Usulan KPUD Tentang Dapil dan Alokasi Kursi DPRD Pileg 2014 Disetujui KPU

kpuTEMBILAHAN (www.detikriau.org) — Usulan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Inhil tentang daerah pemilihan (Dapil) dan alokasi kursi DPRD Inhil pemilu legislative 2014 kepada KPU-RI mendapatkan persetujuan. Penetapan persetujuan KPU RI tersebut bernomor KPTS/KPU/No 96 tertanggal 9 Maret 2013.

“Benar, usulan kita tersebut telah mendapatkan persetujuan dari KPU di Jakarta dan surat keputusannya juga sudah kita terima,” Jelas Ketua KPUD Inhil, Joni Suhaidi kemaren di Tembilahan.

Usulan KPUD Inhil yang mendapatkan persetujuan KPU RI tersebut yakni, Untuk dapil satu tetap yakni, meliputi Kecamatan Tembilahan, Tembilahan Hulu, Tempuling dan Kecamatan Kempas. Demikian pula dengan dapil dua tetap meliputi tiga kecamatan yakni, Kecamatan Batang Tuaka, Gaung Anak Serka (GAS) dan Kecamatan Gaung.

Dapil tiga meliputi Kecamatan Mandah dan Kecamatan Pelanggiran, sebelumnya dapil ini merupakan dapil lima. Sedangkan dapil empat yang meliputi beberapa Kecamatan di Utara seperti, Teluk Belengkong, Kateman dan Kecamatan Pulau Burung, sebelumnya adalah dapil enam.

Selanjutnya dapil lima yang meliputi Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) Concong, Tanah Merah dan Kecamatan Enok, sebelumnya merupakan dapil tiga. Dan terakhir dapil enam, Kecamatan Sungai Batang, Reteh, Keritang dan Kecamatan Kemuning, sebelumnya merupakan dapil empat.

Menurut Ketua KPUD Inhil, Joni perubahan nomor urut dapil yang diambil oleh KPU pusat berindikator dari kedekatan antara masing-masing dapil. Meski demikian kata Joni, semua itu tidak ada masalah, karena jumlah dapil dan alokasi kursi secara total tetap sama dengan Pemilu 2009 lalu.

Alokasi kursi untuk dapil satu 12 kursi, dapil dua 6 kursi, dapil tiga 5kursi, dapil empat 5 kursi, dapil lima 7 kursi dan dapil enam 10 kursi. Totalnya tetap berjumlah 45 kursi. “Untuk kursi yang berkurang dapil tiga dan dapil empat. Pemilu sebelumnya dua dapil itu jumlah kursinya masing-masing enam saat ini menjadi lima,”jelas Joni, Rabu (13/3).

Sedangkan alokasi kursi yang bertambah adalah dapil satu dan dapil enam. Dimana pemilu 2009 silam dapil satu terdapat 11 kursi dan saat ini naik menjadi 12 kursi. Demikian pula dengan dapil enam yang saat ini alokasi kursinya naik menjadi 10 dari 9 kusi yang ada.

Terjadinya penambahan alokasi kursi anggota DPRD Inhil, di beberapa dapil satu dan dapil enam, menurut Joni, dikarenakan terjadinya pertambahan jumlah penduduk di beberapa kecamatan. Penambahan jumlah penduduk di wilayah darat dan selatan Inhil, bisa dikarenakan faktor ekonomis dan sosial.

Saat ini dapil satu, jumlah penduduknya 208.720. Dapil dua 96.601. Dapil tiga 112.750. Dapil empat 181 753. Dapil lima 92. 237 dan Dapil enam berjumlah 88.377 penduduk.(dro/*1)




Percepat Penyelesaian Jembatan Enok, Warga Pinta Anggota DPRD Provinsi Riau Asal Inhil Pro Aktif

jembatan2Tembilahan (www.detikriau.org) – Masyarakat Kecamatan Enok berharap kepada Pemerintah Provinsi Riau untuk membantu dalam hal penganggaran pengerjaan jembatan penyeberangan sungai enok. Sejak pembangunan tahap awal, seluruh dana pembangunan jembatan yang memiliki arti penting bagi masyarakat Inhil bagian selatan ini hanya mengandalkan dana APBD Kabupaten Inhil.

Harapan ini disampaikan oleh tokoh masyarakat Enok, Rahman Hamid ketika sempat berbincang dengan detikriau.org di Kecamatan Enok, rabu (13/3). Dikatakan mantan anggota DPRD Inhil ini, tanpa adanya keberpihakan pihak provinsi untuk membantu kucuran dana, penyelesaian jembatan yang menelan dana sekira Rp 100 milyar ini dipastikan akan berjalan lambat,

“Jembatan penyeberangan ini bukan hanya memiliki arti penting bagi masyarakat Kecamatan Enok tetapi juga Kecamatan lainnya di pesisir wilayah Inhil bagian selatan, seperti Kuala Enok dan Kecamatan Sungai Batang. Jika pengerjaan jembatan ini bisa disegerakan, akan mempermudah jalur tranportasi orang maupun barang. Imbasnya, tentu akan mempercepat peningkatan ekonomi masyarakat.” Nilai Rahman Hamid.

jembatan1Dalam kesempatan itu, Rahman Hamid juga memberikan penilaian, belum adanya perhatian pihak provinsi Riau dalam membantu penganggaran jembatan penyeberangan ini tidak terlepas dari minimnya perhatian anggota DPRD Provinsi Riau asal daerah pemilihan Inhil. “buktinya, sejak awal pengerjaan, dana pembangunan jembatan penyeberangan ini hanya mengandalkan APBD Inhil. Tahun 2012 lalu, setahu saya, jembatan ini mendapatkan dana tahap awal sebesar Rp. 15 milyar dan tahun ini Rp. 10 Milyar. Kalaulah ada sharing dana dari pihak provinsi, tentunya pengerjaan akses vital yang sangat dinanti-nanti masyarakat ini akan semakin mudah untuk disegerakan. Untuk mendapatkan sharing dana provinsi, tentunya wakil-wakil kita di DPRD Riau yang harus pro aktif. Namun sayang, secara pribadi saya menilai perhatian mereka sangat minim.” Ungkapnya mengkritik.

Dari pantauan dilokasi, pengerjaan jembatan penyeberangan sungai enok ini baru terlihat pada bagian sebelah utara sungai. Untuk penyelesaian masih memerlukan waktu dan pengerjaan yang tidak sedikit. (dro/*0)




Tahun Ini Jalan Provinsi Rumbai-Tembilahan Diperbaiki

Kepala Bappeda Inhil, Dr Hj Alvi Furwanti Alwie
Kepala Bappeda Inhil, Dr Hj Alvi Furwanti Alwie

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tahun 2013 ini, jalan lintas Provinsi Rumbai Jaya menuju Kuala Getek, Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan, mendapat perbaikan dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau lebih kurang sebesar Rp 13 milyar.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil, Hj Alvi Furwanti Alwie menyebutkan, ada tiga paket pengerjaan jalan lintas Rumbai Jaya-Tembilahan. Paket pertama perbaikan ruas jalan Rumbai Jaya-Tempuling. Kemudian paket pekerjaan kedua, dimulai dari Tempuling menuju Parit 6 Kecamatan Tembilahan Hulu. Sedangkan paket ketiga Tembilahan Hulu sampai Kuala Getek.

“Angkanya kalau tidak salah sekitar Rp 13 M, dibagi dalam tiga paket perkerjaan. Saat ini masih dalam proses lelang oleh Provinsi,” kata Kepala Bappeda Inhil saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Inhil, H Tengku Edy Efrizal juga mengatakan demikian, namun dia belum bisa menyebutkan nilai paket pekerjaan, karena masih dalam proses yang dilakukan pihak provinsi. Meski demikian dia berharap, perbaikan maupun peningkatan jalan tersebut dilakukan sesuai ketentuan yang diharapkan.

“Dalam pengerjaan nanti, kita berharap titik nol-nya ditarik dari kota Tembilahan. Khususnya dari simpang Sungai Beringin menuju Rumbai Jaya,”pinta Tengku Edy, Selasa (12/3).

Dengan dana yang sudah dianggarkan pihak provinsi itu, kata Tengku Edy, perbaikanya tergantung dengan tingkat kerusakan pada jalan itu sendiri. Jika kondisi jalan dalam keadaan rusak parah maka dilakukan peningkatan sedangkan yang rusak saja dilakukan pemiliharaan badan maupun ruas jalan.

“Kita minta tahun ini pengerjaanya tuntas, mulai dari jalan Sungai Beringin, Baharuddin Yusuf dan Pari 6 Tembilahan Hulu,” kata nya.

Kemudian dari Parit 6 sampai ke Rumbai Jaya, lanjut Tengku Edy, silahkan saja pihak provinsi menjalankan pekerjaanya, apakah peningkatan maupun pemeliharaan. Sebab, itu merupakan domain mereka (Provinsi, red). Sedangkan kabupaten hanya sebatas melakukan koordinasi.

“Kalau untuk jalan dalam kota memang harus menjadi perhatian kita bersama, meskipun jalan itu jalan provinsi. Alasan kami tidak menganggarkan perbaikan jalan dalam kota pada tahun ini, karena sudah dialokasikan oleh provinsi,” sebut mantan Kepala BLH Inhil ini.(dro/*1)




Jajaran Kekayaan Milik Irjen Djoko yang Sudah Disita KPK

091040_104304irjendjoko2Jakarta – Publik memang dibuat kagum dengan keberanian KPK menetapkan jenderal aktif, Irjen Djoko Susilo sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan Simulator SIM. Namun publik lebih dibuat kaget lagi dengan kekayaan yang dimiliki oleh mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri tersebut.

Bagaimana tidak kaget, belasan rumah yang tersebar di sejumlah provinsi berhasil dilacak KPK. Rumah itu bukan sembarang rumah. Harga jualnya setiap unitnya rata-rata di atas Rp 500 juta. Bahkan tak sedikit yang menyentuh angka miliaran rupiah.

Belum lagi, tiga buah SPBU yang juga sudah masuk radar KPK. Namun khusus untuk SPBU, KPK belum menyitanya.

Berikut adalah rumah, tanah serta bangunan milik Irjen Djoko Susilo yang hingga saat ini sudah disita KPK. Jumlah ini diperkirakan masih bisa bertambah.

“Kami belum berhenti, masih terus kami telusuri,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, Jakarta, Selasa (12/3/2013).

1. Rumah mewah berlantai dua di Jl Cendrawasih, Tanjung Mas, Jaksel. Informasi yang dikumpulkan, rumah itu disita KPK pekan lalu. Sekitar pukul 19.00 WIB, petugas KPK datang dan memasang palang penyitaan. Rumah itu diketahui atas nama Mahdiana, istri Djoko yang dinikahi pada 2001. Rumah itu sudah beberapa lama kosong. Gembok juga terpasang dari luar.

2. Di kompleks Tanjung Mas tersebut, Djoko juga memiliki rumah lain di blok C yang juga sudah disita KPK. Diperkirakan rumah yang berada di Jl Cendrawasih ini berharga sekitar Rp 4-5 miliar.

3. Salon Cla milik Mahdiana, istri Irjen Djoko Susilo juga disita KPK. Salon itu dikelola Mahdiana sejak dua tahun lalu. Penyitaan itu dilakukan sejak Rabu (6/3). Petugas KPK datang dan langsung menempel segel penyitaan.

4. Di kawasan Jl Durian Raya, Jagakarsa, KPK menyita rumah mewah, gudang, dan tanah seluas 1.000 meter. Rumah mewah bergaya Jawa itu kosong. Informasi dari warga, rumah itu didiami Mahdiana, yang dinikahi Djoko pada 2001.

5. Rumah megah Irjen Djoko Susilo di Tapos, Jawa Barat, akhirnya disita KPK. Untuk memasang papan penyitaan, petugas KPK mengebor gerbang di rumah yang terletak di Jalan Raya Leuwinanggung No 69 RT 1 RW 8 Leuwinanggung, Tapos, Depok, Jabar.

6. Rumah mewah dua lantai yang terletak di kawasan elite Jl Prapanca, Kebayoran Baru, Jaksel ini dahulunya biasa ditinggali Dipta Anindita, istri muda Djoko. Tapi ketika direnovasi, pada 2012 Dipta pindah ke rumah yang lain. Rumah ini memiliki dua gerbang, satu untuk masuk dan satu untuk keluar. Rumah ini rata-rata berornamen kayu dengan jendela yang besar. Ada CCTV dipasang di gerbang rumah.

7. Rumah mewah milik Irjen Djoko Susilo ini terletak di Jl Elang Mas, Blok C3, Jagakarsa, Tanjung Duren, Jakarta Selatan. Rumah ini memiliki dua lantai serta berpagar tinggi. Tapi rumah ini kosong dan seperti tak terawat.

8. Rumah Irjen Djoko Susilo di Depok, Jabar yang disita KPK berada di hook Perumahan Pesona Khayangan Mungil, tepatnya di RT 1 RW 29 Blok E1 Jalan M Yusuf Mekarjaya, Sukmajaya, Depok.

9. Rumah yang berada di daerah mahal Jl Cikajang No 18, Kelurahan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, ini memiliki ruang bawah tanah (basement). Ruang bawah tanah itu berada di dekat garasi mobil yang sudah hancur. Di garasi itu ada tangga menuju ruang bawah tanah.

10. Rumah mewah milik Irjen Djoko Susilo di Semarang terletak di perumahan elite Klaster Golf Residence Blok C/No 12 Graha Candi Golf, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Rumah Irjen Djoko berada di Kavling IV.

11. Rumah ini memiliki gerbang yang kokoh. Bentuknya pun terkesan mewah dengan bangunan yang megah. Luasnya pun sekitar 2.500 meter. Rumah milik Irjen Djoko ini terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan No 70, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Solo.

12. Rumah kuno di Yogyakarta milik Irjen Djoko ini berada di Jalan Langenastran No 7 Kelurahan Patean, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. Sekitar 100 meter dari sisi timur Alun-alun Kidul Kraton Yogyakarta. Luas rumah kurang lebih kira-kira 600 meter persegi.

13. Rumah milik Djoko Susilo ini terletak di Jalan Sam Ratulangi No 16, Kampung Gremet Manahan, Solo. Rumah mewah ini terletak di atas tanah 500 meter persegi. Rumah ini dibangun sekitar lima tahun lalu.

14. Rumah Irjen Djoko lainnya di Yogya berada di kawasan benteng Kraton atau masuk kawasan Njeron Benteng. Rumah tersebut terletak sekitar 500 meter sebelah barat Alun-alun Selatan. Tepatnya di Jl Patehan Lor No 34 dan 36 Kecamatan Kraton Yogyakarta. Rumah tersebut terletak tidak jauh dari kompleks Tamansari. Satu rumah seluas 1.500 meter persegi

15. Sedangkan satu rumah lagi terletak persis di sebelah barat rumah kuno, hanya terpisah gang sempit yang merupakan jalan warga Kampung Taman, Solo. Rumah yang bernomor 36 ini adalah rumah dengan bangunan baru. Luas tanah sekitar 400 meter persegi dan dibeli Djoko sebesar Rp 350 juta.

Pakar pencucian uang dari Universitas Trisaksi, Yenti Gunarsih, berharap KPK berhasil dalam perampasan harta kekayaan hasil korupsi dari Djoko. Ia berharap KPK bisa berhasil dalam dakwaan kasus Simulator SIM dan pencucian uang.

“Semoga kali ini KPK benar-benar bisa menuntaskan kasus korupsi simulator dan sekaligus dengan TPPU sehingga upaya perampasan hasil korupsi tersebut optimal,” kata Yenti.(dtc)




Tangga Pelabuhan LASDP Tembilahan Rusak, Warga Desak Perbaikan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Warga keluhkan kerusakan tangga pelabuhan LASDP Tembilahan. Maka itu, mereka minta pemerintah segera melakukan perbaikan agar tidak terjadi korban jiwa.

Saat ini kondisi tangga pelabuhan yang panjangnya sekitar 10 meter ini mengalami kerusakan dibeberpa bagian. Tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari kroposnya dibagian lantai dan besi bagian kiri kanan untuk tumpuan pegangan penggunanya.

Menurut pengawas pelabuhan LASDP, Iyan (40), kerusakan dibeberpa bagian tangga pelabuhan cukup membahayakan para calon penumpang. Jika hal ini tidak segera diperbaiki, maka bisa mempersulit aktivitas warga dan calon penumpang yang memanfaatkan pelabuhan itu.

“Sebagian lobang yang menganga di tangga pelabuhan itu sudah ditutup dengan papan. Tapi itu hanya sebagain kecil saja,” terang  Iyan kemaren sambil mengatakan sebelumnya pernah dilakukan perbaikan, namun bukan pada bagian tangga, melainkan dibagian ponton apung pelabuhan.

Dalam keharinya, pelabuhan ini merupakan salah satu pelabuhan tersibuk yang ada di Kota Tembilahan. Karena disana, selain bersandar kapal motor yang mengangkut sembako, juga terdapat speedboat yang dipergunakan masyarakat sebagai alat transpotasi yang menghubungkan ke beberapa kecamatan pesisir di Inhil.

Sekretaris Dinas Perhubungan Inhil, TM Saifullah saat dikomfirmasi mengenai hal itu menyebutkan pihaknya akan mencarikan solusi terbaik. “Kita akan lihat dulu gimana kondisinya. Kalau memang mendesak perbaikanya, tentu akan kita upayakan,” ungkap TM (dro/*1)




Warga Teluk Belengkong Desak Perbaikan Tanggul

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) -Warga Desa Indra Sari dan Desa Beringin Mulya, Kecamatan Teluk Belengkong, mendesak pemerintah kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) untuk segera melakukan perbaikan tanggul jebol di desa mereka.

Sejak jebol dua tahun silam, kondisi aliran sungai dan kanal setempat tidak bisa befungsi seperti semula. Untuk mengangkut hasil panen, warga terpksa melakukan dengan cara melangsir menggunakan sampan yang daya tampungnya sangat minim.

Bahkan warga harus mengeluarkan biaya panen yang cukup besar, bila dibandingkan dengan mengangkut hasil panen dengan menggunakan pompong atau ponton. “Perbaikan hanya bisa kami lakukan dengan cara swadaya. Itupun hasilnya tidak maksimal. Kalau sudah tidak hujan selama tiga hari saja maka kondisi kanal akan kering,” ungkap Kepala Desa Indra Sari, Musmulyadi, Ahad (10/3) kemaren.

Senada, Sekretaris Desa (Sekdes) Beringin Mulya, Eko menyatakan tidak hanya desanya dan Desa Indra Sari yang merasakan dampak dari jebolnya tanggul, tetapi ada 13 Desa yang sangat merasakan persolan ini. Katanya, kalau hanya mengandalkan tangan masyarakat, maka perbaikan tanggul yang sesungguhnya tidak akan bisa selesai.

“Masalah ini harus ada campur tangan pemerintah daerah dan DPRD. Sudah dua tahun persoalan ini terjadi, namun belum bisa kami atasi sendiri. Paling tidak ada alat berat (eskavator) yang digerakan untuk dapat melakukan perbaikan tanggul,” kata Eko.

Yang lebih disayangkan warga, kurangnya perhatian anggota legislatif dari daerah pemilihan setempat. Eko meminta ada tindakan nyata yang diambil apalagi kejadian itu sudah terjadi dua tahun silam.

“Inikan masalah serius menyangkut ekonomi masyarakat. Tidak salahnya kalau kawan-kawan anggota DPRD mencarikan solusinya. Ini juga merupakan aspirasi masyarakat,” tuturnya yang diaminkan Musmulyadi, kala itu.(dro/*1)