Sensus Pertanian 2013, BPS Inhil Siapkan 856 Petugas

sensus pertanianTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dalam rangka mendukung program pemerintah secara Nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyiapakan 856 petugas pencacah lapangan sensus pertanian (ST 2013)

Ada beberapa tahapan sebelum petugas pencecah lapangan (PCL) menjadi bagian dari tim BPS. Antara lain, mereka (calon PCL, red) mengikuti prosedur yang sudah ditentukan, seperti mendaftar dan mengikuti tes maupun seleksi yang akan dibagi menjadi dua tahapan.

“Yang pertama tentu mereka harus menguasai wilayah tugas. Tapi itu setelah mereka bisa melewati dua tahapan seleksi baik dari petugas BPS di kecamatan hingga tim seleksi korwil,”ungkap Kepala BPS Inhil, H Irfarial, Senin (18/3).

Dari 856 petugas yang dibutuhkan, 214 diantaranya menjadi koordinator tim sedangkan sisanya sebanyak 642 adalah petugas PCL. Setelah petugas dianggap benar-benar berlkualitas dan mampudengan bekal  bimbingan teknis (Bimtek) selama tiga baru diterjunkan kelapangan.

“TC-nya ada beberapa lokasi. Untuk wilayah Utara di pusatkan di Guntung, Kecamatan Kateman. Sedangkan wilayah Selatan di Pulau Kijang, Kecamatan Reteh. Kemudian untuk bagian Tengah, di Kota Tembilahan,”jelasnya.

Adapun materi yang akan diberkan dalam pelatihan nanti meliputi simulasi wawancara dengan petani. Sehingga pada saat tanggal mainnya semua pencacah sudah siap menjalankan tugas. Sensus yang diakukan itu sangat menetukan terhadap masa depan dunia pertanian Indonesia secara umum.

“Kita menghimbau petani tidak kaget. Karena nantinya petugas akan mendatangi satu persatu rumah para petani. Mohon diberikan jawaban yang sejujur-jujurnya,”harap Irfarial.(dro/*1)




DBD Menyerang. Warga Desa Pengalihan Enok Resah

dbdTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Warga Desa Pengalihan Kecamatan Enok kini mulai resah. Pasalnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai menyerang. Bahkan sudah tercatat sebanyak 3 orang meninggal dunia dalam kurun waktu 3 bulan terakhir.

Dalam keterangannya, Jum’at (15/3), Ponidi (31) salah seorang tokoh pemuda warga Desa Pengalihan Kecamatan Enok mengatakan sebenarnya penyakit DBD sudah merebak sejak pertengan Januari lalu, namun warga tidak sadar dan tidak mengerti akan keberadaan penyakit tersebut.

“Rata-rata warga tidak tanggap dan hanya menganggap jika itu hanya panas biasa, sehingga mereka tidak risau. Namun sejak ada korban yang meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Puri Husada Tembilahan yakni Jonanda Pratama tinggal di Dusun Gemilang Desa Pengalihan Kecamatan Enok, kini warga mulai resah,”ujar Ponidi.

Dirinya mengharapkan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir atau Dinas terkait secepatnya mengambil tindakan untuk pencegahan agar tidak menyebar dan menjangkit warga yang lain hingga menanmbah korban yang lebih banyak lagi.

”Kita sangat berharap kepada pemerintah atau Dinas terkait secepatnya melakukan penyemprotan (Foging). Agar warga juga tidak merasa resah. Apalagi sampai sekarang belum ada tindakan yang dilakukan pemerintah, yang ada masyarakat melakukan penyemprotan sendiri dirumah masing-masing,”tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehata,n Rasul Alim M.kes. SKM, sudah jauh hari selalu mengintruksikan kepada masyarakat untuk waspada terhadap bahaya DBD, sebab Kabupaten Indragiri Hilir adalah salah satu daerah Endemis rawan akan terjangkit penyakit demam berdarah.

“ Kita sangat berharap kepada seluruh warga masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan dengan membudayakan 3 M pada masing-masing lingkungannya sendiri, untuk antisipasi berkembangnya jentik-jentik nyamuk demam berdarah agar tidak menyerang warga” pinta Rasul Alim.

Menurutnya kebersihan lingkungan yang dimaksudkan oleh Kadiskes tersebut yakni masyarakat haruas membuang bekas kaleng kosong, termasuk botol air minum dengan cara menimbun, kemudian pengurasan bak mandi dan genangan air lainnya yang bisa berpotensi berkembangnya nyamuk demam berdarah.

Dijelaskan Rasul Alim untuk tindakan fogging atau pengasapan  itu hanya bersipat mengusir sementara. Nyamuk yang terkena fogging hanya menghindar sementara, setelah itu nyamuk akan datang kembali. maka yang paling efektif adalah dengan membudayakan program 3 M dari pada hanya mengandalkan fogging dari Pemerintah.(dro/*4)




Hasil Pertemuan GEM Tetap Tolak Penetapan Calon Ibukota Insel

nanda p.z 006TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Masyarakat Kecamatan Enok yang menamakan diri Gerakan Enok Menggugat (GEM), rabu (13/3) kemaren melaksanakan pertemuan di gedung Serba Guna Kecamatan Enok. Pertemuan ini diagendakan untuk menyikapi penetapan Desa Selensen Kecamatan Kemuning sebagai calon Ibu Kota Definitif Kecamatan Insel dan Desa Kota Baru Kecamatan Keritang sebagai calon Ibukota sementara.

Pertemuan yang dihadiri oleh Camat Enok, Kapolsek, Danramil, Kades/Lurah, Ketua LPM, Ketua BPD  dan tokoh masyarakat Kecamatan Enok ini menghasilkan tiga keputusan, yaitu, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembentukan Kabupaten Indragiri Selatan. Kemudian menyatakan penolakan atas penetapan calon Ibukota definitive dan calon Ibukota Sementara Kabupaten Insel serta meminta kepada pihak pemerintah untuk melakukan kajian ulang atas penetapan calon ibukota Insel tersebut.

Suasa pertemuan GEM di Gedung Serba Guna Kecamatan Enok, rabu (13 Maret 2013)Dalam pemaparannya, Anggota DPRD Inhil asal daerah pemilihan setempat, Edy Herianto Sindrang yang saat itu didampingi oleh ketua Dewan Pertimbangan Pemekaran Kabupaten (DPPK) Kecamatan Enok,  Rahman Hamid sekali lagi mengungkapkan bahwa pertimbangan utama keberatan Kecamatan Enok atas penetapan calon Ibukota Sementara dan Definitif Insel lebih kepada persoalan rentang kendali, waktu dan pelayanan.” Kita menilai penetapan calon Ibukota Insel tidak mempertimbangkan hal itu. makanya kita berharap kajian itu untuk kembali dilakukan,” Ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mempertanyakan keabsahan rekomendasi yang ditandatangani oleh Ketua DPPK Insel, M Kamal yang menyatakan persetujuan untuk menyerahkan keputusan penetapan calon Ibukota Insel kepada hasil kajian yang dilakukan oleh Pemkab Inhil bekerjasama dengan Universitas Islam Indragiri (UNISI). Karena dinilainnya, lampiran berkas bertandatangan beberapa tokoh 6 Kecamatan di Insel dalam pertemuan di Gedung LAM Tembilahan beberapa waktu lalu terkesan sebuah pembohongan.

Dalam pertemuan itu, dikatakannya, forum hanya menyetujui untuk dilakukan kajian kelayakan rencana pemekaran Insel. Sedangkan penetapan calon ibukota, karena tidak ada kesepahaman diputuskan untuk dibicarakan kemudian hari. Anehnya malah DPPK Insel memberikan rekomendasi persetujuan bahwa calon ibukota diputuskan berdasarkan hasil kajian dan disertai dengan tandatangan peserta yang hadir dalam rapat di gedung LAM tersebut. Apa ini tidak bisa dikatakan pembohongan?” Tanya Edy Herianto.

Hasil keputusan pertemuan GEM ini nantinya dikatakan Edy akan disampaikan ke pihak DPRD Provinsi Riau .

Tokoh masyarakat Enok, Acok ketika sempat dimintai tanggapan usai pertemuan menyatakan dukungan penuh atas hasil pertemua ini.bahkan dengan tegas ia menyatakan jika keputusan rapat ini tidak mendapatkan respon dari pihak pemerintah, secara pribadi ia menyarankan agar Kecamatan Enok untuk menarik diri bergabung ke Insel.”kalau juga tetap dilakukan, biar saya orang Enok tapi saya nantinya akan tinggak di Tembilahan saja. saya yakin keputusan saya ini juga akan diikuti oleh banyak warga Enok lainnya,”Tegas Acok.

Camat Kecamatan Enok, M Shatir dengan penegasan berbicara sebagai perwakilan sebahagian wewenang Bupati memberikan pertimbangan agar masyarakat Kecamatan Enok juga menjadikan niat percepatan pembangunan sebagai salah satu pertimbangan untuk membuat keputusan. Ia berharap, kerja keras dengan pengorbanan waktu dan biaya yang tidak sedikit untuk niatan pemekaran Insel tidak menjadi sia-sia.”Nawaitu pemekaran menurut hemat saya tidak hanya didasari kepada rentang kendali. Saya berharap percepatan pembangunan juga dapat dijadikan sebagai sebuah pertimbangan sebelum mengambil keputusan,” Ujar Camat sambil mengatakan bahwa percepatan pembangunan tentunya akan lebih mudah direalisasikan jikalau Insel bisa segera dimekarkan. (dro/*0)




Kesal Dengan Istri, Kakek Bakar Tempat Tinggal

cekcokTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Akibat cekcok rumah tangga, SN (60) warga jalan Provinsi Parit 7 Desa Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan nekat membakar rumah tinggalnya, Rabu (13/3) kemaren sekira pukul 18.00 WIB.

Sebelumnya pasangan suami istri antara SN dengan NH (43) dikabarkan terlibat pertenggkaran. Namun entah karena apa hingga terjadi pembakaran yang dilakukan oleh SN. Dihdapan petugas NH, mengaku tidak mengetahui peristiwa itu. Karena, saat kejadian dirinya sedang berada di rumah orang tuanya yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Kemudian, NH juga menduga musibah kebakaran tersebut, erat kaitanya dengan pertengkaran ia dengan suaminya. Bahkan dia mengaku, selama menjalani hidup bersama suaminya sering terjadi pertengkaran-pertengkaran. Tapi puncaknya, kejadian pada saat itu, sampai terjadi pembakaran rumah.

Salah seorang tetangga korban MY (36), mengaku sebelum kejadian itu suami NH yang diduga sebagai pelaku pembakaran rumah, sempat terlihat membeli minyak bensin Rp10. 000. Ketika ditanya untuk apa minyak tersebut, SN mengakui hanya untuk sepeda motor temannya yang mogok.

Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, melalui Kapolsek Tembilahan Hulu, AKP Zaidir, menjelaskan sesuai dengan keterangan korban saat dimintai keterangan, bahwa penyebab kebakaran di rumahnya, memang merupakan unsur kesengajaan oleh suaminya sendiri.

Namun pihaknya, belum bisa menyimpulkan apa penyebab pasti terjadinya kebakaran, karena masih dalam proses penyidikan oleh petugas dilapangan. Meski demikian, Zaidir mengakui pihaknya tengah meminta keterangan ke sejumlah saksi yang diduga kuat mengetahui peristiwa itu.

“Kasus ini masih kita dalami. Saat ini kami masih meminta keterangan terhadap saksi-saksi,” katanya, sambil mengatakan akibat kejadian itu korban mengalami kerugian hingga yang ditaksir mencapai Rp20.000.000.(dro/*1)




46 Calon Anggota Panwascam Gagal Tes Wawancara

panwasTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebanyak 46 orang gagal menjadi panitia pengawas kecamatan (Panwascam) Pemilhan Kepala Daerah (Pilkada) Indragiri Hilir (Inhil) September mendatang. 46 peserta tersebut tidak lulus tes wawancara.

Berdasarkan data yang dihimpun, dari 178 pendaftar sebelumnya 19 orang dinyatakan tidak lulus administrasi. Dengan demikian mengerucut menjadi 159 calon anggota panwascam dan berhak mengikuti tes tertulil. Dari jumlah tersebut, setelah tes tertulis mengerucut lagi menjadi 106 dan masuk ketahapan terakhir yakni tes wawancara.

“46 diatara mereka gugur dalam tes wawancara. Sehingga 60 orang peserta resmi dinyatakan menjadi anggota panwascam,” ungkap Ketua Panwaslu Inhil, Nelly Weny Susanty, Kamis (14/3).

Tes yang sudah sesuai dengan nilai yang diperoleh menjadi patokan mereka dalam rapat peleno menetukan calon anggota panwascam. Maka itu uji kelayakan juga dilakukan dengan maksimal. Sehingga, yang dipilih sudah sesuai kriteria yang ditentukan oleh peraturan.

“Semua sudah kita anggap tuntas, hanya tinggal menyiapkan dan menunggu waktu pelanitkan,” tukasnya, sambil mengatakan proses pelantikan sambil disejalankan dengan pemberiaan bimbingan teknis (Bimtek).(dro/*1)




Insentif RT Hingga Kades Tahun Ini Naik

edy syafwannurTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Semakin tingginya beban kerja jajaran pemerinta desa (Pemdes) dari tingkat RT hingga Kepala Desa (Kades) membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menaikan insentif mereka di tahun 2013 in.

Kenaikan tunjangan tersebut mulai dari anggka 40 hingga 100 persen, semua tergantung pada ketentuan yang masih disusun oleh Pemkab Inhil dalam hal ini masih menunggu surat keputusan Bupati tentang besaran alokasi dana desa mandiri (DM) yang di poloting pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Inhil

“Yang pasti dana desa mandiri tahun 2013 ini lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, mengingat adanya penambahan insentif aparatur desa. Untuk sementara ini dulu yang bisa saya perjuangkan,” jelas Kepala BPMPD Inhil, H Edy Syafwannur, Kamis (14/3).

Menurut Edy, dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan memulai pelaksanaan desa mandiri tahun 2013. hanya saja prosesnya masih menunggu hasil tender untuk konsultan desa mandiri. Kalau proses tersebut sudah selesai maka secara otomatis program yang digagas Bupati Inhi pada 2006 silam bisa berjalan.(dro/*1)