura

Gambar ilustrasi pasien penderita penyakit Flu Singapura
Gambar ilustrasi pasien penderita penyakit Flu Singapura

TEMBILAHAN(www.detikriau.org) – Meski akhir-akhir ini masyarakat dibeberapa daerah dihebohkan dengan merebaknya penyakit Flu Singapura, namun Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (inhil) hingga saat ini belum menerima laporan kasus tersebut.

Demikian dikatakan Kepala Diskes Inhil, Rasul Alim, di ruang kerjanya Senin (17/2). Menurut dia, jika diberbagai daerah se Inhil telah ditemukan jenis penyakit-penyakit aneh biasanya pihak Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) langsung memberikan laporan baik tertulis maupun lisan.

“Alahamdulillah, sampai sekarang kita belum menemukan penyakit itu. Biasanya selama ini kalau terjadi penyakit yang agak aneh, tim kita dilapangan langsung melaporkanya. Artinya daerah kita belum terdeteksi adanya penyakit yang sempat menghebohkan beberapa daerah lain,”kata mantan Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan ini.

 

Meski demikian, dia tetap menegaskan kepada bawahanya agar pro aktif mencari informasi baru, terutama jika menyangkut masalah kesehatan masyarakat. Kalau memang ada yang mencurigakan, petugas kesehatan bisa langsung melakukan tindakan penanganan awal.

Kalau memang didapatai penyakit semacam itu ada langkah-langkah intensif yang akan dilakukan. Bisanya lanjut  Rasul, gejala penyakit Flu Singapora, hampir menyerupai dengan kasus Flu Burung yang beberapa waktu lalu juga sempat menggemparkan.

Selain itu dia juga meminta masyarakat terbuka dan selalu berkoordinasi dengan petugas kesehatan setempat. Dan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati selama musim Pancaroba semacam ini dengan selalu menjaga daya tahan tubuh, salah satunya menjaga asupan makanan yang sehat dan bermutu.

“ Sekali lagi kita sampaikan bahwa sampai saat ini kami masih melakukan pemantaun agar tidak sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dikemudian hari,”imbuhnya. (dro/*1)

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Flu_Singapura

Flu Singapura adalah penyakit berjangkit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae (bahasa Spanyol Pico:kecil), Genus Enterovirus (non Polio). Dalam dunia kedokteran, Flu Singapura dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut (KTM). Di dalam Genus Enterovirus terdiri dari virus Coxsackie A, virus Coxsackie B, Echovirus dan Enterovirus. Penyebab KTM yang paling sering pada pasien rawat jalan adalah Coxsackie A16, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71. Berbagai enterovirus dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. KTM adalah penyakit umum yang menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun (kadang sampai 10 tahun). Orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus. Penularannya melalui kontak langsung dari orang ke orang yaitu melalui droplet, air liur, tinja, cairan dari vesikel atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung melalui barang-barang yang terkontaminasi oleh sekresi itu. Tak ada vaktor tapi ada pembawa seperti lalat dan kecoa. Penyakit KTM ini mempunyai imunitas spesifik, namun anak dapat terkena KTM lagi oleh virus strain enterovirus lainnya. Masa inkubasinya sekitar 2-5 hari. Sementara untuk waktu terekspos sampai terkena penyakit 3-7 hari.

Gejala, Mula-mula demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti sakit leher (pharingitis), tidak ada nafsu makan, pilek, ruam di bagian mulut, tangan dan kaki, dan mungkin di bagian popok. Gejala seperti flu pada umumnya yang tak mematikan. Timbul vesikel yang kemudian pecah, ada 3-10 ulcus di mulut seperti sariawan terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan. Timbul rash/ruam atau vesikel (lepuh memerah/blister yang kecil dan rata), papulovesikel yang tidak gatal ditelapak tangan dan kaki. Bila ada muntah, diare atau dehidrasi dan lemah atau komplikasi lain maka penderita tersebut harus dirawat.

Jenis virus tertentu gejalanya dapat lebih parah yaitu :

  1. Demam tinggi lebih dari 38 C selama 2 hari.
  2. Ada gejala flu, sesak napas, kejang-kejang, ulkus, seriawan pada rongga mulut, lidah, dan kerongkongan.

Jika timbul gejala seperti ini harap sesegera mungkin dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif karena dapat menyebabkan kematian. Tempo pengasingan yang disarankan adalah hingga lepuh kering.




Warga M Yamin Fungsikan Parit dan Drainase Sebagai Tong Sampah

sampahTEMBILAHAN(www.detikriau.org)– Minimnya fasilitas tempat pembuangan sampah rumah tangga, di jalan M Yamin Parit 15 Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan, membuat warga sekitar menjadikan parit (anakan sungai. Red) dan drainase sasaran akhir pembuangan sampah.

Salah satu alasan mereka melakukan itu dikarenakan tidak tersedianya tempat pembuangan sampah umum. Padahal dampak dari perbuatan itu secara langsung telah mencemari lautan, sehingga bisa juga merusak ekosistem. Tapi yang lebih parah, bisa menyebabkan saluran air tersumbat dan menimbulkan bahaya banjir. Apalagi jika memasuki musim hujan seperti saat ini.

“Habis mencari tempat sampah di sepanjang jalan ini susah. Kami harus pergi kedepan lembaga sana. Makanya sampah-sampah rumah tangga kami buang kedalam parit. Hampir semua warga sini membuang sampah ke parit,”ungkap Ati (29) ibu rumah tangga jalan M Yamin, Senin (17/2).

Hal yang dilakukan ibu beranak satu ini sebagian dari potret warga M Yamin lainya. Pemandangan tersebut akan mudah dilihat saat magrib dan malam hari.

Sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Inhil H Tengku Edy, menyebutkan pihaknya masih mengevaluasi titik-titik tempat pembuangan sampah rumah tangga warga Kota Tembilahan. Disampaikannya, untuk memenuhi harapan warga Kota Tembilahan, tentang titik-titik pembuangan sampah rumah tangga, sudah mernjadi program Dinas PU.

“Kita akan coba menganggarkanya melalui APBD Inhil tahun ini. Masalahnya saat ini kita masih mengevaluasi persoalan itu,” ungkap Tengku Edy.(dro/*1)




Dandim 0314 Inhil Irup 17 Hari Bulan

Dandim 0314 Indragiri Hilir, Letkol Inf Firalta Paksana Tarigan
Dandim 0314 Indragiri Hilir, Letkol Inf Firalta Paksana Tarigan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Senin 18 Februari 2013, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0314 Indragiri Hilir, Letkol Inf Firalta Paksana Tarigan menjadi Pembina Upacara 17 Hari Bulan, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kab. Inhil di Tembilahan. Upacara ini diikuti oleh segenap Pegawai Negeri Sipil,TNI dan POLRI di Lingkungan Pemkab. Inhil.

Dalam amanatnya, Dandim 0314 Kab. Inhil mengajak segenap peserta upacara untuk meningkatkan kedisiplinan, demi terciptanya pelayanan prima kepada masyarakat. Selain itu, Dandim juga menghimbau untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban bersama. “Jadilah Polisi bagi diri sendiri, jangan berperilaku yang dapat memancing tindak kejahatan, dan jangan memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk berbuat kriminal pada diri kita dan lingkungan”, Pesan Dandim.(dro/**)